Share

Bab 193

Author: Lady_Rain
last update publish date: 2026-10-11 23:22:10

“Perhitungan?”

Nadira menoleh ke Karin yang bersiap untuk pergi. Tatapan mereka bertemu.

Nadira tersenyum pada Karin. Dia tidak mengatakan apa-apa pada rekan kerjanya itu.

Karin yang melihat Nadira tersenyum padanya, langsung melengos. Dia merasa tidak enak pada senyum Nadira yang terlihat sarat makna itu.

Karin segera keluar dari ruang dokter. Dia tidak ingin berlama-lama di sana, mendengar sindiran teman-temannya.

Nadira tersenyum sendiri, lalu dia segera berjalan ke ruang ganti. Dia harus s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 193

    “Perhitungan?” Nadira menoleh ke Karin yang bersiap untuk pergi. Tatapan mereka bertemu.Nadira tersenyum pada Karin. Dia tidak mengatakan apa-apa pada rekan kerjanya itu.Karin yang melihat Nadira tersenyum padanya, langsung melengos. Dia merasa tidak enak pada senyum Nadira yang terlihat sarat makna itu.Karin segera keluar dari ruang dokter. Dia tidak ingin berlama-lama di sana, mendengar sindiran teman-temannya.Nadira tersenyum sendiri, lalu dia segera berjalan ke ruang ganti. Dia harus segera mulai bekerja, sebagai tanggung jawabnya.Rina yang masih ada di ruangan itu melihat ke arah Nadira yang baru saja keluar dari ruang ganti. Dia memutar kursinya, agar bisa melihat Nadira yang sedang bersiap untuk mengunjungi pasiennya.“Nad, tau gak ... tadi di sini pada ribut tau pas tau kamu dateng sama Dokter Arjuna,” ucap Rina.“Ribut kenapa?” tanya Nadira sambil menyiapkan barang-barangnya.“Ya ribut. Pada gak percaya kalo kamu istrinya dokter Juna.”Nadira menoleh ke Rina sambil ters

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 192

    “Selamat datang Dokter Arjuna,” sapa Wisnu yang berdiri di barisan paling depan.Arjuna mengangguk. “Semua sudah siap?”“Sudah, Dok. Perwakilan dari pusat juga sudah datang.”“Baiklah, mari kita mulai.”Arjuna menoleh ke istrinya. “Ayo, Sayang,” ajak Arjuna.“Iya, Pa Dok.”Nadira langsung melingkarkan tangannya di lengan sang suami. Dia tidak ingin berjalan sendirian, di tengah banyaknya sorot mata yang tertuju kepadanya.Langkah Arjuna tidak lagi bisa panjang dan cepat. Dia harus menyesuaikan dengan langkah kaki sang istri yang sedang membawa anak mereka di dalam kandungannya.“Maaf Dok, istrinya sudah hamil berapa bulan?” tanya seorang dokter senior yang sedang berjalan di dekat Arjuna.“7 bulan. Sudah mau masuk 8 bulan,” jawab Arjuna.“Sudah besar ya, Dok. Belum akan cuti, Dok?”“Belum. Sesuai prosedur aja.”“Oh begitu. Baik, Dok.”“Tolong jangan buat istri saya tidak punya kerjaan ya. Di juga harus memenuhi lembar kinerjanya sebagai residen. Tapi selama hamil, tolong dimaklumi. In

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 191.

    “Sinta,” ucap Nadira dan Sarah hampir bersamaan.Nadira menatap Sarah dengan sedikit tatapan takut. Dia yang sudah berharap kalau hidupnya akan jauh dari Sinta ternyata masih harus berhadapan lagi dengan nama itu.Sarah yang mengerti perasaan Nadira, menepuk punggung tangan ibu hamil itu pelan.“Pasti hanya kebetulan. Nama Sinta itu banyak di sini, Nad,” ucap Sarah mencoba menenangkan.Nadira mengangguk pelan. “Iya, Mbak. Semoga aja ini Sinta yang lain.”Sarah mengangguk. Dia tersenyum pada Nadira, agar wanita itu tidak terlalu khawatir.Sarah menoleh ke Lia yang sedang menerima telepon di dekat pintu belakang. Wanita itu terlihat sangat serius sambil sesekali berjalan ke area teras belakang.“Sayang,” panggil Arjuna yang baru selesai makan dan berdiri di belakang istrinya sambil memegang pundak Nadira.Nadira menoleh ke belakang. “Pa Dok. Udah selesai makan?”“Udah. Mereka juga udah selesai. Yuk, kamu sama Sarah makan dulu.”Arjuna melihat ke Lia. “Kalian duluan aja. Lia biar ntar ny

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 190.

