Share

Bab 1089

Author: Camelia
Hati Aura bergetar.

Kepala pelayan menatap mata Aura yang memerah. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa, dia berbalik dan berjalan ke depan.

"Eee ... apa tadi kamu mendengar pertengkaranku dengan Jose?" Aura mengikuti langkah kepala pelayan itu, tidak bisa menahan diri untuk bertanya.

Kepala pelayan adalah orang kepercayaan Parviz. Jika tahu sesuatu, dia pasti akan segera melapor pada Parviz. Kalau begitu, soal menyembunyikan hal ini pun jadi tidak ada artinya.

Langkah kepala pelayan terhenti. Dia menoleh menatap Aura, lalu menjawab, "Memang terdengar sedikit."

Kepala pelayan adalah orang yang cukup serius. Nada bicaranya pun kaku.

Mendengar itu, Aura menunduk. Setelah terdiam sejenak, dia mengangkat kepala dan menatap si kepala pelayan. "Bisa tolong jangan beri tahu Kakek apa yang terjadi tadi?"

Ekspresi kepala pelayan berubah sedikit. Kemudian, dia mengangguk. "Bisa."

Aura pun tersenyum dan berkata, "Kalau begitu, terima kasih banyak."

Kepala pelayan mengangguk, lalu kembali berbalik da
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (13)
goodnovel comment avatar
Cantik
biar gimanapun mereka PU cerita ini, pasti akan bersatu lagi, namanya jg drama konfliknya harus seru! Aura masih butuh waktu karena perempuan kalau sudah sakit hati otomatis pasti jadi dingin, jose sudah tau dong konsekuensinya, bukankah sudah pernah di peringatkan Lulu dan Marcel?
goodnovel comment avatar
Cantik
wajar sih reaksi Aura yg sakit hati dituduh meracuni Sherly dengan tatapannya Jose waktu itu, makanya dia jadi dingin. sekarang malah keduanya merasa tersakiti! namanya juga drama, seperti sinetron ga konflik yaa ga seru, huuhuu..
goodnovel comment avatar
Dimas rengga permana Firmansyah
semoga aura cepat hamil kalau bisa anak kembar satu cwo jadi pewaris Alatas hair dan satu cwe spy Jose bisa belajar menjadi sosok ayah dan suami yg lembut. asekkkk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1093

    Begitu wanita paruh baya itu membuka mulut, orang-orang yang berdiri di belakang pun ikut maju dan menarik Aura."Kembalikan nyawa anakku. Grup Kusuma itu pembawa petaka. Karena sistem keselamatannya nggak memadai, kecelakaan tambang ini baru bisa terjadi.""Benar. Bagaimana kehidupan keluarga kami nantinya?"Saat akan berangkat ke sini, Aura sudah memperkirakan akan terjadi situasi seperti ini. Namun, dia tidak menyangka semuanya akan datang begitu cepat.Indra pun bangkit dan menjelaskan pada orang-orang itu, "Kalian nggak perlu khawatir. Tadi Bu Aura sudah bilang semuanya akan diurus dengan baik dan kompensasi juga akan diberikan paling maksimal. Urusan keluarga para korban pun akan diatur."Wanita paruh baya tadi langsung menoleh dan membentak Indra, "Aku nggak percaya. Pak Indra, kamu sudah disuap ya?"Aura yang merasa kepalanya sakit baru saja hendak menjelaskan.Namun, wanita yang emosinya sudah meledak itu tiba-tiba mengangkat tangan, lalu mencengkeram kerah baju Aura dan mendo

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1092

    Aura membuka mulut dan baru saja hendak mengatakan sesuatu, tetapi Thea yang berdiri di belakang sudah berkata terlebih dahulu, "Ini adalah Bu Aura dari kantor pusat Grup Kusuma. Dia datang untuk menangani kecelakaan ini. Apa yang dia tanya, kamu tinggal jawab saja."Mendengar itu, pria itu mengamati Aura dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Bu Aura. Haha. Sepertinya pernah ketemu sebelumnya. Apa Grup Kusuma nggak ada orang lain ya? Kejadian sebesar ini pun mengirim seorang wanita, para pria malah bersembunyi di belakang. Mana Presdir Grup Kusuma?"Ucapan itu membuat Aura dan Thea tanpa sadar sama-sama mengernyitkan alis.Mendengar perkataan itu, Thea malah merasa makin marah. "Apa maksudmu ini ....""Thea!"Aura menoleh ke arah Thea dan memberikan isyarat mata agar Thea menenangkan dirinya.Thea pun menelan kembali perkataannya dengan susah payah saat melihat isyarat itu, lalu menggertakkan giginya dan memelototi pria itu.Namun, pria itu sama sekali tidak gentar. Dia mendengus, lalu

