Masuk"Kiev, dia siapa? Kamu nggak membawa istrimu?" Dia Malinda, anak dari bibi Merlin yang dulu pernah menyukai Kiev.
Malinda sering hadir di acara-acara seperti ini, karena dia selalu berharap Kiev datang dan mereka bisa bertemu. Malinda juga tau, Kiev mencintai gadis lain, padahal Kiev telah menikahi Viola. Dia sering melihat Viola datang sendiri sementara Kiev bersama kekasihnya. Bibi Merlin bingung dengan pertanyaan putrinya. "Sayang, ini istrinya Kiev!" Malinda menggeleng. 'Ma, gadis yang selalu dibawa Kiev bukan dia. Jangan-jangan, gadis ini selingkuhnya. Kiev!" Malinda sengaja membuat suasana panas. Semuanya tercengang, mendengar tuduhan Malinda yang mengatakan Viola seorang selingkuhan. Secantik Viola selingkuhan, itu namanya murahan, karena dalam keluarga besar mereka tidak ada istri yang memiliki selir. Viola diam saja dan tidak mau menyangkalnya. Malinda mengatakan itu. pasti memiliki alasan, dan alasannya karena Kiev tidak pernah memperkenalkannya kepublik, dan Kiev selalu tersorot bersama Alieca. "Malinda. Kamu jangan ngomong sembarangan!" Merlin tidak percaya kata-kata putrinya. "Nggak Ma Itu benar. Kiev, tidak pernah membawa gadis ini. Dia pasti selingkuhan Kiev!" Kiev mengepalkan tangannya, dia dari dulu tidak pernah menyukai Malinda karena sikapnya yang selalu membuat masalah, dan memperkeruh suasana menjadi panas. "Kiev, apa yang dikatakan Malinda benar?" Bibi Anara, adik dari Merlin bertanya. Saat pernikahan, mereka semua memang tidak ada yang hadir. Mereka tidak pernah melihat, bagaimana rupa istrinya Kiev. "Tidak, Bibi, Ini Viola, istriku!" Sangkal Kiev, tapi mereka seakan masih tidak percaya yang dikatakan Kiev. Tapi yang dikatakan Malinda itu benar. Kami sering melihatmu membawa gadis lain saat acara keluarga. Bahkan saat acara pameran, kamu juga tidak membawanya. Bukan dia yang kamu bawa Seorang gadis yang masih kerabat dengan mereka menyahut. Dia menuding Viola. Kini semua meragukan status Viola, Mereka menatap Viola dengan curiga, bahkan ada yang mulai membencinya. Karena berfikir Viola adalah pelakor. Alieca saat ini sudah berada dipintu masuk hotel. Dia terus masuk sampai akhirnya berada didepan lobby, orang asing tidak bisa masuk dengan bebas. ••••••• "Silahkan tunjukkan undanganmu, Nona." Ada penjaga yang meminta undangan acaranya, untung saja saat itu Kiev datang ke apartemennya, undangan yang seharusnya milik Viola ketinggalan dimeja. Alieca bisa masuk setelah menunjukkan undangan resminya. Penampilannya sangat memukau, saat masuk dia menjadi pusat perhatian para pria yang berkumpul dimeja dekat pintu masuk. "Hai nona cantik, kamu sedang mencari siapa?" Goda seorang pria yang menghampiri Aliec. Aliec tersenyum pias, acara keluarga ini ternyata lebih banyak orang dari pada acara keluarga biasa sebelumya. Karena acara keluarga malam ini, semua kerabat jauh dari luar negeri pun hadir, diadakan hanya tiga tahun sekali. Aliec tidak menanggapi, dia berjalan kedepan, tapi Pria itu tidak membiarkannya dan terus mengikutinya bersama dua pria lainnya. Aliec terus berjalan dan menatap kesana kemari mencari sosok Kiev. "Nona manis, biarkan kami membantumu." "Nona cantik, siapa nama kamu?" •••••••• Saat Alice semakin masuk, Malinda menangkap wajahnya yang mulai mendekat. Dia tersenyum, "Lihatlah. Istri Kiev yang sebenarnya telah tiba!" Mereka melihat kearah yang ditunjuk Malinda. Aliec berjalan dengan tidak tahu malu, dia menjadi sorotan karena penampilannya yang serba mewah. Viola dan Kiev kaget, bagaimana bisa Aliec ada diacara ini. Sedangkan Kiev tidak mengundangnya hadir. Viola menatap Kiev dengan curiga, seharusnya dia tidak mempercayai Kiev yang mengatakan tidak membawa Aliec. Tapi sengaja membawanya dan menyuruh Aliec datang sendiri. "Kamu mengundangnya?" Bisik Viola. Kiev hanya diam, dia berjalan menghampiri