Share

Kenyataan Memilukan

Author: nababy
last update publish date: 2026-04-27 21:14:27

“Ayo cepat jalan!” perintah salah satu pengawal raja pada Enzo.

Enzo tertunduk lemas, dadanya terasa berat mengingat hukuman apa yang akan dia dapatkan karena telah bersuara dialah yang meracuni Raja. Mungkin dirinya tidak akan bisa bertemu dengan Marielle lagi setelah tadi malam.

“Lady Marielle, maaf tidak bisa menepati janji untuk selalu berada di sampingmu. Setidaknya aku berhasil menepati janji untuk selalu melindungi Anda meski nyawa saya menjadi taruhannya.” Enzo mendongak ke langit-langi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kembalinya Count Vance

    ​”Pagi Lady Marielle… apakah tidur Anda nyenyak?” Suara Diana membuyarkan lamunannya saat baru saja bangun tidur.“Ya. Aku sangat tidur dengan nyenyak. Aku sudah lama tidak tidur di ranjang yang sangat empuk ini.” Marielle mengelus ranjang tersebut karena sangat empuk dan halus. Diana hanya bisa tersenyum sambil menyiapkan baju yang akan dikenakan Marielle hari ini.“Mari saya bantu untuk Lady,” tawar gadis itu.Akhirnya Marielle turun dari ranjang menuju kamar mandi. Pagi hari ini, sinar matahari hangat menembus tirai tipis Paviliun Barat, membiaskan cahaya di atas meja makan yang dipenuhi hidangan sarapan segar. Setelah Marielle selesai bersiap, ia duduk menimang cangkir tehnya, menikmati keheningan pagi sebelum kesibukan rekonstruksi dimulai.​Di sudut ruangan, Tristan, ksatria muda berambut cokelat yang ditunjuk Aldric sebagai pengawal pribadinya berdiri tegak. Matanya yang polos dan jujur sesekali melirik ke arah Marielle dengan binar kagum yang amat sulit ia sembunyikan.​"Lad

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Terbongkarnya Kebusukan

    ​"Tuan Vane," panggil Aldric dengan suara yang dalam, namun sanggup menggetarkan lantai batu di bawah kaki mereka. "Apakah yang dikatakan Lady Marielle itu benar?"​Keheningan di ruang rapat utama Kastil Valtore mendadak berubah menjadi atmosfer mencekam yang membekukan darah. Suasana memanas setelah Marielle membongkar habis catatan audit keuangan internal.​Aldric, yang sejak tadi berdiri menahan diri di samping meja, melangkah maju dua titik. Tatapan matanya yang semula dipenuhi rasa takjub pada Marielle seketika berganti menjadi kilatan amarah yang amat dingin dan mematikan. Rahangnya mengeras kaku, dan aura menekan khas seorang penguasa perang menguar hebat dari tubuhnya.​Pria itu menatap tajam ke arah Pejabat Keuangan yang kini gemetar hebat di sudut meja.​Vane mendadak kehilangan kemampuannya untuk bernapas secara normal. Wajahnya yang pucat pasi kini dibasahi keringat dingin. "Yang Mulia Grand Duke... ini... ini hanya kesalahpahaman dalam pencatatan laporan logistik…" jawab

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Perlawanan Tak Terduga

    ​”Sial. Sepertinya banyak yang meragukan aku disini,” batin Marielle saat melihat bagaimana reaksi orang-orang di sekitar.Mereka melangkah beriringan membelah koridor utama Kastil Valtore. Langkah kaki Marielle yang mantap dan anggun bergema di sepanjang lorong batu, diikuti oleh Jackson, Diana, serta rombongan pejabat daerah yang berjalan di belakang mereka dengan raut muka tegang dan dipenuhi desakan bisik-bisik protes.​Begitu pintu ruang rapat utama dibuka lebar, Marielle langsung melangkah masuk tanpa ragu. Ia menyapu pandangannya ke sekeliling ruangan. Ada sebuah meja kayu besar di tengah, peta wilayah Valerante yang membentang di dinding, serta tumpukan dokumen keuangan di sudut meja. ​Marielle berjalan lurus menuju kursi utama di samping peta wilayah, lalu menariknya dan duduk dengan sangat tenang.​Tindakan itu seketika membuat para pejabat yang baru saja melangkah masuk menahan nafas. Posisinya yang langsung mengambil alih kursi kepemimpinan rapat memancing emosi salah seor