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1091

    Aura menghindari tatapan Jose. "Aku saja yang pergi."Sebagai presdir Alatas Heir, Jose tidak perlu turun tangan sendiri untuk urusan kecil seperti ini. Kebetulan, waktu ini juga pas untuk dia menenangkan diri dan berpikir dengan baik. Dia melirik Aura sekilas, lalu berdiri. "Kalau begitu, Alatas Heir nggak akan ikut campur lagi. Masalah ini diserahkan sepenuhnya pada Grup Kusuma."Setelah mengatakan itu, Jose langsung berbalik dan pergi. Dia tidak menoleh ke arah Aura lagi, mungkin karena dia benar-benar dibuat kesal oleh Aura saat berada di kediaman Keluarga Kusuma sebelumnya.Aura pun menurunkan kepalanya, berpura-pura tidak melihat apa pun.Setelah Jose pergi, Roy melambaikan tangannya. "Semua departemen bekerja sama sesuai yang tadi kita bahas. Rapat selesai."Begitu semua orang keluar, Roy baru menoleh ke arah Aura. "Kamu sudah memikirkannya matang-matang? Tadi aku lihat sikap Jose, sepertinya dia agak nggak senang.""Dia senang atau nggak, itu sudah nggak ada hubungannya dengank

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1090

    Tunas-tunas hijau itu penuh dengan vitalitas kehidupan, sementara kakeknya justru ....Parviz tersenyum. "Dengan begitu, kalau Kakek kelak pergi ke alam baka dan bertemu ibumu, Kakek juga bisa tersenyum menghadapinya.""Kakek!" Aura berdiri, tetapi sebelum dia sempat melanjutkan, Parviz sudah mengangkat tangannya."Sudah cukup. Itu saja yang ingin Kakek sampaikan. Pulanglah dan pikirkan baik-baik," ucap Parviz.Aura mengatupkan bibirnya, menunduk, lalu berkata, "Baik."Dia tahu, semua yang dikatakan Parviz itu demi kebaikannya. Namun ....Begitu keluar dari tempat Parviz, Aura menerima telepon dari Roy."Kamu di mana?" Suara Roy terdengar agak cemas.Aura terdiam sejenak sebelum menjawab, "Di rumah. Ada apa?""Datang ke kantor."Aura bertanya, "Ada urusan?"Roy mengangkat tangan dan mengusap keningnya. "Ada sedikit masalah. Proyek kerja sama sebelumnya dengan Jose bermasalah. Mungkin perlu kamu ...."Alis Aura berkerut tanpa sadar. "Baik, aku segera ke sana."Proyek itu sebelumnya mema

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1089

    Hati Aura bergetar.Kepala pelayan menatap mata Aura yang memerah. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa, dia berbalik dan berjalan ke depan."Eee ... apa tadi kamu mendengar pertengkaranku dengan Jose?" Aura mengikuti langkah kepala pelayan itu, tidak bisa menahan diri untuk bertanya.Kepala pelayan adalah orang kepercayaan Parviz. Jika tahu sesuatu, dia pasti akan segera melapor pada Parviz. Kalau begitu, soal menyembunyikan hal ini pun jadi tidak ada artinya.Langkah kepala pelayan terhenti. Dia menoleh menatap Aura, lalu menjawab, "Memang terdengar sedikit."Kepala pelayan adalah orang yang cukup serius. Nada bicaranya pun kaku.Mendengar itu, Aura menunduk. Setelah terdiam sejenak, dia mengangkat kepala dan menatap si kepala pelayan. "Bisa tolong jangan beri tahu Kakek apa yang terjadi tadi?"Ekspresi kepala pelayan berubah sedikit. Kemudian, dia mengangguk. "Bisa."Aura pun tersenyum dan berkata, "Kalau begitu, terima kasih banyak."Kepala pelayan mengangguk, lalu kembali berbalik da

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1088

    Aura mengatupkan bibirnya.Sejak dulu, dia bukan tipe orang yang bisa menelan ketidakadilan begitu saja. Jika sejak awal Jose selalu berdiri teguh di pihaknya, mungkin dia tidak akan sekeras dan setegas sekarang. Namun, kenyataannya tidak.Begitu mendengar Aura menyebut nama Sherly, wajah tampan Jose yang tajam menjadi suram.Aura melihatnya dengan jelas. Sudut bibirnya terangkat. Senyuman di wajahnya penuh ejekan. "Lihat? Begitu nama Sherly disebut, kamu langsung keberatan.""Jose, kalau sepanjang sisa hidup kita harus terus menghadapi duri yang menghalangi di antara kita ini, aku lebih memilih kita berpisah sekarang juga.""Kalau kamu nggak setuju cerai juga nggak masalah. Nanti aku bisa langsung mengajukan gugatan cerai ke pengadilan.""Satu kali nggak berhasil, bisa dua kali. Dua kali nggak berhasil, bisa tiga kali!" Aura mendongak menatap Jose, mengucapkannya kata demi kata. Tatapannya tegas dan sungguh-sungguh.Seiring kata-kata Aura, pandangan Jose semakin suram. Jarak mereka te

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status