Aliec yang tersenyum melihatnya "Kiev!" Kiev berdiri didepannya, dia sama sekali tidak menunjukkan kalau Kiev senang dengan kedatangannya. "Kenapa kamu bisa kesini?" Tanya Kiev dengan pelan dan suara menekan. Aliec baru pertama mendengar Kiev berkata seperti tidak menyukainya. Apa dia membuat kesalahan? "Alice, siapa yang mengizinkanmu datang kesini?" "Undangan yang kamu tinggalkan dimeja. Aku fikir, kamu menyuruhku datang sendiri." Jawab Alice mencari alasan. Kiev tidak bisa berkata apa-apa. Alice salah mengartikan undangan Viola yang tertinggal, sementara itu keteledoran Kiev sendiri. "Mama, gadis itu yang sering bersama Kiev. Apa kalian semua masih percaya kalau dia istrinya Kiev?" Malinda kembali menyulut menuding Viola. Semua orang meragukan Viola dan menganggapnya pelakor. Viola bukan tidak bisa menjawab pertanyaan mereka, tapi dia menunggu Kiev yang menjelaskan. Merlin mendekati Aliec dan bertanya, "Apa istrinya Kiev?" Alice menatap Kiev, dia tersenyum karena memang sebentar lagi. Kiev akan menikahinya setelah berpisah dari Viola. "Kiev, kamu berselingkuh? Dalam keluarga besar kita, tidak ada seorang istri yang memiliki selir. Kamu membuat malu mendiang Ayahnu, kiev!" Bibi Anara marah. Kiev menjadi bingung harus menjawab bagaimana, semuanya karena Malinda yang menyulut api, sedangkan Aliec tiba-tiba saja datang tanpa diundang, padahal Kiev sudah tenang membawa Viola. Viola, saat Kiev menatap Viola, wanita itu hanya biasa saja dengan ekspresi tenang. Itu bukan sifat Viola yang dulu, dia tidak akan mungkin tenang saat siapapun menyinggung statusnya sebagai Nyonya muda Arron. "Kamu..." Bibi Anara menunjuk Viola dengan jijik, dia membenci wanita yang menyukai suami orang apapun alasannya. "Kamu memang sangat cantik. Tapi, kamu nggak punya moral dan berani-beraninya datang keacara sepenting ini." Maki Bibi Anara "Bibi, aku nggak mungkin datang sendiri." Sahut Viola, dia masih tenang meski bibi Anara menghina dan memakinya. Dia mengingat mereka lebih tua darinya, dan menghormati Nenek Ratuliu serta ibu mertuanya. Malinda kesal dengan Kiev yang dulu pernah menolaknya, dia suka memperkeruh suasana semakin panas, apalagi melihat reaksi Kiev yang tidak bergerak dan membiarkan Viola ditindas. "Sungguh malang nasib Nyonya yang sebenarnya.." Gumam Malinda dalam hati. "Halah. Palingan kamu yang Keponakanku untuk ikut. Bibi yang lain ikut menindas Viola. Mereka terus melempari Viola dengan kata-kata pedas. Aliec yang awalnya tidak mengerti pun sekarang paham apa yang terjadi. Tapi dia diam saja dan tidak ikut Tanpa sadar, Aliec tersenyum tipis sambil melirik Kiev yang seperti bingung dengan situasi yang malah heboh karenanya. Kalau Kiev tidak jujur siapa yang istrinya, Viola akan terus ditindas sementara tidak ada yang mengenal Viola sebagai istrinya. Namun bagaimana dengan Alieca yang terlanjur nekad datang. Kiev merutuki kebodohannya. "Lebih baik kamu pergi dari sini!" Anak dari Anara mendorong bahu Viola sampai Viola hampir terjatuh, tapi dengan cepat Kiev maju dan menangkap Viola. "Kamu baik-baik saja?" Bisik Kiev. "Apa kamu perduli?" Sahut Viola, dia menepis tangan Kiev. Lagi dan lagi Kiev. mengecewakannya. Saat Viola hampir jatuh, Bibi Merlin melihat kalung bentuk V berlapis berlian dan mutiara dibagian depan yang dipakai Viola. Kalung itu seperti tidak asing baginya, Merlin mendekati Viola, tangannya terangkat menyentuh kalung itu. "Kalung ini..." Bibi Merlin ingat, itu kalung yang dia beli tiga tahun yang lalu dan dititipkan pada Nenek Ratuliu, untuk diberikan pada istrinya Kiev, sebagai kado pernikahan. "Viola. Jawab dengan jujur! Apa kamu istrinya Kiev? "Tanya Merlin. Dari semua hadir, hanya Merlin yang meragukan apakah Viola bukan istrinya Kiev. Apalagi melihat Kalung yang dipakai Viola, kado yang dia beli untuk hari pernikahan Kiev