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Wajah-wajah Yang Meremehkan

    ​”Lady Marielle! Ada kereta kuda di depan rumah!” teriak Diana keesokan paginya saat mereka baru saja bersiap-siap untuk pergi menuju kastil Grand Duke.Marielle yang ada di ruang tengah bergegas berlari menuju depan, dimana Diana sudah berdiri disana. Ia melihat kereta kuda sudah terparkir rapi dengan kusirnya. Dari dalam, keluar seorang ksatria. Ksatria itu berjalan dan langsung membungkuk memberi hormat kala tepat berada didepan Marielle. “Selamat pagi Lady Marielle. Saya datang kesini untuk menjemput Anda atas perintah Grand Duke,” jelasnya.Marielle menghela nafas cukup panjang. Padahal kemarin dia sudah bilang agar tidak menjemputnya, tapi tetap saja tidak didengar. Dengan wajah malas, ia menunjuk barang-barang yang sudah Diana susun sebelumnya. “Itu barang-barangku. Tolong bawakan ya.” Tanpa basa-basi Marielle langsung menyuruhnya.“Baik Lady.” Pria itu membungkuk kembali dan langsung mengangkat beberapa tas dengan bantuan Diana.Marielle berjalan lebih dulu menuju kereta ku

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rapat Dadakan

    ​"Lady Marielle?!" ​Suara Jackson melengking, hampir memekakkan telinga. Pria itu menatap Aldric dengan mata melotot sempurna, seolah baru saja mendengar sang Grand Duke mengumumkan akan menyerahkan seluruh wilayah Valerante kepada musuh.​"Yang Mulia, Anda pasti sedang bercanda, bukan?" bisik Jackson panik, melangkah mendekat seraya menoleh kanan kiri untuk memastikan tidak ada pengawal yang mendengar. "Lady Marielle De Aubrey? Wanita yang sangat Anda benci itu?"​"Aku tidak sedang bercanda, Jackson," potong Aldric tenang namun dingin. Ia melangkah menuju meja kerjanya yang ditimbun puluhan dokumen, lalu mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya. "Marielle memiliki kemampuan dan pemikiran tajam yang kita butuhkan untuk membangun kembali Valerante. Mulai lusa, ia yang akan memegang kendali penuh atas tim rekonstruksi."​Jackson menelan ludah dengan susah payah. Tenggorokannya mendadak terasa kering. "Tapi, Yang Mulia... bagaimana dengan para menteri dan pejabat kastil? Anda tahu

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Proyek Besar

    “Apa Marielle belum bangun?” tanya Aldric pada Diana yang menemaninya berkemas.“Belum Grand Duke,” jawabnya pelan.Aldric mengangguk. Ia melangkah sambil menenteng tas yang berisi perlengkapannya selama tinggal di rumah kayu Marielle. Pria itu membuka pintu, yang memperlihatkan suasana masih pagi buta.“Yang Mulia Grand Duke, apakah Anda tidak berpamitan dengan Lady Marielle dulu sebelum pergi? Saya rasa pergi diam-diam seperti ini terlihat kurang sopan,” ujar Diana lirih, takut sang Grand Duke menjadi tersinggung atas ucapannya.Diluar perkiraan, Aldric malah tersenyum tipis. Ia menaruh barang-barangnya di punggung kuda lebih dulu sebelum menaiki kudanya.“Aku tidak ingin membuatnya marah hari ini,” jawabnya santai.“Apa Anda tidak apa-apa? Seharusnya kereta kuda yang menjemput Anda akan datang pagi nanti.”“Aku tidak apa-apa Diana. Baiklah, aku pergi sekarang. Tolong jaga Marielle untukku ya.”Dengan begitu, Aldric menarik tali kekang hingga membuat kuda yang ditungganginya berlari

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Ingatan Masa Lalu

    “Marielle!” Suara Cassian terdengar samar-samar. Marielle membuka mata disebuah tempat asing nan gelap. Rasanya sangat dingin dan mencekam, membuatnya sedikit ketakutan. “Di mana ini…?” bisiknya, tatapannya melihat ke semua arah tempat gelap. Ia memeluk dirinya sendiri, mengelus lengannya untuk

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Di Luar Rencana

    “Apa? Makan malam bersama Ratu?!” Suara Cassian meninggi, seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Marielle mengangguk, bola matanya membesar dan berbinar. Kali ini dirinya tidak boleh gagal, dia harus segera mungkin bicara pada Ratu. Dia langsung meraih tangan Cassian menggenggamnya erat de

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Tolong Dengarkan Aku

    “Lady Marielle, apakah anda yakin ingin bertemu dengan Yang Mulia Ratu?” tanya Diana sekali lagi untuk memastikan.Marielle masih berdiri didepan cermin, merapikan gaun indah yang membalut tubuhnya. Sekali lagi ia menatap dari kejauhan lantai dua, Ratu tengah berbincang dengan serigala licik Valtor

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Perubahan Yang Terlihat

    Jemari Cassian membelai lembut pipi Marielle yang masih terlelap di sampingnya. Wajahnya terlihat setengah terbenam di bantal, dan sisanya masih menghadap pada sang pujaan. “Maaf Marielle, aku harus membunuh cintamu pada Raja agar kau tetap hidup.” Cassian mendengarnya dengan jelas semalam. Dia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status