Home / Romansa / Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan / BAB 104 - Pertanyaan Janggal

Share

BAB 104 - Pertanyaan Janggal

Author: Anna Naura
last update publish date: 2026-07-22 23:51:05
Dengan sangat berhati-hati, Rose melangkah keluar ruang keluarga, melewati Alan yang sedang tertidur lelap. Dia membuka pintu yang tidak tertutup sempurna, lalu menengok ke arah jalanan. Tidak ada Cade di sana.

Rose akhirnya memakai jubahnya, memutuskan mencari Cade di luar. Lingkungan Versille saat malam hari benar-benar lengang. Semua penduduk berada di rumahnya, tanpa ada yang berlalu lalang di jalanan.

Pandangan Rose menyapu sekitar, menengok ke sana kemari, selagi dia berjalan semakin j
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 162 - Tujuan

    Tatapan Cade berubah sendu melihat raut syok Rose setelah mendengar kabar soal ibunya. Tubuh Rose membeku, kaku seperti patung. Matanya yang membeliak mulai basah kembali. Air mata yang mendadak memenuhi pelupuknya mulai turun ke pipi tanpa dia sadari. Bibirnya yang bergetar bergerak membentuk kata.“Kamu … bohong, kan? Kenapa—eh … bagaimana … bagaimana bisa ibuku dieksekusi?” tanya Rose, “apa karena penelitian itu menggunakan darah miliknya?”“Bukan,” jawab Cade langsung, “Alan bilang, ibumu dieksekusi karena tidak bisa hamil dengan seluruh pasangan programnya. Dia dianggap tidak berguna dan disingkirkan.”Ada nyeri yang menjalar di ulu hati Rose saat mendengarnya. Dadanya sesak tidak karuan. Suara tangisnya pun tidak pecah, membuatnya terisak tertahan.Ibunya mati bukan karena sakit. Atau kecelakaan. Tapi mati karena tidak bisa hamil. Dia dibunuh karena sebuah hal yang berada di luar kuasanya. Alih-alih menangis, Rose justru menunduk dengan tatapan kosong. Meratapi kehidupan di

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 161 - Bertemu

    Melihat sosok Rose yang menatapnya dengan tatapan tidak percaya, mata Cade pun melebar. Tubuhnya membeku, selagi bola matanya bergerak menyusuri setiap penampilan Rose. Badan terlihat ringkih, bibir pucat dan sedikit kering, kantung hitam tersemat di bawah mata, hingga rambut cokelat panjangnya terurai berantakan. Dia pasti belum makan dan minum selama berhari-hari.Kondisi Rose membuat hati kecil Cade mencelos. Penampilan Rose sekarang bahkan lebih parah daripada saat Cade pertama kali bertemu dengannya di Wilayah Luar. Dia mendekat pada Rose yang masih mematuhi di tempatnya. Raut wajah Rose seperti sedang melihat hantu, terkejut luar biasa melihat Cade yang seharusnya tak ada di hadapannya.“Cade …? Bagaimana kamu bisa ada di sini?” tanya Rose dengan suara bergetar, “bukannya … kamu … sudah ditangkap—”Cade menyentuh kedua pundak Rose, membuat mata keduanya bertemu. “Aku baik-baik saja, Rose. Dan Alan yang memanggilku kemari. Demi dirimu.”Rose terkesiap. Kepalanya memutar ingat

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 160 - Masuk Ruangan Rose

    Cade mengira dia dibawa ke laboratorium untuk sekedar melakukan pemeriksaan fisik lanjutan saja. Akan tetapi, Alan rupanya menjelaskan lebih lanjut terkait penelitian yang ingin para tenaga medis lakukan pada darah Rose. Termasuk bagaimana cara terbaik untuk mengambil sample darahnya dengan bantuan Cade.Di lorong yang panjang dan diterangi banyak lampu, Cade berjalan di antara penjaga keamanan yang mengawalnya. Dua di depan, dua di belakang. Suasananya begitu tegang, sampai-sampai Cade tak mampu untuk berdeham walau sekali saja. Sebelum dibawa pergi dari laboratorium, Cade diminta untuk berganti pakaian yang disediakan dari Sanctuary Dome. Beruntung bukan pakaian pasien rumah sakit seperti yang Cade bayangkan sebelumnya. Dia diberikan kaos hitam berlengan pendek dengan kerah sempit yang terlihat cukup ketat untuk tubuh kekarnya. Sementara celananya bermodel slim dan berwarna senada. Daripada peserta program, Cade merasa pakaian ini lebih seperti agen mata-mata.Sepanjang langkahn

