LOGIN“Mereka menyayangi Anda dan juga menyayangi suami Anda. Jika Anda bisa menjaga Tn. Richo dengan baik mereka juga bisa menjaga Tn. Richo dengan cara mereka. Anda hanya perlu mempercayakan sebagian kecil beban Anda untuk mereka pikul, itu akan membuat keadaan Anda jauh lebih baik. Saya yakin mereka tidak akan terbeban dengan hal tersebut.”
Grace tampak memikirkan apa yang Alona katakan. Memang ada benarnya juga perkataan dokter tersebut. Bahkan saat ini pikiran-pikiran negatif muAlona terkejut ketika melihat Papanya berada di rumah sakit tempat dia bekerja. Dia segera berlari menemui Papanya.“Ada kepentingan apa Papa ke sini?“Papa ingin bicara denganmu.”“Kita bisa ke kantin rumah sakit untuk bicara, kebetulan ini jam istirahatku,” ajak Alona. Petrict mengikuti langkah putrinya menuju kantin rumah sakit.Setelah Alona memilih meja dan memesan makanan, dia menatap papanya dengan tatapan penuh tanda tanya. Ada keperluan apa papanya butuh bicara dengannya?“Apakah ini tentang bisnis rumah sakit? Aku dengar rumah sakit Papa berkembang pesat setelah bekerja sama dengan perusahaan Collins?” Alona memulai pembicaraan.“Arahnya memang ke sana, tapi bukan hal itu yang ingin Papa bicarakan denganmu saat ini.”“Lalu tentang apa?”“Mulai detik ini Papa ingin kamu putus dengan Addy. Jangan pernah berhubungan apalagi bertemu dengan pria itu.”Perkataan Petrict sontak membuat Alona terkejut
Mata Nathan menatap lurus ke arah Alona sedangkan tangannya membuka kancing baju yang dipakai, memperlihatkan tubuhnya yang mempesona dengan perut berotot mengagumkan. Mata Alona tak berkedip menatap pemandangan indah itu di hadapannya. Miliknya seketika terasa lembab dan memanas melihat Nathan membuka kancing celana dan menurunkan pelindungnya. Wajah panas dan memerahnya sebagai bukti jika dia belum pernah melihat apa yang dilihatnya sekarang secara nyata. Meski jujur dia pernah melihatnya di buku atau di internet, bahkan di mata kuliah yang diambil sudah sering melihat gambarnya, tapi sensasinya berbeda ketika dia melihat langsung milik Nathan yang mengeras dan menantang.Jantungnya berdetak l kencang ketika pria di depannya itu menyingkirkan semua yang dia pakai dan berjalan mendekatinya tanpa sehelai benang pun. Tangan Nathan seketika meraih pinggiran celana terakhir yang melekat di tubuhnya dan meloloskannya dari kaki jenjangnya. Tanpa dis
Nathan menerima dokumen tersebut, lalu membacanya sekilas. Seringai tipis menghiasi bibir pria itu karena proposal itu sangat tidak sesuai dengan standar perusahaannya, bahkan jauh di bawah standar yang ditentukan. Kertas tebal di hadapannya hanya terlihat seperti sampah. Jika bukan karena nama Alona yang dibawa oleh Addy, dia sudah pasti membuang proposal tersebut ke tempat sampah. Nathan dengan tenang menutup proposal itu karena sangat tidak tertarik akan isinya, tapi dia menyembunyikan ketidaktertarikannya itu. Dia sendiri lebih tertarik membahas tentang Alona. “Sekretarisku bilang, jika kamu adalah kekasih Alona, benarkah itu?” tanya Nathan. “Benar Tuan, saya dan Alona sudah dua tahun menjalin hubungan. Apakah Anda mengenal kekasih saya?” “Aku tidak begitu mengenalnya tapi aku pernah bertemu dengannya di rumah sepupuku, Grace. Bukankah dia dokter yang merawat Richo?” Nathan tidak mengakui pertemuan merek
