Share

Pengkhianat Sejati

Penulis: Nath_e
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-18 17:16:45

" J-Jason?”

Celina mengerjap perlahan, seperti kabut tipis yang merayap. Kepalanya berdenyut, tenggorokannya kering, dan tubuhnya terasa berat meski masih bisa digerakkan.

Obat yang diberikan Jason dalam wine rupanya tidak berjalan seperti yang diharapkan.

“Ooh Jason, lebih cepat lagi sayang …,” suara familiar terdengar lirih tapi cukup jelas di telinga.

Celina menajamkan pendengaran, hatinya menjerit mendengar suara-suara di balik dinding. Helaan nafas, bisikan, erangan rendah yang menegakkan bulu halus, cukup memberinya isyarat tentang pengkhianatan.

Celina membuka mata lebar-lebar, memperhatikan cahaya lilin menari di langit-langit. Ia menoleh ke arah kamar mandi, lalu membeku. Suara pancuran air terdengar mengiringi aktivitas intim di dalam sana.

‘Tidak … ini pasti salah. Jason tidak mungkin melakukannya.’ ucapnya dalam hati menenangkan diri.

Celina turun dari ranjang, dengan gemetar menyambar cepat kemeja milik Jason untuk menutupi tubuhnya.

Sungguh, saat ini, ia berharap seluruh indera-nya salah. Dada Celina naik turun cepat. Bukan hanya karena sakit kepala, tapi karena kenyataan yang menghantam lebih keras dari obat apa pun.

Dengan sisa tenaga, Celina berjalan terhuyung. Dunia rasanya berputar, suara-suara laknat itu semakin membuat perutnya melilit. Ia menelan ludah, lalu kembali melangkah pelan dan berhati-hati.

Celina menghentikan langkah.

Nalurinya berkata untuk menoleh ke arah kamar mandi. Mengintip pada pintu yang setengah terbuka. Ia terbelalak, pantulan dari cermin yang berembun, membuat darahnya mendidih. Tertangkap jelas sepasang kekasih yang tengah saling memuja.

"J-Jason ... Natasya,"

Jason mencengkeram pinggang Natasya, sementara perempuan itu mendongak, bibirnya menempel pada rahang Jason. Mencumbunya liar.

Nafas Celina tercekat.

Suara lenguhan panjang kembali terdengar tanda kepuasaan tercapai. Tangan Celina mengepal kuat di sisi tubuhnya.

Nafas kacau keduanya bahkan terdengar sampai ke tempat dimana Celina berdiri. Dunia Celina seakan runtuh dalam satu detik.

Mereka adalah orang-orang terdekatnya. Orang-orang yang sangat dipercaya. Celina mundur setengah langkah, nyaris tanpa suara. Menahan bulir bening yang nyaris tumpah.

“Aku tak mau menunggu lebih lama,” suara Natasya terdengar pelan. “Selama Celina masih hidup, Heatrix Corp tak akan pernah benar-benar jadi milik kita.”

Jason tersenyum samar di cermin. Senyum licik yang tak pernah ia tunjukkan pada Celina.

“Aku tahu,” jawabnya tenang.

“Aku sudah mengatur semuanya dan besok berita besar akan dicetak pada headline surat kabar. ‘Pewaris Tunggal Heatrix Tewas Mengenaskan saat Mobil yang Ditumpanginya Masuk Jurang’ bukankah itu berita yang sangat indah?”

Jason mendaratkan kecupan singkat tapi penuh hasrat, keduanya tertawa.

“Dewan direksi hanya perlu satu alasan untuk mencabut namanya sebagai pemegang saham terbesar Heatrix.” Natasya menambahkan.

Darah Celina rasanya membeku. ‘Mereka ingin … membunuhku?’

Ia tak menyangka, bukan hanya pengkhianatan cinta yang ia saksikan langsung tapi juga rencana untuk merebut segalanya yang Celina bangun dengan darah dan air mata.

Heatrix Corp adalah hidupnya, peninggalan kedua orang tuanya.

