Home / Fantasi / Mengubah Takdir Selir Antagonis / Rencana Yang Terbongkar

Share

Rencana Yang Terbongkar

Author: nababy
last update publish date: 2026-04-23 21:00:29

“Lady Marielle!” Suara Enzo menggema di antara pepohonan.

Ia berlutut di samping wanita itu, satu tangan menopang bahu Marielle, sedangkan tangan yang lain otomatis mencabut pedang dari sarung di pinggang untuk membentuk pertahanan. Tatapannya bergerak liar ke segala arah, mencari bayangan di balik semak, celah di antara batang-batang pohon, apa pun itu yang bergerak.

Sementara Marielle meringis pelan sambil menyentuh pipinya. Ujung jarinya basah oleh darah.

“Enzo,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Badai Salju Pertama

    ​“Lepaskan kaki Anda, Grand Duke...” desis Marielle tajam melalui celah giginya yang terkatup kaku, berusaha keras menjaga raut wajahnya tetap tenang di hadapan para pelayan yang lalu-lalang.“Selesaikan makan malammu dulu, Pimpinan Strategi,” bisik Aldric santai, tetap mengunci lutut Marielle di bawah meja hingga wanita itu hampir kehilangan kesabarannya.​Marielle menggertakkan giginya rapat-rapat. Tak sudi berlama-lama menjadi tontonan terselubung para pelayan, ia langsung menyambar serbet linen di pangkuannya, melemparkannya begitu saja ke atas piring, lalu berdiri dengan gerakan penuh wibawa.​“Saya sudah kenyang, Grand Duke. Silahkan nikmati sisa makanan Anda seorang diri,” ketus Marielle dingin.​Tanpa menunggu balasan, ia berdiri dan melangkah cepat keluar dari ruang makan utama. Punggungnya ditegakkan setegak mungkin, meski di dalam dadanya jantungnya berdegup kacau akibat gesekan fisik yang baru saja terjadi.​Setibanya di kamar, udara hangat di dalam ruangan justru terasa m

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Makan Malam Yang Menyebalkan

    “Diana, tolong sampaikan pesanku pada Grand Duke aku ingin makan malam di ruang makan utama. Aku tidak bisa terus-terusan makan malam bersama dia di kamar,” ujar Marielle kaku. Pandangannya masih melihat ke arah lembaran-lembaran kertas yang tengah kerjakan.​Diana mengangguk patuh. “Baik, Lady Marielle. Saya akan menyampaikannya pada Grand Duke.”​Wanita muda itu langsung pergi untuk menyampaikan pesan dari Marielle. Sedangkan Marielle memejamkan mata sejenak, menghela nafas panjang. Keputusannya berpindah ke ruang makan utama bukan tanpa alasan. Setelah peristiwa memalukan semalam dan godaan nakal Aldric tadi pagi, ia butuh ruang netral. Di ruang makan utama yang luas, formal, dan dikelilingi belasan pelayan serta pengawal, Aldric tidak akan bisa bertindak lancang atau melayangkan kata-kata manis yang memancing emosinya.“Aku harus menghadapinya. Sebentar lagi proyek perbaikan Valerante selesai, dan aku akan langsung pulang ke pondokku,” gumamnya.Marielle langsung mengerjakan tugas

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kancing Yang Tertinggal

    ​“Keluar dari kamar saya sekarang, Grand Duke... sebelum saya melempar botol tinta ini tepat di wajah tampan Anda yang menyebalkan itu!”​Kekehan rendah yang amat terhibur bergetar dari dada bidang Aldric. Bukannya gentar atau melangkah mundur, pria itu justru sengaja memajukan tubuhnya satu langkah lagi, menatap botol tinta kaca yang digenggam Marielle dengan binar mata hitam yang penuh pendar cemoohan manis.​“Lempar saja, Pimpinan Strategi,” bisik Aldric lembut, suaranya mengalun rendah dan begitu provokatif di antara keheningan kamar. “Noda tinta di wajahku mungkin bisa dihapus dalam hitungan detik. Tapi ingatan tentang bagaimana tubuhmu gemetar dan bagaimana kau mendesah memohon padaku semalam... tidak akan pernah bisa dihapus dari otakku.” Aldric menyeringai penuh kemenangan.​Wajah Marielle seketika makin membara. Nafasnya memburu kencang, jarinya mengencang pada botol kaca hingga buku-buku jarinya memutih.​Sebelum Marielle sempat benar-benar melayangkan botol tinta berat itu

