Share

Pembebasan Jerat

Author: nababy
last update publish date: 2026-04-08 22:19:24

Aldric berjalan di belakang Marielle ketika Cassian meminta semuanya untuk keluar dari kamar Ratu. Semua orang berjalan tenang, agar tak membuat suara di sekitar kamar.

Marielle berjalan bersama Diana. Jantungnya berdegup kencang, khawatir tentang keadaan sang Ratu.

“Ratu Elira akan baik-baik saja kan?” Marielle mengeratkan tangannya di dadanya sembari melihat ke belakang sekali lagi.

“Saya pernah melayani Ratu. Setiap kali merasa panik dan takut, beliau selalu pingsan. Katanya Ratu memiliki
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Salam Perpisahan

    Pintu kamar Marielle diketuk cukup keras saat larut malam. Marielle yang sudah bersiap memakai jubah hitam membuka pintu perlahan. Dan disana sudah ada Claude berdiri.“Saya akan mengantar Anda sekarang,” ucap Claude lirih sambil melihat sekeliling.Marielle mengangguk, dengan hati-hati mereka pergi dari kamar dan berjalan di lorong gelap tanpa penerangan apapun. “Cepat, Lady. Kita tidak punya banyak waktu.” Suara Claude terdengar lirih. Ia juga mengenakan jubah, tudungnya ditarik rendah menutupi sebagian wajah. Di tangannya tergenggam lentera kecil yang cahayanya sengaja diredupkan untuk menerangi jalan mereka.“Terima kasih, Claude,” ucap Marielle yang berjalan di belakangnya.Claude menunduk singkat. “Jangan berterima kasih dulu. Jika kita tertangkap, kepala saya bisa dipenggal.”Marielle menggigit bibir, lalu mengangguk. Tanpa banyak bicara, ia terus mengikuti Claude.Lorong istana sunyi. Hanya suara langkah patroli yang sesekali terdengar dari kejauhan. Claude membawa Marielle

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kenangan Indah Namun Menyakitkan

    “Lady Marielle!”Pintu kamar terbuka cepat, lalu Diana masuk hampir berlari sambil membawa nampan teh dan beberapa kue kecil.Begitu melihat Marielle benar-benar berada di dalam kamar dan bukan lagi di penjara menara barat, wajah pelayan muda itu langsung berubah lega. Ia menaruh nampan begitu saja di meja terdekat lalu bergegas mendekat.“Syukurlah… syukurlah Anda sudah keluar!” serunya dengan mata berkaca-kaca. “Saya sangat khawatir. Semalaman saya tidak bisa tidur mendengar Lady dipenjara karena dituduh meracuni Yang Mulia.” Diana memegang tangan Marielle dengan tangis bahagia.Marielle yang duduk di tepi ranjang hanya menoleh pelan. Ia mencoba tersenyum, namun senyum itu tak pernah benar-benar sampai ke matanya.“Aku baik-baik saja, Diana,” ucapnya pelan.Diana langsung tahu itu bohong. Wajah Marielle pucat, matanya bengkak karena menangis, dan kedua tangannya saling menggenggam erat di pangkuan seperti sedang menahan sesuatu yang jauh lebih besar daripada kesedihan biasa.Diana

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Perasaan Bersalah

    “Apa? Enzo tidak mungkin melakukannya.” Suara Marielle pecah, nyaris tak terdengar.Ia menatap Cassian seolah berharap Raja itu akan tertawa dan mengatakan semuanya hanya salah paham. Namun Cassian tidak tertawa. Wajahnya justru mengeras.“Enzo mengaku sendiri.” Cassian melanjutkan.Marielle mundur setengah langkah. Cassian melanjutkan dengan suara rendah.“Dia bilang padaku sendiri. Dia meracuniku karena ingin merebutmu dariku, Marielle.” Suara Cassian pelan, namun sanggup membuat dada Marielle sakit seperti dipukul benda keras.“Tidak.” Marielle langsung menggeleng keras.“Itu tidak mungkin.” Kedua tangan Marielle langsung menutupi mulutnya yang terbuka karena shock.“Marielle…” panggil Cassian pelan.“Tidak mungkin!” Air matanya mulai jatuh.“Enzo tidak akan melakukan itu!” Mendadak suara Marielle mengeras.Cassian menatapnya tajam. “Dia yang mengatakannya sendiri di depanku.”Marielle terdiam. Tubuhnya terasa dingin mendadak. Pikirannya berputar liar.Dada Marielle sangat sakit. J