Celina menutup mulutnya dengan tangan gemetar, menahan isak yang nyaris lolos. Di cermin itu, Natasya dan Jason kembali berpelukan, seolah melenyapkan nyawanya hanyalah topik ringan di antara kecupan dan bisikan.

Rasa sesak menekan dada Celina, seolah paru-parunya lupa bagaimana cara bekerja dengan benar. Efek obat itu belum sepenuhnya. Penglihatannya berkunang, dan setiap langkah terasa seperti menginjak lantai yang bergelombang.

Ia bergerak menjauh dengan langkah tertatih.

“Aku harus pergi … aku harus selamat.” gumamnya lirih sambil menahan tubuhnya agar tidak jatuh.

Pengkhianatan yang dilakukan Jason dan Natasya memukul telak mental Celina. Jantungnya berdebar kencang, pikirannya kacau dan tiba-tiba kaki Celina kehilangan kekuatan.

Celina terjatuh.

Suara tubuhnya membentur lantai terdengar terlalu keras hingga memancing perhatian Jason. Ia berusaha kembali berdiri dan meraih gagang pintu tapi terlambat, Jason mengetahuinya.

“Celina! kau ...,"

Celina menyeret tubuhnya tapi kalah dengan kecepatan langkah kaki Jason. Tangan kekar Jason menarik tubuh Celina dengan mudah. Mencengkeram tangan Celina dengan keras hingga wanita itu meringis kesakitan.

“Kau tidak bisa pergi kemana-mana, Celina sayang.”

“Lepaskan aku! Kau, lelaki brengsek, pecundang, bajingan terburuk yang ada di dunia ini!”

Celina meronta, menendang, mengayunkan siku, apa pun yang bisa ia lakukan untuk terbebas dari Jason.

“Kau pikir akan ada yang menyelamatkanmu?” bisiknya dekat telinga Celina. “Kau tidak bisa pergi Celina sayang. Tidak tanpa seizinku."

Ia mendorong Celina ke dinding. Punggung Celina menghantam permukaan keras itu, nafasnya tercekik. Jason mencoba menahan kedua tangannya di atas kepala, tapi Celina bukan perempuan yang menyerah begitu saja.

Ia menggigit lengan Jason sekuat tenaga.

“Brengsek!” Jason mengumpat, refleks melepas satu tangan.

Jason semakin emosi, ia menyeret tubuh Celina, mendorongnya keras ke sisi ranjang. Celina menjerit saat pergelangan tangannya dipelintir.

“Kau tidak akan pernah lolos dariku, Celina!” Jason melepas kasar cengkramannya hingga Celina terjerembab.

Lalu suara tepuk tangan pelan terdengar.

“Wah wah wah, lihat dia siapa yang menjadi jalang disini.”

Itu Natasya dan Celina menatap jijik pada sahabatnya itu. “Kau … beraninya melakukan ini padaku.”

Natasya tersenyum sinis.

“Kau tahu, Celina … terkadang, kita hanya perlu sedikit gila untuk bisa keluar dari bayangan seseorang.”

Wanita keturunan Belarusia itu mencengkram dagu Celina, membuatnya mendongak menatapnya.

“Heatrix Corp seharusnya jatuh ke tangan orang yang lebih pantas.” lanjutnya lagi setengah mengejek.

Jason menekan tubuh Celina lebih keras. “Kematianmu akan menjadi kado pertunangan kita yang terindah.”

“Jangan bermimpi di siang bolong!”

Celina meronta, menendang, mencakar.

Natasya tak tinggal diam, ia menjambak rambut Celina dari belakang. "Diam,” bisiknya kejam. “Tidak ada yang akan menolongmu.”

Tapi Natasya membuat kesalahan, ia berdiri terlalu dekat dan memberi Celina kesempatan. Celina menghantam perutnya sekuat tenaga. Natasya terpekik, terhuyung mundur.

“Bodoh!” Jason mengumpat.

Celina tak membuang kesempatan, ia meraba meja kecil. Tangannya meraih cepat asbak kristal di nakas dan mengayunkannya tanpa ragu.

