Beranda / Romansa / Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih / Bab 8 - Kecantikan yang Mirip

Share

Bab 8 - Kecantikan yang Mirip

Penulis: Pena Ilusi
last update Terakhir Diperbarui: 2024-08-24 05:03:15

"Katakan, kenapa namamu bisa mirip dengan namaku, hmm?" Kanaya memasang ekspresi polos demi menyamai polah gemas Rozana. Berharap mendapat jawaban terbaik atas pertanyaan tersebut, Kanaya pun ikut manggut-manggut seiring rentak suara si anak.

"Papa syuka nama Losyana."

Jawaban yang semula Kanaya tunggu-tunggu, lantas terlontar dari bibir mungil sang batita cantik.

Dia yang semula berdebar, berubah menjadi tertawa, gemas akan cara natural bocah itu menjawab pertanyaannya.

“Ya, aku juga setuju. Rozana nama yang bagus.” Kanaya terkikik sendiri. Agaknya, Rozana cilik ini bisa menjadi teman akrabnya selama tinggal di sini.

Saat sedang asyik bermain bersama, tiba-tiba langit berubah mendung. Tidak ingin anak asuhnya itu sakit, Kanaya lantas mengajak Rozana masuk, usai membereskan bekas makan bocah itu.

Baru akan menggendong si batita, seseorang sudah berdiri dengan raut wajah yang begitu menyiratkan kemarahan.

"Apa kau mau membunuh anakku dengan memberinya makan di taman?!" teriak ketus seo
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab 29 - Misteri Kelam Masa Lalu

    "Sekretaris Jeny dikabarkan berada di luar negeri. Namun, keberadaannya sulit dicari sebab dia masih dalam pengawasan Mr. G."Hujan di luar masih belum reda. Rintiknya tipis, berirama menyentuh atap saat Arkana menutup map yang dipegangnya. Kelopak matanya yang sedikit tebal terlihat berkedip menyesuaikan cahaya lampu ruangan yang terang. Bibirnya ikut bergerak, perlahan mengerucut sebelum dia mulai kembali bicara."Jeny menghilang dan ayah mengalami gangguan mental, semua gara-gara Mr. G. dari Royal Group?!"Sekretaris Sena mengangguk, posisi duduknya tetap siaga."Betul, sejak kejadian itu, sistem reservasi mendadak lumpuh. Proyek pembangunan tertunda hingga saat ini karena 'izin yang mendadak bermasalah'. Penyakit Tuan Julio tidak bisa disembuhkan, investor mulai panik dan saham goyah."Arkana menyandarkan punggungnya ke kursi. Sorot matanya menajam."Mr. G... Sekretaris Jeny... Royal Group...." Ucapannya terhenti, mencoba menganalisa apa yang ada dalam benaknya, bersamaan Sekretar

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab 28 - Nyanyian Tidur

    Kanaya berkata dengan nada halus, jemari lentiknya bergerak lembut membelai punggung kecil yang kini sudah mulai menengadahkan kepalanya."Lohsyana takut," ucapnya lagi masih dengan nada pelan yang sama. "Mama...." Anak itu tercekat seiring irama hujan pertama yang mengentak, menyapa atap rumah. Di luar jendela terlihat titik-titik air serupa bijian jatuh, gemericik berirama basah dan dingin. Balita Rozana tiba-tiba menangis keras.Kanaya segera menggendongnya, mendekap erat tubuh mungil yang gemetar itu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang sambil membujuk, mengulang tanya."Tenang dulu, ya, Nak. Em, em, mama kenapa, Sayang? Cerita, deh, sama Bunda."Bocah Rozana terisak, kepalanya ikut menggeleng kecil. "Ma-mama... dibawa... Om," ucapnya gagap dengan suara manja yang khas, napas halusnya tersengal dan dua tangan kecil itu mengepal.Kanaya menggeleng pelan, menahan perih di dada, lalu merapatkan pelukan."Tidak, Sayang, itu cuma mimpi. Mama aman, mama baik-baik saja, oke," katany

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab 27 - Milik Siapa?

