Share

014 || Bingung

Penulis: Diva
last update Tanggal publikasi: 2026-02-16 19:56:47

Ucapan itu keluar tanpa emosi, tetapi cukup untuk membuat dada Yuwen Shuang terasa sesak. Ia tidak segera bergerak.

Asap dupa tipis melayang di udara, mengaburkan rupang di dalam aula. Bunyi lonceng kecil terdengar dari dalam, pelan dan teratur, seolah tidak terpengaruh oleh apa pun yang terjadi di luar.

Han Ruoxi menatapnya sekilas. “Putri?”

Yuwen Shuang menunduk. “Kita masuk, Nyonya.”

Biksu tua itu menepi, memberi jalan.

Mereka melangkah melewati ambang pintu. Lantai batu terasa dingin b
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   153 || Zhao Fenglin Gugur!

    Kabut di bibir jurang bergerak seperti makhluk hidup, melingkari tebing dan kaki-kaki kuda yang gelisah.Zhao Fenglin berdiri tegak di tengah lingkaran musuh. Darah menetes dari ujung jarinya, membasahi gagang pedang hingga licin. Napasnya berat, namun sorot matanya tetap setenang dan sedingin malam.Huo Ren menurunkan pedangnya sedikit.Dari jalur utara, derap kuda semakin jelas. Belasan penunggang muncul membawa obor, berhenti di kejauhan tanpa mendekat. Mereka mengenakan pakaian biasa, seperti pasukan pengawal perjalanan, namun gerakan mereka terlalu rapi untuk orang biasa.Benar kata Huo Ren.Mereka adalah saksi. Saksi yang akan membawa kabar ke ibu kota.Huo Ren tersenyum tipis. “Lihat? Bahkan langit malam pun ingin menyaksikan akhir hidupmu.”Zhao Fenglin menoleh sekilas ke arah rombongan baru itu, lalu kembali menatap Huo Ren.“Kalau begitu,” katanya datar, “kau pasti sangat takut aku masih bernapas.”Senyum Huo Ren memudar. Ia mengangkat tangan memberi titah. “Habisi dia.”De

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   152 || “Saksi Untuk Kematianmu, Zhao Fenglin!”

    Zhao Fenglin menatap jurang, kemudian tersenyum tipis. “Siapa bilang aku yang akan jatuh?” Kalimat itu membuat pemimpin bertopeng menyipitkan mata. Angin gunung berhembus keras di bibir tebing, membawa kabut tipis dan bau air sungai yang mengamuk jauh di bawah. Tanah di bawah kaki kuda licin oleh hujan malam, penuh kerikil longgar yang mudah runtuh. Pemimpin bertopeng mengangkat pedangnya sedikit. “Masih sempat bercanda saat ajal di depan mata?” Zhao Fenglin tidak menjawab. Ia hanya menepuk leher kudanya pelan, lalu memutar setengah tubuh. Posisi itu membuat punggungnya menghadap jurang, seolah benar-benar terdesak tanpa jalan keluar. Puluhan penunggang mulai menyebar, menutup sisi kiri dan kanan. Mereka tidak ingin memberi celah sekecil apa pun. Wei Chen selalu mengatakan satu hal tentang Zhao Fenglin. Jika pria itu tampak tenang saat terpojok, berarti orang lain sedang berjalan masuk ke perangkap. Pemimpin bertopeng menghentakkan kudanya maju dua langkah. “Turun dari k

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   151 || Pengecut!

    Gelombang hitam itu datang tanpa ragu.Puluhan penunggang bertopeng memacu kuda lurus ke arah satu orang yang berdiri di tengah jalur sempit. Cahaya obor menari di bilah pedang mereka, memantulkan kilau dingin yang mematikan.Zhao Fenglin tidak mundur.Ia menghentakkan kudanya maju lebih dulu.Benturan pertama pecah seperti petir. Pedangnya menebas dari atas, membelah topeng dan tengkorak penyerang terdepan dalam satu garis lurus. Tubuh itu jatuh dari pelana sebelum sempat menjerit.Kuda-kuda di belakang kacau sesaat.Ia memanfaatkan celah itu. Bilahnya berputar ke samping, memotong leher penunggang kedua. Darah menyembur panas ke udara malam.“Lewat!” raung Shen Yu dari belakang.Shen Yu menerjang bersama belasan prajurit tersisa, menghantam sisi kanan musuh. Tawa gilanya kembali pecah meski wajahnya pucat karena kehilangan darah.Gu Liang di jalur tebing memaksa kudanya melompati batu besar sambil menyeret dua prajurit terluka. Tombak patahnya masih menghantam siapa pun yang terlalu

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   150 || Firasat Yuwen Shuang

