Share

Titik Temu

Author: nababy
last update publish date: 2026-03-07 21:28:08

Di ujung lorong, Cassian keluar dari ruang kerjanya yang bersebelahan dengan ruang kerja Ratu. Dia melihat Marielle dan Aldric tengah saling bertatap muka serius.

“Marielle? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Cassian menghampiri keduanya.

“Yang Mulia, saya ingin pergi ke perpustakaan untuk membaca,” jawabnya pelan. Tingkah Marielle langsung berubah ketika berhadapan dengan Raja.

Cassian tak terlalu menanggapi. Dirinya masih sedikit marah akibat ucapan selirnya pagi tadi. Pandangannya langsung
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rahasia Yang Hampir Terbongkar

    “Apa?!” Aldric langsung berdiri tegang saat mendengar ucapan Jackson. Pria itu langsung berlari keluar, dan diikuti Marielle dari belakang. Wajah pria itu berubah menegang seketika.Setibanya di teras rumah Marielle, dia melihat Cesare, si anjing gila miliknya sudah mendapat banyak luka. Cesare langsung terjatuh ketika melihat Aldric masih baik-baik saja.“Grand Duke, cepat pergi. Pangeran gila yang haus darah itu tiba-tiba datang untuk menemui Anda.” Suara Cesare terengah setelah berusaha menyelamatkan diri dari serangan dadakan di kediaman Valtore.Rahang Aldric mengeras. Dia tahu siapa yang Cesare maksud, siapa lagi jika bukan Pangeran Heinry. Pangeran kedua dari kekaisaran Eldora yang selalu haus akan pertumpahan darah.“Bajingan itu…” Aldric mengepalkan tangannya.Pria itu bergegas berdiri, mencoba pergi namun langsung ditahan oleh Jackson.“Grand Duke! Anda mau kemana?” Jackson meraih tangan Aldric dan menahannya sekuat tenaga.Aldric tidak menjawab, langkahnya tetap tegas perg

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Awal Mula Perang

    “Lady Marielle! Ada kereta datang lagi!” Suara Diana terdengar panik dari depan rumah.Marielle yang sedang menyusun bunga di meja dapur langsung menoleh cepat.“Apa?” Marielle langsung mengangkat gaunnya agar langkahnya lebih cepat.Sementara Diana buru-buru membuka pintu lebih lebar.“Keretanya besar… dan…” Kalimatnya terputus saat suara langkah kaki terdengar dari luar.Marielle segera berjalan menuju teras. Begitu sampai di depan, matanya langsung membesar. Di halaman rumah kecil itu telah berdiri dua pria yang sama-sama familiar.Aldric, sang Grand Duke Valerante dan di sampingnya, Jackson, pria yang selalu mengikuti Grand Duke kemanapun.Angin sore berhembus pelan melewati halaman. Suasana langsung berubah tegang.Dari arah samping rumah, Claude refleks memegang gagang pedangnya. Tatapannya penuh kewaspadaan.“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Claude dingin.Aldric hanya melirik sekilas. “Aku datang bukan untuk bertarung,” jawabnya malas.“Sulit dipercaya dari orang yang berk

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Bekerja Sama Kembali

    “Hari ini Yang Mulia Raja dan Ratu akan kembali ke ibu kota!” Suara seorang laki-laki menggelegar ke seluruh jalanan yang akan dilewati iringan keluarga istana hari ini. Kabar itu langsung menyebar cepat sejak pagi di seluruh wilayah Valerante.Sedangkan di kediaman Count Virel, para pelayan sibuk mondar-mandir menyiapkan keberangkatan kerajaan. Para ksatria mulai berjajar di halaman kediaman keluarga Virel. Dan kereta kerajaan sudah berdiri megah di depan mansion utama sejak matahari baru naik.Di dalam aula besar kediaman Gerald Virel, suasana terasa jauh lebih formal dibanding hari-hari sebelumnya. Cassian berdiri dengan jubah hitam kerajaan sambil mengenakan sarung tangan kulitnya perlahan.Di sampingnya, Elira terlihat anggun dalam gaun biru gelap dengan wajah tenang seperti biasa. Gerald tersenyum tipis sambil membungkuk hormat.“Saya merasa terhormat karena Yang Mulia bersedia tinggal beberapa hari di kediaman kami.”Cassian mengangguk kecil.“Kami juga berterima kasih atas sam

