Share

Sesal Tiada Arti

Author: nababy
last update publish date: 2026-09-02 21:24:26

"Tinggal di kastil Anda?" ulang Marielle datar, nadanya dipenuhi sindiran yang sangat jelas.

"Apakah pendengaran Anda bermasalah, Grand Duke? Saya baru saja meminta Anda angkat kaki dari rumah saya, dan sekarang Anda malah mengajak saya masuk kembali ke sarang Anda?"

​Aldric menegakkan posisi duduknya. Wajah lesu yang tadi menghiasi mukanya perlahan memudar, berganti dengan raut wajah serius dan rasional, mode seorang penguasa wilayah yang sedang menyusun strategi negosiasi.

​"Aku bicara murni
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Sesal Tiada Arti

    "Tinggal di kastil Anda?" ulang Marielle datar, nadanya dipenuhi sindiran yang sangat jelas. "Apakah pendengaran Anda bermasalah, Grand Duke? Saya baru saja meminta Anda angkat kaki dari rumah saya, dan sekarang Anda malah mengajak saya masuk kembali ke sarang Anda?"​Aldric menegakkan posisi duduknya. Wajah lesu yang tadi menghiasi mukanya perlahan memudar, berganti dengan raut wajah serius dan rasional, mode seorang penguasa wilayah yang sedang menyusun strategi negosiasi.​"Aku bicara murni demi efisiensi kerja kita, Marielle," sahut Aldric cepat, menahan diri agar tidak terdengar seperti sedang memaksanya. "Kastil Valtore adalah pusat data dan arsip seluruh Valerante. Peta wilayah, laporan kependudukan, hingga catatan kas daerah semuanya ada di sana."​Pria tegap itu memajukan tubuhnya sedikit, menatap Marielle lurus-lurus untuk mempertegas setiap kata-katanya.​"Jika kau harus pulang pergi setiap hari, berapa banyak waktu yang terbuang di jalan? Belum lagi jika cuaca buruk atau

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Tiga Syarat Mutlak

    ​“Syarat? Apa saja syaratnya?” Aldric menatap wajah Marielle dalam-dalam.“Ada tiga syarat yang harus Anda penuhi. Sebelum saya menjelaskannya, berjanjilah terlebih dahulu untuk tidak menolak syarat yang saya ajukan,” tawar Marielle.Wanita ini membuat Aldric mati kutu. Ia tidak pernah menyangka Marielle sangat pandai dalam hal negosiasi. Dirinya langsung teringat kala Marielle juga membuat sebuah kesepakatan saat dirinya ketahuan akan menggulingkan Raja.Mau tidak mau Aldric bersedia. Ia menganggukkan kepala dan berkata “Iya.”“Baiklah, tolong dengarkan baik-baik syarat yang akan saya berikan pada Anda.”Aldric memajukan posisi duduknya, menatap Marielle lurus-lurus dengan cemas sekaligus penuh rasa ingin tahu. Pria penguasa Valerante itu siap mendengarkan syarat tersulit apapun, asalkan wanita di hadapannya ini tidak membatalkan kesepakatan yang baru saja dicapai.​Marielle meletakkan jemarinya di atas meja, mengetuk kayu permukaan meja pelan-pelan dengan ritme yang tenang namun pen

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Sebuah Kerjasama

    “Membangun Valerante bersama Anda?” Kening Marielle mengernyit.Bagaimanapun, bagi Marielle ini sangat aneh. Dia bukan siapa-siapa. Tapi Grand Duke malah menawarinya kerjasama untuk membangun wilayah yang baru saja terjadi perang ini.Diseberang meja, wajah Aldric masih terlihat tenang namun harap-harap cemas jika wanita itu menolaknya. Apalagi dia baru bisa berbicara setelah melewati tujuh hari yang diliputi dingin dan sunyi.“Aku tahu ini terdengar konyol, tapi aku melihat potensi dalam dirimu untuk bisa membantuku. Valerante sudah lama terbelakang. Apalagi ditambah penyerangan Pangeran Henry waktu itu. Aku tidak ada niatan apapun. Aku hanya ingin kau membantuku itu saja,” jelas Aldric cepat-cepat sebelum Marielle salah paham kembali.Marielle tidak langsung menganggukkan kepala. Ia justru menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, menatap Aldric dengan pandangan menelisik yang dipenuhi skeptis.​"Tidak," tolak Marielle dingin. "Saya baru saja keluar dari pusaran konflik istana dan