    Malam telah larut sepenuhnya.Di kediaman Zhou, tepatnya di dalam kamar, hanya cahaya lampu minyak yang tinggal separuh menyala. Bayangannya bergoyang pelan di dinding, memanjang lalu memendek mengikuti tiupan angin dari celah jendela.Yuwen Shuang terbangun dalam keadaan duduk.Napasnya tidak teratur. Ujung rambut di pelipisnya basah oleh keringat dingin. Selimut yang menutupi tubuhnya telah bergeser setengah, jatuh di pangkuan tanpa ia sadari.Dadanya terasa sesak.Untuk beberapa saat, ia hanya menatap ke depan dengan mata kosong, berusaha membedakan mana mimpi dan mana kenyataan. Ingatan di kepalanya kacau seperti potongan kain yang tercabik-cabik.Rasa pahit di lidah. Suara seseorang berteriak, cangkir pecah, lalu gelap.Yuwen Shuang menunduk perlahan. Jemarinya menyentuh lehernya sendiri, lalu bergerak ke dada kiri. Detak jantung di sana begitu cepat, menghantam telapak tangannya tanpa ritme.Perasaannya sangat tidak enak.Seolah sesuatu sedang terjadi di tempat yang tidak bisa i

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   149 || Kalah Jumlah

    Wei Chen menoleh tajam ke arah lereng.Dari kegelapan hutan, bayangan-bayangan baru bermunculan di antara batang pohon. Obor kecil menyala satu per satu, memperlihatkan puluhan penunggang lain yang turun melalui jalur sempit di sisi atas.Semua memakai topeng hitam yang sama.Wajah Gu Liang berubah keras. “Mereka menunggu di sini sejak awal.”“Bukan menunggu,” gumam Wei Chen. “Mereka sudah menghitung jalur pulang kita.”“Mereka sudah menunggu kalau perang kali ini dimenangkan oleh kita!” Shen Yu ikut menyambut sambil mengusap keringat pada dahinya. Gelombang kedua langsung turun menghantam sisi belakang barisan Yuwen. Prajurit yang sedang menjaga kereta medis terkejut dan nyaris tak sempat mengangkat senjata. Jeritan pecah di tengah malam saat kuda-kuda menyeruduk masuk.Formasi Yuwen buyar.“Lindungi kereta!” raung Gu Liang sambil mencabut tombak cadangan dari punggung prajurit mati di dekatnya.Ia menerjang ke belakang, memukul jatuh satu penyerang dari pelana lalu menusuk penungga

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   148 || Serang!

    Udara di jalur pegunungan mendadak membeku.Para penunggang berkuda itu terus melaju tanpa memperlambat langkah. Jumlah mereka puluhan, mungkin lebih, bergerak dalam barisan rapat seperti pasukan yang telah berlatih berkali-kali. Wajah mereka tertutup topeng hitam polos, tanpa lambang, tanpa warna, tanpa identitas.Namun Zhao Fenglin mengenali mereka.Ia pernah melihat topeng semacam itu malam penyergapan di penginapan beberapa bulan lalu. Malam saat perjalanan menuju Ibu kota setelah menyelamatkan Yuwen Shuang dari kerajaan Ling. Tatapannya langsung berubah tajam.Wei Chen menangkap perubahan itu lebih dulu. “Jenderal, sepertinya kita pernah melihat mereka!”Zhao Fenglin mengangguk. “Mereka yang menyergap kita di penginapan malam itu!” Bukan Zhao Fenglin yang menjawab, melainkan Gu Liang.“Turun dari kuda jika ingin hidup lebih lama,” jawab Zhao Fenglin dingin.Wei Chen tidak bertanya lagi. Tangannya segera terangkat memberi aba-aba ke belakang.“Formasi bertahan!”Wei Chen mengger

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   061 || Yuwen Liao

    Bibi Sun tidak langsung menjawab pertanyaan itu.Pelayan tua itu menundukkan kepalanya sejenak, seolah sedang mengingat kembali semua percakapan yang ia dengar dari para kasim dan pelayan di luar.“Sejauh yang hamba dengar … belum ada kabar seperti itu, Niangniang.”Li Mei menatapnya tanpa berkedip

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   029 || Penyerangan

    “Ibu ….”Suara Yuwen Shuang tenggelam di tengah hiruk-pikuk pertempuran.Kereta kembali berguncang keras. Sesuatu menghantam sisi luarnya hingga kayu tebal itu berderak seakan ingin pecah. Mei’er menjerit pelan dan semakin merapat, sementara Yunxi memeluk tubuh majikannya erat, berusaha menahan gun

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   009 || Permintaan Maaf

    “Fenglin, kau harus sadar sikapmu pada istrimu itu salah!” Han Ruoxi kembali membuka suara saat melihat putranya hanya diam saja. Tatapan wanita itu tajam putranya yang tak mengalihkan sedikitpun pandangan darinya. “Ibu tahu kalau kau tidak bisa menerima pernikahan itu. Tapi cara kamu meninggalk

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   008 || Belajar Menjadi Seorang Istri

    Yuwen Shuang menoleh, ia sedikit melebarkan matanya saat melihat sosok pria yang berdiri satu meter di depannya. “J-jenderal Zhao,” ucap Yuwen Shuang sedikit gugup. Ia menundukkan sedikit kepalanya dengan sopan. “Ini sudah malam, kenapa kau belum tidur?” Zhao Fenglin kembali membuka suara. Ia me

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status