Share

097 || Waspada

Author: Diva
last update publish date: 2026-03-29 21:46:45

Senyum di wajah Yuwen Shuang perlahan menghilang. Ia tidak langsung menjawab. Tatapannya sedikit menurun, seolah sedang mengingat sesuatu. Suasana di dalam kamar itu menjadi sunyi, hanya suara api kecil dari lampu minyak yang sesekali berderak pelan.

Zhao Fenglin tidak mendesak.

Ia berdiri beberapa langkah dari pintu, namun tatapannya tidak pernah lepas dari wajah gadis itu. Perubahan kecil pada ekspresi Yuwen Shuang tidak luput dari perhatiannya.

“Aku bertemu dengan Ibu,” jawab Yuwen Shuang ak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   142 || Kematian Ling Ziye

    Teriakan itu mengguncang seluruh dataran. Burung-burung liar beterbangan dari lereng bukit, seolah ikut ketakutan oleh amarah yang menguat dari Ling Xuanye. Bahkan sorak kemenangan pasukan Yuwen terhenti dalam satu tarikan napas.Di puncak bukit, Ling Xuanye berdiri membeku. Tatapannya tertancap pada tubuh tanpa kepala yang tergeletak di antara debu dan darah. Untuk sesaat, wajahnya tidak menunjukkan apa-apa selain kehampaan.Adiknya telah mati.Ia tidak bergerak. Angin menarik ujung jubah hitamnya ke belakang, namun tubuhnya tetap kaku seperti batu. Ingatan masa kecil, latihan pedang pertama, dan janji pada ayah mereka melintas cepat dalam benaknya.Lalu semuanya hancur menjadi satu rasa sakit yang tidak tertahankan.Tangannya mengepal sampai buku jarinya memutih. Rahangnya menegang keras, dan napasnya keluar berat. Untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, kendali yang selalu ia banggakan retak.“Aku ... terlambat,” gumamnya rendah. “Aku gagal!”Ada penyesalan di nada itu. Jika ia

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   141 || Kemurkaan Ling Xuanye

    Kalimat itu jatuh seperti hantaman palu di tengah medan perang. Wajah Ling Ziye berubah jelas. Senyum tipis yang selama ini menempel di bibirnya lenyap tanpa sisa.Tatapannya mengeras seketika. Urat di pelipisnya menegang saat tangan yang memegang pedang mencengkeram lebih kuat. Nama ayahnya adalah luka yang tidak pernah boleh disentuh. Ia masih mengingat bagaimana jelas, Zhao Fenglin memenggal kepala ayahnya beberapa bulan yang lalu. “Tutup mulutmu!” bentaknya tajam. Suaranya pecah oleh amarah yang tak lagi bisa disembunyikan. Kudanya langsung menerjang ke depan tanpa menunggu.Pedangnya turun brutal, kehilangan ketenangan yang tadi ia jaga. Tebasan pertama menghantam keras ke arah kepala Zhao Fenglin. Serangan kedua menyusul liar ke dada.Zhao Fenglin menahan keduanya dengan tenang. Benturan logam memercikkan api kecil di antara mereka. Wajahnya tetap datar, seolah semua ini memang yang ia tunggu.Ling Ziye terus menekan tanpa pola. Setiap serangan dipenuhi tenaga, namun celah mula

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   140 || Bahaya

    Benturan logam masih bergetar saat kalimat itu terlontar. Zhao Fenglin tidak menjawab sedikit pun. Tatapannya tetap dingin, seolah hanya melihat sasaran di depannya.Dalam satu hentakan, ia mendorong pedangnya ke depan. Tenaga itu memaksa Ling Ziye mundur setengah langkah bersama kudanya. Debu kembali menyapu di antara mereka.Ling Ziye memutar bilah pedangnya lalu menyerang balik. Gerakannya ringan, tetapi tajam dan berbahaya. Tebasan pertama mengarah ke bahu, yang kedua langsung turun ke pinggang.Zhao Fenglin menahan keduanya tanpa banyak gerak. Pergelangan tangannya berputar singkat, menepis jalur serangan lalu membalas dengan tusukan lurus ke dada. Ling Ziye memiringkan tubuh tipis dan lolos sejengkal.“Gerskanmu tidak berubah, masih cepat seperti dulu,” ucap Ling Ziye pelan.Zhao Fenglin kembali menyerang tanpa menanggapi. Pedangnya turun bertubi-tubi, memaksa Ling Ziye hanya bertahan. Ritme pertempuran langsung berubah keras.Di sisi lain, Wei Chen melihat tekanan musuh mulai p

