Share

Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan
Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan
Author: azzurayna

#1. Tubuh Baru

Author: azzurayna
last update Last Updated: 2025-10-27 18:56:37

“Ungh–ah!”

Suara lenguhan lembut memenuhi ruangan. Seorang gadis bertubuh elok, kini tengah dipaksa tunduk di atas ranjang diiringi desahan penuh kenikmatan dan derit tempat tidur akibat gerakan panas dua sosok di atasnya.

Wanita muda itu, Mei Anqi, terkesiap ketika kesadarannya mulai terkumpul.

Ini di mana? Batinnya bertanya.

Namun, belum sempat kesadarannya kembali sepenuhnya, rasa perih membakar datang dari bagiaj bawah tubuhnya.

“Ah!” Mei Anqi berteriak kesakitan, terbelalak kaget. Isakannya lolos begitu saja. “Sakit–terlalu dalam!”

Gadis itu hanya bisa menangis dan mendesah dalam jeratan liar pria gagah tinggi dengan setelan baju kuno itu.

Ini di mana? Siapa dia? Dan siapa pria di atas tubuhnya sekarang?

Mei Anqi ketakutan.

Bukankah dia seharusnya sudah mati? Tapi kenapa anehnya ia justru terjerat dengan pemerkosa liar ini!

Tunggu!

Mei Anqi memikirkan sebuah kemungkinan tak masuk akal.

Mungkinkah dia bereinkarnasi ke suatu era secara acak!?

“Ah!” Mei Anqi terkesiap saat tiba-tiba pria itu membalik tubuhnya yang ramping hingga terlentang.

“Jangan memikirkan hal lain saat bersamaku,” ucap pria itu, terdengar kesal, Suaranya yang rendah dan dalam membuat Mei Anqi menggigit bibir bagian bawahnya tanpa sadar.

Tiba-tiba, tangan kekar pria itu mencubit puncak merah muda miliknya yang tegak, membuat Mei Anqi menjerit dan mencapai puncak.

“Apa kau sedang memikirkan kekasihmu?” Suara bariton pria itu kembali terdengar. “Kau perlu diberi pelajaran.”

Pria itu mencium bibir ceri lembut milik Mei Anqi. Ciumannya sangat berat, brutal, dan obsesif hingga memmbuat Mei Anqi kewalahan, tubuhnya bergetar.

Mantan suaminya di kehidupan lalu bahkan tidak sekuat pria ini!

Pikiran Mei Anqi dikosongkan paksa, hanya bisa fokus pada setiap sentuhan berapi pria menawan di atasnya. Bibirnya meracau tak jelas–yang sama sekali tidak didengar oleh pria itu.

Meski begitu, Mei Anqi merasakan kenikmatan aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Satu jam berlalu, dan Mei Anqi akhirnya dilepaskan. Ruh dalam tubuhnya serasa hilang sebagian usai bergulat gila-gilaan.

Berbeda dari si pria yang masih mengenakan pakaian lengkap, Mei Anqi sangat berantakan tanpa sehelai kain pun.

Wajah tampan sang pria yang sempat dimabuk gairah bercinta, kembali ke ekspresi dingin.

“Minum obat kontrasepsinya, jangan sampai hamil,” ucapnya acuh tak acuh.

Pria itu merapikan hanfu hitamnya, kemudian berjalan pergi meninggalkan kamar.

Mei Anqi yang masih kelelahan berusaha bangun. Tapi gagal. Tubuhnya terasa lunak tanpa tulang, seperti agar-agar.

“Aku ...” Sorot mata almondnya bergetar menatap langit-langit. “Aku sungguh terlahir kembali …?”

Terlahir kembali ke zaman berbeda tanpa informasi apa pun agak berbahaya. Apalagi zaman ini jelas zaman kuno.

Mei Anqi mengedarkan pandangan, seluruh ruang kamar memiliki nuansa tiongkok tradisional. Lalu terpaku pada cermin tembaga di atas meja rias, Anqi menarik nafas dingin!

Dia betulan terlempar ke era dinasti!

Masa ketika nyawa manusia dianggap bak seekor lalat dan memiliki perbedaan kasta yang kentara!

“Aduh!” Mei Anqi sontak memegangi sisi kepalanya yang tiba-tiba sangat sakit. “Argh!”

Ingatan asing tiba-tiba mulai mendobrak paksa memori pribadinya, memaksa Mei Anqi menerima ingatan baru milik si pemilik tubuh.

Tepat saat Mei Anqi berteriak, dua pelayan kecil masuk membawa baskom air dan makanan.

“Nona Mei!”

“Nona, hati-hati!”

Gadis di ranjang nyaris jatuh ke lantai jika tidak ditangkap oleh salah satu pelayan. Pikirannya mencoba mengumpulkan seluruh potongan informasi.

Raja Yan yang kejam!

Pria kejam yang menjamah tubuh Mei Anqi tadi sebenarnya adalah Raja Agung Yan, pangeran bungsu kekaisaran, Zhen Ming. Seorang protagonis pria dari novel yang pernah ia baca.

