Share

Bab 14: Pertemuan

last update publish date: 2026-08-13 09:21:03

Setelah sampai di rumah, Namira tidak bisa tidur. Pikirannya masih berkelana. Elang yang menyadari itu langsung mendekat dan memeluk wanitanya dari belakang.

"Kamu kenapa?" tanya Elang berbisik, sedikit meniup belakang telinga Namira sensual. "Kalau ada apa-apa cerita sama saya," lanjutnya.

Namira sempat terdiam cukup lama sebelum berbalik dan menatap Elang lekat. Jantungnya berdetak kencang, namun masih waras untuk tidak tergiur akan suaminya yang saat ini sangat menggoda.

"Aku kepikiran sa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menikahi Tunangan Kakakku    Bab 46: Dialog Pertama

    Namira tidak tahu harus melakukan apa, rasanya matanya masih terpaku akan sosok Raka yang tak lain adalah ayah kandungnya. Meski ia belum yakin kalau semua perkataan Elang benar, tapi mereka memiliki wajah yang cukup mirip. Jantung Namira terasa berdebar, ia terlalu gugup. "Kenapa?" Laura melihat tatapan Namira ke arah depan. "Oh, dia Pak Raka. Sutradara, harusnya dia udah pensiun tapi nggak tahu kenapa sekarang malah ada di sini buat projek iklan ini." Namira hanya mematung. Ia kehilangan kata-kata, rasa yang harusnya biasa saja seperti ucapannya sebelumnya kini terasa percuma. Pada nyatanya, saat ini, Namira kikuk dan memikirkan bagaimana berinteraksi dengan sosok itu. Meski sebelumnya mereka pernah bertemu dan pernah berinteraksi, tapi saat itu ia masih belum mengetahui kalau dia adalah ayah kandungnya. "Ra? Kok kamu diam aja? Jangan bilang kamu sakit?" tanya Laura beruntut. Setelah beberapa detik, Laura berceletuk. "Tapi tunggu... kalian pernah ketemu nggak sih? Ingat nggak?"N

  • Menikahi Tunangan Kakakku    Bab 45: Sebuah Jawaban

    Ketakutan adalah perasaan yang sekarang ini membelenggu Ranum. Sejak pertemuannya dengan Raka, dunianya berubah menjadi kacau. Bagaimana jika Raka tahu kalau Namira adalah putrinya? Apa yang akan pria itu lakukan? Secara, Raka adalah pria gila yang nekad untuk mendapatkan sesuatu hal. Bisa saja, reputasinya akan hancur sama seperti Jonathan. Di tengah-tengah lamunan itu, Ranum terlonjak kala Zahra datang sambil menenteng makanan cepat saji. Ia meletakkannya di meja makan. "Ada apa?" tanya Zahra. "Nggak apa-apa." Ranum mencoba terlihat biasa saja. Ia menatap bingkisan yang baru saja dibawa Zahra. "Mama sudah masak makan malam, jadi sia-sia kalau kamu bawa makanan itu ke sini." "Kalau tidak suka ya simpan di lemari es, besok bisa dimakan." Jawaban agak ketus dari Zahra membuat Ranum menghela napas. Sampai kapan mereka harus perang dingin seperti ini? Rasanya begitu mencekik. Zahra duduk di seberang Ranum. "Aku berencana membuka galeri seni bersama temanku," sambungnya. "Kamu sudah

  • Menikahi Tunangan Kakakku    Bab 44: Ketakutan Ranum

    Meski kabar berita perselingkuhan Jonathan masih belum reda, pria itu ternyata memilih menghilang entah ke mana. Awak media sulit untuk mencari tahu keberadaan pria itu. Bahkan, Ajeng juga tidak bisa ditemukan di manapun. Spekulasi panjang mulai bermunculan, kemungkinan mereka berdua telah pergi bersama dan memulai kehidupan baru. Mengenai perusahaan Adiningrat, semuanya masih dalam kendali meski saham masih merosot tajam. Fakta sebenarnya, bahwasanya Jonathan tidak pernah hilang dan membiarkan perusahannya terbengkalai begitu saja, dia masih mengurus perusahaan dan rumah sakit milik Adiningrat dalam jarak jauh. Lain dengan Jonathan yang memilih mengasingkan diri, Ranum memilih fokus untuk menata kehidupan pribadinya. Setelah bercerai dengan Jonathan, hidupnya mulai membaik. Tidak ada peraturan ketat, tidak ada tekanan, tidak ada ancaman atau mentalnya yang dikikis secara pelan. Ia sibuk mengurus bisnis sekolahnya dengan sangat baik, meski awak media terus-menerus mencoba menemuinya

