Home / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / #035 Teman Tapi Serius

Share

#035 Teman Tapi Serius

Author: aisakurachan
last update Last Updated: 2026-01-06 09:34:15
"Jangan muram begitu. Kau tahu ini hanya sementara. Aku akan membereskannya nanti. Kau tenang saja." Caius menepuk pelan bahu Raven dengan senyum ceria.

Wajah Raven tidak terpengaruh sedikitpun oleh senyum cemerlang itu, tetap penuh kerutan tidak suka. "Kau tidak pernah serius saat mengurus sesuatu, Caz! Awas saja kalau sampai gagal!" desisnya.

"Tidak akan, tenanglah. Sekarang nikmati saja teh buatan El... Hazel." Caius mengerling ke arah Ellie yan sudah melotot mengancam.

Ellie tidak tahu mereka membicarakan apa karena baru saja sampai membawa teh, dan langsung tidak ingin tahu karena lebih ingin melemparkan cangkir ke arah Caius.

Caius hanya tertawa tentu, tanpa suara, agar Raven tidak curiga. Nyaris salah menyebut nama itu bukanlah tidak sengaja. Caius sengaja ingin menggoda Ellie.

Awalnya Ellie mengira Caius memang lupa, tapi setelah terulang, Ellie akhirnya paham kalau memang Caius gemar menggoda.

"Hazel, apa kau mau membantuku? Aku membutuhkan orang lain mengangkut sesuatu." Caiu
aisakurachan

kenapa tuh 😌😌

| 4
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menipu Sang CEO Buta   #049 Suami Tapi Sejak Kapan?

    Ellie memandang tumpukan baju renang dengan kening berdenyut jengkel. Setelah berhari-hari menunggu pekerjaan kolam renang selesai, baru sekarang akhirnya Ellie bisa menjadwalkan hydrotherapy.Tapi baru akan memulai, Ellie sudah menemui sandungan menyebalkan.Sophie membeli 5 buah baju renang dengan model terbuka. Tidak ada mode full suit seperti yang biasa Ellie pakai di Gothenburg. Saat menyibak tumpukan itu, Ellie semakin meradang, karena melihat bikini dengan warna kuning, di bagian paling bawah.Ellie mengubur wajahnya dalam telapak tangan, kesal dan bingung.Beberapa hari ini, Ellie sudah bekerja keras membiasakan diri memakai gaun yang disediakan Sophie. Dan sekarang sudah bisa menerima kalau semua gaun itu memang pantas dipakai olehnya. Sophie memilih dengan baik, karena berhasil membawa sisi feminim Ellie yang jauh terkubur di balik seragam terpis dan baju selam.Tapi untuk baju renang, Ellie tidak bisa memaksakan diri menerima. Bayangan dirinya memakai baju renang one piece,

  • Menipu Sang CEO Buta   #048 Menang Tapi Tidak Menyenangkan

    "Ini." Ellie mengulurkan tongkat ke tangan Raven, dan dia berdiri dengan mudah.Tapi untuk melangkah masih cukup goyah. Sehari sebelum penembakan itu, Ellie menukar walker dengan tongkat satu kaki. Ellie menilai dia sudah cukup kuat.Tadi saat Ellie baru terbangun, dia juga berjalan menggunakan tongkat itu. Ellie benar-benar gembira melihat perkembangan ini. Sedikit lagi, Raven akan berjalan normal."Itu berarti dia tidak akan membutuhkanmu lagi, El. Kau akan dibuang. Dan jangan gembira dia ingin melihat wajahmu, hari dimana Raven melihat wajahmu, maka akan terjadi bencana." Sisi anti optimis hati Ellie mendadak membisikkan fakta yang jelas akan terjadi. Ini adalah kewajaran. Ellie akan pergi jika pekerjaannya selesai dan Raven akan murka kalau tahu siapa dirinya yang sebenarnya.Akan lebih baik kalau Ellie pergi sebelum mata Raven kembali normal. Ini adalah kenyataan yang pasti akan terjadi. Setelah ini semua, Ellie sangat sadar kalau dia akan kembali menjalani kehidupannya sebagai t

