Home / Romansa / Menikahi Ayah Tunanganku / Penyelamat di tengah kekacauan

Share

Penyelamat di tengah kekacauan

Author: Nath_e
last update Last Updated: 2025-11-20 09:36:20

Celina berlari sekuat tenaga, melawan nyeri di kepala dan tubuh yang gemetar. Tekadnya untuk selamat jauh lebih besar dari fisiknya yang lemah.

“Kejar dia!”

Natasya berteriak lantang, memerintahkan anak buah—yang baru tiba—untuk segera mengejar.

“Tangkap dan bawa dia kembali!” Titahnya pada sang asisten yang membantunya untuk berdiri tegak.

Jason berdiri terengah, darah menetes ke lantai. Sorot matanya menggelap dan liar. Ia menoleh ke Natasya.

“Kalau sampai dia lolos … semua rencana kita sia-sia.”

“Tidak akan, aku sendiri yang akan memastikan kematiannya.” sahut Natasya dingin.

Jason meraih ponselnya, “Plan B. Habisi dia segera.” ucapnya singkat tanpa menunggu jawaban.

“Celina, aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan rencanaku. Kau harus mati malam ini juga.”

Celina berusaha terus berlari dan menghindari kejaran anak buah Jason. Langkahnya terhuyung saat keluar dari pintu samping hotel.

Kemeja pria yang kebesaran—milik Jason—hanya ia kancingkan seadanya. Ujung kemeja yang menutupi paha putih mulusnya, lengan yang kepanjangan, dan tanpa pakaian dalam apapun yang menutupi area sensitif jelas membuat tubuhnya gemetar diterpa angin malam.

Kepalanya terasa berat, dunia di sekelilingnya kembali berputar pelan, seolah ia berjalan di atas air.

“Sial, apa yang dimasukkan Jason dalam minuman?”

Suara lantang dan teriakan perintah terdengar dari balik pintu darurat. Celina merunduk dan mengintip. Beberapa pria berpakaian hitam sibuk mencarinya.

Ketakutan mulai melanda, Celina tahu ia harus lari menyelamatkan diri. Nalurinya menjerit, sayangnya kedua kaki Celina tak mau mengikuti perintah. Beberapa kali ia terjerembab dan kembali bersusah payah untuk berdiri.

“Dia di taman!”

Suara itu terdengar seperti gema jauh, tapi cukup jelas untuk membuat Celina tersentak.

Dua orang anak buah Jason berlari dari arah hotel. Celina memaksa tubuhnya bergerak menyusuri taman belakang dengan nafas terenggah.

Lampu-lampu taman tampak memanjang dan berpendar di matanya. Tangannya gemetar saat ia berpegangan pada batang pohon, berusaha menahan mual yang naik ke tenggorokan.

“Aku harus hidup … a-aku harus selamat,” ucapnya lirih menguatkan diri meski tubuhnya menolak.

Suara-suara mulai terdengar samar, kesadarannya timbul tenggelam. Celina tak menyadari jika ada sosok di balik pepohonan yang tengah membidiknya.

DOOR!

Suara ledakan itu memecah kesunyian malam. Celina terhenyak sesaat.

Rasa panas menjalar di sisi tubuhnya, tajam dan membakar. Tubuhnya terhuyung nyaris jatuh. Dengan tangan gemetar, ia menyentuh dada dan mendapati cairan lengket berbau besi tajam.

Kemeja putih itu seketika ternoda merah. Ia mengerang pelan, berusaha bernapas, berusaha memahami rasa sakit yang datang terlambat karena efek obat.

Matanya menangkap siluet seorang pria berdiri tenang di balik bayangan. Senjata masih terarah padanya.

Dengan sisa tenaga, Celina menyeret tubuhnya keluar taman, menuju jalan kecil di belakang hotel. Dunia di sekelilingnya semakin gelap. Suara langkah kaki semakin dekat, disertai sumpah serapah dan perintah singkat yang kejam.

“Aku … tidak boleh mati, ti-tidak boleh—-”

Cahaya lampu mobil tiba-tiba menyilaukan matanya. Bunyi rem berdecit keras.

Celina nekat melangkah, melambaikan tangannya yang gemetar.

“T-tolong … aku,”

Kesadaran Celina menghilang perlahan, tepat sebelum tubuhnya jatuh di depan mobil.

“Tangkap dia, cepat!”

Dua tangan kekar meraih pinggang Celina dan menariknya keras ke belakang. Dunia berputar ketika tubuhnya terhempas ke dada seseorang. Mobil itu melintas hanya beberapa senti darinya.

“Apa kau gila?!” Suara berat lelaki itu terdengar bak angin segar yang menyapa.

“T-tolong aku … Tuan,”

Tangannya menarik lemah kerah jas lelaki itu. Aroma kayu manis bercampur manisnya aprikot mengingatkan Celina pada seseorang yang pernah dikenalnya.