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Retaknya Sebuah Kepercayaan

    “Lady Marielle datang untuk membicarakan sesuatu yang penting dengan Anda. Dia berada di aula depan sekarang.”Tanpa menunggu lebih lama, Aldric langsung melangkah cepat keluar dari ruang kerjanya.Bahkan Jackson sampai sedikit terkejut melihat tuannya bergerak secepat itu.Lorong kediaman Valtore terasa sunyi saat langkah Aldric menggema di lantai marmer.Dan sesampainya di aula depan ia langsung melihat sosok wanita berambut perak itu berdiri di dekat jendela besar. Disampingnya berdiri Claude dengan wajah waspada.Begitu melihat Aldric datang, Claude refleks menegang. Sedangkan Marielle perlahan membalikkan tubuhnya.“Ada apa sampai kau datang sendiri kemari?” tanya Aldric dingin.Marielle tidak langsung menjawab. Ia membungkuk sejenak untuk memberi hormat.“Maaf telah mengganggu hari Anda Grand Duke,” ucapnya pelan.Wanita itu kembali tegak. Tatapannya sempat melirik Jackson dan Claude bergantian sebelum akhirnya kembali pada Aldric.“Aku ingin bicara empat mata denganmu,” ujarnya

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Datang Berkunjung

    “Grand Duke, beberapa kepala keluarga yang mendukung kita terus mendesak agar kita segera melakukan kudeta,” ucap Jackson saat hari dimana Aldric terus memikirkan cara untuk menjaga koalisi mereka tetap utuh.Ini sudah hampir seminggu Raja dan Ratu tinggal di Valerante. Dan besok lusa mereka akan kembali menuju ibu kota.“Mereka terus memaksa kita untuk melakukan penyerangan saat Raja masih dalam wilayah kekuasaan Anda. Apa yang akan Anda lakukan, Grand Duke?”“Aku tahu.” Aldric menjawab pendek sambil tetap menatap tumpukan dokumen di meja kerjanya.Namun dari caranya mencengkram pena, terlihat jelas pikirannya sedang kacau. Di hadapannya, Jackson berdiri dengan wajah serius.“Tekanan mereka setiap hari semakin besar, Grand Duke. Apalagi ditambah saat kabar Raja akan segera kembali ke ibu kota.” Ucapan Jackson makin membuat kepala Aldric penuh.Dirinya saja belum bisa mengambil hati Elira. Jika dia melakukan penyerangan dalam waktu dekat pasti Marielle langsung mengetahui siapa dalang

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Leopold Archeon

    “Grand Duke sudah kehilangan akalnya karena seorang wanita.” Kalimat itu keluar pelan dari bibir Leopold Archeon saat kereta kudanya melewati gerbang perbatasan Kerajaan Minerva menuju Kekaisaran Eldora.Angin dingin malam menerpa jubah tebal pria tua itu. Wajahnya tampak muram sejak meninggalkan kediaman Aldric beberapa jam lalu. Di dalam pikirannya hanya ada satu hal yaitu rencana pemberontakan mereka yang mulai hancur.Dan penyebabnya adalah seorang wanita bernama Marielle. Perjalanan menuju Eldora memakan waktu hingga pagi datang.Sesampainya di ibu kota kekaisaran, Leopold langsung disambut hangat oleh kepala pelayan istana.“Selamat datang di Istana kebesaran Eldora.” Kepala pelayan itu menunduk hormat.Sedangkan Leopold berdiri tegak seolah menunjukkan kedudukan dan kewibawaannya.“Pangeran Heinry sudah menunggu Anda. Mari saya antar menuju tempatnya.” Kepala pelayan itu langsung membawa Leopold menuju ruang tamu istana Eldora tanpa banyak pemeriksaan. Karena namanya sudah dike

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status