“Aaargh!!”

Asbak itu menghantam kepala Jason.

Darah mengalir dari pelipisnya. Jason terhuyung, terkejut karena Celina begitu berani. Tak hanya itu, Celina menendang lutut Jason, mendorong tubuhnya menjauh, lalu segera berlari.

“Kejar dia!” jerit Natasya, sambil menahan perutnya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Celina dan situasi rumitnya

    “Jason … Jason! Ada apa denganmu?! Hentikan … kau menyakitiku.”Suara Natasya diikuti rontaan kuat menghentikan imajinasi Jason. Ia terkejut dan menarik tangannya dari leher jenjang Natasya.“Kau membuatku takut. Kau gila!! Apa sebenarnya yang kau pikirkan?”Untuk sesaat Jason hanya menatap wajah Natasya, memastikan jika wanita yang ada dihadapannya bukanlah Celina.Menyadari yang baru saja ia lakukan, Jason berdiri. Ia merapikan pakaiannya yang berantakan. “Pergilah, dan jangan menggangguku dulu untuk beberapa waktu ke depan.”Natasya memakai gaunnya dengan cepat, “baiklah, terserah apa katamu.” ujarnya dengan bersungut-sungut.Saat ia hendak melangkah pergi, Jason berkata dingin tanpa menoleh sedikitpun padanya. “Kau berjanji padaku untuk membereskan semuanya.”“Tentu, aku tidak akan melupakan perjanjian kita.”Dengan kesal, Natasya melangkah pergi meninggalkan Jason. “Jalang sialan itu rupanya masih ada dihati Jason.” Ucapnya geram, ia menoleh ke belakang, melihat punggung lelak

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Emosi yang meluap

    “Brengsek!”Jason mengumpat lagi, ia melempar ponsel ke sembarang arah. Wajahnya kusut, matanya memerah menahan letupan emosi tak terkendali.“Bodoh, idiot! Dari sekian banyak orang yang ada disini, tidak bisakah menemukan satu orang wanita?!”Anak buahnya tertunduk, tak ada yang berani menyela. Hanya bisa pasrah dimaki dan menjadi samsak hidup Jason.“Jack, beri aku berita bagus!” Teriaknya lantang.Jack menguatkan mental sebelum menjawab. “Tuan … kami, sudah berusaha semaksimal mungkin. Kami sudah menyisir rumah sakit, klinik, hingga jalur keluar kota. Tapi Nona Valemont seolah menghilang.”“IDIOT!!”Gelas kristal melayang nyaris mengenai kepala salah satu anak buahnya. Serpihan kaca berserak di lantai, tak ada yang berani mengangkat wajahnya.“Aku membayarmu bukan untuk gagal,” ia menarik kerah kemeja Jack dan mendorongnya keras hingga terhuyung.Jason menyugar kasar rambut ikalnya. Mengusap wajah putus asanya dengan frustasi.“Sekarang harapanku hanya ayah. Semoga pria tua itu bi

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Rahasia besar Jason Knight

    “Aku rasa kau dalam masalah, kawan. Kali ini kau akan kesulitan menghadapi bajingan kecil itu.”Andreas meletakkan tablet itu di meja, menanti reaksi David berikutnya.“Aku tahu,” gumamnya dingin. Ia mematikan rokoknya, kembali membuka layar tablet dan memperhatikan wajah Celina disana. Kini semuanya masuk akal.Mengapa anak buah Jason berada di sekitar lokasi dan mengapa nalurinya sejak awal menolak untuk melepaskan gadis itu.“Jason tidak akan berhenti mencarinya, tapi … kenapa dia bertindak bodoh dan melukai putri tunggal pewaris Heatrix?” “Bukan melukai tapi berniat membunuhnya.” David membalas dengan tenang.“Ciih, dasar pecundang. Sama seperti ..,” Andreas menghentikan kalimatnya setelah lirikan tajam David seolah menusuk tanpa kata.Matanya berganti tertuju pada layar yang tengah memutar ulang video pertunangan Jason. Ia berdecak untuk kesekian kalinya. “Sial, dia benar-benar cantik disini. Celina … nama yang bagus. Tapi … bagaimana dia berakhir dalam pelukanmu dan tanpa men

