Share

Titik Temu

Author: nababy
last update publish date: 2026-03-07 21:28:08

Di ujung lorong, Cassian keluar dari ruang kerjanya yang bersebelahan dengan ruang kerja Ratu. Dia melihat Marielle dan Aldric tengah saling bertatap muka serius.

“Marielle? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Cassian menghampiri keduanya.

“Yang Mulia, saya ingin pergi ke perpustakaan untuk membaca,” jawabnya pelan. Tingkah Marielle langsung berubah ketika berhadapan dengan Raja.

Cassian tak terlalu menanggapi. Dirinya masih sedikit marah akibat ucapan selirnya pagi tadi. Pandangannya langsung
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Titik Balik

    Marielle bergerak dalam pelukan Cassian kala pagi datang menyambut. Rambut putihnya terurai berantakan. Beberapa bekas ciuman dari Cassian semalam masih tampak jelas.Pria disampingnya terus mengamati dari dekat semenjak membuka mata. Aroma samar bunga Lavender di tubuh Marielle membuatnya terus mengingat kejadian semalam. Rasa haus akan belaian cinta itu masih ada. Masuk dalam relung jiwanya.“Kau tidak boleh pergi dariku,” bisik Cassian samar.Tangannya terus mengusap pipi Marielle lembut, seakan takut jika dia melakukannya lebih kasar, wanita itu akan bangun.“Yang Mulia?” Marielle membuka mata meski belum sempurna.Cassian tersenyum, mendekatkan tubuhnya untuk memeluk wanita itu sekali lagi.“Bagaimana tidurmu? Apakah nyenyak?” tanyanya sambil mencium kening Marielle.Sang wanita hanya mengangguk pelan. Menyembunyikan sebagian wajahnya di dada Cassian.“Baguslah… aku harus pergi sekarang. Tidak apa-apa kan kamu aku tinggal?” Marielle sedikit menjauh, menatap wajah suaminya lekat-

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Api Cemburu Yang Membara

    Enzo cepat-cepat memasukkan dokumen yang ia bawa kembali masuk dalam mantelnya. Sedangkan Cassian menatapnya penuh curiga.“Maaf Yang Mulia, saya tidak bermaksud mengganggu waktu Anda dengan Lady.” Enzo menunduk tak berani melihat Cassian.Cassian melipat tangan di dada, seakan menantang Enzo dari tatapan tajam miliknya.“Bukankah sudah aku ingatkan kamu untuk tidak melampaui batas?” Suaranya rendah tapi dingin.Pria itu langsung berlutut, dia bersujud memohon ampun atas sikapnya. Dia tak mungkin membeberkan apa yang baru saja dirinya ketahui jika Marielle adalah seorang budak milik Grand Duke Aldric.“Mohon ampuni saya, Yang Mulia. Saya tahu saya sangat lancang.” Enzo memohon sungguh-sungguh.Dari dalam, Marielle terbangun, ia mengucek mata mengumpulkan kesadaran sepenuhnya. Suara itu terdengar tak asing di telinganya. Suara yang amat ia tunggu untuk didengar. Itu suara Enzo.Marielle bergegas menuju pintu, ia melihat Enzo sudah bersujud dihadapan Cassian.“Enzo?” panggil Marielle. I

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Cinta dan Rahasia

    “Marielle, aku harap omongan saat makan malam tadi tidak membuatmu sedih,” ucap Cassian pelan. Alisnya melengkung ke bawah, matanya terus menatap wanita yang ada di depannya. Marielle tersenyum, wajahnya terlihat lelah. Tapi dia berusaha tegar. “Tidak apa-apa Yang Mulia, sebagai dari kalangan rakyat jelata saya sudah terbiasa mendengar ucapan seperti itu.” Senyum yang dia perlihatkan tampak sangat tulus. Membuat hati Cassian terasa tercabik oleh senyuman itu. “Mau aku temani tidur malam ini?” tanyanya tiba-tiba. Senyum tulus itu mendadak sirna. Dan saat itu Cassian paham, jika Selir sekaligus kekasih hatinya tetap menolak. Senyum getir terpasang, Cassian menggaruk kepala canggung. “Seharusnya aku tidak bertanya seperti itu. Senyummu langsung menghilang setiap kita akan berada dalam satu ranjang,” ucapnya tertawa kecil. Tawa itu tak lebih dari menertawakan diri sendiri. “Yang Mulia, bukan seperti itu. Anda bisa tidur di kamar saya. Tapi bisakah kita tidak melakukan hubungan bada

