Compartilhar

018 || Mimpi Buruk?

Autor: Diva
last update Data de publicação: 2026-02-18 23:54:32

“Ibu ….”

Suara itu kembali lolos dari bibir Yuwen Shuang.

Selir Li Mei kembali berbalik. Ia mendekat kembali, jantungnya berdebar tanpa alasan yang jelas. Kedua mata itu masih terpejam, bulu matanya bergetar pelan seolah sedang terjebak dalam mimpi yang tak ingin dilepaskan.

“Ibu, jangan pergi .…”

Tubuh Yuwen Shuang bergerak gelisah. Keningnya dipenuhi keringat dingin, sementara kedua tangannya mencengkeram selimut erat seakan tengah berusaha menahan seseorang yang hendak menjauh.

Napas Selir
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   172 || Paksa Mereka Keluar!

    Pertarungan di Desa Heishan berubah semakin brutal.Kabut malam bercampur bau darah dan asap obor. Suara logam beradu menggema di antara rumah-rumah kayu, memecah kesunyian hutan hitam.Penduduk Heishan bukan prajurit biasa.Mereka bergerak cepat di medan gelap, muncul lalu menghilang di balik kabut seperti bayangan. Anak panah meluncur dari atap rumah dan pepohonan, membuat pasukan kekaisaran kesulitan bergerak maju.Namun pengawal bayangan Huo Ren juga bukan lawan lemah.Salah satu dari mereka menerjang maju melewati hujan panah sebelum menebas seorang penduduk desa tanpa ragu.Jeritan langsung terdengar.Mata Kepala Desa Heishan berubah merah.“Bunuh mereka.”Pria besar itu mengangkat kapaknya lalu menghantam seorang pengawal sampai tubuhnya terpental keras ke tiang kayu.Di sisi lain, Shen Yu bergerak seperti orang gila.Pedangnya berputar cepat di tengah kabut, meninggalkan garis darah di mana pun ia lewat.“Tiga.”Ia tersenyum tipis sambil menatap tubuh yang jatuh di depannya.“

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   171 || Bertemu Huo Ren

    Kabut hitam bergerak perlahan di antara rumah-rumah kayu Heishan. Api obor memantulkan cahaya merah samar di wajah Huo Ren saat pria itu melangkah memasuki desa bersama belasan pengawal bayangan. Tak ada suara selain desiran angin malam membuat suasana terasa semakin menyesakkan. Di depan rumah utama, Wei Chen berdiri paling depan dengan pedang terhunus. Gu Liang dan Shen Yu berada di sisi kanan kirinya. Sementara para penduduk Heishan mulai bermunculan dari balik bayangan rumah dan pepohonan dengan busur serta tombak di tangan. Tatapan Huo Ren menyapu mereka sekilas sebelum berhenti pada Wei Chen. “Kalian benar-benar memilih berkhianat pada kekaisaran demi Zhao Fenglin.” Wei Chen tak bergerak sedikit pun. “Yang lebih dulu berkhianat bukan kami.” Tatapan Huo Ren langsung berubah dingin. Namun sebelum ia sempat bicara, suara langkah pelan terdengar dari belakang Wei Chen. Semua orang menoleh. Zhao Fenglin keluar dari rumah kayu perlahan. Tubuhnya masih tampa

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   170 || Ambisi Huo Ren

    Malam di Heishan berubah kacau. Belum sampai setengah shichen sejak pasukan kekaisaran memasuki hutan, suara jeritan pertama terdengar dari arah selatan. Lalu disusul suara panah. Dan setelah itu, hutan kembali sunyi. Sunyi yang justru membuat bulu kuduk berdiri. Di antara kabut hitam, pasukan kekaisaran mulai kehilangan arah. Jalur yang tadi mereka lewati mendadak berubah. Pohon-pohon besar tampak sama di segala sisi. Bahkan suara langkah rekan sendiri terdengar jauh dan tidak jelas. “Komandan, kita kehilangan kelompok depan.” Seorang wakil pasukan melapor dengan wajah tegang. Huo Ren menatap sekitar dengan dingin. Kabut malam makin tebal. Bahkan cahaya obor mulai sulit menembus gelap. “Terus maju.” “Komandan, wilayah ini aneh.” Tatapan Huo Ren langsung tajam. “Takut?” Prajurit itu langsung menunduk. Namun belum sempat siapa pun bicara lagi, suara ranting patah terdengar dari samping. Puluhan pemanah langsung mengangkat busur. Siluet samar bergerak cepat di antara pepoho

