LOGINJackie menggeram kesal mengetahui hal tersebut. “Aku tidak akan menyerah begitu saja dan satu hal lagi, aku akan tetap menuntut kakak iparmu itu dengan tuduhan penipuan. Dia akan menjadi buronan polisi mulai detik ini.”
Setelah mengatakan hal tersebut, Jackie pergi dari hadapan David, keluar dari ruang kerjanya dengan membanting pintunya keras. Semenjak saat itu ketegangan David dan Jackie semakin memanas.Di tempat lain di sebuah desa tidak jauh dari kota, seorang wanita de“Stop, Serena! Berhenti sekarang juga. Aku belum mau keluar saat ini.”Jackie kemudian menarik tubuh Serena dan mendudukkan kembali ke atas pangkuannya. Bibir Serena cemberut karena belum mendapatkan puncak dari apa yang dia lakukan. “Sebaiknya kita nikmati hidangan yang telah kamu masak sebelum hidangannya menjadi dingin,” ujar Jackie.Serena tentu saja makan dengan sangat tidak tenang, kulit mereka yang saling bersentuhan dan nafas Jackie yang menyapu tengkuk dan punggungnya, membuatnya bergairah sepanjang acara makan malam itu.Setelah menaruh sendok dan menyelesaikan suapan terakhir, Serena berbalik dan naik kembali ke pangkuan Jackie dengan posisi menghadap ke arah pria itu. Kaki jenjangnya melingkar di pinggang kokoh Jackie dan inti miliknya menyentuh milik pria itu. Erangan lolos dari mulut Jackie ketika miliknya yang memanas menyentuh milik pria itu yang menegang.Tangannya melingkar di leher Jackie dan bergelayut manja. Dia sengaja mengge
Jika dia pergi menjauh dan memutuskan hubungan dengan pria itu, rasa rindu dan sakit di hatinya sungguh menyesakkan dadanya, terkadang dia tidak tahan merasakan rasa sakitnya. Kini dirinya seakan berdiri di pinggir jurang, salah melangkah sedikit saja, dia akan terpeleset dan masuk ke dalam jurang. Tubuhnya akan hancur menjadi kepingan tak berguna.“Aku tidak tahu, Jackie. Banyak hal yang masih aku pertimbangkan,” jawab Serena dengan nada penuh keraguan.“Aku bisa memberimu segalanya, kebahagiaan, kekayaan bahkan tubuhku pun akan aku serahkan padamu, tidak ada wanita lain yang bisa menyentuhku selain dirimu. Apa lagi yang kamu butuhkan?”Perkataan itu sungguh memikat hati Serena, tapi bukan hanya itu yang dia butuhkan. Dia menegakkan tubuhnya lalu menjauh dari tubuh telanjang Jackie yang seperti magnet baginya. Dia menarik selimut untuk menutupi dadanya yang terbuka.“Aku menginginkanmu seutuhnya bukan hanya tubuh dan kekayaanmu. Tidak bisakah kit
“Dadamu kini terasa penuh dan kencang di bawah telapak tanganku, kehamilanmu memberi perubahan di tubuhmu dan itu sangat menyenangkanku. Apakah kamu tahu? Milikmu saat ini terasa lebih hangat dari biasanya,” bisik Jackie dengan nada menggoda. Serena mengerang mendengar semua bisikan menggoda itu. Tubuhnya bergerak mengikuti irama gerakan Jackie. Dengan lembut, ibu jari Jackie membelai puncak dada Serena berulang-ulang. Serena mengerang dengan bibir setengah terbuka. Punggungnya melengkung hingga bukit miliknya mengisi penuh telapak tangan Jackie. Tak puas dengan belaiannya, dia meremas puncak dada Serena di antara jari-jarinya, menariknya lembut hingga puncak itu bertambah keras. Serena merintih dengan memejamkan mata, pria itu berhasil mengobrak-abrik gairahnya dengan keahlian tangan dan inti miliknya. Jackie terpesona melihat respon Serena yang menggeliat indah membuat penyatuan mereka semakin sempurna. Jackie yang belum
Bukannya menjawab, Jackie mendorong daun pintu yang Serena pegang dan melangkah masuk ke apartemen begitu saja tanpa permisi, membuat Serena melangkah mundur untuk menghindari jangkauan pria itu. Bukan hanya rasa takut yang dia rasakan, tapi gairah yang menghentak menguasai dirinya.Dalam hati, dia terus merapal secara berulang seperti mantra agar dia bisa menguasai dirinya. “Tenanglah Serena! Kendalikan dirimu! Bukan waktu yang tepat untuk bergairah pada pria di depanmu.”Serena terlonjak kaget ketika Jackie tiba-tiba menendang daun pintu di belakangnya dengan keras untuk menutupnya. Tangan pria itu seketika meraih pinggangnya, membuatnya masuk ke dalam dekapan.“Jackie, lepaskan aku!” berontak Serena dengan suara gemetar dan gugup. Aroma pria itu menguasai inderanya dan dia takut akan kehilangan kendali.Ingin rasanya mengumpat pada dirinya sendiri. Kenapa dia tidak bisa menghindar dari pesona pria Collins tersebut? Dia memejamkan mata ketika ja
“Aku tidak ingin kehilangan dirimu dan akan melakukan apa pun untuk tetap mempertahankanmu,” tegas Jackie.“Kamu sungguh egois Jackie,” geram Serena.“Aku tidak peduli apa pendapatmu. Aku akan melakukan segala cara agar kamu tetap tinggal termasuk menagih kontrak yang belum kamu selesaikan,” ancam Jackie yang mulai menggila.Serena langsung berjalan menjauh dari pria tersebut, rasa takut menjalar ke tubuhnya. Dia merasa Jackie benar-benar sudah tidak waras. “Pergi dari kamar ini! Aku tidak ingin berhubungan denganmu lagi,” usir Serena.“Kita belum selesai Serena,” tegas Jackie.Ketakutan Serena membuat tubuhnya gemetar, dia berniat ingin berlari keluar dari kamar tersebut. Matanya beberapa kali melirik ke arah pintu dan Jackie tahu apa yang Serena pikirkan. Baru saja Jackie ingin menutup jalan Serena, tiba-tiba pintu kamar terbuka.Ariana yang berada di ambang pintu seketika terkejut melihat Jackie ada di kamar bersama Serena, se
Tidak ingin kehilangan sikap hangat tersebut, Serena semakin mantap menyembunyikan hubungannya dengan Jackie dan kehamilannya. Itu artinya dia tidak akan bisa bersatu dengan Jackie dan siap kehilangan pria itu.Kehangatan yang Serena rasakan seketika berubah menjadi dingin ketika Jane mendekatinya bersama dengan Jackie. “Aku ikut prihatin dengan apa yang menimpamu, tapi aku berharap kamu tidak menggunakan kisah sedihmu ini untuk menjerat tunanganku dan mengambil hati keluarga ini,” ujar Jane dengan nada tak bersahabat karena masih merasa kesal dengan sikap Jackie yang tiba-tiba sangat peduli dengan Serena.“Aku tidak akan menggunakan kisah sedihku untuk menjerat siapapun, terima kasih untuk simpatimu, Nona Jane,” sindir Serena sambil menegakkan kepala tak ingin terlihat menyedihkan.“Jane, hentikan! Perkataanmu sangat tidak sopan,” tegur Jackie yang berada di belakang Jane.Jane melirik ke arah Jackie dengan tatapan kesal kemudian berlalu begitu s
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d
“Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du
“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me







