Beranda / Romansa / Menikahi Wanita Gila / Bab 28. Sudah Muak

Share

Bab 28. Sudah Muak

Penulis: Lenijuli
last update Tanggal publikasi: 2026-07-07 22:31:45

Elise tidak tahu Kalau Axel pulang ke rumah kedua orang tuanya. Suaminya itu telah pergi sebelum dia terbangun.

Dia kira Alex pergi ke kantor apalagi para pelayan pun berkata demikian. Setidaknya pria itu tidak menyalahkan dirinya lagi karena dia tidak suka. Setiap kali Axel melakukan hal itu, dia selalu merasa bersalah dan benci pada dirinya sendiri.

Rasa perih di tubuhnya mulai sedikit berkurang karena obat yang sering diberikan. Setidaknya sudah membaik walaupun dia akan mendapatkan bekas lu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Ros
Lagian bkn nya minta DP 50%. Dr 10 M. Seblm pernikahan hrs ada uang 5 M dl, br menggantikan jd Alicia. Sisa nya 5M dan kebebasan nya belakangan. Ini mau aja terima perjanjian itu. Tanpa dp nya.
goodnovel comment avatar
Ikoh Jenggung
lanjut lagi
goodnovel comment avatar
Wikan Susanti
Ty thor sudah up, gaskeuun thor biar Elise terbebas dari keluarga toxic
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 123

    Axel membawa Elise pulang ke rumah kedua orang tuanya untuk memberikan kabar bahagia itu. Bayi kembar, dia tidak menyangkanya. Istrinya bisa hamil saja merupakan sebuah kabar bahagia yang sampai sekarang masih sangat dia syukuri ditambah dengan bayi kembar yang dia kandung, itu seperti sebuah keajaiban dan hadiah besar atas kesabarannya.Ibunya memang berada di rumah. Harmoni sedang membereskan beberapa barang lama yang sudah tidak terpakai lagi. Rumah begitu berantakan, beberapa kotak tergeletak di depan pintu.“Mom, Kenapa kau membongkar isi rumah?”Ibunya tidak mendengar karena dia berada di dalam kamar. “Mom,” dia kembali memanggil tapi tidak ada jawaban. Para pelayan juga sibuk. Mereka memberitahu kalau ibunya berada dalam kamar.“Hati-hati,” Axel memegangi tangan istrinya, “Begitu banyak barang. Jangan sampai tersandung.”“Sepertinya ibumu sedang sibuk. Bagaimana kalau kita kembali saja? Kita bisa memberitahu melalui telepon.”“Tidak apa-apa. Ibuku memang sering melakukan hal

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 122

    Akhirnya dapat hidup tenang. Perasaannya ringan, tidak dibebani dengan kebencian dan dendam. Selama ini dia sudah merenung, dendam hanya akan menghambatnya untuk bahagia. Karena itulah dia memilih berdamai pada diri sendiri juga dengan masa lalu kelam yang tak dapat diubah.Apa yang harus dibalas sudah dibalas dan apa yang harus dilakukan juga sudah dilakukan. Dia melakukannya dengan sukarela, supaya tidak ada beban yang dia pikirkan. Dan sekarang, dia ingin menikmati hidup seperti yang dia inginkan selama ini.Udara siang itu terasa sejuk. Elise duduk di sebuah kursi malas yang ada di dekat kolam renang. Perutnya pun semakin membesar padahal usia kehamilannya baru memasuki empat bulan.Sekarang dia hanya perlu duduk tenang dan mendengar berita dari anak buah Axel bagaimana dengan keadaan ibunya. Setidaknya Axel sudah berjanji akan membantunya menjaga ibunya baik-baik.Tangan Elise bergerak di atas perutnya. Matanya terpejam, menikmati semilir angin yang berhembus menerpa wajahnya. Ra

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 121

    Elise hanya diam, membiarkan ibunya menumpahkan tangisan. Sesungguhnya dia tidak senang. Rasanya ingin dia dorong agar pelukan ibunya terlepas tapi dia sudah berada di sana dan tidak bisa menghindar lagi.Beberapa menit dalam keadaan seperti itu. Elise mulai mendorong ibunya agar pelukannya terlepas.“Tidak perlu memelukku seperti ini. Aku tidak ingat kalau kau akan merindukan aku sampai seperti ini.”“Mommy terlalu senang bisa bertemu denganmu. Elise, Mommy mengira tidak akan mendapatkan kesempatan bertemu dan memelukmu seperti ini.”“Jangan terlalu berlebihan, kau belum mati,” Elisa mendorongnya lagi dengan kuat, lalu melangkah mundur, “Aku datang bukan untuk melepas rindu. Hanya ingin melihatmu masih hidup atau sudah mati.”“Mommy tahu,” dia memandangi putrinya. Ada yang aneh, perutnya sedikit membesar, dan Elise tampak lebih gemuk.“Elise, kau?”“Kenapa?” kedua tangannya menyilang di depan dada, “Terkejut karena obatmu tidak mempan padaku?”“Bukan begitu. Mommy memang bersalah kar