“A-aku … ingin, hidup—”

Akhirnya, Celina menyerah. Ia terkulai lemas di pelukan lelaki asing.

“Nona, hei … sadarlah! Aah, Sial!”

Lelaki asing itu mengangkat tubuh ramping Celina dengan mudah. Bergegas menuju ke arah yang berlawanan. Menghindar dari sekelompok pria yang tengah memburu Celina.

“Kita kembali ke mansion.” Ucapnya tegas pada lelaki yang membukakan pintu mobil.

“Ehm, mansion Tuan? Lalu bagaimana dengan pertunangan Tuan Muda?”

“Itu tidak penting, selamatkan nyawa gadis ini dulu.”

Lelaki itu mengangguk hormat dan segera membawa mereka menjauh dari lokasi. Tak berani membantah perintah David—Sang Majikan.

David melepas mantel, menutupi tubuh polos Celina yang terlihat jelas dibalik kemeja.

“Tuan, apa Anda yakin ingin menyelamatkan wanita itu? Kita tidak tahu apakah dia penjahat atau bukan.” Lelaki yang mengemudikan mobil berkata dengan hati-hati takut tuannya tersinggung.

“Tak peduli dia jahat atau tidak, aku tetap akan menyelamatkan nyawanya.” David merapikan mantel yang menutupi tubuh Celina.

Wajahnya semakin pucat dan tubuhnya mulai menggigil. “Hubungi Andreas untuk bersiap di mansion dalam sepuluh menit.”

“Baik Tuan.”

Ia mendekap tubuh Celina, tak peduli dengan darah yang mengotori kemejanya. “Bertahanlah, dan jangan mati di mobilku.”

Mobil mewah hitam memasuki halaman mansion. Deretan pengawal berdiri menyambut dan diantaranya ada seorang lelaki berwajah Latin dengan tas hitam di tangannya.

Lelaki bernama Andreas itu terkejut saat pintu mobil terbuka dan mendapati wanita cantik dalam pelukan sahabatnya.

“Dave? Siapa dia?”

“Calon istriku.”

“???”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Bertaruh nyawa dengan Rafael

    Hanya butuh tiga puluh enam jam bagi David untuk menemukan tempat Celina disembunyikan.Di hadapan mereka berdiri fasilitas Nero Vento—bangunan besar dengan dinding beton tebal dan pagar baja tinggi yang menjulang seperti benteng. Lampu sorot menyapu halaman luas di sekelilingnya, sementara beberapa penjaga bersenjata berpatroli di titik-titik tertentu.Tempat itu jelas bukan sekadar markas biasa.“Ini benteng kecil,” gumam Daniel sambil mengamati bangunan itu dari balik bayangan pepohonan.David tidak menjawab. Tatapannya terkunci pada lantai atas bangunan itu. Sinyal di layar mini tabletnya menunjukkan Celina ada disana.“Dia disana.” Ucapnya pelan.Daniel mengikuti arah pandangnya lalu mengangguk. “Kalau begitu kita tidak punya banyak waktu.”David menarik napas pendek, menoleh ke belakang dan memberi kode pada anak buahnya untuk bergerak maju.“Masuk.”Beberapa pria memotong aliran listrik pagar, sementara yang lain menyelinap melewati sisi bangunan yang paling gelap. Salah satu p

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Arti pentingnya Celina

    Rafael berdiri di depan meja besar yang dipenuhi lembaran-lembaran data. Sementara di depannya, lima layar besar monitor menunjukkan diagram teknis yang rumit menyangkut struktur mekanisme pengaman, peta energi, dan skema sebuah perangkat besar yang berada jauh dibawah fasilitas.Dengungan mesin komputer super canggih beradu dengan suara halus pendingin ruangan. Jason melangkah masuk, menatap takjub punggung lelaki berkedok dokter radiologi itu.“Ini … bagian dari rencanamu?” Tanya Jason spontan memperhatikan banyaknya data yang terus bergerak di layar.Rafael tak menjawab, ia hanya menoleh sedikit dan kembali memperhatikan kinerja anak buahnya.“Celina, sudah aman?” Tanyanya pelan beberapa detik kemudian.“Hm, dia dalam pengawasan anak buah mu. Tapi, apa perlu memperlakukan dirinya seperti subjek percobaan ilmiah?”Pertanyaan Jason membuat Rafael memutar tubuhnya. Dibalik kacamata minusnya, ia menatap tak suka Jason.“Subyek ilmiah?” Ia berdecak kesal. “Nilai Celina lebih dari itu, T