karena dia tidak bisa datang. "Kak Merlin, kamu jangan percaya padanya! Dia itu pelakor!" Sahut anara "Aku bertanya padanya!" Sentak Merlin. Dia menatap Viola dan mendesaknya untuk menjawab. "Katakan, Nak!" Viola melirik Kiev. Seandainya Kiev tidak menganggapnya, Kiev sungguh pria paling pengecut yang pernah Viola temui. "Bibi, meskipun aku menjawab 'iya' apakah kalian akan percaya? Sebaiknya, kalian tanyakan langsung kepada Kiev. Karena Kiev tidak mungkin berbohong, siapa yang dia nikahi tiga tahun yang lalu! Aku nggak akan menyangkal, kalau aku bukan istrinya!" Jawab Viola. Dari nada suara dan raut wajah Viola, bibi Merlin bisa melihat bagaimana Viola terlihat kecewa. Dan bibi Merlin semakin ragu kalau Viola adalah pelakor. "Kiev, jawab!" Bibi Anara membentak Kiev. "Bibi, sebenarnya, istriku..." Bersambung"Semua ini memang salahku, Aliec Aku akui, aku memang yang memaksa Kiev menikahiku. Tapi dengan cara mencelakai orang, itu juga tidak dibenarkan! Kamu bisa saja membenciku, tapi tidak dengan cara seperti itu! Kamu sudah melakukan tindakan Kriminal! "Ucap ViolaAliec hanya terdiam, ia memang salah, karena terlalu mencintai Kiev dan membuatnya gelap mata hingga melakukan hal nekat.Aliec tidak tau, hukuman apa yang akan Viola berikan. Namun ia sangat takut kalau Viola membawa masalah ini kejalur hukum."Viola, maafkan aku. Aku nggak akan mengulangi kesalahanku lagi!" Ucap Aliec kepada Viola. la harus membujuk Viola supaya tidak membesarkan masalah ini."Aku tidak bisa memafkan kamu Aliec, hukum harus ditegakkan! Aku akan membawa masalah ini kejalur hukum!" Sahut Viola, biar bagaimanapun, yang dilakukan Aliec sudah keterlaluan.Aliec hampir membunuhnya, dan malah korbannya adalah calon anaknya. Meskipun. Viola tidak tau dia sedang hamil saat
Sampai di perusahaan yang masih sepi itu, dan Kiev langsung masuk menuju ruangan Ceo.Kiev duduk dikursi sofa dan menyuruh Leon juga duduk disana. "Kau sudah mendapatkan rekaman Cctvnya?""Sudah tuan""Berikan padaku Aku ingin melihatnya langsung! Bagaimana wanita itu berusaha menghabisi Viola dan calon anak kami!"Mendengar kata anak, Leon barubah kaget la tidak mengerti maksudnya. "Maksud tuan, anak siapa?" Tanya Leon memberanikan diri bertanya."Aku pernah satu kali meniduri Viola, saat ulang tahun Nenek, Nenek menjebak ku dengan chat. Dan ternyata, dari kejadian malam itu, Viola hamil, namun Viola juga tidak mengetahui. Dia baru tau saat keguguran karena kecelakaan itu!" Jelas Kiev, la nampak menyesal saat mengucapkannya, karena secara tidak langsung, Kiev juga menyalahkan dirinya sendiri yang tidak bisa melindungi Viola.Seandainya bayi itu masih ada, Kiev sangat menginginkannya.Leon baru mengerti sekarang dari cer
"Aku sangat merindukanmu. Hari-hariku hanya selalu dihantui bayanganmu. Aku baru menyadari perasaanku setelah kamu pergi! Aku... Aku sayang sama kamu, Violet. Aku mencintaimu, sayang. Aku sangat mencintai kamu! Berikan aku hukuman, asal aku bisa terus melihat kamu dan melindungi kamu!" Ucap Kiev dengan tidak tau malu setelah mencampakkan Viola. Namun ia sangat tulus mengucapkannya.Viola merasakannya? Ya! Hanya saja ia tidak yakin dan tidak mungkin secepat itu Kiev menyesal dan mencintainya.Viola mendorong dada Kiev dan ia segera mundur. "Cinta? Cinta apa yang kamu maksud? Kenapa baru mengatakan cinta sekarang, setelah semuanya sudah berakhir?" Tanya Viola tidak percaya.Kiev tau, Viola tidak akan percaya dengan cintanya begitu saja. Setelah ia menyakitinya berkali-kali, hati Viola tidak akan begitu mudah luluh dan memaafkannya, apalagi mempercayainya."Kamu tau Kiev? Bahkan, sebelum kita bercerai, aku... Masih saja berharap dan ingin memberimu k