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 120

    Elise pergi ke penjara terlebih dahulu, sebelum menjenguk ibunya ke kota sebelah.Kalau bukan karena ada yang ingin dia sampaikan pada ayahnya, maka dia tidak akan berada di sana karena dia sudah memutuskan tak mau lagi berurusan dengan ayahnya. Namun, dia sendiri yang melanggar keputusan itu. Seharusnya dia abaikan saja, tapi hatinya masih lemah karena belas kasihan.Dua sudah berada di ruang tunggu, menunggu ayahnya dibawa oleh sipir penjara. Elisa duduk dengan tenang, dia yang memutuskan pergi ke sana jadi tak ada satupun yang bisa menindas dirinya.Pintu ruangan terbuka. Elise memandangi ayahnya yang dibawa masuk oleh seorang petugas. Pria itu tak bicara tapi banyak hal yang ingin dia bicarakan dengan putrinya.Mereka berdua tidak mengucapkan sepatah kata pun, dan kesunyian itu membuat Elise tertawa pelan.“Jadi kau memintaku datang hanya untuk saling menatap seperti itu?” Elise akhirnya buka suara, “Atau kau ragu mengutarakan permintaanmu yang tidak masuk akal itu?”“Tidak. Dadd

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 119. Tidak Akan Terjadi

    Perutnya mulai terlihat, keadaan janinnya pun begitu sehat. Semenjak mengetahui istrinya hamil, Axel jarang pergi. Pekerjaan dibereskan di rumah. Dia pergi saat ada rapat penting saja. Sisanya dia serahkan pada asistennya. Walaupun sudah ada yang menjaga istrinya, tapi dia tidak tenang. Dia ingin selalu berada di sisi Elise, menemaninya agar istrinya tak bosan.Perhatian yang dia berikan membuat Elise merasa nyaman. Setelah tahu dia hamil, banyak yang dia khawatirkan. Masa lalu buruknya yang tak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua justru membuatnya takut menjadi seorang ibu.Apakah dia pantas?Apakah dia bisa menjadi ibu yang baik tanpa mengulang nasib buruknya?Setiap kali dia memikirkan hal itu, justru membuatnya mual dan membuatnya semakin gelisah saja.Elise duduk di sebuah kursi malas yang diletakkan di bawah pohon. Setiap kali dasar gelisah itu datang, dia akan menghabiskan waktunya begitu lama di sana.Kedua matanya terpejam, dia berusaha menyingkirkan bayang

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 118. Bagaikan Mimpi

    Elise masih membeku, tidak percaya mendengar perkataan dokter itu. Dia hamil?Ucapan itu seperti mimpi. Dia ingin percaya, tapi juga sulit dipercaya. Dia juga tidak salah mendengar, suaminya pun bahkan membeku. Seperti dirinya, tidak percaya mendengar apa yang dikatakan oleh dokter itu.Bagaimana mungkin dia bisa hamil sedangkan keadaan tubuhnya tidak dalam keadaan sehat?Meskipun waktu itu dokter berkata masih ada peluang tapi dia tahu tidak mungkin bisa hamil dalam waktu singkat. Dia curiga, dokter itu ingin membohonginya.Elise tertawa pelan, untuk menghibur dirinya. Semua itu bohong. Sudah pasti bohong.“Nyonya, apa ada yang salah?” perawat bertanya padanya. Seharusnya mereka senang, tapi mereka justru memperlihatkan keterkejutan yang terlalu berlebihan.“Kau bilang aku hamil?” ucapnya, “Dokter, aku tahu kau ingin menghiburku. Tapi jangan mengucapkan kebohongan seperti ini. Kesehatanku tidak baik, meski aku memiliki peluang untuk hamil tapi bukan berarti hal itu bisa terjadi dalam

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 7. Sudah Ditandai

    Elise bergerak pelan di atas tubuhnya. Tangannya bergerak pelan, di atas otot dada suaminya begitu juga dengan bibirnya.Axel membiarkannya, ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh istrinya. Setiap kali bibir Elise mendarat di atas tubuhnya, membuat Axel bergetar. Dia dapat merasakan bibir lembu

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 6. Sejak Kapan Kau Berubah?

    Pintu kamar utama tertutup perlahan.Suara tepuk tangan, musik, dan ucapan selamat yang memenuhi pesta pernikahan beberapa jam lalu kini telah menghilang. Elise melangkah masuk, berjalan pelan menuju jendela besar yang menghadap ke arah bukit.Dari sana, dia dapat melihat lampu kota seperti bintan

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 5. Hari Pernikahan

    Kedua orang tuanya sangat puas, karena makan malam yang dilakukan oleh Elise berjalan dengan lancar.Axel mengantarnya pulang, pria itu tidak terlihat curiga sama sekali dengan sandiwara yang dimainkan oleh Elise.Wanita gila itu berakting dengan cukup sempurna. Dan mereka pun semakin percaya kalau

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 4. Hampir Ketahuan

    Musik mengalun pelan. Lembut, dan mengisi ruangan yang dipenuhi ketegangan.Perlahan, Elise merasa suasana lebih tenang meski di bawah tekanan aura gelap dan tatapan tajam Axel yang sedang menilai dirinya.Elisa duduk dengan anggun di kursinya. Bersikap tenang dan menjaga kewarasan. Jemarinya menye

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status