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Awal Mula Hubungan Baru

    “Hah! Jika saya bilang tidak pasti Anda akan tetap mengusik saya bukan?” Marielle menghela nafas cukup panjang.“Aku bukan mengusikmu. Aku hanya ingin meminta maaf padamu dan memperbaiki hubungan kita yang sudah rusak parah ini.” Aldric menyilangkan tangan di dada. Wajah angkuhnya perlahan kembali saat Marielle mulai menunjukkan kebaikan hati.Keheningan sore di bawah naungan pohon pinus itu terasa begitu panjang. Angin dingin berhembus pelan, menerbangkan beberapa helai rambut perak Marielle saat ia menatap pria tegap di hadapannya.​Tatapan keputusasaan masih ada di mata Aldric. Celemek bunga-bunga yang membebat pinggangnya, serta kalimat permohonan yang keluar dari mulut seorang Grand Duke berdarah dingin, semuanya bertubrukan hebat di dalam benak Marielle.​Ia memejamkan matanya sejenak, lagi-lagi menghela nafas panjang untuk menetralkan gemuruh di dadanya.​”Lagipula... aku bukan Marielle yang asli. Dan pria ini memang sudah brengsek dari awal cerita.” batinnya pelan.​Marielle m

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Isi Hati Sang Grand Duke

    “Bicara? Baiklah. Aku sudah menunggumu agar mau bicara denganku.” Aldric meletakkan pisau pemotong sayur yang dipegangnya dengan gerakan terburu-buru.Tanpa melepaskan celemek bunga-bunga yang masih melekat di pinggangnya, pria tinggi tegap itu segera melangkah menyusul Marielle keluar melalui pintu dapur belakang.​Di belakang rumah kayu sederhana itu, terdapat halaman berumput yang dikelilingi oleh pepohonan pinus yang menjulang tinggi. Udara sore yang dingin bertiup lembut, menggoyangkan ujung mantel tipis yang dikenakan Marielle.​Marielle membalikkan badannya dengan cepat begitu mendengar hembusan nafas Aldric di belakangnya. Mata peraknya menatap pria itu lurus-lurus dengan pancaran kekesalan yang sudah mencapai titik didih.​"Sampai kapan Anda ingin berakting konyol seperti ini, Grand Duke?!" semprot Marielle tanpa basa-basi. Tangannya terkepal erat di samping tubuh. "Anda mengabaikan tugas kekaisaran, memaki bawahan Anda sendiri, dan bersikap seolah-olah Anda adalah pelayan d

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Muka Tembok Sang Grand Duke

    “Maaf jika saya lancang, tapi Lady Marielle sangat tidak menginginkan Anda berada disini.” Diana berucap sambil mengangguk.Namun Aldric hanya melipat tangan di dada dengan senyum percaya dirinya. “Lihat saja, beberapa hari lagi aku pasti akan membuat Marielle mau bicara denganku lagi,” ucapnya dengan nada congkak.Keyakinan Aldric itu perlahan sirna, karena sudah hampir tujuh hari penuh, rumah kayu sederhana yang dulu tenang telah berubah menjadi arena pertempuran dingin yang menguras habis sisa-sisa kesabarannya.​Berbagai macam cara sudah ia kerahkan untuk mendapatkan perhatian Marielle kembali, namun selama itu juga Marielle tetap menganggapnya tidak ada.​Tiga hari lalu, Marielle bahkan diam-diam menyuruh Diana menyampaikan pesan mendesak pada Jackson, asisten pribadi sekaligus tangan kanan Aldric di kediaman Valtore. Marielle berpikir, kehadiran seorang asisten kepercayaan yang membawa kereta resmi dan barisan pengawal kastil akan sanggup menyeret sang Grand Duke pulang secara p

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Permulaan Takdir

    “Jadi itu tokoh utama wanitanya... Ratu Elira Aragon.” Gadis itu menatap wanita di halaman istana dengan ekspresi rumit. Pandangannya tertuju pada sang Ratu, tokoh utama dalam novel "Mawar Yang Kembali Merekah". Novel itu pernah ia baca saat masih hidup dulu—ketika dirinya masih seorang manusia bi

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rencana Yang Terbongkar

    “Lady Marielle!” Suara Enzo menggema di antara pepohonan.Ia berlutut di samping wanita itu, satu tangan menopang bahu Marielle, sedangkan tangan yang lain otomatis mencabut pedang dari sarung di pinggang untuk membentuk pertahanan. Tatapannya bergerak liar ke segala arah, mencari bayang

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Insiden Perburuan

    “Dengan ini, festival berburu kerajaan tahun ini resmi dimulai!” Suara Cassian menggema di lapangan utama istana saat pidato pembukaan festival berburu yang akan diadakan tahun ini.Sorak para bangsawan dan tepuk tangan memenuhi udara pagi yang cerah itu. Panji-panji kerajaan berkibar, k

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kedua Hati Yang Terpatri

    “Yang Mulia Ratu, ada yang ingin saya sampaikan pada Anda.” Salah satu dayang menghampiri Elira.Dayang itu mulai berbisik di telinganya, dan membuat mimik wajah Elira berubah seketika.“Jadi itu sebabnya dia langsung mengurung diri di ruang kerjanya,” ucapnya pelan sambil merem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status