Home / Historical / Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa / 017 || Rasa Bersalah Seorang Ibu

Share

017 || Rasa Bersalah Seorang Ibu

Author: Diva
last update Last Updated: 2026-02-18 22:40:53

“Putri baru saja makan dan minum obat. Saat ini sedang istirahat,” jawab Han Ruoxi dengan sopan.

Selir Li Mei sedikit menunduk mendengar itu. Ia kembali menatap wanita di depannya, dan berucap dengan ragu. “Apakah aku boleh melihat keadaan Shuang’er?”

“Ah, tentu saja boleh. Mari saya antar ke kamar Shuang’er.”

Han Ruoxi menjawab begitu cepat. Ia mengajak Selir Li Mei menuju kamar Yuwen Shuang.

Selir Li Mei tak langsung bergerak. Ia melirik pelayan pribadinya yang berdiri di sisinya.

Ini
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   056 || Kedatangan Kasim Lu Dehai

    Han Ruoxi akhirnya melepaskan pelukan itu. Kedua tangannya masih memegang lengan putranya saat ia menatap wajah Zhao Fenglin dengan seksama.Untungnya wajah putranya tetap tertutup kain hitam seperti biasa, sehingga ekspresinya tidak terlalu terlihat oleh banyak orang.Namun bagi Han Ruoxi, itu tidak penting. Yang penting putranya berdiri di hadapannya dengan selamat. Wanita itu kemudian menoleh kembali ke arah Yuwen Shuang.Tatapannya melembut.“Cepat masuk ke dalam,” katanya sambil mengusap sudut matanya. “Kalian pasti lelah setelah perjalanan panjang.”Ia segera memberi isyarat kepada para pelayan di sekitar mereka. “Siapkan air hangat untuk Putri. Panggil tabib juga.”Para pelayan langsung menundukkan kepala. “Baik, Nyonya!”Halaman kediaman Zhao yang tadinya hanya dipenuhi bisikan lega kini kembali menjadi sibuk. Para pelayan bergerak ke sana kemari menjalankan perintah.Sementara itu Han Ruoxi berdiri di antara Zhao Fenglin dan Yuwen Shuang, menatap keduanya dengan perasaan yang

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   055 || Sampai Ke Kediaman Zhao

    Kuda hitam yang ditunggangi Zhao Fenglin akhirnya memperlambat langkahnya di depan gerbang besar Kediaman Zhao.Derap langkah rombongan di belakangnya ikut berhenti satu per satu. Gerbang kayu tinggi itu terbuka lebar, memperlihatkan halaman luas yang sudah begitu akrab bagi para pelayan di dalamnya. Begitu sosok Zhao Fenglin terlihat di barisan depan, beberapa pelayan yang sedang bekerja langsung tertegun.“Jenderal!”Salah satu dari mereka hampir tidak percaya pada apa yang dilihatnya.Di sisi gerbang, kepala pelayan kediaman Zhao yang sudah berusia setengah baya segera melangkah maju dengan wajah terkejut. Namun keterkejutan itu dengan cepat berubah menjadi kelegaan yang begitu jelas.“Jenderal Zhao!”Ia menundukkan tubuh dalam-dalam, lalu buru-buru menoleh ke arah para pelayan yang berdiri tidak jauh dari sana.“Cepat! Segera laporkan kepada Nyonya bahwa Jenderal telah kembali! Putri juga bersama beliau!”Beberapa pelayan langsung berlari menuju halaman dalam tanpa menunda.Suasan

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   055 || Memasuki Ibu Kota

    Beberapa hari telah berlalu sejak mereka meninggalkan kota kecil itu.Perjalanan menuju ibu kota kekaisaran tidaklah singkat. Rombongan Zhao Fenglin harus melewati beberapa kota kecil dan jalur pegunungan sebelum akhirnya memasuki wilayah provinsi Jingzhou.Selama beberapa hari itu, mereka beberapa kali berhenti di penginapan untuk beristirahat. Tidak ada lagi penyergapan seperti malam itu. Namun para prajurit tetap berjaga dengan kewaspadaan yang sama. Setiap kali mereka berhenti di suatu tempat, penjagaan selalu diperketat. Tidak seorang pun benar-benar merasa aman.Pagi itu, langit cerah tanpa awan. Jalan tanah yang mereka lalui mulai berubah menjadi jalan batu yang lebih lebar dan rapi. Tanda bahwa mereka telah mendekati pusat kekaisaran.Di depan rombongan, Wei Chen yang menunggang kudanya perlahan memperlambat langkah.“Jenderal,” katanya sambil menoleh ke belakang.Zhao Fenglin yang menunggang kuda hitamnya segera mengangkat pandangan. Wei Chen menunjuk ke arah depan.“Lihat i