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   169 || Memasuki Hutan

    Api tungku di dalam rumah kayu berderak pelan. Tak ada seorang pun langsung bicara setelah Zhao Fenglin mengucapkan kalimat itu. Ada pengkhianat di pasukan barat. Kalimat sederhana, namun cukup membuat seluruh ruangan terasa lebih dingin. Wei Chen menatap Zhao Fenglin lama sebelum akhirnya bertanya pelan, “Kau yakin?” Zhao Fenglin bersandar lemah di ranjang kayu. Wajahnya masih pucat karena demam, namun sorot matanya tetap tajam. “Malam itu hanya beberapa orang yang tahu jalur pergerakanku.” Gu Liang mengerutkan rahang. “Termasuk kita.” “Ya.” Shen Yu melipat tangan di dada sambil menatap lantai beberapa saat. “Berarti seseorang sengaja memberi informasi pada Huo Ren.” Suasana kembali sunyi. Di luar rumah, suara angin malam bercampur langkah penjaga yang mondar-mandir di desa. Kepala Desa Heishan akhirnya membuka suara. “Kalau orang istana benar-benar masuk ke sini malam ini, apa rencanamu?” Wei Chen menoleh. “Kami akan menahan mereka di luar desa.” Pria besar itu mende

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   168 || Penghianat?

    Angin malam bertiup dingin melewati celah-celah rumah kayu Desa Heishan. Kabut semakin tebal. Dari kejauhan, cahaya obor pasukan kekaisaran tampak samar bergerak di antara pepohonan hitam seperti bayangan hantu. Di dalam rumah, suasana menjadi semakin tegang. Kepala Desa Heishan menatap Zhao Fenglin beberapa saat sebelum akhirnya berbicara. “Kalau mereka datang untukmu, kami bisa menyerahkanmu keluar desa.” Gu Liang langsung mengangkat kepala tajam. “Apa?” Namun Zhao Fenglin justru tetap tenang. Tatapannya bertemu langsung dengan pria besar itu. “Kalau aku di posisi Anda, aku juga akan berpikir sama.” Jawaban itu membuat Kepala Desa sedikit menyipitkan mata. Wei Chen melangkah maju. “Kami tidak datang untuk menyeret Heishan ke masalah.” “Kalian sudah melakukannya saat membawa setengah pasukan istana ke hutan ini.” Suasana kembali hening. Tak ada yang bisa membantah. Heishan memang wilayah terasing yang selama puluhan tahun menghindari urusan kekaisaran. Jika pasukan istana

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   167 || Hutan Selatan

    Hutan Heishan semakin gelap saat malam benar-benar turun.Kabut tebal bercampur asap dingin membuat jarak pandang hanya beberapa langkah. Pria tua itu terus berjalan di depan tanpa pernah ragu memilih jalan, seolah mengenal setiap batu dan akar di tempat itu.Rombongan Zhao Fenglin mengikutinya dalam diam.Tak lama kemudian, suara air mulai terdengar.Mereka melewati celah batu sempit sebelum sebuah lembah tersembunyi muncul di balik kabut. Beberapa rumah kayu berdiri di antara pohon-pohon hitam, dengan lentera redup menggantung di depan pintu.Desa Heishan.Namun suasananya jauh dari damai.Saat rombongan mereka muncul, bayangan-bayangan langsung bergerak dari balik rumah dan pepohonan. Anak panah ditarik. Pedang terhunus.Puluhan pasang mata menatap mereka penuh waspada.Pria tua itu akhirnya berhenti.“Turunkan senjata kalian,” katanya dingin.Tak ada yang langsung bergerak.Seorang pria bertubuh besar melangkah keluar dari salah satu rumah. Wajahnya dipenuhi bekas luka panjang, se

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   020 || Kabar Penting?

    Jantung Han Ruoxi berdegup lebih keras.Ia tidak tahu permintaan apa yang akan disampaikan.Ia menunggu dengan sabar ucapan lanjutan dari Selir Li Mei.“Kalau besok, lusa, atau kapanpun. Ada orang Istana yang datang berkunjung kemari, tolong beritahu aku,” lanjut Selir Li Mei dengan pelan. Derajat

    last updateÚltima atualização : 2026-03-20
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   011 || Izin?

    ‘Suami?’ Sejujurnya itu masih terasa asing di pendengarannya. Yuwen Shuang menatap Han Ruoxi dengan senyuman sebelum menjawab. “Jenderal Zhao pergi ke ruang belajar, Nyonya,” jawab Yuwen Shuang pada akhirnya. Han Ruoxi terdiam mendengar panggilan Yuwen Shuang padanya. “Putri, maaf sebelumnya. Ak

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   012 || Ruang Belajar Jenderal

    Yuwen Shuang melangkah menyusuri koridor. Kini tujuannya jelas, ia ingin menemui Zhao Fenglin di ruang belajar. Di kepalanya ucapan Mei’er berputar, tatapannya fokus ke depan. Beberapa pelayan yang berpapasan dengannya memberikan hormat. Wajah mereka terkejut, tapi Yuwen Shuang tak peduli. Ia hanya

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   013 || Kuil Tua

    “Nyonya, maaf aku sedikit terlambat.”Yuwen Shuang menghampiri Han Ruoxi yang telah menunggunya di bawah atap teras gerbang dalam. Kereta kuda keluarga Zhao sudah terparkir beberapa langkah dari sana. Dua ekor kuda hitam berdiri tenang, sesekali mengibaskan ekornya. Seorang kusir memegang kendali d

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status