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Makan Malam Istana

    Marielle tertegun, tangannya menggenggam gaunnya erat. Seandainya dia tau keadaan Enzo sekarang, pasti akan membuatnya jauh lebih tenang.“Apa kau khawatir Lady? Jangan lupakan tempatmu sebenarnya berada.” Aldric tersenyum licik kemudian pergi meninggalkannya.Genggaman tangannya makin kencang, hingga membuatnya sedikit gemetar.“Aku bersumpah akan membuatmu menyesal karena telah meremehkanku,” batinnya geram.“Marielle,” panggil seseorang tak jauh.Wanita itu segera melihat pada sumber suara. Dan seseorang sudah berdiri di sana. Dia adalah Raja Cassian. Tatapannya tepat tertuju pada Marielle. Tanpa menyapa Aldric yang masih ada disekitarnya.“Turunlah,” ucapnya singkat, suaranya rendah namun tegas.Marielle sedikit tertegun, namun ia tetap meletakkan tangannya di atas tangan Cassian. Pria itu langsung menggenggamnya erat, membantu Marielle turun dari kereta dengan perhatian yang begitu manis.Di sekitar mereka, beberapa orang mulai berbisik. Suara-suara menggunjing mulai masuk ke te

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Sertifikat Kepemilikan Budak

    Langit Valerante sangat terik ketika Enzo tiba disana. Perjalanan setengah hari dengan kuda benar-benar menguras tenaganya, namun ia tak punya waktu untuk beristirahat. Enzo turun dari kuda yang ia tunggangi, menepuk leher kuda itu pelan sebelum mengikatnya di balik pepohonan rindang, yang cukup jauh dari kediaman Grand Duke Aldric agar tak menarik perhatian. “The House of Valtore…” gumamnya pelan. Matanya mengamati bangunan megah di hadapannya. Kediaman itu berdiri kokoh, dinding batu abu-abu menjulang, jendela-jendela tinggi terlihat jelas seperti mata yang mengawasi. “Aku harus segera menemukan dokumen itu segera,” gumam Enzo pelan. Ia menarik nafas, lalu mulai bergerak. Gerbang utama jelas bukan pilihan untuknya. Enzo berputar ke sisi belakang, tempat para pelayan biasanya keluar dan masuk. Seperti yang ia duga, hanya ada dua penjaga berjaga. Jauh lebih sedikit dari biasanya. Ia bersembunyi di balik semak, menunggu situasi yang memungkinkannya untuk masuk. Satu penjaga te

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Parade Akhir Tahun

    Riuh masyarakat mulai dari kalangan atas hingga bawah tumpah memenuhi pinggir jalan utama ibu kota pada siang hari itu untuk melihat iring-iringan keluarga kerajaan beserta para tamu nasional di parade penutupan pesta akhir tahun ini.“Wah, aku tidak menyangka akan semeriah ini.” Marielle melongo.“Apa Lady gugup?” tanya Diana yang masih setia menemaninya.“Aku baru kali ini mengikuti parade,” jawabnya lirih.Marielle melihat bendera-bendera kerajaan Minerva dan kerajaan lain berkibar di setiap kereta kuda yang akan dinaiki oleh setiap perwakilan tamu dari kerajaan sahabat.“Marielle,” panggil Cassian yang berjalan bersama Ratu Elira di sampingnya.Marielle dan Diana langsung membungkukkan badan, memberi hormat pada penguasa negeri ini.“Selamat pagi Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu,” sapanya ramah.Cassian tersenyum, tapi berbeda dengan Elira. Ekspresinya seakan tak ingin lama-lama berada disana.“Bagaimana keadaanmu? Sudah baikan?”Marielle mengangguk pelan. Sesekali pandangannya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status