Sekaligus pria yang nanti akan membunuhnya!

“Dari banyaknya opsi, mengapa harus di dunia ini?!” Berteriak putus asa, gadis cantik itu ketakutan. “Aku ditakdirkan mati?”

Mei Anqi ternyata masuk ke dalam tubuh wanita yang menjadi budak nafsu Raja Yan. Dikatakan bahwa dalam tubuh wanita tersebut memiliki penawar untuk racun yang ada di tubuh Zhen Ming.

Konon, racun dalam tubuh Raja Yan hanya bisa ditawarkan oleh Mei Anqi dengan cara berhubungan badan.

Akan tetapi, pemilik asli tubuh ini menolak, menyia-nyiakan kesetiaannya untuk seorang pangeran muda bodoh yang sebenarnya hanya memperalatnya. Hingga akhirnya, Mei Anqi tewas di tangan Zhen Ming karena kebodohannya tersebut.

“Tidak bisa begini,” batin Mei Anqi. Pengalaman matinya yang pertama kali membuat Mei Anqi tidak ingin merasakannya untuk yang kedua kali. “Aku harus bertahan hidup!”

Ya, ia harus melakukannya. Sekalipun ia harus menyerahkan tubuhnya untuk melayani kebuasan Zhen Ming.

Toh, dia memiliki keuntungan sebagai pemegang alur naskah, dan dia juga tahu masa depan!

“Aku tidak akan membiarkannya membunuhku!” ujar Anqi, dipenuhi tekad bekorbar.

Sementara itu, dua gadis pelayan yang sedang ada bersamanya saling bertukar pandang, bingung mengapa nona mereka agak–gila?

“Nona … apakah Anda baik-baik saja?” Xiao Yun, salah satu pelayan, bertanya takut-takut.

Baru kemudian Mei Anqi menyadari bahwa ia sudah meracau tidak jelas–dengan kondisi masih telanjang.

Buru-buru ia mengambil kain untuk menutupi tubuhnya.

“Xiao Yun,” panggil Mei Anqi. “Panggil Sun Lun. Aku ingin bertemu dengannya.”

Sang pelayan terkesiap. “Nona, jangan!” katanya. “Bagaimana jika Yang Mulia tahu Nona diam-diam menemui kekasih Nona!?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #190. Mansion Yan Huang

    Satu bulan kemudian, rumah luas bertuliskan ‘Shen’ itu ditelan kesunyian setelah anggota keluarganya berangkat dini hari menaiki kereta kuda. Para tetangga bertanya-tanya ke mana perginya keluarga Shen? Kepala Desa menjelaskan adanya kepentingan pribadi yang mengharuskan keluarga Shen pindah ke tempat lain. Sehingga rumah luas itu kini dihuni Nenek Chu seorang. Mak comblang dari Kota Xiyu terkejut mendengar calon pengantin terbaiknya pergi tiba-tiba sampai membatalkan acara pernikahan. Wanita tersebut bergegas ke rumah Shen siang hari untuk bertanya kepada Nenek Chu, tetapi Nenek Chu dengan sopan mengusirnya keluar rumah. Tidak ada yang tahu apa alasan kepergian mendadak keluarga Shen. ***Dua minggu sejak hari keberangkatan.“Sebentar lagi kita akan sampai,” ucap Zhen Ming, tangan kanannya meremas pelan jemari lentik Mei Anqi. “Kamu gugup?”Kabar kepulangannya tersebar ke seluruh pengikut, besar kemungkinan sejumlah Pemimpin Klan hadir menyambut kedatangannya. “Yang Mulia, sa

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #189. Sakit

    Suara derit pintu memecah hening. Gema derap langkah kaki datang bersamaan dengan aroma harum melati yang memenuhi udara. “Yang Mulia?” Mei Anqi baru saja selesai mandi setelah pulang dari ladang. “Jiali bilang anda sakit, apa yang terjadi?” Tubuh protagonis pria disebutkan sebagai manusia anti penyakit. Jadi Anqi terkejut ketika putrinya berteriak memintanya pulang untuk merawat Zhen Ming. Pria diranjang bergeming, tampak tertidur dengan posisi telentang. Tanpa selimut atau lapisan hanfu tebal. Lengan Anqi menyibak tirai ranjang, kemudian duduk di tepian. “Yang Mulia?” panggilnya bersuara pelan. Ujung jemari Anqi tersentak, tersengat suhu panas kulit Zhen Ming. Pria ini demam tinggi! Ia berlari keluar meminta kompres air, bubur, dan obat ke orang rumah. Lalu kembali ke kamar. “Yang Mulia, bangun dulu. Yang Mulia?” Tidur Zhen Ming terusik tepukan ringan dipipi kanannya, pria itu membuka kelopak matanya malas. Dahinya berkeringat merasakan hawa panas di sekujur tubu

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #188. Rahasia Latar Belakang Anqi