    “Sekalian pendekatan, Ka?” ledek Wisnu.“Trus ama yang satunya gimana, Ka?” imbuh Arjuna.Mata Raka melotot melihat kedua sahabatnya. Dia memasang wajah kesal, karena diledek di depan Lia, wanita yang pernah dia sukai.“Terus ... terusin aja ngomongnya. Bener-bener mulut gak ada adab kalian ya,” sungut Raka.Arjuna dan Wisnu tertawa. Pasti teman mereka itu tidak ingin harga dirinya sebagai seorang pria akan jatuh.“Sorry Lia, becanda kok. Santai aja dulu di sini, gak lagi sibuk kan?” tanya Wisnu.Lia menggeleng. “Gak kok. Aku masih ngajar jam 4 nanti,” jawab Lia.“Kamu sekarang praktik di mana, Lia?” tanya Arjuna.Lia terdiam sebentar. Dia menunduk mendengar pertanyaan yang selalu membuat lukanya kembali terasa perih.Nadira menoleh ke suaminya. Sepertinya pertanyaan suaminya, membuat Lia tidak nyaman.Raka yang ada di samping Lia juga melihat perubahan sikap Lia yang terlalu mendadak.“Lia ... kamu gak papa?” tanya Raka.Lia kembali menegakkan kepalanya. Dia mencoba kembali tersenyum

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 189

    “Loh ... sama siapa dia?” gumam Wisnu sambil terus melihat ke Raka dan pasangannya.Raka berjalan semakin mendekat ke Wisnu. Dia tersenyum saat melihat sahabatnya berdiri di depan pintu.“Aku belum telat kan?” tanya Raka.“Udah hampir telat! Dari mana aja kamu?” cecar Wisnu.“Panjang ceritanya.”Raka menoleh ke wanita di sampingnya. “Lia, masih inget dia gak? Dia Wisnu temenku dulu,” tanya Raka.“Lia? Dia Lia yang kamu ceritain itu?” sahut Wisnu kaget.Lia yang ada di antara dua pria itu jadi bingung. Wanita itu melihat ke Raka yang mengajaknya datang ke tempat ini. “Kamu cerita apa, Ka?” tanya Lia pelan.“Enggak kok. Cuma cerita kalo abis gak sengaja ketemu kamu aja.”“Pa, buruan,” panggil Sarah dari dalam rumah, menyuruh suaminya agar bisa segera masuk.Wisnu menoleh ke istrinya. “Oh iya, Ma.”Wisnu melihat ke Raka. “Ayo masuk dulu. Ntar aja ceritanya. Ayo Lia,” ajak Wisnu.Lia mengangguk canggung. Dia sama sekali tidak ada rencana datang ke acara pernikahan Arjuna.Kalau bukan kar

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 188

    “Apa katanya?” tanya Arjuna ingin tahu.“Om Mahendra mau ketemu ama kita besok,” jawab Wisnu menyampaikan pesan Mahendra.“Besok? Kan besok kita sibuk, Wis. Besok pembukaan ulang tahun rumah sakit loh.”“Iya, makanya itu. Aku udah bilang juga ke Om Mahendra. Dan beliau maunya besok malam. Soalnya dia juga punya jadwal padat.”“Jadwal padat? Bukannya dia abis dari luar kota ya?”“Lebih baik ikutin aja, Pa Dok. Dari pada nanti Pak Mahendra marah dan kita malah susah dapet janji lagi,” sahut Nadira.“Nah! Ini juga yang aku pikir, Jun. Kan kita yang ada perlu ama dia. Ya mending kita ikutin aja dulu maunya, demi misi kita.” Wisnu setuju dengan usul Nadira.Arjuna mengangguk “Ya udah, kalo gitu, kita pergi. Pastikan jam dan tempat pertemuannya juga, Wis,” pinta Arjuna.“Ok, ntar aku hubungi lagi.”Arjuna akhirnya setuju. Dia akan menghormati kemauan Mahendra sambil berharap kalau besok tidak akan ada drama di pertemuan itu.“Maaf Pak Dokter, itu penghulunya udah dateng,” ucap Ningsih saat

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 1. Tawaran Tidak Masuk Akal

    “Tidurlah dengan suami saya. Pinjamkan rahimmu dan lahirkan anaknya.” Kalimat itu jatuh begitu saja, tanpa beban seolah yang sedang dibicarakan bukanlah sesuatu yang bisa menghancurkan hidup seseorang. Nadira Azzahra membeku di tempatnya, tak bisa menjawab, bahkan mulutnya ternganga mendengar perm

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 5. Siapkan Diri Kamu

    Tangan Nadira mengusap lembut punggung tangan ayahnya. Tangan yang biasanya memberinya banyak kehangatan dan perlindungan, kini harus terbaring lemah tak berdaya. Nadira menatap kulit wajah ayahnya yang pucat. Tampak sekali kelelahan menahan sakit yang sewaktu-waktu bisa mengambil nyawanya. Tanpa t

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 4. Mencari Alasan

    “Nadira?” Arjuna tertawa mendengar nama dokter koas itu disebut. Namun sedetik kemudian, tatapan Arjuna kembali tajam. Tatapan mematikan Arjuna yang membuat Sinta sedikit takut saat melihatnya. “Apa kamu mau hancurkan hidup orang lain buat keegoisanmu, Sinta?!” Suara Arjuna terdengar sangat dal

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 2. Tekanan Segala Penjuru

    “Ayah!” pekik Nadira yang kemudian segera berlari meninggalkan mejanya. Nadira bahkan lupa membawa nampan makannya ke tempatnya, karena dia terburu-buru. Kabar tentang ayahnya yang kembali drop, membuatnya syok. Padahal baru tadi pagi dia datang untuk mengecek sendiri keadaan ayahnya. Memastika

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status