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 159 - Bertemu Cade

    Alan tertegun mendengar pernyataan Vincent. Cade benar-benar berhasil sampai ke Sanctuary Dome sendirian. Tanpa perlu ditangkap oleh siapa pun. Sesuai dengan yang Shin ceritakan padanya.“Kata penjaga pos keamanan di gerbang, dia mengendarai motor.” Vincent melanjutkan. “Segera temui dia. Kamu yang harus menjelaskan semuanya.”Vincent langsung meraih tangan Alan dan menyeretnya keluar. Mereka berdua melewati lorong demi lorong bersama para penjaga keamanan lainnya, hingga sampai di pos pemeriksaan pertama. Yang merupakan tempat Alan berpisah dengan Rose beberapa hari yang lalu.Alan mematung sesaat setelah Vincent membawanya ke ruang tunggu di pos pemeriksaan. Cade duduk di bangku panjang, kepalanya menunduk dalam. Namun, begitu pintu dibuka, dia menengadah. Terlihat jelas wajahnya yang tampak lelah. Bekas lebam di pipinya belum pudar sepenuhnya. Goresan kecil di dekat pelipisnya pun masih terlihat, membentuk codet merah.“Cade ....” Alan berjalan cepat menghampiri Cade, lalu berh

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 138 - Dia Datang

    “Sample dari mana?” tanya Miller, “kamu sempat mengambil sample dari penduduk yang terinfeksi? Jika sesuai dugaan kita, bukannya mereka akan bertingkah tak karuan seperti orang gila atau bahkan zombie?”“Memang itu yang terjadi pada petunjuk Danshire.” Alan menunjuk botol kaca virus itu. “Tapi, yang ini aku ambil tubuh Rose saat dia terinfeksi.”Kelima teman Alan sudah berebutan mengambil botol itu untuk melihat lebih dekat. Elliot mengingatkan agar hati-hati membawanya. Jika botolnya sampai jatuh dan pecah, bisa gawat. Sirius menganga, “Ini ... benar-benar virusnya? Kok, bisa lolos pemeriksaan?”“Yah, aku juga tak menyangka bisa lolos pemeriksaan. Hanya itu yang bisa kubawa dari semua peralatan medisku setelah diserang Riders saat itu. Aku berpikir itu adalah yang paling berguna nanti. Dan benar saja, kita membutuhkannya sekarang,” cerita Alan.Jonathan menimpali, “Apa skenario yang ada di kepalamu, Alan? Kita tak mungkin membuat skenario palsu dengan sengaja menyebarkan ini di

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 137 - Diskusi Tenaga Kerja

    Alan menatap layar komputer di hadapannya dengan kedua tangan bertumpu di meja. Di sekelilingnya, beberapa tenaga kesehatan lain sibuk memeriksa kertas berisi data Rose yang telah mereka dapatkan dari pos pemeriksaan depan. Mereka belum mendapatkan sampel darah Rose, tapi data pemeriksaan fisik Rose bisa menjadi pertimbangan di awal.Sesuai dugaan Alan, hasil pemeriksaan fisik Rose yang kini terpampang di komputer menunjukkan bahwa sel telur Rose termasuk yang subur. Bukti inilah yang menyelamatkan Rose, sekaligus menjadi jalan bagi Alan agar bisa mendatangkan Cade kemari.“Apa yang Vincent diskusikan denganmu waktu itu? Kudengar, Rosalia Gringer masih diperbolehkan tinggal di sini meski belum menjalankan program dengan siapa pun.” Sirius mendekati Alan, menarik kursi untuk duduk di sebelahnya. Matanya turut mencermati hasil pemeriksaan Rose di komputer. “Aku bilang padanya kalau kenal seseorang yang bisa membuat Rose mau menjalankan program ini. Dia orang yang pernah kuceritakan

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 8 - Cade Datang

    Sedikit miris bagi Rose mendapati dirinya justru membayangkan Cade di saat-saat seperti ini. Dia pun mengumpat dalam hati, menyalahkan perasaannya yang sejenak menjadi lembek karena dihadapkan oleh situasi yang mengerikan.‘Sialan, kenapa aku malah memikirkan dia! Dia juga sama saja mau menjualku.

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 7 - Tertangkap, Lagi

    “Rupanya dia wanita, ya. Hebat kamu, Leon! Dengan begini, kita bisa dapat 500 juga Goldyn!” Ketua Perampok berjenggot tebal yang bernama Milan, merangkul dan mengusap-usap rambut pirang LeonBeberapa jam lalu. Rose tidak bisa berkutik ketika Leon mengangkutnya ke mobil jeep pada perampok. Kakinya

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 6 - Bertemu Perampok

    Saat melihat mobil-mobil jeep itu ditunggangi oleh para perampok, Rose meyakini satu hal. Bahwa nasib dirinya akan selalu sial sejak dia pergi dari tempat tinggalnya. Baru saja berhasil kabur dari Cade, dia harus bertemu dengan kelompok perampok. Bagaikan keluar lubang buaya masuk kandang harimau.

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 5 - Kabur dari Cade

    Cade terbahak mendengar Rose mengatakan seluruh kalimat tadi dengan penuh tekad. Gelak tawanya menggelegar di ruang bawah reruntuhan yang cukup sempit itu. Dia tertawa seperti sedang melihat lelucon di televisi, jelas sedang mengejek Rose.Cade berkata, “Apa kamu bilang? Mau membawanya kabur? Kamu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status