Inicio / Rumah Tangga / Menikahi Calon Suami Adik Tiri / BAB 40 Siapa Satria Sebenarnya

Compartir

BAB 40 Siapa Satria Sebenarnya

Autor: RatuKuyang
last update Fecha de publicación: 2026-09-20 20:16:50

"Cukup, Nami! Jaga mulutmu yang lancang itu!" bentak salah satu direksi senior seraya menggebrak meja dengan sangat keras. Napasnya memburu, matanya menatap tajam ke arah Nami dan Sang Ayah bergantian. "Pramoedya! Bagaimana bisa kau membiarkan putri tirimu ini meracau liar dan menghina pimpinan tertinggi di depan seluruh jajaran komisaris? Kau tidak becus mendidiknya. Lihatlah putri kandungmu, dia cekatan, terampil, dan sikapnya tenang dalam menghadapi masalah. Tapi bagaimana bisa kau memercaya
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 41 CEO yang Menyamar

    "Menurutmu, siapa aku, hm?" bisik Satria seraya memajukan tubuhnya sedikit lebih dekat, hingga hembusan napas hangatnya menyapu lembut pipi Selena. Senyum tipisnya kian mengembang, mengikis kesan pimpinan dingin dan tak tersentuh yang baru saja ia tampilkan di depan seluruh dewan direksi."Kau adalah pimpinan perusahaan misterius yang sering dibicarakan orang-orang. Kenapa kau menyamar jadi CEO?"Satria menyeringai senang. "Kenapa ya? Mungkin aku lagi ikut tren 'CEO yang menyamar'.""Kau jangan bikin aku ketawa. Biasanya CEO yang menyamar itu bikin statusnya lebih rendah dari pangkat CEO. Tapi kau malah sebaliknya.""Yang penting judulnya CEO yang menyamar. Jangan bilang kau mulai jatuh cinta padaku karena suamimu ini bukanlah orang sembarangan.""Siapa juga yang jatuh cinta padamu? Jangan samakan aku dengan Nami atau wanita manapun diluar sana. Tujuanku menikah denganmu bukan untuk jatuh cinta padamu. Tapi balas dendam pada keluargaku atas apa yang sudah mereka lakukan di masa lalu.

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 40 Siapa Satria Sebenarnya

    "Cukup, Nami! Jaga mulutmu yang lancang itu!" bentak salah satu direksi senior seraya menggebrak meja dengan sangat keras. Napasnya memburu, matanya menatap tajam ke arah Nami dan Sang Ayah bergantian. "Pramoedya! Bagaimana bisa kau membiarkan putri tirimu ini meracau liar dan menghina pimpinan tertinggi di depan seluruh jajaran komisaris? Kau tidak becus mendidiknya. Lihatlah putri kandungmu, dia cekatan, terampil, dan sikapnya tenang dalam menghadapi masalah. Tapi bagaimana bisa kau memercayakan proyek perusahaan pada orang yang tidak punya kompeten apa-apa! Jangan biarkan putri tirimu itu meracau lagi. Usir dia keluar dari sini!" Ayah Selena tersentak, raut wajahnya makin kebingungan sekaligus tertekan. "Pak Direktur ... tolong tenang dulu. Saya juga tidak paham, kenapa Tuan Satria menandatangani berkas konsorsium raksasa itu? Bukankah Tuan Satria hanya CEO dari Young Group?" ​"Dasar bodoh!" sela Komisaris Utama dengan nada penuh penghinaan. "Kalian berdua benar-benar buta! Sel

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 39 Keangkuhan dan Kesombongan Nami

    "Suami sah, huh ... suami sah apaan?" desis Nami dengan nafas memburu, matanya memerah menahan lautan dengki dan kekecewaan yang membakar dadanya. Dada Nami naik turun secara histeris. Otaknya berputar keras, menolak menerima kenyataan bahwa takdir yang seharusnya menjadi miliknya kini digenggam erat oleh Selena. Di kepalanya, bayangan perselingkuhannya dengan Charlie kembali berkelebat. Dulu, ia sengaja merebut Charlie dari Selena hanya demi membuktikan bahwa ia bisa mengambil apa pun milik kakak tirinya itu. Namun, ia tak pernah menyangka keputusannya bermesraan di kamar hotel justru menjadi bencana terbesar dalam hidupnya. Akibat skandal itu, perjodohannya dengan Satria dibatalkan. Selena mengambil alih posisi pengantin, dan lebih menyakitkan lagi, Satria justru tampak begitu bangga dan bahagia memamerkan Selena sebagai istrinya. Bahkan tak terlihat menyesal membuangnya dan memilih Selena. Rasa iri yang membara membuat Nami gelap mata. Jika ia harus hancur hari ini, ia bertekad

