Compartilhar

Bab 204

Autor: Anisnca
last update Data de publicação: 2026-03-21 21:35:23

Bagi Helena, ini bukan sekadar sidang. Ini adalah awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.

Ia berdiri di dekat jendela dengan tenang, seolah semua yang terjadi di luar sana hanyalah bagian kecil dari rencana yang sudah ia perhitungkan sejak lama.

Kabar tentang persetujuan Reis untuk membuka sidang dewan telah sampai padanya, dan meskipun ia tidak menunjukkannya secara terang-terangan, kepuasan itu tetap terlihat halus, dingin, namun nyata.

Selama ini ia tahu, Reis bukan orang yang mudah diteka
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (5)
goodnovel comment avatar
chika.dputri2018
memang novel ini agak berat. Jd pembaca harus fokus dan cukup cerdas utk mencerna kata2 dan menebak maksud serta arah jalan cerita bab berikutnya
goodnovel comment avatar
chika.dputri2018
Krn hanya klo Reis jatuh, dia bisa kendalikan Reis lg. Helena bukan mau jd penguasa tp pengendali segalanya
goodnovel comment avatar
bakso mercon
Thor harus jawab pertanyaan ku yg dr awal pingin tahu." apa maksud Helena bilang Reis mencintainya? apa dulu Reis pernah kasih harapan lebih..BKN sebagai ibu, tapi sebagai wanita? kenapa Helena berpikir Reis mencintainya sebagai pria,BKN sbg anak.jgn2 dulu keduanya jali hub.di luar batas?
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 416

    Suasana hangat dan tenang seperti itu terjadi jauh di wilayah utara. Namun tidak dengan keadaan di istana kekaisaran.Malam di ibu kota justru terasa jauh lebih dingin dibanding badai salju yang sedang turun di luar wilayah utara. Lorong-lorong panjang istana masih dipenuhi langkah para penjaga dan pelayan yang berjalan tergesa.Cahaya obor di dinding bergerak pelan tertiup angin malam, menciptakan bayangan panjang yang membuat suasana istana terasa semakin menekan.Dan di tengah keadaan seperti itulah Calix datang ke istana.Mantel hitam panjang yang dikenakannya masih dipenuhi hawa dingin malam saat ia melangkah memasuki aula utama. Wajahnya tetap tenang seperti biasa, seolah semua kekacauan yang sedang terjadi sama sekali tidak memengaruhi dirinya.Padahal justru lelaki itu berada tepat di tengah semuanya.Suara langkah sepatunya bergema pelan di lantai marmer yang luas. Para pelayan yang berpapasan langsung menundukkan kepala dan menyingkir tanpa berani menghalangi jalannya sediki

  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 415

    Lorrene menatap Reis beberapa saat sebelum akhirnya tersenyum kecil. Senyum itu sederhana, lembut, dan nyaris tidak terlihat. Namun entah bagaimana, ekspresi kecil itu selalu mampu membuat wajah Reis yang dingin perlahan melunak tanpa dirinya sadari.Lorrene akhirnya mengangguk pelan lalu berjalan mendekati ranjang yang kini sudah diturunkan ke lantai. Ia berbaring perlahan di atas selimut tebal sambil menarik kain hangat itu hingga menutupi sebagian tubuhnya.Hangat dari perapian mulai menyelimuti kamar kecil tersebut sedikit demi sedikit.Di luar sana, badai salju terdengar semakin kuat. Angin menghantam jendela kayu penginapan hingga sesekali terdengar bunyi berderak pelan, sementara serpihan salju terus menumpuk di luar seperti lautan putih yang tidak ada ujungnya.Namun di dalam kamar sempit itu, suasananya justru terasa anehnya tenang.Sesuai yang dikatakannya, Reis duduk di samping ranjang dengan punggung bersandar pada dinding dekat perapian. Ia tetap diam dan terjaga, seolah

  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 414

    Keheningan singkat langsung memenuhi ruangan. Suara kayu perapian yang terbakar terdengar semakin jelas di tengah suasana yang mendadak berat.Lorrene tanpa sadar merapatkan jubahnya sedikit lebih erat. Sementara Reis akhirnya mengalihkan pandangannya dari luar jendela lalu berkata tenang,“Kita akan menginap.”Lorrene langsung menoleh padanya. Namun sebelum ia sempat mengatakan sesuatu, Reis kembali melanjutkan,“Tidak ada gunanya bergerak saat badai turun.”Nada suaranya tetap datar seperti biasa. Tetapi Lorrene tahu lelaki itu bukan hanya mempertimbangkan cuaca.Tatapan Reis beberapa saat lalu saat melihat seseorang di luar kedai masih teringat jelas di kepalanya. Dan itu membuatnya sadar Reis juga merasakan sesuatu yang tidak beres di tempat ini.Wanita pemilik kedai itu terlihat lega mendengar keputusan tersebut.“Itu pilihan yang benar.”Ia tersenyum kecil sebelum kembali membawa nampan kosongnya pergi dari meja mereka. Lorrene menatap punggung wanita itu beberapa saat sebelum a