  • Menikahi Tunangan Kakakku    Bab 43: Bertemu Zahra

    Sejak dulu Namira tidak pernah meminta apapun untuk hidupnya kecuali keluarganya baik-baik saja. Memimpikan kasih sayang Jonathan, menginginkan perhatian Ranum, dan mimpinya didukung. Namira tidak bisa protes apapun karena yang ia dapatkan hanya sebatas materi tanpa pendamping emosionalnya. Sekarang, Namira sangat prihatin terhadap kondisi keluarganya yang sudah hancur. Nama baik Adiningrat di publik sudah hancur karena perselingkuhan Jonathan. Namira yakin seratus persen kalau pria itu tidak akan tinggal diam, bagi Jonathan, Adiningrat bukan hanya marga biasa, itu adalah simbol keberhasilan dan kesuksesan. Entah gebrakan apa lagi yang akan Jonathan lakukan nanti. Dalam beberapa hari ini kondisi Namira sudah membaik, ia sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Elena dan Elang sangat memanjakannya, apapun yang ia minta pasti sudah mereka sediakan. Namira beruntung, setidaknya meski Jonathan dan Ranum kurang memperhatikannya, tapi masih ada keluarga Elang yang selalu membuatnya merasa b

  • Menikahi Tunangan Kakakku    Bab 42: Mulai Goyah

    Perceraian Jonathan dan Ranum sudah diberitakan di publik dan membuat semua orang semakin mempercayai isu perselingkuhan Jonathan bersama wanita lain. Bisnis pria itu semakin goyah, seolah menurun drastis tanpa persiapan apapun. Jonathan jelas frustasi, pria itu sibuk mengadakan meeting besar untuk menyelamatkan perusahaannya yang kini diambang kehancuran. Jonathan seakan lupa dengan nasib keluarganya, terutama Zahra yang saat ini hancur. Wanita itu kembali murung. Hari-harinya terasa berat karena kondisi keluarganya yang mendadak hancur. Perselingkuhan Jonathan tentu membuat Zahra kecewa, tapi ia lebih kecewa dengan Ranum. Selama ini Ranum diam seolah menjadi orang bisu kala melihat Namira diperlakukan tidak adil oleh Jonathan. Tidak dengan dirinya, dengan Namira pun Ranum tetap menjadi ibu yang gagal. Zahra membuka pintu kamarnya, sudah seharian ini ia mengurung diri di kamar. Ia melihat Jonathan sedang duduk dengan pakaian berantakan, pria itu duduk menunduk menatap lantai. Ia me

  • Menikahi Tunangan Kakakku    Bab 41: Titik Terendah

    Namira membuka mata perlahan, aroma khas rumah sakit tercium di hidungnya. Ia mengerjap, menoleh ke sisi kanan dan menemukan Elena tengah duduk sambil memegang tangannya lembut. Saat Namira mencoba bergerak, Elena sadar dan menatapnya penuh binar. "Kamu sudah sadar, Namira? Mama panggil dokter dulu ya?" ujar Elena, namun saat dia akan pergi, Namira memegang tangannya cukup erat. Gelengan kepala kecil Namira membuat niat Elena urung. "Kenapa?" tanyanya pelan kala melihat mata menantunya berkaca-kaca. "Ma, Elang. Aku mau Elang," bisiknya pelan. "Elang sedang keluar, Sayang. Mama coba telepon dulu ya?" Namira mengangguk sebagai jawaban. Entah lah, di saat seperti ini ia tidak menginginkan apapun kecuali ada Elang di sisinya. Pria itu sudah menjadi obatnya di saat ia sakit. Mengingat kejadian itu membuat Namira tidak sanggup menyadari fakta bahwasanya keluarganya sudah hancur total. Terlebih, mengingat perkataan Jonathan beberapa waktu lalu yang menyatakan ia bukan anaknya. Satu jam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status