  • Menipu Sang CEO Buta   #047 Cantik Tapi Aku Juga

    "Aku juga ingin menikmati pemandangan pantai. Mungkin aku hanya akan melihat kegelapan memang, tapi setidaknya aku bisa menghirup segarnya angin laut," kata Raven, dengan nada dan wajah yang tiba-tiba berubah melankolis.Mencela betapa Ellie tidak simpatik pada keadaan matanya dengan bertanya."Aku hanya bertanya, karena biasanya kau sibuk. Tidak perlu mengubah semua menjadi drama." Ellie mendengus saat melihat Raven tersenyum puas.Sepertinya Raven melepas semua keinginannya untuk menjahili Ellie selama masa dua hari dia tidur, sekaligus sekarang.Ellie berbalik masuk, untuk mengambil mantel. Lalu sadar kalau dia tidak membawa baju apapun saat ke sini. Tidak ada benda yang terbawa selain tas yang berisi ponsel, dompet dan paspor."Lemari menempel di tembok sebelah utara. Sedikit lebih kecil dar pada yang ada di rumah yang dulu. Tapi aku rasa masih cukup untuk menampung baju kita."Penyebutan 'baju kita' membuat Ellie berbalik menghadap Raven, yang sudah menutup pintu dan bergeser ke d

  • Menipu Sang CEO Buta   #046 Nama Lain Tapi Aku Menyukainya

    NGUUUUNG!!!"Ellie mengerutkan kening, saat mendengar suara gaduh itu. Terdengar seperti suara bor. Begitu matanya terbuka, Ellie sadar dia berada di tempat asing.Kamar itu indah. Berinterior minimalis, dengan cat putih dan ranjang kayu besar bertiang. Kain putih menjuntai di setiap ujungnya. Itu adalah tatanan khas yang mirip kamar bernuansatropis.Ellie mengedipkan mata, mencoba mengingat hal terakhir yang terjadi padanya, sampai bisa terdampar di dunia yang sama sekali lain itu. Keseluruhan tema kamar itu sangat bertolak belakang dengan kamar Raven yang monokrom.KATASTARI!Ellie duduk dan memandang sekitarnya dengan lebih jelas. Di samping kanannya, tembok kaca lebar, memperlihatkan laut biru indah, segera menghadirkan senyuman di wajah Ellie.Raven tentu saja tidak berbohong saat mengatakan tempat ini akan indah. Tidak sampai sepanas pantai tropis, tapi tetap lebih cerah dibanding London apalagi Gothenburg.NGUUUNG!Ellie melonjak. Suara dengungan mesin itu kembali terdengar. "Bu

  • Menipu Sang CEO Buta   #045 Sikap Tapi Tidak Normal

    "Apa masih lama?" Ellie berdiri, sambil meremas kepalanya, yang pening berputar."Sebentar lagi. Sabar, duduk atau tidur saja. Berdiri hanya akan membuat keadaanmu semakin parah."Raven menarik tangannya, membuat tubuh Ellie terbanting di ranjang. Perjalanan yang awalnya menyenangkan, berubah menjadi petaka bagi Ellie.Bagian akhir dari perjalanan itu, harus ditempuh dengan kapal, karena Katastari ternyata terletak di sebuah pulau kecil di lepas pantai laut Ionian, Yunani.Ini adalah salah satu kelemahan yang baru diketahui oleh Ellie saat yacht yang mereka tumpangi, meluncur ke tengah laut.Pusing mual melandanya dengan amat sangat dan cepat. Ellie menyadari dengan terlambat, kalau dia ternyata tidak tahan menaiki alat transportasi air ini.Sebelum hari ini, pengalaman Ellie menaiki kapal adalah nol. Ellie merasa akan baik-baik saja karena tidak pernah mengalami masalah saat berkendara jauh dan naik pesawat, tapi ternyata kapal adalah kelemahannya. "Kau dingin sekali, Haze." Raven me

  • Menipu Sang CEO Buta   #044 Perhatian Tapi Terlalu Detail

    "Apa ini begitu mengejutkan?" tanya Raven. Yang memberi kejutan tidak merasa hal itu pantas dipermasalahkan."Tentu saja... Aku belum..."Ellie sebenarnya bermaksud mengatakan bahwa ini pertama kalinya dalam hidupnya ia berada di situasi di mana ia bisa memutuskan untuk pergi ke negara lain hanya dalam waktu sehari.Ellie hanya pernah sekali melakukan perjalanan lintas negara, dari Italia ke Inggris mengikuti ibunya. Itu pun di rencanakan dalam waktu berbulan-bulan dan rumit. Setelah itu, Ellie nyaris tidak pernah keluar dari London. Tentu saja pengetahuan Ellie tentang perjalan dan lainnya sangat sedikit.Namun, Ellie tidak akan mengaku begitu saja.“Maksudku… bagaimana dengan visa dan izin tinggal?” Ellie membelokkan arah pembicaraan, berusaha menyamarkan rasa kikuknya dengan alasan yang terdengar lebih berkelas.Raven meliriknya sekilas. Ada senyum kecil yang jelas tidak tulus karena mengandung ejekan. “Kau tidak butuh visa jika hanya ingin ke Yunani, Haze. Yunani masih masuk dalam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status