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kenyataan Memilukan

    “Ayo cepat jalan!” perintah salah satu pengawal raja pada Enzo.Enzo tertunduk lemas, dadanya terasa berat mengingat hukuman apa yang akan dia dapatkan karena telah bersuara dialah yang meracuni Raja. Mungkin dirinya tidak akan bisa bertemu dengan Marielle lagi setelah tadi malam.“Lady Marielle, maaf tidak bisa menepati janji untuk selalu berada di sampingmu. Setidaknya aku berhasil menepati janji untuk selalu melindungi Anda meski nyawa saya menjadi taruhannya.” Enzo mendongak ke langit-langit. Ia tersenyum samar saat para pengawal terus membawanya menuju penjara. Lorong istana masih ramai oleh langkah tergesa para penjaga ketika Aldric keluar dari kamar tamunya.Ia baru saja beranjak menemui Cassian untuk meyakinkan jika Marielle bersalah. Namun saat berbelok di koridor utama, langkahnya mendadak berhenti.Empat penjaga sedang menyeret seseorang dengan tangan terikat ke belakang. Dan pria itu tampak tak asing olehnya. Dia adalah Enzo, ksatria pengawal yang selalu berada di sampin

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Pengorbanan Seorang Pria

    “APA KATAMU BARUSAN?!” Suara Cassian meledak di dalam kamar.Meski tubuhnya masih lemah dan wajahnya pucat, kemarahan di matanya cukup membuat semua orang di ruangan itu menegang.Claude yang berlutut langsung menunduk kembali. Tangannya sedikit gemetar, meski laporannya adalah sebuah fakta.“Yang Mulia, saya tidak berbohong. Saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri.” Claude mengepalkan tangan erat, berharap tidak menerima amukan dari sang Raja.Cassian mencengkram selimut di atas pahanya. “Kau yakin dengan apa yang kau lihat?”“Ya, Yang Mulia.” Claude menunduk lebih dalam.“Saya melihat sendiri Sir Enzo dan Lady Marielle berciuman di depan sel menara barat.”Ruangan mendadak terasa lebih dingin.Cassian tak langsung bicara. Namun di kepalanya, potongan-potongan ingatan tentang kejadian antara Marielle dan Enzo mulai bermunculan.Keheningan aneh di perkemahan setelah festival. Cara Enzo selalu muncul

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kesaksian Sang Ksatria

    “Enzo, apa kau gila?!” ucap Claude lirih sambil mundur satu selangkah demi selangkah. Tanpa ada suara, ksatria itu langsung berbalik dan pergi menyusuri lorong penjara dengan langkah cepat, seolah apa yang baru dilihatnya terlalu berbahaya untuk diproses saat ini juga. Sementara di belakangnya, Enzo dan Marielle sama-sama tak sadar jika seseorang telah melihat mereka. Keduanya masih saling menguatkan. Dan Enzo, pria itu tak tega harus meninggalkan Marielle sendirian di penjara yang menyeramkan ini. Namun, mau tidak mau dia harus pergi. “Lady, apakah Anda baik-baik saja jika saya tinggal?” tanya Enzo pelan. Marielle menghapus air matanya lalu mengangguk. “Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja,” jawab Marielle lirih. Enzo tahu, wanita itu berpura-pura tegar. Sebelum beranjak, Enzo mencium kening Marielle. Ciuman itu sedikit lebih lama dari biasanya. “Saya pergi Lady. Besok saya akan kemari untuk memb

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status