“Maafkan aku, aku sudah ada janji makan bersama kekasihku,” jawab Alona menolak ajakan Grace karena memang sudah ada janji makan bersama dengan Addy, kekasihnya.“Baiklah, aku tidak akan memaksamu. Apakah kamu mau aku panggilkan taksi?” tanya Grace yang tahu jika Alona datang tidak membawa mobilnya sendiri.“Addy akan menjemputku sebentar lagi, katanya dia sudah berada di dekat sini,” jawab Alona.“Baguslah kalau begitu. Kita bisa menunggu kekasihmu datang sambil mengobrol di depan,” ajak Grace.Alona kemudian berjalan mengikuti langkah Grace menuju teras rumah.“Keadaan Richo sudah jauh lebih baik. Aku tidak menyangka jika perkembangannya akan secepat ini. Aku yakin suamimu akan bisa berjalan dalam waktu yang cepat.” Alona membicarakan perkembangan Richo dan memberi harapan baru bagi Grace.“Hati yang gembira adalah obat, bukankah ada pepatah yang mengatakan hal demikian,” gumam Grace.“Ya, kamu betul sekali. Psikis ses
“Yang Papa ingin bicarakan adalah tentang orang yang sedang menggelontorkan banyak uang untuk rumah sakit keluarga kita. Dia mengharapkan rumah sakit kita bisa membantu lebih banyak orang dengan mengembangkannya lebih besar lagi,” jelas Papa Alona. “Apakah tidak terlalu dini Papa membicarakan bisnis rumah sakit denganku? Aku hanya dokter yang ingin menyembuhkan pasien dan aku tidak begitu peduli dengan bisnis rumah sakit.” “Orang itu adalah Zack Collins, Papa dari Grace Collins yang suaminya kamu tangani.” Kening Alona langsung berkerut tajam mendengar perkataan Papanya. Bagaimana Papanya bisa tahu sedetail itu tentang pasien yang dia tangani? “Lalu apa urusannya denganku?” Alona memasang dinding tebal di depan papanya dan bersikap hati-hati. “Tuan Zack memintamu untuk menjadi dokter pribadi Richo.” “Aku tidak bisa melakukannya, Pa. Berhubungan dengan keluarga Collins terlalu beresiko. Jika per
“Sayangnya aku bukan pria yang mudah menerima penolakan, bahkan seumur hidupku aku belum pernah ditolak oleh seorang wanita,” ucap Nathan dengan angkuh.“Kalau begitu aku adalah wanita pertama yang menolakmu,” ucap Alona yang mulai kesal dengan sikap Nathan yang tak juga mau mengerti apa yang dia inginkan.Tidak ingin semakin kesal, dia berbalik lalu pergi menjauh meninggalkan pria itu.“Alona, tunggu ...!” teriak Nathan menghentikan langkah Alona.“Ada apa lagi? Aku tidak ingin mendengar lagi rayuanmu,” ujar Alona memasang dinding tebal pada Nathan.“Maukah kamu pergi denganku sekali saja dan setelah itu aku tidak akan mengganggumu lagi?” Nathan kembali menawarkan sesuatu dan Alona kurang suka dengan hal itu. Dia terdiam tanpa menolak atau pun mengiyakan permintaan Nathan.“Aku janji tidak akan mengganggumu lagi dan akan menjauhimu, jika kamu mau pergi sekali saja denganku,” tegas Nathan.Alona berpikir sejenak. Daripad
Zack membuka kaki jenjang Kelly, lalu melingkarkan ke pinggangnya, menyatukan kembali miliknya dengan perlahan. Dia kembali bergerak, menghujam dan menghentakkan miliknya dari belakang tubuh istrinya.Tangannya meremas kedua bukit indah milik Kelly sedangkan bibirnya menghujani tengkuk lembab
Beberapa detik kemudian, kamar itu penuh dengan suara cecapan bibir keduanya. Bibir dan lidah mereka menari indah dengan irama yang merdu mengiringinya. Lidah keduanya saling menelusup masuk menyapu apa pun yang bisa disentuh. Rasa lembab dan basah saliva mereka membuat bunyi cecapan keduanya sem
Zack langsung terdiam mendengar hal tersebut. “Kalau begitu siapkan keperluanku untuk besok. Aku akan menjadi tamu kehormatan mereka,” jawab Zack berubah pikiran.“Baik Tuan, saya akan menyiapkan semuanya dengan baik,” kata sekretaris tersebut dan telepon mereka terputus.“Kita
Penat dengan pikirannya, Kelly memutuskan untuk mencari udara segar. Dia memilih pakaian yang lebih besar satu nomor dari ukuran tubuhnya dan menyembunyikan lekuk tubuhnya ketika berada di depan umum tanpa tujuan pasti. Dia juga berpenampilan senatural mungkin, meski wajah cantiknya tetap saja ti