Mag-log in“Baik Tuan,” balas sekretarisnya dengan patuh yang kemudian pergi dari ruang kerja Zack dan menyiapkan mobil yang Zack butuhkan.
Siang itu Zack menuju kantor Angela Secret. Dia disambut dengan sangat ramah dan diajak menuju ke sebuah ruangan.“Tuan Rudolf akan segera menemui Anda. Apakah Anda butuh minum sambil menunggunya?” tanya karyawan yang mengantarkan Zack.“Tidak, terima kasih,” jawab Zack singkat. Karyawan itu mengangguk sopan, kemudian pergi meninggalkan ZaSerena membacanya sejenak lalu mengangguk pelan berusaha mempercayai perkataan pria yang terlihat tidak jahat itu.“Siapa namamu?” tanya David.“Serena,” jawab Serena dengan suara serak karena kesehatannya terganggu beberapa hari ini.“Apakah kamu sedang sakit?”Serena mengangguk mengiyakan. Dalam hati, David tersenyum karena mempunyai alasan untuk mengeluarkan Serena dari tempat tersebut.David tiba-tiba berteriak dengan nada marah memanggil penjaga yang berjaga di depan pintu kamar Serena. Teriakan pria itu membuat Serena terkejut dan tubuhnya semakin gemetar hebat. Tak lama kemudian terlihat dua orang penjaga masuk ke kamar tersebut.“APA-APAAN INI? KALIAN MEMBERIKU ORANG SAKIT UNTUK MELAYANIKU!” seru David pura-pura marah.“Sakit …? Kami tidak tahu jika wanita itu sakit. Kami akan memberitahu bos dan menggantinya dengan wanita lain yang sehat untuk bisa melayani dan memuaskanmu,” ujar salah satu dari penjaga tersebut
Di kediaman Collins, Zack masih menahan kekecewaan pada putranya.“Sikapmu sangat memalukan, Jackie! Kamu telah menyakiti hati Jane,” tegur Zack pada putranya di keesokan harinya.Jackie hanya terdiam sambil memijat kepalanya yang berdenyut sakit karena minuman yang dia tenggak. Dia sadar jika sikapnya semalam pada Jane telah keterlaluan. Kepergian Serena bukanlah salah Jane, tapi dia melampiaskannya pada wanita itu.“Maafkan aku Pa, semalam aku mabuk berat,” ucap Jackie mengakui kesalahannya.“Minta maaflah pada Jane! Hanya itu yang bisa kamu lakukan sebagai seorang pria, bukan seperti pengecut yang hanya diam tanpa mau mengakui kesalahannya,” perintah Zack.“Siang nanti aku akan menelepon Jane untuk meminta maaf padanya,” ucap Jackie patuh.“Jangan lewat telepon, itu akan terkesan jika kamu tidak serius meminta maaf padanya. Ajaklah Jane bertemu untuk makan atau sekedar jalan-jalan dan minta maaflah pada wanita itu dengan tulus
Wanita itu menyambut Serena dengan senang hati. Sebelum mereka berbicara, wanita itu membuatkan segelas coklat hangat yang membuat perut Serena merasa lebih nyaman dan rasa mual itu sedikit berkurang.“Terima kasih,” ucap Serena menerima semua kebaikan wanita itu. “Apa yang sebenarnya terjadi sehingga rumahku dijual oleh Papa?” tanyanya dengan rasa penasaran.“Setelah kepergianmu, setiap hari papamu mabuk-mabukkan dan sering kali membuat masalah dengan tetangga sekitar, terlibat perkelahian dan berjudi. Lalu suatu hari, petugas berwenang menyegel rumahmu dan menyitanya. Yang aku dengar, hutang papamu menumpuk dan dia tidak bisa membayarnya. Dia kemudian dituntut dan rumah itu disita,” terang wanita itu.“Lalu di mana papaku sekarang berada? Apakah dia tinggal di sekitar sini juga?”“Yang aku dengar, dia menyewa rumah susun di pinggir kota dan setiap hari dia masih mabuk-mabukkan di klub langganannya.”“Aku harus menemuinya,” ucap Serena.
Kening Jackie berkerut heran ketika melihat nomor telepon rumah yang terpasang di tempat tinggal Serena, menghubunginya. Tanpa menunggu lagi, dia langsung mengangkatnya. Tubuhnya tiba-tiba menegang seakan merasa ada yang sedang tidak beres terjadi. “Kenapa menelepon?” geram Jackie setelah mendengar suara pelayannya di seberang teleponnya.“Nona Serena, Tuan,” ucap pelayannya dengan bibir gemetar.Tubuh Jackie langsung menegang ketika pelayannya itu menyebut nama Serena. “Ada apa dengan Serena? CEPAT KATAKAN! Jangan berbelit-belit.”“Nona Serena pergi dari tadi pagi dan sampai sekarang belum pulang.”“Apakah dia bilang mau pergi ke mana?” Jantung Jackie berdetak kencang mendengar kabar tersebut tapi dia berusaha untuk tetap tenang.“Dia hanya bilang ingin membeli perlengkapan pribadi. Tadi juga sempat diantar sopir tapi setelah ditunggu cukup lama, Nona Serena tak kunjung keluar dari tempat perbelanjaan.”“Lalu kenapa kamu baru bi
Serena butuh cinta dan Jackie tidak bisa memberikannya karena itulah dia harus mengambil keputusan untuk masa depannya.Setelah Jackie pergi meninggalkannya, dia meremas selimut di depan dada dan menangis terisak. Perlahan dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan meringkuk seperti anak kucing yang kedinginan.Untuk beberapa saat, dia tidak bisa tidur meski tubuhnya sangat lelah setelah percintaan panasnya dengan Jackie. Dia berusaha memejamkan mata, tapi pikirannya melayang entah ke mana dan dirinya terus terjaga. Hingga saat matahari terbit, matanya terasa berat dan dia tertidur masih dengan berurai air mata.Tidur Serena terganggu ketika ada yang mengetuk pintu kamarnya berkali-kali, seolah ada hal penting yang mendesak. Saat membuka mata, kepalanya berdenyut sakit karena kurang tidur dan stress yang dia alami mengingat hubungannya dengan Jackie.Tidak ingin diganggu oleh pelayannya yang terus mengetuk pintu kamar, Serena berusaha mengusir
Jackie langsung terdiam mendengar tantangan papanya karena tidak mungkin membawa Serena ke hadapan keluarga Collins. Yang ada wanita itu malah akan menjadi bulan-bulanan keluarganya. Serena bisa bunuh diri jika tidak kuat menghadapi keluarganya.Melihat sikap putranya yang terdiam tanpa kata, Zack merasa di atas angin. Dia kemudian melanjutkan perkataannya. “Papa ingin memajukan tanggal pernikahan kalian sehingga skandal yang kamu ciptakan ini segera reda.”Tubuh Jackie kini membeku mendengarnya. Menikah dengan Jane akan menjadi neraka baginya dan itu juga akan menyiksa wanita itu.“Tidak! Aku tidak ingin ada perubahan rencana dari semua yang telah kita sepakati,” tolak Jackie.“Kamu sendiri yang mencari masalah Jackie. Sebagai pria, kamu harus bertanggung jawab karena Jane adalah wanita terhormat bukan seperti wanita jalang yang pernah kamu bawa itu.”“PAPA ... CUKUP ...!” seru Jackie dengan nafas mendengus kasar karena papanya terus men
“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d
“Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du