    Sakelar ditekan, lampu kamar tidur menyala. Kanaya melangkah gontai menuju meja rias berdesain mewah dan meletakkan tas selempangnya sembarangan. Melihat pantulan diri sendiri di depan cermin saat ini memperjelaskan hatinya yang kusut. Helaan napas lelah terdengar, bayangan akan perlakuan Arkana berseliweran di isi kepalanya membuat dia seketika mengumpat."Lelaki brengsek itu ...," Kanaya meraba wajahnya dengan kedua telapak tangan, "memalukan sekali," gumamnya kesal. Kini dirinya harus berjuang keras membuang ingatan buruk tentang Arkana. Kanaya kembali melirik arloji di tangan, dia ingin segera mandi. Namun, pegal membawa setengah raganya berbaring di kasur berukuran keluarga. Tiba-tiba, dia menyadari sesuatu."Ah, bukannya ini kamar Arkana?" Matanya mengedar sekeliling. Dinding ruangan bernuansa hijau olive berpadu dengan langit-langit berwarna putih dan gorden hijau muda terlihat begitu memanjakan mata, sungguh sebuah keindahan yang meneduhkan hati seakan pemiliknya berperasaan

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab - 26

    Ruang rawat inap sore itu terlihat lebih tenang. Kanaya baru saja membuat Tuan Julio kembali tertidur pulas setelah beberapa lama menghiburnya dengan berbagai cerita masa lalu. Tawa dan air mata ikut mewarnai suasana sekaligus menjadi momen pengikat emosi mereka. "Ayah, lihatlah sahabatmu. Dia bahkan tak ingin melepaskan tanganku." Kanaya bermonolog, mengenang beberapa momen indah masa kecilnya ketika masih berkumpul bersama almarhum sang ayah dengan pria yang kini sedang terbaring di hadapannya. Dari sebelum tidur, Tuan Julio sudah meraih dan menggenggam tangan Kanaya seolah menahannya agar tidak pergi. Bahkan dalam lelap pun dia masih terus menggenggam jemari lentik itu membuat Kanaya terpaksa harus bersabar menunggu. Banyak kejadian tak terduga di sana dan Kanaya tetap siaga melayani sampai tugas hari itu tuntas. "Semoga besok lebih baik, Paman," ucapnya lagi, memandang penuh harap pria yang kini terlelap. Tepat di ujung senja, Nyonya Emily baru kembali menemuinya. Tentu deng

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab 25 - Momen yang Dirindukan

    "Panggil aku ayah," ujar Julio mantap, seketika membuat Kanaya tersentak."Oh, Tuhan!" Kanaya melirik canggung pada Arkana. Pria itu masih diposisi dan pandangan yang sama, tidak terbaca. Namun, Kanaya tak mampu menepis perasaannya sendiri dan langsung membuat penyetujuan dengan gerakan sangat pelan. Hatinya menjerit haru sebab tak menyangka pria berbadan kurus yang menerima kebutuhan nutrisi lewat bantuan slang itu sedang membangun momen yang sangat dia rindukan, interaksi antara ayah dan anak."Wah, ini panggilan yang luar biasa, Paman. Eh, Ayah," seru Kanaya antara senang dan haru. Tanpa sadar, dia tergelak sambil mendongakkan kepala, membiarkan leher jenjangnya terekspos indah. Ekspresi yang campur aduk ditunjukkan lewat tawa lepas membuat Arkana di ujung pintu ikut menarik bibir tipis. Apa yang terekam jelas di mata (leher jenjang terekspos indah) membuat dia langsung menelan ludah dan mendengus kasar. Pikiran lelaki itu mendadak kacau. Namun, suara berat Tuan Julio tiba-tiba men

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab 24 - Demi Pekerjaan

    "Kau Naya putri Sanjaya, kan." Julio yang yang masih terbaring di ranjang, tiba-tiba angkat bicara.Suara matang itu menggema datar, memotong pembicaraan antara dirinya dengan Nyonya Emily, membuat Kanaya langsung menoleh dan menjawab gagap."B-betul, Tuan, saya sendiri."Detik berikutnya, pria bercambang lebat itu tampak memegang kepala dan sedikit meringis. Aura dominannya menguar meski badannya masih lemah, menatap Kanaya dengan pandangan tidak terbaca. Sambil menarik bibir miring, pria paruh baya itu bertitah penuh kuasa."Mendekatlah." Ucapan pendeknya memicu suasana di sekitar menjadi lebih dingin dan mencekam. Bau obatan dan cairan infus menambah kesan horor di hati Kanaya.Gadis itu menahan napas, tangannya dingin. Rasa gugup tiba-tiba menjalar dalam dirinya. "A-ada yang bisa saya bantu, Tuan?""Aku bilang, mendekatlah." Sorot mata seram dan nada ucapan itu masih sama, datar dan terdengar seperti paksaan yang menakutkan.Kanaya masih berdiri mematung. Dari kaki ranjang, dia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status