ANMELDEN“Aku tidak menyesal menolongmu, lupakan saja hal tersebut. Aku hanya sedang kesal karena nasibku yang sekarang menjadi pengangguran dan hanya mengandalkan kekayaan Collins untuk hidup. Pameran lukisanku telah dibatalkan secara sepihak karena gosip tentang kita,” jelas Kevin.
“Aku menyesal semua itu harus terjadi padamu. Jika kamu mau, aku bisa membantumu. Kamu tahu sendiri jika pekerjaanku adalah konsultan seni, aku mempunyai koneksi yang luas dan aku bisa membuka jalan untukmu.”Sadar jika pembicaraannya dengan papanya sia-sia saja, Geofany langsung berbalik menjauh dari papanya. Sebelum dirinya menghilang, wanita itu menatap papanya dan berkata, “Papa tidak akan pernah bisa mengatur hidupku.”Beberapa hari kemudian, Geofany semakin resah karena Alan sama sekali tidak bisa dihubungi. Setiap kali dia menelepon, pria itu tidak mengangkatnya. Berkali-kali dia mengirim pesan, tapi Alan tidak pernah membalasnya.“Kenapa akhir-akhir ini wajahmu tampak muram?” selidik Bella yang melihat perubahan raut wajah Geofany.“Kekasihku tidak bisa dihubungi,” jawab Geofany jujur.“Mungkin dia sedang sibuk,” Bella berusaha menenangkan.“Dulu sesibuk apa pun, Alan pasti menelepon atau sekedar berkirim pesan padaku.”“Bersabarlah! Ada kalanya pria terlalu sibuk dan mengutamakan pekerjaan mereka dibanding dengan kita.”“Apakah Tuan Marck pernah melakukan itu padamu? Tidak peduli pa
Seminggu yang lalu, papanya memaksanya untuk mengundurkan diri dari perusahaan yang dia sukai. Awalnya dia tidak mau, tapi papanya mengancam jika tidak mau mengundurkan diri, dia akan di kirim ke luar negeri untuk melanjutkan sekolah. Tentu saja dia tidak mau karena jika dia pergi ke luar negeri, itu artinya dia akan berjauhan dengan Alan. Meski sebenarnya dia tahu, orang tuanya menyuruhnya mengundurkan diri agar dirinya tidak terlalu sering bersama dengan Alan. Seminggu menganggur di rumah, sangatlah membosankan, dia mencoba melamar pekerjaan dan akhirnya di sinilah dia sekarang. Di perusahaan baru dengan lingkungan yang kurang disuka. Ditambah sikap atasannya yang sangat dingin dan tidak bersahabat. Beruntung istrinya sangat baik. Jika tidak, mungkin dia hanya akan bertahan beberapa hari saja dan akan mencari pekerjaanya yang lain. “Geofany, ayo kita makan se
Penampilan Bella sebagai seorang Nyonya Collins juga dituntut berubah. Dia tidak bisa lagi memakai kacamata besar dengan penampilan seadanya. Paling tidak, make up tipis dan rambut rapi menjadi kewajiban baginya, setiap hari, setiap detik dan waktu. Padahal semenjak kehamilannya, dia sangat malas berdandan. Jangankan memakai make up, mau mandi dan mencuci muka saja butuh perjuangan, kadang Marck yang turun tangan membantunya cuci muka dan membersihkan tubuhnya. Dia juga sangat mudah ngantuk dan akan tidur dengan cepat di malam hari serta bangun siang di keesokan harinya. “Kenapa aku tidak bisa menjadi diriku sendiri?” protes Bella. “Karena sekarang semua orang sudah tahu jika kamu bagian dari Collins. Kamu tidak boleh mempermalukan keluarga Collins dengan tidak mengindahkan penampilan,” Marck memberi pengertian. Begitulah resiko mencintai pria Collins dan dia harus beradaptasi dengan gaya hidupnya yang baru. Tidak ingin mem