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Keributan Di Pagi Hari

    ​“Ugh...” erang Marielle pelan saat kelopak matanya yang seberat timah perlahan terkuak.​Marielle memegang kepalanya yang terasa memutar. Rasa hangat membakar di dadanya semalam telah berganti menjadi rasa haus menyengat.​Namun saat Marielle hendak memiringkan tubuhnya, dadanya mendadak tercekat.​Gumpalan selimut bulu tebal menutupi tubuhnya hingga ke dada. Saat jemarinya meraba bagian atas dadanya, Marielle menyadari dua kancing atas kemeja putihnya sudah terbuka, memperlihatkan garis leher dan kulit hangatnya yang terbuka di balik selimut. Kepanikan kecil seketika menyergap dadanya.​Marielle menarik selimut itu rapat-rapat, dadanya naik-turun memburu kencang. ​Dalam sekejap, potongan memori malam tadi mendadak berputar kembali di benaknya bagaikan pecahan kaca yang menusuk tajam.​Kekalahannya di papan catur, caranya meminum habis anggur merah itu dalam sekali teguk, rasa melayang yang memabukkan hingga momen saat tubuh kekar Aldric mengurungnya di atas kasur ini. Sensasi bibir

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Tidak Seburuk Itu

    “Nikmatilah kemenangan kecil Anda malam ini, Grand Duke gila...” bisik Marielle tepat di depan telinga Aldric, suaranya berat dan sarat akan ancaman yang teramat manis. “Karena saat rasa mabuk ini hilang besok pagi... aku akan memastikan Anda membayar mahal untuk setiap sentuhan ini.”​Kekehan rendah bergetar di dalam dada bidang Aldric. Nafas hangat pria itu terasa makin panas saat ia menyusupkan jemarinya ke sela-sela helai rambut perak Marielle, mengekang tengkuk wanita itu agar tidak bisa berpaling.​“Kau pikir kau punya kesempatan untuk membuatku membayar, Marielle?” bisik Aldric dengan suara yang dalam dan begitu serak. “Bahkan dalam kondisi sadar pun, kau tak pernah menang dariku di papan catur maupun di arena pedang. Apalagi malam ini... saat kau begitu rapuh di dalam genggamanku.”​Marielle mengerang rendah, mencoba mendorong dada Aldric dengan kedua tangannya yang kini terasa begitu lemas. Efek anggur utara yang menjalar di pembuluh darahnya membuat koordinasi tubuhnya hanc

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kalah Untuk Kedua Kali

    ​“Biar aku yang memulai langkah pertama, Pimpinan Strategi,” ujar Aldric santai sambil menyentuh salah satu buah catur kayu hitam di atas papan ukir yang tergelar di antara mereka. Pria itu menggeser pion benteng miliknya dua kotak ke depan. “Divisi garda depan Valtore mengambil posisi di celah sempit Lembah Salju, menahan laju pasukanmu dengan barisan perisai baja.”​Marielle menyunggingkan senyum sinis. Dengan gerakan anggun namun penuh penekanan, jemari lentiknya meraih buah kuda putih, melangkahkannya melompati barisan pion dan mendarat tegas di area sayap kiri papan catur.​“Penyerang tak akan sekonyol itu menghantam barisan perisai secara langsung, Grand Duke,” sahut Marielle dingin. “Langkah pertamaku, aku membagi pasukan menjadi dua.”​Aldric mengalihkan pandangannya dari papan catur ke dalam mata perak Marielle. Kilatan minat di mata hitam pria itu makin membara. Pria itu mengulurkan tangan, menarik mundur menteri hitamnya satu kotak mendekati posisi raja.​“Langkah yang agr

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Hasrat Terpendam

    “Selamat pagi Yang Mulia,” sapa Diana sambil membungkuk saat baru saja masuk ke dalam kamar Marielle.Cassian sudah duduk bersandar pada sandaran kasur, jemarinya sibuk membelai rambut Marielle yang masih terlelap.“Kau. Buatkan makanan kesukaan Marielle. Aku rasa dia membutuhkannya sekarang,” ujar

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Ingatan Masa Lalu

    “Marielle!” Suara Cassian terdengar samar-samar. Marielle membuka mata disebuah tempat asing nan gelap. Rasanya sangat dingin dan mencekam, membuatnya sedikit ketakutan. “Di mana ini…?” bisiknya, tatapannya melihat ke semua arah tempat gelap. Ia memeluk dirinya sendiri, mengelus lengannya untuk

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Di Luar Rencana

    “Apa? Makan malam bersama Ratu?!” Suara Cassian meninggi, seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Marielle mengangguk, bola matanya membesar dan berbinar. Kali ini dirinya tidak boleh gagal, dia harus segera mungkin bicara pada Ratu. Dia langsung meraih tangan Cassian menggenggamnya erat de

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Tolong Dengarkan Aku

    “Lady Marielle, apakah anda yakin ingin bertemu dengan Yang Mulia Ratu?” tanya Diana sekali lagi untuk memastikan.Marielle masih berdiri didepan cermin, merapikan gaun indah yang membalut tubuhnya. Sekali lagi ia menatap dari kejauhan lantai dua, Ratu tengah berbincang dengan serigala licik Valtor

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status