Masuk“Baik Tuan,” balas sekretarisnya dengan patuh yang kemudian pergi dari ruang kerja Zack dan menyiapkan mobil yang Zack butuhkan.
Siang itu Zack menuju kantor Angela Secret. Dia disambut dengan sangat ramah dan diajak menuju ke sebuah ruangan.“Tuan Rudolf akan segera menemui Anda. Apakah Anda butuh minum sambil menunggunya?” tanya karyawan yang mengantarkan Zack.“Tidak, terima kasih,” jawab Zack singkat. Karyawan itu mengangguk sopan, kemudian pergi meninggalkan ZaJika Piere membutuhkan waktu makan sekitar 15-30 menit, dia mempunyai waktu satu jam untuk menyelesaikan laporannya dan 30 menit perjalanan untuk bisa sampai ke rumah. Pekerjaannya akan selesai dalam waktu dua jam dan dia bisa sampai rumah sebelum jam kerja baby sitter-nya berakhir.“Baiklah, saya akan menunggu Anda sampai selesai makan. Semoga apa yang kami sajikan sudah sesuai dengan kemauan dan selera Anda.”Mendengar jawaban Geofany, Piere tersenyum di dalam hati. Dia merasa berhasil menahan wanita itu untuk tetap berada di sampingnya.Geofany kemudian berdiri di samping Piere, menatap pria itu yang mulai menyendok dan memakan makanannya.Jantungnya kembali berdetak kencang, bukan karena perasaannya pada pria itu tapi karena khawatir Piere akan membuat masalah lagi dengan mengatakan jika hidangannya bermasalah. Dia tidak mempunyai waktu lagi untuk membuat yang baru dan menghidangkan pada pria itu karena waktu terus berjalan dan Marcel menunggu
Tidak hanya Geofany yang terkejut, tapi tamu itu pun tidak kalah terkejut mengetahui keberadaan Geofany di kamarnya. Kemarahan yang sudah tersulut sebelumnya bukannya surut, tapi malah semakin meledak, teringat bagaimana Geofany meninggalkannya begitu saja tanpa alasan yang jelas dua tahun yang lalu.“Piere ...?” gumam Geofany lirih, tapi masih bisa didengar oleh Piere.“Apakah kamu mengenalku dengan baik Nona? Sehingga kamu seenaknya saja memanggil namaku,” ujar Piere dengan nada dingin.Geofany seketika terpejarat dengan sikap Piere. “Maafkan saya, Tuan Collins jika saya bertindak kurang sopan.”“Sebaiknya kamu belajar lagi cara melayani tamumu dengan baik dan benar,” sindir Piere.Tidak menanggapi perkataan Piere, Geofany menanyakan hal lain untuk mengalihkan pembicaraan mereka. “Apakah ada yang bisa saya bantu?” Dia langsung menjaga sikapnya, berusaha melayani Piere dengan baik dan profesional.Praanggg ...
