Share

Menikahi Jodoh Orang
Menikahi Jodoh Orang
Author: Richa dhian

Awal

Gisel, adalah putri keluarga kaya yang terkenal, dia hari ini akan menikah dengan keluarga terkaya di kotanya, keluarga Adiatomo, dan menjadi nyonya mudanya.

"Sedangkan aku hanya pengantin palsu." Ucap Clara dalam hati dia terduduk di atas kasur masih dengan balutan baju pengantin putih dan indah, wajahnya  panik dan binggung apa yang harus dia lakukan.

"Ayah bodoh! Tolong selamatkan putrimu ini, putrimu yang cantik akan kehilangan keprawanannya hari ini!" Clara berteriak dalam hati, dia panik menilhat Sean berdiri di depanya.'

"Gisel, hari ini hari pernikahan kita, kenapa kamu tidak terlihat bahagia?" Tanya Sean dengan membuka kerah kemeja baju pengantinya. Antara dia sudah tahu didepanya pengantin palsu atau asli dia masih memanggil dengan nama Gisel wanita aslinya.

"Bagaimana mungkin aku sangat bahagia...ha...ha..ha." Clara menjawab dengan cangung berusaha tersenyum.

"kalau begitu malam ini begitu singkat, bagaimana kalau kita tidur?" Sean mendekati Clara diatas tempat tidur dengan memegang dagu Clara.

"Dari pada tidur denganmu lebih baik aku pergi ke neraka saja, apa kamu buta? kamu tidak bisa mengenali pengantinmu?" Ucap Clara dalam hati hanya bisa diam menuruti.

"Ahhhh..." Sean mendorong Clara menjatuhkanya di tempat tidur, memegang tanganya sehingga tidak ada ruang untuk bergerak, wajahnya semakin dekat dengan wajah Clara, memandang Clara dengan tajam.

"Dasar laki - laki mesum , untung tampan, jika dia berani menciumku aku akan berteriak " Laki - laki cabul, mesum." Ucap Clara dalam hati dengan wajah memerah panas.

Sean semakin mendekatkan bibirnya ke arah telingga Clara.

"Keluar!!" Sean dengan keras berbicara di telingga Clara.

Dengan kasar Sean menarik selimut yang berada di bawah Clara tidur, membuat Clara terpental dari tempat tidur dan terjatuh di lantai.

"Hah, situasi macam apa ini? apakah aku menjadi istri yang baru menikah dan dicampakan suaminya." Clara bingung dan kaget dengan situasi yang terjadi.

"Kenapa aku merasa kesal! apa aku Clara tidak menarik sama sekali? apa tubuhku jelek?" Clara sangat kesal dengan perlakuan Sean.

"Wussss...." Suara angin yang tertiup di samping Clara seakan menghina Clara...

Kehidupan Clara sebelum terjebak dalam pernikahan palsu.

"Udara hari ini sangat panas, Putri tidak berbakti, kenapa aku dulu memunggutmu? kenapa aku dulu tidak memungut kucing saja. Setidaknya kucing tidak akan melarangku menghemat Ac..." Ayah Clara ngedumal kesal karna Clara melarangnya menggunakan Ac untuk berhemat.

"Apakah kucing membantumu menghasilkan uang menjual barang - barang palsu?" Tanya Clara sembari menikmati es krim di tanganya.

Ayah Clara sangat mengecewakan anaknya, dia selalu gagal dengan usahanya, dia menjadi pemalas dan menggantungkan hidupnya menjual barang - barang palsu.

"Nak Ayahmu ini baru saja menerima pekerjaan baru kemarin, lihatlah." Ayah Clara membuka percakapan dengan menyodorkan sebuah berkas.

"Hah, 20 Juta?" Teriak senang Clara dan ayahnya, matanya berubah menjadi lambang mata uang.

"Hadian besar ditawarkan untuk sebuah lukisan, jika mempunyai lukisan dengan pelukis yang sudah meninggal 20 tahun1 yang lalu."  Clara membaca petunjuk berkas.

"Putriku yang baik, dengan bakat melukismu, seharusnya kamu tidak kan sulit menirunya dengan melihat di g****e?" Tanya Ayah dengan senang.

"Tentu saja, kamu tidak boleh meragukan keterampilanku." Jawab Clara dengan sombong.

"Ayah mari dapatkan uang untuk membeli, Komputer dan daging sapi?" Clara berteriak dengan semangat.

Clara, seorang anak tunggal dari Ayahnya, memiliki keterampilan membuat barang - barang palsu,khgususnya barang antik yang memiliki nilai jual yang tinggi, sejauh ini, tidak asa yang bisa membongkar hasil kerjanya dengan yang asli.

"Tapi aku harus melihatnya secara langsung lukisan aslinya, jika aku hanya meniru di media online itu akan terlihat seperti palsu." Clara berfikir sejenak.

"Ya kamu memang benar, lukisan aslinya ada di rumah keluarga Adiatomo. Kamu hanya harus pergi kesanan saja, kerumahnya dan lihatlah." Ayah Clara membenarkan ucapan clara dengan memberikan petunjuk.

