LOGINSaat sedang melihat pameran fotografi, ada orang yang menelanjangiku secara paksa dan mengikatku ke sebuah stan pameran untuk dijadikan model telanjang. Ratusan pria mengelilingiku dan tidak berhenti memotret. Foto-foto telanjangku beredar di seluruh dunia. Ketika keluargaku menemukan aku, aku meringkuk di sudut dengan gemetar. Selama lima hari, tatapan ratusan mata itu seperti pisau yang merobek jiwaku. Ketika suamiku bergegas menghampiri dan membungkusku dengan mantelnya, tangannya gemetar hebat hingga hampir tidak bisa mengancingkannya. Dia segera memberi perintah untuk menghancurkan seluruh aula pameran. Terbaring di atas tandu, dalam kesadaranku yang kabur, aku mendengar putri tiriku bertanya sambil menangis. "Ayah ... apa kita harus seperti ini? Dia ... dia sangat baik padaku ...." "Apa kamu sudah lupakan ibu kandungmu?" Suara suamiku terdengar menahan amarah saat berkata, "Thalia sudah merebut segala miliknya. Aku cuma mau tegakkan keadilan untuk ibumu!" Ternyata, semua kemalangan yang menimpaku disebabkan oleh mereka. Jadi, selama bertahun-tahun ini, apa yang kusebut rumah pada akhirnya adalah milik orang lain .... Aku hanyalah pencuri yang telah merebut keluarga orang. Berhubung semua ini tidak pernah menjadi milikku, aku ... akan mengembalikannya semua. Aku tidak menginginkan kalian lagi.
View MoreMelalui dinding kaca, aku melihat tangan kanan yang digunakan Brian untuk membubuhkan tanda tangan. Di jari manisnya, masih tersemat cincin yang berkilauan.Sungguh ironis. Dialah yang menghancurkan segalanya. Sekarang, dia juga yang masih berpegang teguh pada sedikit sisa bara yang hampir padam itu.Kemudian, aku mendengar bahwa Brian menjual properti terakhirnya dan pindah ke ruang bawah tanah yang selalu gelap di pinggiran kota. Dia menghabiskan semua uangnya untuk membeli minuman keras murahan dan menghabiskan hari-harinya dengan tenggelam dalam alkohol.Pada suatu malam musim dingin yang paling dingin, pemilik rumah menemukannya dalam keadaan tidak sadarkan diri di tengah kekacauan. Darah dari lambungnya mengalir keluar bercampur dengan alkohol. Tubuhnya sudah dingin.Dokter forensik menemukan foto pernikahan kami di saku bajunya. Di bagian belakang foto itu, dia menulis beberapa patah kata dengan begitu kuat sehingga hampir membuat kertas itu robek.[ Maaf, aku salah. ]Pada hari
Kali ini, Renata bukanlah kembali dengan penuh kemenangan. Itu karena dia sudah melakukan hal-hal yang sangat memalukan di luar negeri. Reputasinya hancur dan dia tidak bisa lagi bertahan di sana. Oleh karena itu, dia baru memutuskan untuk kembali pada Brian yang kaya dan berkuasa.Apa yang disebut "pameran foto" sebenarnya juga adalah jebakan yang sudah diatur dengan baik. Renata bukan hanya ingin merebut posisi sebagai istri Brian, tetapi juga ingin menghancurkanku sepenuhnya dan memastikan aku tidak akan pernah bisa bangkit lagi.Ketika Brian dan Maisie mengetahui hal ini, penyesalan dan amarah sepenuhnya mengalahkan akal sehat mereka. Brian mengunci Renata di ruang bawah tanah, lalu hanya memberinya semangkuk nasi busuk setiap hari. Dia memaksa Renata berlutut dan bersujud 9.999 kali dan berulang kali menyebutkan namaku.Maisie mengamati semua ini dengan dingin. Ketika Renata sudah demam hingga kesadarannya kabur, dia bahkan sengaja menendang mangkuk air hingga terbalik, lalu menga