    “Tapi kami terlanjur memesan sepasang gaun pengantin, Yang Mulia.'' Bibi Chen mengungkapkan protesnya karena Zhen Ming berencana pindah ke Mansion Yan. Pria dikursi bambu itu menyentuh pelipis yang berdenyut. “Aku juga tidak mau pindah secepat ini, Bibi.” Pernikahannya dengan Mei Anqi dapat dilangsungkan sekitar dua bulanan lagi. Namun Kaisar Wu mengirim dekrit perintah memintanya bergegas pulang. Kaisar Wu dengan murah hati rela memberi kompensasi emas dan perak sebagai penebusan liburan Zhen Ming yang terpotong. “Nona sudah tahu rencana kepulangan kita?” Bibi Chen bertanya gusar. Nona Mei tampak menyukai suasana tenang nan sederhana, seperti di Desa Xinlong. Bagaimana jika Nona Mei menolak ikut kembali ke Mansion Yan? Hubungan baik Zhen Ming dan Mei Anqi baru berlangsung sebentar, apabila harus terbentang jarak jauh. Bukankah hubungan mereka berisiko merenggang? Bibi Chen tidak mau itu sampai terjadi! “Belum, aku tidak tahu cara menjelaskan kepulangan kita padanya,” s

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #187. Ciuman

    “Yang Mulia, anda serius?” Suara Mei Anqi bergetar halus. Ia menatap stempel ditangannya, ragu. “Tidakkah anda takut saya akan membawa lari benda ini?” “Aku lebih takut kehilanganmu lagi,” timpal Zhen Ming serius. “Apa gunanya status Raja jika kau tak bisa bersanding di sisiku? Aku rela menyerahkan segalanya untukmu.” Zhen Ming berlutut di depan wanita yang kini duduk di tepi ranjang. Ia sandarkan dirinya ke pelukan berbau melati itu, kemudian menutup mata. Kedua lengannya mengunci pergerakan tubuh rampingnya. Pria ini pandai sekali membuatnya goyah, batin Anqi. Seandainya saja kesenjangan gender dihapus dari Kekaisaran, Mei Anqi bisa melanjutkan hidup bermodalkan kemampuan pribadinya tanpa kawatir. Ia punya potensi untuk membangun bisnis, memulai hidup mandiri tanpa bergantung pada Raja Yan. Seribu sayang Dinasti Han belum mampu menerima kenyataan bahwa wanita bisa mengungguli seorang pria. Risiko terburuk jika dia bersikeras membangun karir sebagai wanita berstatus j

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #186. Serahkan Stempel Rajamu, Yang Mulia

    “Yang Mulia.” “Hm?” Jemari Zhen Ming sibuk menyisir surai legam Qiqi, mata hitamnya merunduk menikmati indahnya helaian halus wanita itu. “Kenapa? Seseorang mengganggumu?” Mendengar nada bicaranya tiba-tiba berubah dingin diselimuti intimidasi kuat, wanita dikursi meja rias menarik sudut bibirnya. Pria ini mencintainya, kan? Seberapa jauh cinta itu? Haruskah ia mengujinya secara langsung? “Tidak, bukan apa-apa. Saya ingin mengatakan warna merah cocok untuk anda.” Raja Yan jarang menggunakan hanfu berwarna cerah. Tetapi malam ini tubuh tinggi atletisnya dibalut hanfu jubah kemerahan. Warna cerah membantu mengurangi kesan galak dari sosok Zhen Ming. “Benarkah?” Terbatuk sebelum menjawab, Zhen Ming mendengus penuh kepuasan. “Bibi Chen membelinya tadi pagi. Dia bilang, kamu akan menyukainya jika aku pakai malam ini.” Bibi Chen sangat bekerja keras demi hubungannya dengan Zhen Ming. Mei Anqi tersenyum lembut, cermin perunggu dimeja rias memantulkan paras cantiknya

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #185. Jiwa Modern Lain?

    “Wanita bangsawan mana yang musti aku hindari?” Xiao bersaudari bertukar pandangan. “Nona, sebelumnya mohon maaf jika perkataan saya lancang. Mengapa anda peduli dengan itu?” Suara Xiao Bai melirih sedih. “Anda meragukan perlindungan Yang Mulia?” “Tidak, bukan begitu maksudku. Jangan salah paham dulu,” potong Mei Anqi cepat. Ia buru-buru menjelaskan. “Metode pertarungan wanita bangsawan kejam, aku harus tahu siapa musuhku agar bisa melindungi diriku sendiri dan anak-anak.” Wanita bangsawan dilahirkan dengan berkat kemuliaan tertinggi. Hidup bergelimang harta, ditakdirkan menikahi pria mapan dan kaya, kemudian menjadi nyonya yang sukses melahirkan seorang putra. Cerita seperti itu bagaikan mimpi terindah bagi para wanita bangsawan. Kesuksesan hidup wanita pada era ini diukur dari seberapa hebat suami dan putra yang dilahirkannya. Mei Anqi— sebagai mantan penghibur di rumah pelacuran, tak punya latar bangsawan namun berhasil memberikan dua putra dan satu putri sekaligus. P

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status