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   053 || Bahaya

    Langkah Zhao Fenglin berhenti di depan kamar yang dimaksud.Lorong penginapan itu kini jauh lebih sunyi dibanding beberapa saat sebelumnya. Hanya terdengar suara langkah para penjaga yang masih memeriksa ruangan di lantai bawah.Lampu minyak di dinding bergoyang pelan tertiup angin malam yang masuk dari jendela-jendela yang terbuka.Wei Chen, Gu Liang, dan Shen Yu berdiri beberapa langkah di belakang Zhao Fenglin.Tatapan mereka semua tertuju pada pintu kayu di hadapan sang jenderal.“Ini kamarnya, Tuan,” kata pemilik penginapan dengan suara pelan. Ia berdiri agak jauh seolah tidak ingin terlalu dekat dengan situasi yang membuatnya gugup.Zhao Fenglin tidak langsung menjawab.Tangannya perlahan mendorong pintu itu.Pintu kamar terbuka pelan.Di dalamnya tampak sebuah ruangan sederhana seperti kamar-kamar lain di penginapan itu. Sebuah meja kecil berdiri di dekat jendela, sementara tempat tidur di sudut ruangan masih rapi.Tatapan Zhao Fenglin langsung menyapu seluruh ruangan dengan ce

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   052 || Memastikan?

    Zhao Fenglin dengan cepat menendang pedang itu dengan kuat hingga terlempar cukup jauh. Yuwen Shuang tak bernapas selama beberapa saat. Pedang itu nyaris mengenai dadanya jika saja Zhao Fenglin tak bergerak cepat menendangnya. Gadis itu menyentuh dadanya sendiri, ekspresi wajahnya begitu syok.Pria bertopeng itu menggeram saat pedangnya terlempar cukup jauh. Ia sedikit mundur untuk mengambil pedang miliknya.Dua rekannya langsung menyerang bersamaan dari dua arah berbeda. Namun Zhao Fenglin justru bergerak maju ke arah mereka.SREET!Pedangnya meluncur lurus seperti kilat. Pembunuh kedua bahkan tidak sempat bereaksi ketika bilah itu menembus bahunya.“UGH—!”Tubuh pria itu tersentak mundur. Pada saat yang sama Zhao Fenglin menarik pedangnya kembali.Darah menyembur tipis ke udara. Namun pria bertopeng dan satu pembunuh lainnya sudah menyerang dari kiri dan kanan.CLING!Zhao Fenglin menangkis satu pedang.Namun pedang lainnya hampir mengenai bahunya.SREET!Yuwen Shuang refleks meng

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   051 || Penyergapan

    Lampu-lampu minyak di sepanjang jalan sudah dinyalakan, sementara sebagian besar pedagang mulai menutup lapak mereka. Suara percakapan perlahan mereda, digantikan oleh hembusan angin malam yang menyapu lorong-lorong sempit di antara bangunan.Namun ketenangan itu tidak benar-benar ada.Di atap bangunan seberang penginapan, beberapa bayangan bergerak tanpa suara.Pria bertudung yang mengenakan topeng itu masih berdiri di tepi atap, menatap ke arah jendela-jendela lantai dua penginapan.Matanya menyipit tipis.“Sudah dipastikan?” tanyanya rendah.Salah satu anak buahnya yang berlutut tidak jauh darinya segera menjawab, “Kami sudah mengawasi sejak mereka masuk.”Ia menunjuk ke arah jendela di ujung lorong lantai dua.“Target berada di kamar itu.”Pria bertopeng itu mengikuti arah yang ditunjuk. Lampu minyak di dalam kamar itu masih menyala samar di balik kertas jendela.Ia terdiam beberapa saat sebelum akhirnya berkata pelan,“Bagus.”Angin malam berhembus melewati atap-atap bangunan. Be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status