LOGINminimal tunggu setuju apa nggak dulu Caz 🙂🙂
"Kau siapa? Kenapa ada di rumah ini?" Aria mengulang pertanyaan, dan melengkapinya.Ivy yang sejak awal menyimpan rasa tak suka pada Aria, semakin menjadi, saat mendengar nada pertanyaan itu. Aria terdengar seperti seseorang yang sedang kesal, saat ada seseorang yang merambah ranah pribadinya. Seolah dia sedang marah, karena Ivy menabrak batas wilayah miliknya.Ivy belum bisa menebak, apakah wilayah yang Aria anggap miliknya itu, apakah rumah ini, atau Matteo. Ivy ingat Matteo pernah mengatakan Aria teman Ellie.Jadi wajar jika menganggap lancang saat ada orang lain yang tinggal di rumah milik Ellie. Tapi jika wilayah yang dia maksud adalah Matteo, Ivy siap berperang."Ada urusan apa ke sini?" tanya Ivy balik. Dia yang tidak seharusnya di sini."Jawab aku dulu!" Aria gusar. "Kau siapa? Apa kau tinggal di sini?!""Aku baru saja keluar dari rumah ini! Apa kau masih perlu bertanya aku tinggal di sini atau tidak?!" Kegusaran Aria memancing kekesalan Ivy."Kau benar-benar tinggal di rumah
Ivy tidak bisa mengatakan dirinya menyukai Gia dan Sara. Mereka selalu tersenyum dan menyapa, tapi entah kenapa Ivy merasa ada yang tidak beres.Gia ramah dan Sara juga sama hampir sama. Mereka tidak terlihat kaku seperti Luigi. Sedikit lebih manusiawi.Seperti yang diinginkannya, Ivy memperlakukan mereka seperti teman. Tidak ada hubungan seperti Luigi dan Mateo yang kaku itu. Hanya saja, kadang Ivy merasa mereka menyembunyikan sesuatu. Sesuatu yang berhubungan dengan dirinya.Ivy beberapa kali memergoki mereka sedang berbisik bersemangat. Mereka mendekatkan kepala dan membahas sesuatu, dengan suara yang rendah.Pada saat pertama kali melihatnya, Ivy mengira mereka sedang membahas soal kekasih, atau mungkin hobi. Namun pendapat itu segera dibantah oleh dirinya sendiri. Tidak mungkin mereka berbicara soal cinta dan hobi, dengan sikap rahasia seperti itu.Sekali dua kali Ivy tidak peduli dengan sikap itu, tapi setelah tiga hari, dan mereka selalu melakukannya, membuat Ivy kesal. Apalagi
Pemerasan, penculikan, pemalsuan dokumen, penyediaan barang bukti palsu, dan segala hal yang sekiranya akan memperlancar urusan, bisa disediakan oleh Ranallo.Bahkan penyediaan identitas kedua, seperti yang dilakukan oleh Matteo untuk membuka rekening, bisa dilakukan dengan mudah.Haakon bisa meminta cara kotor apapun, dan Matteo akan memenuhinya. Sejatinya kehidupan politik kaum bangsawan sama kotornya dengan Notte, hanya saja mereka hidup dalam gelembung indah, yang menyamarkan semua kebusukan itu dari mata orang banyak.Mungkin Haakon saat ini belum membutuhkan bantuan semacam itu, tapi cepat atau lambat dia akan butuh. Dan Matteo telah menawarkan semua itu full-service kepada Haakon, sebagai imbalan membawa Ellie ke Swedia."Kau benar-benar Matteo Ranallo?" Haakon merasa ragu."Apa aku harus menunjukkan bukti identitasku?" Matteo mengerut tidak suka.Kata 'saya' yang dipakainya untuk sopan santun sudah hilang, karena jengkel."Maaf, tapi kalian tidak pernah muncul dimanapun, tidak
Svvere mungkin adalah satu diantara anak kecil langka yang Matteo kagumi. Anak itu mengalahkan ujian hidup yang berat pada usia dini. Matteo bisa mengerti kenapa Ellie begitu memuja Svvere. Dia memang anak yang luar biasa."Bolehkah dia tidur di kamarku? Mamma bolehkah dia tidur di kamarku?"Matteo yang semenjak tadi hanya melihat Svvere menggerakkan tangan dengan cepat membentuk bahasa isyarat, sedikit kaget saat melihatnya berteriak bersemangat seperti itu. Dibalik sikapnya yang lebih dewasa, dia tetap seorang anak-anak.Permintaan Svvere disetujui dengan cepat, mereka bertiga berjalan masuk ke dalam meninggalkan Matteo, dan dia tidak keberatan. Sedikit kesendirian membuatnya berpikir dengan lebih baik. Memikirkan informasi dari Dante.Dante dengan iringan sumpah serapah, sudah mengirimkan hasil pencarian yang diminta oleh Matteo. Sumpah serapah itu karena permintaan Matteo hampir mustahil, apalagi dia memintanya dalam waktu singkat.Matteo sudah memeriksa semua laporan itu, dan tid
Matteo memarkir mobilnya di halaman mansion Ranallo tanpa memperhatikan arah. Dia langsung berlari masuk. Dalam hati dia mengutuk karena Raven kembali memberi masalah kepada Ellie.Setelah selesai membaca semua laporan Dante dulu, Matteo sadar jika Raven bukan orang yang mudah. Dia tidak hanya pengusaha playboy, namun juga seorang riskhertig, dan memiliki tunangan seorang putri raja. Latar belakang yang tidak indah dan merepotkan.Matteo sedikit menghargai bagaimana Raven mengorbankan gelarnya itu, untuk bisa bersama dengan Ellie. Pengorbanan yang menuntunnya pada masalah lain. Status buronan politik yang disandang Raven, kini menjerat leher, dan menyeretnya ke dalam penjara.Matteo menyumpahi kecerobohan Raven. Dia seharusnya tidak berada di Swedia, dan malah membuat dirinya tertangkap.Matteo akan mengingat ini dengan sungguh-sungguh. Begitu Raven keluar dari penjara, Matteo akan menggunakan alasan kebodohan ini untuk mencaci Raven.Pada saat seperti ini Matteo ingin sekali memisahka
"Begini?" tanya Matteo, menunjukkan hasil foto yang diambilnya kepada IvyItu adalah foto yang keseratus sekian kali, pada lokasi ke sepuluh. Paling tidak Matteo mengambil sepuluh sampai dua puluh foto pada masing-masing tempat.Jumlah itu dihitung hanya berdasar foto yang disetujui Ivy. Jika dirasa belum bagus, Ivy akan menghapus dan meminta foto yang baru.Sebelum vakum dari kehidupannya yang glamor, Ivy bisa dikatakan ratu i***a, dengan pengikut jutaan. Jadi pasti dia sudah terbiasa menuntut kesempurnaan dari hasil foto. Kesempurnaan yang mengantar Ivy mendapat endorsement ratusan ribu dolar dalam setiap posenya.Itu semua telah lalu tentu saja. Saat ini dia mengambil foto hanya demi kepuasan diri semata, bukan lagi demi uang.Dan jelas Ivy tidak mengunggah semua foto itu, karena hanya akan mengundang caci maki, meski secantik apapun wajah yang terpampang di foto itu nantinya.Meski sempat merasa sayang, karena lokasi yang menjadi latar belakang fotonya sangat menawan, tapi Ivy tela