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Rasa penasaran Dokter Andreas

    “Istri?!” Dokter tampan itu terbelalak, “Tunggu, apa maksudmu? Sejak kapan kau dekat dengan wanita?”Dokter Andreas mengikuti langkah terburu David, ia butuh jawaban jelas dan tak ingin melewatkan detail sekecil apa pun.“Tutup mulutmu dan selamatkan wanitaku, Andreas!”Gertakan David membuat seluruh anak buahnya menunduk ketakutan tapi tidak dengan dokter tampan berdarah Latin itu.“Aku tidak akan mengobatinya tanpa penjelasan Tuan Knight.” David memutar tubuhnya dengan wajah merah. “Ini bukan waktunya merajuk dan tugasmu sebagai dokter adalah menyelamatkan nyawa seseorang. Apa perlu ku ingatkan lagi tentang sumpah doktermu?”Andreas terdiam sesaat, “baiklah aku akan menyelamatkan wanita itu tapi kau berhutang penjelasan padaku.”David tak menjawab, ia kembali berjalan menuju kamar yang sudah disiapkan. Dokter Andreas memeriksa kondisi Celina, saat membuka mantel ia menoleh pada David. Sorot matanya mengisyaratkan pertanyaan yang sulit dijawab David.“Jangan banyak bertanya, lakukan

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Penyelamat di tengah kekacauan

    Celina berlari sekuat tenaga, melawan nyeri di kepala dan tubuh yang gemetar. Tekadnya untuk selamat jauh lebih besar dari fisiknya yang lemah.“Kejar dia!”Natasya berteriak lantang, memerintahkan anak buah—yang baru tiba—untuk segera mengejar.“Tangkap dan bawa dia kembali!” Titahnya pada sang asisten yang membantunya untuk berdiri tegak.Jason berdiri terengah, darah menetes ke lantai. Sorot matanya menggelap dan liar. Ia menoleh ke Natasya.“Kalau sampai dia lolos … semua rencana kita sia-sia.”“Tidak akan, aku sendiri yang akan memastikan kematiannya.” sahut Natasya dingin.Jason meraih ponselnya, “Plan B. Habisi dia segera.” ucapnya singkat tanpa menunggu jawaban.“Celina, aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan rencanaku. Kau harus mati malam ini juga.” Celina berusaha terus berlari dan menghindari kejaran anak buah Jason. Langkahnya terhuyung saat keluar dari pintu samping hotel.Kemeja pria yang kebesaran—milik Jason—hanya ia kancingkan seadanya. Ujung kemeja yang menutupi

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Pengkhianat Sejati

    " J-Jason?” Celina mengerjap perlahan, seperti kabut tipis yang merayap. Kepalanya berdenyut, tenggorokannya kering, dan tubuhnya terasa berat meski masih bisa digerakkan. Obat yang diberikan Jason dalam wine rupanya tidak berjalan seperti yang diharapkan. “Ooh Jason, lebih cepat lagi sayang …,” suara familiar terdengar lirih tapi cukup jelas di telinga. Celina menajamkan pendengaran, hatinya menjerit mendengar suara-suara di balik dinding. Helaan nafas, bisikan, erangan rendah yang menegakkan bulu halus, cukup memberinya isyarat tentang pengkhianatan. Celina membuka mata lebar-lebar, memperhatikan cahaya lilin menari di langit-langit. Ia menoleh ke arah kamar mandi, lalu membeku. Suara pancuran air terdengar mengiringi aktivitas intim di dalam sana. ‘Tidak … ini pasti salah. Jason tidak mungkin melakukannya.’ ucapnya dalam hati menenangkan diri. Celina turun dari ranjang, dengan gemetar menyambar cepat kemeja milik Jason untuk menutupi tubuhnya. Sungguh, saat ini, ia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status