Home / All / Menikah Demi Hak Asuh / Bab 44. Pagi yang Indah

Share

Bab 44. Pagi yang Indah

Author: Dera Tresna
last update publish date: 2026-04-21 04:10:38

Erangan Zack terdengar ketika mulut Kelly kembali menggodanya, tapi lagi-lagi ketika dirinya ingin sampai puncak, dia menjauh dan membiarkannya begitu saja. Rahang Zack mengeras menahan kesal, istrinya itu sedang menghukumnya sekarang.

“Cukup, Kelly!” seru Zack dengan suara parau, membuat Kelly yang melihat wajah kesal suaminya tersenyum puas.

“Sekali lagi kamu melakukannya saat aku sedang tidur, aku akan benar-benar memotong milikmu itu,” ancam Kelly.

“Baiklah, maa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 158. Menangani Wanita Tak Tahu Malu

    “Sekretarismu menemukanmu terbaring pingsan di lantai. Dia membawamu ke sini,” jawab Richo.“Apa kata dokter?” tanya Grace lagi.“Asam lambungmu naik. Kamu tidak makan pagi dan siang hari ini. Dokter juga berkata, kamu tidak boleh stress karena itu yang menyebabkan asam lambungmu naik,” jelas Richo.“Apakah aku boleh pulang sekarang?” Grace yang tidak ingin menginap di rumah sakit, berharap bisa langsung pulang.“Kita tunggu dokter memeriksamu lagi, jika dia mengizinkanmu pulang maka kita bisa langsung pulang,” ujar Richo tanpa menyentuh istrinya sama sekali untuk sekedar mengungkapkan perhatiannya.“Bisakah kamu memanggilkan dokternya untukku?” pinta Grace.Tanpa berkata apa pun, pria itu pergi menjauh dari kamar rawat untuk memanggil dokter yang menangani Grace seperti apa yang wanita itu mau.Tidak lama kemudian, dokter itu datang dan memeriksa Grace. “Apakah Anda masih merasa pusing dan mual?” tanya dokter tersebut.

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 157. Menghindar dari Duri yang Tajam

    Setelah dirinya menikah, Grace baru menyadari jika masa kecilnya sangat bahagia, mempunyai orang tua yang sangat menyayanginya dan mengajarinya banyak hal. Ingin rasanya rumah tangga yang dia bangun bersama Richo bisa seperti keluarga yang Papa dan Mamanya bangun.Keesokan harinya, dia pulang dengan makanan yang telah dia masak. Dia yakin, rasanya cukup enak, apalagi mengingat dirinya masih pemula. Sepanjang perjalanan, bibirnya terus tersenyum sambil beberapa kali menatap masakannya yang diletakkan di kursi di sampingnya. Dia membayangkan jika Richo dan mertuanya akan menyukai masakannya.Setelah memarkirkan mobilnya, Grace langsung masuk ke rumah membawa masakannya. Baru saja dia akan memanggil nama suaminya, tubuhnya membeku melihat apa yang ada di depannya. Seorang wanita sedang bergelayut manja di tubuh Richo dengan bibir mereka saling melumat.“Apa-apaan ini?” seru Grace yang membuat dua orang di depannya terkejut.Plaakkk...Grace

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 156. Belajar Menjadi Menantu yang Baik

    “Papa benar, aku harus percaya diri dengan apa yang aku bisa, tidak fokus pada hal yang tidak bisa aku lakukan,” Grace setuju dengan perkataan papanya.“Betul sekali katamu, Sayang. Jadi, apakah kamu ingin pulang bersama Papa?” tanya Zack.Grace melepaskan diri dari pelukan Papanya. “Papa pulang lebih dulu saja, aku akan menyusul sebentar lagi. Tanggung, aku baru saja membuka dan mempelajari satu file, aku akan menyelesaikannya lebih dulu,” ujar Grace menolak ajakan Papanya.“Baiklah kalau begitu, Papa tidak mau memaksamu. Selamat malam Sayang, jangan pulang terlalu malam.”“Selamat malam, Pa. Hati-hati di jalan dan sampaikan salamku untuk Mama,” ujar Grace pada Papanya sebelum pria itu pergi.Sesampainya di rumah, Grace melewatkan makan malam bersama Richo dan mertuanya. Dia masuk ke kamar dan terlihat Richo sudah tidur dengan posisi memunggunginya. Dengan perlahan dia meletakkan semua barangnya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihka

