تسجيل الدخول“Saya harap kedepannya kita bisa bekerja sama dengan keadaan yang lebih baik dan Angela Secret lebih bijak dalam menyusun jadwal yang telah disepakati,” jawab Zack.
“Semua ini akan menjadi bahan evaluasi kami untuk berkembang lebih baik lagi. Terima kasih atas pengertiannya Anda, Tuan Collins,” balas Rudolf. “Kalau begitu, aku pergi dulu. Masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan,” ucap Zack yang kemudian pergi dari hadapan Rudolf. Keluar dariToko Ariana pun libur karena semua toko diambrukkan untuk kemudian dibangun dengan pasar modern yang lebih bersih dan rapi. Hal itu juga bertepatan dengan jadwal kelahiran wanita itu.“Aku akan memeriksa pekerjaanku sebentar,” ucap David lalu menghilang ke balik kamar.Hari itu berlalu begitu saja, tidak ada yang menyinggung apa yang dokter sarankan. Namun saat malam menjelang dan David naik ke ranjang di mana Ariana ada di sana, suasana kembali kikuk.Tadinya David memejamkan mata dan memeluk Ariana seperti biasa, tapi tak lama kemudian dia kembali membuka matanya.“Ariana, apakah kamu sudah tidur?” tanya David.Suara David membuat Ariana dengan cepat membuka matanya. “Belum, ada apa?” Ariana balik bertanya.“Apakah kamu memikirkan perkataan dokter itu?”“Tidak!” balas Ariana cepat.“Jawabanmu yang terlalu cepat, mengatakan yang sebaliknya,” sanggah David yang tiba-tiba menarik dagu Ariana hingga wanita itu men
“Di awal kehamilanmu, aku tidak ada untukmu. Di tri semester pertama, aku meragukan kehamilanmu dan tidak mengakui jika anak yang kamu kandung adalah anakku. Di tri semester kedua, ketika ingatanku pulih dan aku menyesali semua perbuatanku padamu, kamu menghilang dan aku tidak bisa menemanimu saat kamu mengalami semua kesulitan, kini ...”Perkataan David terhenti sebentar untuk mengatur nafasnya. Dadanya sesak penuh dengan emosional yang berkecamuk. Setelah tenang kembali, dia kembali bersuara.“Kini di tri semester ke tiga dan sisa kehamilanmu, aku ingin ikut ambil bagian dalam perkembangan anak kita. Jadi bolehkah aku hanya sekedar membuatkanmu susu atau membuatkanmu makanan sederhana yang bisa aku masak berkat ajaranmu saat dulu kita tinggal bersama?”Mata Ariana berkaca-kaca saat mendengar perkataan David karena hal itu sungguh menyentuh hatinya. “Maafkan aku jika aku bersikap egois dan tidak adil padamu.”“Jangan meminta maaf padaku karena ka
Dia mengabaikan perhatian yang David berikan dan berharap pria itu bisa pergi dengan cepat dari rumahnya. Dia mengingkari dirinya sendiri jika sebenarnya dia suka dengan semua perhatian yang pria itu berikan. Sayangnya, dia takut berharap dan harapannya itu akan mematahkan semangat hidupnya.David hanya mengeraskan rahang merespon semua sikap Ariana. Harga dirinya seakan direndahkan ketika Ariana terus mengabaikan perhatiannya.Keesokan harinya, Ariana tidak menemukan David di sofa tempat tidur pria itu. Tiba-tiba hatinya mencelos teringat jika dirinya memang menginginkan kepergian pria itu. “Benarkah David pergi? Apakah hanya segitu usahanya untuk meluluhkan hatiku?”Untuk memastikan kepergian David, dia berjalan cepat mendekati jendela untuk memeriksa mobil pria itu dan benar saja jika mobil David sudah tidak ada. Kekecewaan terasa menekan dada Ariana.Seandainya dia berkata jujur tentang perasaannya, David pasti tidak akan meninggalkannya. Saya