“Bukan urusanmu! Jangan pernah mengajakku ke sini lagi karena hal itu hanya akan membuatku marah tanpa aku bisa melampiaskan gairahku,” geram Piere.David menggelengkan kepala merespon sikap sepupunya tersebut. Setelah Piere menghilang dari pandangannya, David membuka pintu di depannya dan menatap wanita yang baru saja bersama Piere dan benar saja wanita itu tampak tergelung di atas ranjang tak berdaya.Semenjak kejadian itu, Piere tidak pernah menyentuh wanita lagi. Dia menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan dan fokus mengurus mega proyek yang dibangun. Dia semakin dingin dan tidak tersentuh, bahkan menuntut hasil yang sempurna dari semua karyawannya.Beberapa kali karyawannya keluar masuk dari perusahaan karena tidak tahan dengan sikapnya. Hanya beberapa karyawan yang setia yang masih bertahan bekerja bersamanya.Namun dia tidak peduli dengan hal itu, kenyataannya dia tetap bisa menjalankan mega proyek-nya dengan baik hingga akhirnya dua tahun p
“Siapa bilang aku tidak tertarik dengan wanita? Tentu saja aku masih tertarik dengan wanita tapi untuk saat ini aku malas berhubungan dengan semua wanita yang aku temui karena mereka tidak bisa memuaskan keinginanku. Terima kasih atas ajakanmu, tapi malam ini aku masih mempunyai pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Jadi ajak saja sepupumu yang lain, aku tidak berminat pergi,” tolak Piere. David kemudian tertawa keras di depan Piere. “Ayolah! Jangan jadi pria pengecut. Sejak kapan kamu seputus asa ini? Sepanjang hidupku, aku tidak pernah melihatmu patah hati dan apalagi tersakiti oleh seorang wanita. Kenapa sekarang kamu menjadi seperti ini?” “Itu bukan urusanmu,” geram Piere. “Cepatlah pergi dari ruanganku sebelum aku memukul wajah tampanmu itu,” usirnya. “Semua anggota keluarga Collins mengkhawatirkanmu. Berhentilah menyiksa dirimu sendiri! Mau sampai kapan kamu seperti ini,” tanya David. “Oh ... ternyata kamu suruhan k
Piere terbangun ketika suara ponsel mengganggu tidurnya. Masih dengan mata terpejam, tangannya meraba meja yang berada di samping ranjang untuk mencari ponsel yang begitu berisik dan memekakkan telinganya.Setelah menemukannya, tanpa melihat siapa yang menelepon, Piere langsung menerima panggilan tersebut. “Halo, siapa ini?” tanyanya dengan suara parau, sangat terlihat jika dia masih mengantuk dan separuh nyawanya masih berada di alam mimpi.“Apa yang kamu lakukan pada Geofany?” suara Bella begitu melengking membuat telinganya sakit.Wanita itu bahkan tidak membalas sapaannya atau menjawab pertanyaannya. Meskipun begitu, dia langsung mengenali suara Bella yang melengking.“Apa maksud perkataanmu itu Bella? Jangan merusak pagiku dengan lengkingan suaramu yang menyakitkan telinga,” tegur Piere.“Di mana Geofany sekarang?” cecar Bella.“Dia ada di sampingku,” jawab Piere yang belum tahu jika Geofany telah pergi dari rumahnya.
“Tidak semudah itu Sayang. Malam ini aku akan menghukummu agar kamu tahu jika sedikit saja kamu melanggar aturanku, maka kamu akan mendapatkan hukuman yang lebih dari ini,” ujar Piere yang sekarang tampak nyata jika itu bukan hanya sebuah ancaman.Bibir Piere kemudian kembali mengecap puncak dada Geofany, sedangkan tangan Geofany meremas rambutnya kuat. Tanpa pemanasan yang cukup, lutut Piere membuka kaki Geofany semakin lebar, ketika inti milik wanita itu terpampang di hadapannya, dengan sekali hentak dia menyatukan miliknya dengan milik Geofany.Teriakan keras kembali menggema di kamar itu. Geofany mencengkram bahu Piere dan membuat tanda kemerahan di sana, kukunya menancap dalam menahan rasa nyeri dan nikmat secara bersamaan. Baru saja miliknya beradaptasi dengan milik Piere yang keras dan membesar, pria itu sudah menyiksanya dengan menghentak keras dan terus-menerus.Jari Geofany kini mencengkram punggung Piere membuat luka memanjangkan
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d
“Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du
“Bukan bagitu caranya. Aku menginginkan bagianmu sekaligus bagian Ethan. Kamu sebagai wali dari Ethan harus memastikan jika harta Ethan menjadi milikku setelah itu aku akan melepaskanmu dan kamu bisa pergi jauh dari kehidupanku. Bahkan aku tidak ingin melihatmu dengan Ethan lagi,” papar Zack.Kelly
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me