"Kiev!" Viola tidak menyangka pria itu memang Kiev.Viola berjongkok didepan Kiev, "Kiev, apa yang kamu lakukan disini?"Kiev tidak menjawab, kedua matanya terpejam namun ia bisa mendengar suara yang sangat la rindukan."Kiev!" Sekali lagi Viola memanggilnya. "Kamu kenapa Kiev? Bagaimana kamu bisa kesini?" Viola bertanya berkali-kali, namun Kiev tidak menjawab.Kiev seperti aneh, dan wajahnya terlihat pucat. Viola mengulurkan tangan dan menyentuh keningnya. "Yaampun, panas sekali. Kamu demam?" Viola khawatir dan tidak tegaTapi ia bingung harus bagaimana sekarang. la sudah berjanji tidak akan mengurusi apapun tentang Kiev, tapi....Viola melihat kesana kemarin tidak ada orang sama sekali. Bahkan Leon yang selalu menemani Kiev juga tidak ada."Ya Tuhan, aku harus bagaimana sekarang? Apa aku harus menolongnya?" Viola menimang-nimang fikirannya.Pada akhirnya, hembusan nafas berat. terdengar darinya. "Ya, sebagai s
Setelah Viola selesai memberikan sedikit suaranya dan menceritakan pengalaman dalam membangun Mutyara Boutique, ia langsung turun dari panggung begitu juga CarlosSaat Viola berjalan didepan Kiev, Pria Itu berdiri. Viola hanya menatapnya sekilas, Namun Kiev, menatapnya dengan perasaan mendalam. Kiev sangat rindu, sosok gadis didepannya, la ingin menarik Viola kedalam pelukannya, lalu melepaskan rindu den juga perasaan bersalah yang teramat dalam.Viola membuang nafasnya pelan seraya memejamkan mata, ia lalu melangkahkan kakinya pergiViola bukan tidak ingin menyapa, hanya saja, takut terjatuh lagi. Perasaan yang masih tertinggal, ia sangat takut kalau akan bangkit dan memberontak, hingga ia memilih menghindar dengan kata sekarang mereka hanyalah orang asing yang tidak pernah bertemu.Sementara Kiev, kornea elangnya tidak berhenti mengalihkan dari punggung wanita yang sudah semakin menjauh dan menjaga jarakBahkan menyapa saja enggan, dan
Suasana sudah sangat ramai, ada beberapa sambutan dari orang-orang penting yang berpengaruh dinegara.Sementara diatas panggung catwalk sekarang, para model satu persatu sudah berlenggak-lenggok memamerkan keindahan dari gaun-gaun yang mereka kenakan.Semua penonton sudah riuh dan bertepuk tangan menyaksikan model kelas atas yang terkenal, ditambah gaun yang super internasional dari seorang desainner ternama.Ya, disinilah Kiev dan Leon sekarang berada. Meskipun sedikit terlambat, tapi mereka sudah mendapatkan tempat duduk VIP dibagian barisan depan.Penampilan Kiev sudah rapi, namun tidak dengan wajahnya yang seperti tidak bisa dijelaskan bagaimana ekspresinya saat ini. Ada gurat kesedihan dan penyesalan yang mendalam, dan kerinduan yang tak terobati.Bukan hanya mereka, Kiev juga bertemu dengan John istrinya dan kedua anak tiri john yang merupakan saudara tiri Viola. Kiev tidak menyapa, begitu juga mereka, hanya saja John sepertinya sed
''Apa dulu aku pernah mengatakan akan menikahimu?" Suara berat itu membuat Aliec tertampar.Jantungnya seperti ditikam, dan terasa sakit. Kiev dulu selalu berjanji untuk melindunginya, selalu ada disaat kapanpun dia membutuhkannya."Kiev, tapi kamu sudah berjanji. "Aliec berkata
"Nenek, jangan banyak murung. Viola disini baik-baik saja. Viola sangat sibuk, sehingga tidak bisa mengunjungi Nenek atau memberi kabar!" Ucap Viola usai membawa Nenek dan Clara duduk dikursi tamu, lalu menyuruh seorang karyawan membuatkan minuman."lya. Nenek janji, akan lebih memperhat
Akhirnya setelah lama menunggu mobilnya diperbaiki, Viola bisa menjemputnya dibengkel.''Apa remnya juga sudah?" Tanya Viola. Jujur, ia masih sedikit takut pada mobil kesayangannya sendiri."Semuanya sudah diperbaiki. Ada yang mau saya sampaikan, sepertinya kabel remnya memang s
Clara bukan tidak memiliki alasan lain, dari awal dia ingin menemui Aliec untuk berbicara baik-baik dan meninggalkan putranya. Tapi setelah dia melihat sebuah rekaman Video diponselnya Kiev. Saat Kiev seperti tidak sadar karena Viola pergi, emosi Clara memuncak usai melihat siapa yang mengirimnya