Ingin sekali David mengatakan jika dia sudah mengesahkan pernikahan mereka, tapi dia tidak ingin Ariana marah dan malah meminta bercerai darinya. Hati wanita itu masih penuh kemarahan sehingga tidak bisa berpikir jernih, seperti dirinya dulu yang akhirnya mengambil keputusan yang salah.David bertekad untuk meluluhkan hati Ariana lebih dulu, lalu memberitahukan tentang status pernikahan mereka.“Apa yang kamu lakukan setiap harinya? Aku akan membantumu,” ujar David mengalihakan pembicaraan mereka.Sadar jika dia tidak bisa mengusir pria keras kepala tersebut, Ariana memutuskan untuk mendiamkan pria itu. Namun lucunya, dia tetap menyiapkan sarapan untuk David, memberikannya pakaian bersih lalu baru meninggalkan David untuk mengurus hasil pertanian yang akan dia jual.Perhatian Ariana selalu ada untuk David bahkan tidak berkurang membuat David yakin jika mereka masih memiliki harapan untuk bisa kembali bersama.David dengan tanggap membantu
Tidak ingin bertengkar dengan Ariana karena tubuhnya tidak memungkinkan untuk menanggapi pertengkaran dan kepalanya berdenyut sakit, apa lagi harus terusir dari rumah wanita itu dengan kondisinya sekarang, David memilih mengalah dan mengikuti perkataan Ariana.Dia berusaha untuk duduk, dibantu Ariana, lalu membuka mulutnya ketika wanita itu menyuapkan bubur yang telah dia masak. Saat sendok pertama masuk ke mulutnya, David ingin memuntahkan bubur tersebut, tapi setelah makan beberapa sendok, perutnya mulai terasa nyaman dan dia berhasil menghabiskan separuh mangkok.“Cukup Ariana, aku tidak sanggup memakannya lagi,” tolak David sambil mendorong bubur yang terarah di depan mulutnya.Merasa perut David sudah terisi, Ariana tidak memaksa pria itu untuk menghabiskan buburnya. Dia meletakkan mangkok bubur tersebut di atas meja lalu menyuruh David memakan obat demam dan pereda rasa nyeri yang sudah dia siapkan.David dengan patuh meminum obatnya dan ber
Dia telah berjalan lima belas menit dan tiba-tiba hujan deras turun tanpa peringatan sama sekali. Lengkap sudah penderitaannya sekarang. Tubuhnya basah kuyup dan tak mungkin kembali ke mobilnya jika tidak mau mengalami hipotermia.Dia meneruskan perjalanan mencari rumah penduduk terdekat untuk menumpang semalam dan mengeringkan bajunya. Di tengah keputus asaannya, dia melihat harapan saat melihat satu rumah dengan lampu temaram. Dengan cepat dia berlari menuju rumah tersebut.Beberapa kali dia mengetuk pintu rumah tersebut, tapi lama pemilik rumahnya membukakan pintu. Hingga akhirnya pintu terbuka dan seorang wanita dengan perut buncit berdiri di depan David.Tubuh keduanya membeku dan sama-sama memucat. Tidak ada satu pun dari mereka yang bersuara sampai akhirnya David bergumam dengan suara gemetar.“Ariana ...”Malam ini udara terasa sangat dingin, lebih dingin dari malam-malam biasanya. Ariana baru saja menarik selimut, tiba-tiba hujan
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d
“Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du
“Bukan bagitu caranya. Aku menginginkan bagianmu sekaligus bagian Ethan. Kamu sebagai wali dari Ethan harus memastikan jika harta Ethan menjadi milikku setelah itu aku akan melepaskanmu dan kamu bisa pergi jauh dari kehidupanku. Bahkan aku tidak ingin melihatmu dengan Ethan lagi,” papar Zack.Kelly
Apa yang dilakukan Zack membuat kaki Kelly semakin berdenyut menyakitkan, tapi Kelly menahan rasa sakit tersebut. Kelly tidak ingin Zack meninggalkannya jika dia menghambat langkah pria itu. Ini satu-satunya kesempatan dia bertemu dengan Ethan kembali.Zack membuka pintu mobil dan mendorong tubuh K