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Trik kecil Celina

    Mobil yang membawa Celina bergerak stabil di jalan pegunungan yang gelap. Lampu depan memotong kabut tipis yang menggantung rendah di atas aspal. Entah berapa lama mereka telah meninggalkan kota London. Celina mulai didera kelelahan. Ia duduk di kursi tengah dengan kedua tangan terikat di depan. Dua orang pengawal bersenjata duduk di sisi kiri dan kanannya.Sementara Jason duduk dengan santai di depannya. Matanya tidak pernah benar-benar lepas dari Celina. Sesekali ia menatap mantan tunangannya itu dengan wajah datar seolah mengkhawatirkan kondisi Celina.Meski kelelahan tapi Celina tetap bersikap tenang. Ia membuang jauh pandangannya keluar, memperhatikan petunjuk jalan yang mungkin bisa menjadi penanda bagi David. Malam sebelum pesta itu dimulai, David dan Andreas telah menjelaskan situasi terburuk yang bakal Celina hadapi.David telah memberitahu Celina tentang keterlibatan Jason dalam Nero Vento. Ia juga meminta persetujuan Celina untuk menjadi umpan saat pertunjukan dimulai. Me

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Rencana duo D

    Angin malam berhembus pelan di atap gedung. Daniel berdiri diam, menatap langit yang bertabur bintang. Bayangan wajah Celina kembali melintas, mengganggu ketenangan hatinya. “Celina …,” Ucapnya pelan diikuti dengan senyum tipis. “Kenapa … seandainya kita bertemu lebih cepat.” Ia menarik nafas dalam, ada yang menusuk hati saat melihat kakak iparnya itu meronta dalam sekapan Jason. Rahangnya mengeras, menyesali ketidak sigapan nya menolong Celina. “Bajingan bodoh itu bahkan tidak tahu apa yang bakal dihadapinya.” Tinjunya mengepal dan menghantam tempat duduk beton hingga buku jarinya berdarah. “Tuan?!” Asisten pribadinya terkejut, ia segera menghampiri Daniel. “Ada apa, Tuan? Sesuatu mengganggu Anda?” Lelaki tinggi besar dengan tato naga di tangannya itu bertanya. Daniel menghela nafas berat. Ia menunduk, menatap buku jarinya yang terluka. “Billy, kau ingat wanita yang membantuku saat terjebak baku tembak dengan si brengsek Big Dada?” Daniel mengingatkan sang asisten–Bill

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Rahasia dua keluarga

    Laut Baltik, Oktober 1999 Langit malam terlihat lebih gelap dan sunyi. Sebuah jet pribadi super canggih meluncur tenang membelah awan. Badan pesawat hitam tanpa logo perusahaan penerbangan. Di dalam kabin utama, empat pria duduk mengelilingi meja kayu panjang yang tertanam di lantai pesawat. Mereka bukan orang sembarangan. Dua di antaranya adalah kepala keluarga Valemont. Dan dua lainnya berasal dari keluarga Knight. Di tengah meja terletak sebuah koper logam hitam. Pada bagian tengahnya terukir lambang Cerberus—anjing berkepala tiga. Theodore Valemont, membuka sarung tangannya perlahan. “Setelah puluhan tahun penelitian,” katanya pelan, “akhirnya kita sampai pada tahap ini.” Di sampingnya, ada Edmund Valemont—ayah Celina sekaligus ilmuwan utama proyek tersebut. Ia membuka koper itu dengan tiga kode keamanan berlapis. Suara ‘klik’ terdengar nyaring. Tutup koper terangkat perlahan. Di dalamnya terdapat perangkat silinder logam dengan lapisan kaca pelindung dan inti ener

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Celina, disandera!

    “Daniel?!” Jason sedikit terkejut. “Ini kejutan yang luar biasa, Paman.” Ucapnya lirih tapi cukup jelas terdengar di tengah suasana mencekam.Daniel Knight adalah adik David yang menetap di Los Angeles. Ia tak pernah diketahui publik dan memilih bekerja dalam gelap. Kemunculannya di depan publik kali ini bisa dianggap luar biasa. Apalagi Daniel sendiri yang memimpin pergerakan.“Apa kabar, Jason? Senang kau masih bisa mengenaliku.” Lelaki bernama Daniel itu menanggapi dengan senyum sinis dibalik bidikan laras apinya.“Sebaiknya, kau dan temanmu itu berpikir ulang untuk meneruskan kekacauan ini. Aku mungkin bisa memaafkanmu dan melepasmu pergi.” Daniel memberi peringatan.Jason tertawa mengejek, “ayolah Paman, kau pikir aku akan goyah hanya dengan beberapa letusan kecil? Ini tentang masa depan dunia, masa depanku dan juga …,” Jason menarik tubuh Celina agar merapat padanya.“Ini tentang kekasihku, Celina Valemont.”“Lancang kau bicara, Jason! Dia ibumu, bukan kekasihmu lagi!” David be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status