Lima hari telah berlalu, tetapi masih tidak ada kabar dariku. Brian dan Maisie sudah tidak makan atau minum selama 72 jam. Seluruh tubuh mereka gemetar, tetapi mereka tetap menatap layar monitor dengan saksama.Bola mata Brian sangat merah. Dia dengan panik menghubungi para penyelidik swasta. Suaranya terdengar serak dan hampir putus asa, tetapi dia tidak bersedia berhenti.Pada saat ini, Renata bergegas masuk. Melihat keadaan Brian, kilatan jahat muncul di matanya. Dia mendekat dengan mata memerah. Suaranya lembut dan penuh kasih sayang saat berkata, "Brian, setelah apa yang terjadi pada Thalia, wajar saja dia merasa sedih .... Tapi, dia bersikeras untuk buat masalah di hari pameran fotografi yang telah kupersiapkan selama bertahun-tahun diadakan. Ini semua salahku. Siapa suruh aku nggak pilih hari yang baik ...." Dia terisak seperti biasa dan menunggu dihibur oleh mereka.Namun, kali ini, Brian tiba-tiba menepis tangannya. Wajahnya terdistorsi dan terlihat seperti iblis. "Minggir!
Tamu-tamu menghindar dengan panik. Aku mencakar lengan seorang istri orang kaya yang mencoba meraihku."Pergi ke neraka! Bajingan seperti kalian pantas mati!" Maisie menarik lengan bajuku dengan mata memerah. "Bibi Thalia ... Ibu sudah beri kamu Ayah dan keluarga ini .... Kenapa kamu bahkan nggak bisa menoleransi pameran fotografi kecilnya?" Aku berseru histeris, "Cukup! Aku nggak berutang apa pun padanya, apalagi kalian! Jelas-jelas, dia yang kembali untuk mencuri hidupku dan hancurkan keluargaku! Dia barulah pelakor nggak tahu malu!" Brian yang berwajah muram bergegas mendekat dan menamparku dengan kuat."Thalia! Ini adalah pameran fotografi yang sudah Renata persiapkan selama bertahun-tahun! Apa kamu bersikeras mau menghancurkan semuanya? Dasar wanita serakah dan jahat! Kasih kamu gelar istriku masih belum cukup? Kamu baru akan puas setelah paksa Renata sampai mati? Sepertinya, aku sudah terlalu memanjakanmu selama ini!" Aku tersenyum getir, lalu memejamkan mata dan tidak mengat
Para istri orang kaya itu langsung panik dan melarikan diri sambil berteriak. Beberapa orang kehilangan sepatu hak tinggi mereka, tetapi tidak berani mengambilnya dan bergegas keluar dengan tertatih-tatih.Maisie dengan panik menarik selimut untuk menutupi tubuhku yang telanjang. Suaranya bergetar k
Kesadaranku terombang-ambing dalam kegelapan. Aku mendengar percakapan orang dengan suara yang sengaja direndahkan."Ayah, Bibi Thalia nggak pernah suka bersosialisasi, tapi kamu malah sengaja mengaturkan orang-orang itu mengunjunginya di rumah sakit. Akan betapa sedihnya dia setelah dengar gosip me
Maisie jelas-jelas tahu rencana kotor di balik "pameran fotografi" ini. Namun, dia masih berpura-pura menangis di sini. Dia mempertanyakan kekejaman Brian, tetapi tidak pernah menyadari bahwa rasa plin-plannya sendiri juga seperti pisau yang menusukku.Aku tidak bisa membuka mata ataupun menunjukkan
"Ayah, kamu benar-benar nggak akan bawa Bibi Thalia ke rumah sakit? Tubuhnya panas banget .... Kalau begini terus, akan terjadi sesuatu!" Suara putri tiriku terdengar gemetar saat dia dengan lembut menyentuh dahiku yang panas."Diam!" Brian menyela dengan tajam, "Pergi ke rumah sakit sekarang? Untu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.