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 155. Syukuri Apa yang Dimiliki

    Pekikan keras terdengar ketika Richo menyatukan miliknya dengan cepat dan membenamkan miliknya dengan sempurna ke dalam kehangatan Grace yang ketat. Gairah yang tersulut, membuat Grace dengan cepat beradaptasi. Dia bergerak di atas pangkuan Richo sesuai tuntunan suaminya. Keduanya larut dan tenggelam dalam percintaan pagi yang singkat tapi tidak kalah panas dengan apa yang mereka lakukan semalam.Pernikahan keduanya berjalan lancar. Mereka menempati rumah yang telah Richo sediakan. Pria itu memperlakukan Grace dengan baik, membuat wajah Grace selalu terlihat ceria ketika berkumpul dengan keluarga Collins.Grace mulai bisa memegang perusahaan tanpa harus selalu berada dalam pengawasan papanya. Perusahaan Richo berkembang dengan baik berkat garapan tangan dingin pria itu. Pesona Grace yang luar biasa, membuat Richo tersesat hingga lupa akan tujuan awalnya. Rumah tangga mereka berjalan sempurna sampai akhirnya Elbert mempercayakan saham Collins pada Grace.

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 154. Tidak Cukup Hanya Semalam

    “Melakukan apa yang seharusnya suami lakukan pada istrinya,” jawab Richo tanpa ragu. Tanpa sadar, Grace meremas baju tidurnya seolah hal itu bisa melindungi dirinya dari apa yang akan suaminya lakukan. “Ada apa? Apakah kamu lelah?” Kening Richo mengerut ketika melihat respon Grace yang seakan menolaknya. “Bu-bukan begitu tapi ...” Grace tidak melanjutkan perkataannya tapi wajahnya seketika memerah dan merona malu. “Astaga... apakah kamu sedang malu terhadapku? Bahkan kita sudah pernah melakukannya dengan percintaan yang panas,” seru Richo. “Hentikan! Jangan bahas hal itu. Itu sangat memalukan,” tegur Grace sambil memukul dada Richo. “Istriku yang cerewet dan galak ini ternyata sangat pemalu di ranjang. Aku akan mengajarimu bagaimana menyenangkan suami,” ujar Richo lalu menindih tubuh istrinya dan mengungkungnya sehingga Grace tidak bisa menghindar dari perlakuannya. Dia mendekatk

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 153. Pernikahan Terkesan Dipaksakan

    Bukannya marah, Jonas malah tertawa seakan bangga akan apa yang Grace katakan. “Kita lihat saja nanti ketika aku sudah bertindak,” ancam Jonas dengan makna terselubung, lalu meninggalkan Grace begitu saja.Mata Grace menyipit, mengikuti kepergian pria itu. “Jangan mengira kamu bisa mengalahkanku! Meskipun hanya aku cucu wanita Collins, tapi kekuatanku setara dengan pria Collins,” gumam Grace dengan kemarahan memuncak.“Apa maksud Grandpa menjodohkanku dengan pria seperti Jonas?” berontak Grace ketika Jonas dan keluarganya sudah pulang.“Sudah saatnya Grandpa memberimu kepercayaan untuk mengelola bisnis Collins sesuai dengan bagianmu. Jika kamu mengelola seorang diri, akan banyak yang menyepelekanmu,” ujar Elbert.“Jangan berpikiran kuno, Grandpa. Jaman sekarang, orang dilihat dari kepandaiannya bukan karena gender.”“Benarkah? Lalu kenapa beberapa hari yang lalu direksi menolak desainmu? Bagaimana jika Ethan yang mempresentasikannya? Apak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status