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   139 || Ling Ziye

    Debu menebal saat Zhao Fenglin dan Wei Chen menuruni jalur menuju dataran utama. Angin membawa bau besi dan asap yang semakin kuat dari arah depan. Wei Chen mempercepat kudanya hingga sejajar. Tatapannya tidak lagi menyapu sekitar, melainkan terkunci lurus ke garis depan. Wajahnya tenang, tetapi sorot matanya menunjukkan perhitungan yang semakin tajam.“Formasi mereka sudah pecah,” ucapnya rendah. “Gu Liang pasti menahan sisa pasukan di tengah.”Zhao Fenglin tidak menjawab. Namun tangannya mengencang pada kendali, dan kudanya kembali dipacu lebih cepat. Jarak yang tersisa terasa terlalu panjang.Di kejauhan, suara benturan semakin jelas. Dentuman logam dan teriakan bercampur menjadi satu. Asap hitam naik lebih tinggi, menandakan titik pertempuran utama sudah bergeser.Wei Chen menarik napas dalam. “Jika Ling Ziye menekan dari sisi terbuka, mereka akan dipotong dua,” ucapnya cepat. Nada suaranya tetap rendah, tetapi lebih tegang.Zhao Fenglin akhirnya berbicara. “Maka kita potong dia

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   138 || Tanduk Perang Ketiga

    Tanduk perang kedua belum sepenuhnya menghilang saat Zhao Fenglin sudah bergerak. Kudanya melesat lurus seperti anak panah, membelah debu yang masih menggantung di udara. Pedangnya turun tanpa aba-aba, mengarah tepat ke leher Ling Xuanye.Ling Xuanye menahan di detik terakhir. Benturan logam meledak keras, membuat kuda hitamnya mundur dua langkah. Wei Chen tidak menyia-nyiakan momen itu. Ia memimpin pasukan kecil mereka menerjang sisi kanan kepungan. Pedangnya bergerak cepat, membuka jalur dengan serangan singkat dan tepat.“Terobos!” teriaknya keras.Shen Yu menjawab dengan tawa kasar. Ia menghantam ke depan seperti badai, menjatuhkan satu prajurit Ling dengan satu tebasan berat. Barisan musuh langsung goyah.Ling Xuanye memutar pedangnya dan menyerang balik. Gerakannya masih tajam, namun tidak setenang sebelumnya. Zhao Fenglin menangkis, lalu membalas dengan tusukan lurus ke dada.Ling Xuanye menghindar tipis. Ujung pedang itu tetap menggores jubahnya dan meninggalkan robekan panja

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   137 || Terkepung

    Kalimat itu jatuh lebih tajam dari pedang. Untuk pertama kalinya, gerakan Zhao Fenglin terhenti sepersekian detik. Namun sepersekian detik di medan perang tidak bisa dibiarkan. Seperkian detik akan mengacaukan segalanya. Ling Xuanye langsung menekan. Pedangnya melesat lurus ke bahu Zhao Fenglin tanpa memberi ruang. Benturan keras terdengar saat Zhao Fenglin menahan tepat waktu.Tatapan Zhao Fenglin berubah. Bukan marah, bukan panik, melainkan dingin yang jauh lebih dalam. Nama itu telah disentuh di tempat yang salah.“Jangan sebut nama dia dengan mulut kotormu,” desisnya pelan.Nada suaranya rendah, namun cukup membuat Ling Xuanye tersenyum tipis. Ia justru tampak lebih puas dari sebelumnya. Seolah memang mengincar reaksi itu.“Masih peduli rupanya!” Ling Xuanye tersenyum remeh. Zhao Fenglin tidak menjawab lagi. Kudanya melesat maju satu langkah, dan pedangnya turun tajam. Serangan kali ini jauh lebih berat dari semua sebelumnya.Ling Xuanye menahan, tapi tubuhnya terdorong ke sampi

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   029 || Penyerangan

    “Ibu ….”Suara Yuwen Shuang tenggelam di tengah hiruk-pikuk pertempuran.Kereta kembali berguncang keras. Sesuatu menghantam sisi luarnya hingga kayu tebal itu berderak seakan ingin pecah. Mei’er menjerit pelan dan semakin merapat, sementara Yunxi memeluk tubuh majikannya erat, berusaha menahan gun

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   026 || Perjalanan Menuju Perbatasan Barat

    ‘Rasanya mustahil dia mencariku. Aku tak sepenting itu dalam hidupnya.’Yuwen Shuang masih mengingat jelas ucapan Zhao Fenglin di ruang belajar hari itu. Dia tidak akan peduli padanya, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan atau diragukan lagi. Yuwen Shuang pergi menjalankan perintah Kaisar dengan

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   021 || Kabar dari Barak

    Han Ruoxi tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangguk pelan kepada kepala pelayan itu, lalu menoleh pada Yuwen Shuang.“Putri, lanjutkan makanmu. Aku akan kembali sebentar lagi.”Setelah memastikan Yunxi dan Mei’er tetap berada di dalam, ia melangkah keluar dan menutup pintu kamar itu dengan hati-

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   018 || Mimpi Buruk?

    “Ibu ….”Suara itu kembali lolos dari bibir Yuwen Shuang. Selir Li Mei kembali berbalik. Ia mendekat kembali, jantungnya berdebar tanpa alasan yang jelas. Kedua mata itu masih terpejam, bulu matanya bergetar pelan seolah sedang terjebak dalam mimpi yang tak ingin dilepaskan.“Ibu, jangan pergi .…”

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status