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 38 Tuduhan

    Selena melangkah maju dengan keanggunan mutlak, memecah atmosfir mencekam yang menyelimuti ruang rapat. Dari dalam tas kerjanya, ia mengeluarkan sebuah flashdrive perak berkilau dan menyerahkannya kepada operator IT."Silakan buka dokumen utama yang sebenarnya," pinta Selena dingin namun sarat ketegasan.Dalam hitungan detik, layar proyektor utama berganti menampilkan judul bertinta emas: PROPOSAL STRATEGIS EKSPANSI & PENETRASI PASAR KUARTAL III"Bapak-Bapak Direksi dan Komisaris yang terhormat," ujar Selena seraya memegang pointer. "Draf yang baru saja dipresentasikan oleh Nami adalah berkas lama yang penuh dengan skema defensif, sengaja dibuat untuk menguji mana pihak yang berniat jujur dan mana yang sekadar ingin mencuri hasil kerja orang lain. Sementara ini ... adalah proposal resmi yang sudah diperbaiki secara sempurna."Selena membawakan presentasi itu dengan begitu lugas, tajam, dan percaya diri. Ia memaparkan analisis penetrasi pasar langsung, pembagian keuntungan yang adil na

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 37 Nami terjebak

    Keesokan harinya, ruang rapat utama PT Pramoedya Group dipenuhi ketegangan yang membumbung tinggi. Seluruh jajaran direksi dan komisaris sudah duduk rapi di sekitar meja oval besar. Di ujung meja, sang ayah, pemilik perusahaan, duduk dengan raut wajah tegas namun menyimpan kegelisahan. Nami duduk tidak jauh dari posisi ayah mereka. Wajahnya dipoles riasan sempurna, berbalut busana formal mewah. Senyum tipis penuh kemenangan terus mengembang di bibirnya. Di dalam tasnya, map dokumen biru berisi proposal kerja sama Young Grup, hasil curiannya semalam, sudah siap ia pamerkan. Tanpa Nami tahu bahwa proposal itu sudah direvisi jauh lebih sempurna dibandingkan sebelumnya. "Karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan tepat, kita mulai rapatnya," ujar sang Ayah seraya membetulkan posisi miknya. Ia melirik ke arah pintu yang masih tertutup rapat. "Di mana Selena? Mengapa dia belum datang?" Nami langsung memajukan tubuhnya, memasang wajah prihatin yang dibuat-buat. "Ayah ... maaf sebelumn

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 36 Bantuan Satria

    Napas Selena tercekat di tenggorokan. Ungkapan jujur dan tatapan hangat dari Satria menghancurkan seluruh sisa tembok pertahanan di hatinya. Rasa bersalah yang membakar dadanya kini berbaur dengan haru yang tak terbendung. Betapa bodohnya ia selama ini, mengira Satria hanyalah pria dingin yang hanya mementingkan keuntungan bisnis. Selena bahkan mengira Satria mau bekerjasama dengannya untuk menikah pura-pura juga demi bisnis. Padahal aslinya, pria inilah yang mencoba menyelamatkannya dari sakit hati yang ia rasakan akibat pengkhianatan Charlie dan Nami yang sudah terjadi jauh lebih dulu diketahui Satria ketimbang dirinya sendiri. Tapi Selena malah tidak menghiraukannya. "Satria ..." Selena menunduk pelan, menyerap kehangatan ibu jari Satria yang mengusap lembut bekas air mata di pipinya. "Aku ... aku sungguh tidak tahu harus berkata apa. Maafkan aku yang pernah begitu jahat dan berpikiran buruk tentangmu." Satria menyunggingkan senyum tipis yang teramat tampan, merengkuh jemari Sel

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status