"Di kediaman keluarga adiatmojo  akan ada acara besar, ayah baru saja mendapat informasi, kita ambil kesempatan ini dan jalankan rencana, aku jamin kita akan bisa masuk kedalam rumahnya, untuk melihat lukisan aslinya secara terang - terangan" Tambah Ayah panjang lebar.

"Oh begitu." Clara menjawab dengan ragu.

"Sean Adiatmojo, pewaris perushaan Adiatmojo, luamayan tampan." Ucap Clara melihat foto Sean di berkas rencana Ayahnya.

Hotel Balencia.

"Hah, aku mengira rencana ayah hanya menjadi tamu, dan berbaur dengan keramaian, kenapa bisa begini aku harus menyamar sebagai pengantinya!" Clara merasa kesal dengan rencana Ayahnya tapi bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur, rencana awal sudah disusun.

"Hah, kenapa aku menyetujui rencana buruk ini. yang mengejutkan Gisel pengatin wanitanya sangat mirip denganku." Ucap Clara sembari merias wajahnya sendiri.

"Dimana ini kamar ganti pengantinya? kelihatanya aku harus masuk lewat jendela." Clara melihat keluar jendela kamar riasnya mencari kamar rias pengantin.

"Ya tuhan, tolonglah aku," Clara memanjat balkon lantai 3 dengan berpegangan daun jendela, kakinya gemetar hebat seperti mati rasa.

"Melihat rencana Ayah, seharusnya Ayah sudah membuat pengantin wanita pergi atu pingsan dengan obat kan, kami akan bertukar kembali setelah misinya selesai." Ucap Clara dalam hati, dia masih balkon luar, dari kamar pengantin.

"Berhasil!" Clara melompat masuk dengan gesit.

"Apa benar ini rencana Ayah, tumben rencananya sangat mulus." Clara melihat baju pengantin yang sudah tersedia di depanya, meragukan ini rencana Ayahnya.

"Hah, hiasan kepala, anting hingga kalung semuanya terbuat dari berlian, bagaimana kalau aku curi ini saja ya?" Ucap Clara dalam hati.

"Eh, jangan deh, ini kan rencana Ayah semuanya pasti palsu." Jawab Clara dalam hati.

"Tidak perlu menunggu waktu lama, mari ganti baju sekarang." Clara bergegas berganti pakaian pengantin yang telah disiapkan.

"Baiklah aku sudah selesai, selanjutnya aku akan menjadi pengantin palsu, dan setelah ijab kabul selesai dan resepsi selesai aku hanya akan melihat lukisan lalu pergi.

Clara tampil cantik menggunakan gaun pengatin putih nan indah, dengan berbagai perhiasan berlian yang mewah. Di tambah wajah dan badan Clara yang mendukung.

"Tuan Sean sangat tampan hari ini." Ucap salah satu tamu wanita yang menghadiri resepsi, melihat ketampanan Sean yang berbalut jas pengantin yang senada dengan gaun yang di kenakan Clara.

"Iya selain tampan dia juga penerus perusahaan Adiatmojo, usianya juga masih muda masih 29 tahunan." Jawab tamu lainya.

"Luar biasa ya dia sangat tampan, selain itu dia juga sangat jago berbisnis, setengah industri dan perusahaan di negara ini miliknya." Tamu lainya menyahut.

"Tuan Sean Nona GIsel kabur dari pernikahan." Salah satu ajudan menghampiri Sean yang sudah siap di acara pernikahanya.

"Oh." Sean menjawab dengan singkat ekspresinya sangat datar dan dingin.

"Pernikahan megah keluarga Adiatmojo tidak akan memiliki pengantin, nanti bagaimana ibu tiriku yang baik dan keluarga besar Cokro akan menjelaskanya?" Sean berbicara dengan wajah dingin.

Dari kejauhan pengantin wanita sudah datang menuju kursi ijab kabul, pengantin wanita terloihat sangat cantik dan anggun.

"Keluarga cokro, menemukan pengantin  dengan cepat juga?" Ucap Sean dalam hati, wajahnya menujukan ekspresi tidak suka.

"Atau apakah mereka, menemukan pengantin pengganti?" Sean tersenyum sinis.

"Saya terima nikahnya, Gisel Cokro binti hakim cokro dengan mas kawin seperangkat alat sholat beserta perhiasan tunai." Jawab Sean dengan lantang.

"Sah!" Penghulu bersuara keras.

"Sah!" Jawab para tamu undangan dan para saksi.

"Aku hanya bertemu Gisel dua kali aku tahu dia mempunyai tahi lalat di lehernya, ini adalah yang palsu." Ucap Sean dalam hati masih berpura - pura tidak mengetahuinya.

"Selesai sudah, mati aku, aku akan dicium." Ucap Clara dalam hati masih berusaha tersenyum.

"Tidak cukup disitu tukang mesun jangan maju lagi, aku akan menghindar." Clara masih berusha menghindar.

"Hah, gugup ya? jangan coba - coba menghindar, muach." Sean mencium kening Clara.

"Hah, sial  ahirnya aku kena juga, tapi tidak apa - apalah yang penting aktingku tidak ketahuan!" Ucap Clara dalam hati.

Bersambung.....

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status