“Aku berjanji, lagi pula aku tidak ingin bayiku kenapa-napa jadi aku akan bekerja sesuai porsi kemampuanku,” ujar Bella.“Nantinya kamu juga akan dibantu oleh seorang asisten agar pekerjaanmu lebih ringan,” Marck memberi tahu.“Siapa …? Apakah Jossie mau kembali bekerja di perusahaanmu?” tebak Bella yang mengharapkan Jossie bisa kembali bekerja bersamanya seperti dulu.“Jangan harap Jossie bisa bekerja lagi,” ucap Marck.“Memangnya kenapa?” tanya Bella heran.“Jangan katakan ini pada Jossie!” pinta Marck sebelum dia menceritakan alasannya.“Ada apa? Kamu membuatku takut.”Marck tertawa ketika Bella merespon perkataannya dengan terlalu serius. “Kevin kemarin bercerita jika dia sedang merencanakan membuat anak kedua mereka.”“SERIUS …? Jangan membuat gosip yang tidak benar! Bahkan anak pertama mereka masih terlalu kecil,” tegur Bella.“Kevin sendiri yang bilang. Dia menunggu anak pertama mereka lepas dari
“Kini aku ingin memperkenalkan pada kalian terkait karyawan yang sangat berjasa pada perusahaan ini. Loyalitas dan integritasnya tidak diragukan lagi. Ketika semua orang menyudutkan dia, dia tetap berdiri teguh. Ketika perusahaan ini membutuhkannya, dia mengorbankan tenaga, pikiran dan waktunya untuk berjuang agar perusahaan ini terus maju,” Marck masih melanjutkan perkataannya.“Kesetiaannya pada perusahaan, membuat hatiku yang membeku menghangat. Aku yang seumur hidupku tidak pernah percaya pada orang lain kecuali keluargaku, kini bisa mempercayainya sepenuhnya. Bukan hanya pekerjaan yang aku percayakan padanya tapi juga hatiku.”Semua orang yang mendengar perkataan Marck semakin merasa penasaran, tapi sebagian dari mereka sudah bisa menebak siapa orang yang dimaksud Marck.“Kini sambutlah orang tersebut, karyawan yang sangat berjasa untuk perusahaan ini sekaligus wanita yang berhasil memenuhi hatiku,” seru Marck.Nasya sudah gatal ingin berdiri
“Lalu untuk apa kamu menyuruhku untuk membaca kertas ini? Bukan aku yang membocorkan desain itu ke Andrea,” seru Bella dengan mata berkaca-kaca merasa tertuduh.“Tentu saja bukan kamu. Kalau itu kamu, untuk apa kamu susah payah membuat desain yang baru agar acara peluncuran desain tersebut berhasil dan kenyataannya acara kita sukses besar, bahkan omset perusahaan saat ini meningkat drastis.”Sayangnya, perkataan Marck tidak bisa menyelamatkannya. Bella sudah terlanjur marah dan masuk ke kamar dengan membanting pintu. Marck menghembuskan nafasnya berat, kini dia mengerti apa yang Jossie katakan saat makan malam di kediaman Collins. Sepertinya dia harus menghadapi istrinya yang mungkin akan menyulitkan dan menyebalkan baginya.Padahal dia pulang untuk bicara dengan Bella mengenai siapa orang yang kira-kira bisa mengakses ponselnya, tak disangka jika tanggapan Bella diluar dugaan. Marck kemudian masuk ke kamar untuk membujuk istrinya. Dia melihat Bella sedang
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d
“Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du
“Bukan bagitu caranya. Aku menginginkan bagianmu sekaligus bagian Ethan. Kamu sebagai wali dari Ethan harus memastikan jika harta Ethan menjadi milikku setelah itu aku akan melepaskanmu dan kamu bisa pergi jauh dari kehidupanku. Bahkan aku tidak ingin melihatmu dengan Ethan lagi,” papar Zack.Kelly
Apa yang dilakukan Zack membuat kaki Kelly semakin berdenyut menyakitkan, tapi Kelly menahan rasa sakit tersebut. Kelly tidak ingin Zack meninggalkannya jika dia menghambat langkah pria itu. Ini satu-satunya kesempatan dia bertemu dengan Ethan kembali.Zack membuka pintu mobil dan mendorong tubuh K