  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 413

    Lorrene tersenyum kecil lalu mengangguk pelan dan wanita itu langsung mempersilahkannya duduk di dekat perapian yang menyala hangat.Lorrene duduk perlahan di kursi kayu dekat api tersebut. Kehangatan dari perapian perlahan menyelimuti tubuhnya yang sejak tadi terasa dingin.Untuk sesaat, ia memejamkan matanya pelan. Sudah lama sekali sejak terakhir kali ia berada di tempat seperti ini.Tempat yang sederhana.Tenang.Dan terasa begitu jauh dari intrik istana. Namun pikirannya belum sempat benar-benar tenang ketika pintu kedai kembali terbuka.Angin dingin dari luar masuk bersamaan dengan sosok Reis yang melangkah masuk ke dalam ruangan.Dan hampir seketika suasana kedai yang tadi ramai perlahan berubah sunyi.Beberapa orang yang sejak tadi berbicara pelan langsung terdiam sesaat ketika Reis masuk ke dalam kedai.Bukan karena mereka mengenal siapa dirinya. Melainkan karena aura lelaki itu terlalu mencolok untuk diabaikan.Mantel hitam panjang yang masih dipenuhi serpihan salju membuat

  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 412

    Lelaki itu berdiri diam di ambang pintu besi yang gelap. Cahaya redup dari lampu kecil di dalam ruangan hanya menerangi sebagian siluet tubuhnya, sementara wajahnya masih tetap tertutup bayangan yang sulit dilihat dengan jelas.Namun suara rendahnya terdengar begitu jelas di tengah keheningan.“Mereka tidak bisa menemukanmu bukan karena mereka memang tidak mampu.”Roseane perlahan mengangkat pandangannya.Tatapannya bergetar samar.Lalu lelaki itu kembali melanjutkan dengan nada tenang yang justru terasa jauh lebih menusuk dibanding bentakan apa pun.“Melainkan karena kau tidak cukup berharga.”Napas Roseane langsung tertahan.“Kau memang mengetahui banyak hal,” lanjut lelaki itu pelan. “Namun tetap saja, tidak ada seorang pun yang benar-benar menganggapmu penting.”Ruangan kembali sunyi.Roseane tidak langsung membalas. Ia hanya menatap lantai batu di bawahnya dengan tubuh yang perlahan menegang. Jemarinya menggenggam rantai besi di tangannya semakin erat hingga telapak tangannya ter

  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 411

    Di beberapa tempat, malam masih terasa begitu sibuk. Istana kekaisaran dipenuhi penjaga yang berlalu-lalang membawa laporan, sementara para bangsawan masih berkumpul diam-diam membicarakan kekacauan yang mulai menyebar ke seluruh ibu kota.Di wilayah lain, orang-orang bergerak tanpa benar-benar mengetahui siapa yang sedang mereka curigai. Semua orang terlihat sibuk dengan ketakutan dan kepentingan mereka masing-masing.Namun semua kesibukan itu terasa sangat jauh dari tempat Roseane berada sekarang.Di tempat ini, yang ada hanyalah dingin, gelap, dan keheningan yang menyesakkan.Roseane duduk bersandar lemah di lantai batu yang keras. Kedua tangannya masih terikat rantai besi dingin yang membatasi gerakannya seperti seorang tahanan.Lampu kecil yang menggantung di sudut ruangan hanya mampu menerangi sebagian kecil tempat itu, sementara sisanya tenggelam dalam bayangan hitam yang membuat ruangan terasa semakin sempit dan mencekam.Ia sudah kehilangan hitungan waktu sejak dibawa ke temp

  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 34

    Lorrene meneguk ludah sebelum akhirnya menerima gelas anggur itu. Cairan merah di dalamnya bergetar pelan saat jemarinya menyentuh kristal dingin, seolah ikut merasakan kegugupan yang berusaha ia sembunyikan. Ia tidak langsung meminumnya. Hanya memegangnya, membiarkan aroma anggur bercampur dengan

    last updateÚltima atualização : 2026-03-20
  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 37

    Kata-kata itu bergema di benaknya, membawa atmosfer kamar menjadi semakin tebal dengan nuansa kepemilikan dan penyerahan total. Lorrene hanya bisa terdiam, tubuhnya masih bergetar dalam pelukan sang kaisar, hatinya berdebar dengan perasaan baru yang sulit ia tolak.Lahirkan anak untukku.Kalimat it

    last updateÚltima atualização : 2026-03-20
  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 81

    Keheningan kembali mengisi ruangan.Reis bersandar di kursinya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan bahkan di medan perang ketidakpastian yang tidak bisa ia atasi dengan kekuasaan atau perintah.Ia bisa membungkam para bangsawan. Ia bisa menghukum pengkhianat. I

    last updateÚltima atualização : 2026-03-25
  • Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran   Bab 75

    Gwen menunduk dalam. “Dan hidup saya kini milik Anda, Yang Mulia.”Terakhir, Lorrene menatap wanita keempat yang berdiri sedikit terpisah.“Belona Jarvad.”Putri kepala pengawal istana. Tubuhnya tegap, sikapnya lebih mirip prajurit daripada wanita istana. Mata Belona jernih, lurus, tanpa permainan

    last updateÚltima atualização : 2026-03-24
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status