分享

Sehat

作者: Miss Wang
last update publish date: 2026-06-23 14:41:23

Keesokan paginya...

Mentari pagi menyelinap lembut melalui jendela besar ruang perawatan VIP.

Cahaya keemasan jatuh di atas lantai marmer mengilap, menghangatkan ruangan yang semalam dipenuhi kecemasan.

Aroma bunga lili dan mawar putih memenuhi udara.

Beberapa buket bunga ucapan selamat memenuhi meja di sudut ruangan.

Namun Raymond bahkan tidak sempat melirik semuanya.

Sejak pukul lima pagi...

Ia sudah terbangun.

Bahkan sebelum Clara membuka mata.

Ia membantu istrinya duduk perlahan, m
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Keluarga?

    Klik... Suara kunci pintu yang terbuka terdengar pelan di tengah keheningan ruang rawat VIP. Perlahan, daun pintu bergerak ke dalam. Cahaya koridor yang terang membentuk siluet seseorang di ambang pintu. Pada awalnya tidak ada yang terlalu memperhatikan. Raymond masih berdiri di sisi ranjang Clara. Noah masih duduk di dekat kaki ranjang sambil memegang buku gambar yang ingin ia tunjukkan kepada ibunya. Bu Eli berdiri di samping meja kecil, sedang merapikan kotak makanan yang baru dibawanya. Sementara Ken tetap berada beberapa langkah dari pintu. Namun sesaat kemudian... Seluruh ruangan mendadak membeku. Wanita yang baru datang itu melangkah masuk dengan tenang. Suara hak sepatu kremnya berdetak lembut di lantai marmer mengilap. Tok... Tok... Tok... Ia mengenakan gaun panjang berwarna gading dengan potongan sederhana namun elegan. Sebuah bros mutiara kecil tersemat di sisi dada kirinya. Rambutnya yang hitam kecokelatan telah dihiasi semburat perak akibat usia. Disanggu

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Sehat

    Keesokan paginya... Mentari pagi menyelinap lembut melalui jendela besar ruang perawatan VIP. Cahaya keemasan jatuh di atas lantai marmer mengilap, menghangatkan ruangan yang semalam dipenuhi kecemasan. Aroma bunga lili dan mawar putih memenuhi udara. Beberapa buket bunga ucapan selamat memenuhi meja di sudut ruangan. Namun Raymond bahkan tidak sempat melirik semuanya. Sejak pukul lima pagi... Ia sudah terbangun. Bahkan sebelum Clara membuka mata. Ia membantu istrinya duduk perlahan, menopang punggungnya dengan satu tangan agar tidak terasa sakit. Setelah itu ia mengatur bantal satu per satu hingga menemukan posisi yang paling nyaman. Ketika Clara mengatakan air minumnya sedikit dingin... Raymond langsung menggantinya dengan air hangat. Saat selimut bergeser sedikit... Ia segera merapikannya kembali hingga menutupi tubuh Clara dengan sempurna. Tak ada satu pun gerakan yang luput dari perhatiannya. Tak lama kemudian, seorang perawat muda masuk sambil membawa nampan sara

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Tetap di Sisi

    Ken masih berdiri di balik dinding kaca ruang ICU. Kedua tangannya terselip di saku celana bahan hitam yang sejak semalam mulai dipenuhi lipatan. Tatapannya belum juga beralih dari pasangan suami istri yang berada di balik kaca bening itu. Di dalam ruangan, Raymond masih duduk di sisi ranjang pasien. Jemari besarnya membungkus tangan Clara dengan sangat hati-hati, seolah takut genggaman itu terlepas. Sesekali ibu jarinya mengusap pelan punggung tangan istrinya, memastikan kehangatan itu benar-benar nyata. Semalam ia hampir kehilangan wanita itu. Dan kini, bahkan untuk melepaskan tangannya selama beberapa detik saja, Raymond tidak sanggup. Pemandangan itu membuat dada Ken terasa hangat. Sudah belasan tahun ia mengenal Raymond Antonio. Ia pernah melihat pria itu menghadapi rapat bisnis bernilai miliaran rupiah tanpa sedikit pun berubah ekspresi. Ia pernah melihatnya berjalan melewati hujan peluru dengan wajah setenang orang yang sedang berjalan di taman. Namun, baru hari inila

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pulang

    Raymond menggeleng cepat, bahkan sebelum Clara selesai berbicara. Gerakan itu begitu tegas, seolah ia ingin menghapus seluruh rasa bersalah yang mungkin sedang memenuhi hati istrinya. "Tidak..." Suara pria itu terdengar serak. Tenggorokannya terasa kering setelah berjam-jam dipenuhi ketakutan dan tangis yang tak pernah ia bayangkan akan keluar dari dirinya. "Jangan pernah meminta maaf." Ia menggenggam tangan Clara dengan kedua telapak tangannya, membungkus jemari wanita itu seakan sedang menjaga sesuatu yang paling berharga di dunia. "Kau tidak melakukan kesalahan apa pun." Tatapan Raymond begitu dalam. Tidak ada sedikit pun tuduhan. Tidak ada penyesalan. Yang ada hanyalah rasa syukur karena wanita itu masih berada di hadapannya. "Kau hanya sedang berjuang..." Ia berhenti sejenak. Bibirnya bergetar saat mencoba mengendalikan emosinya. "Kau sudah berjuang mempertaruhkan hidupmu... demi aku." Suaranya semakin lirih. "...demi Noah." Dan tanpa sadar, telapak tangannya berg

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Haru

    Suara monitor jantung berdetak pelan, memecah keheningan ruang ICU dengan ritme yang teratur. Bip... Bip... Bip... Irama itu terdengar sederhana, namun bagi Raymond, setiap bunyinya adalah pertanda bahwa Clara masih bertahan. Bahwa istrinya masih berjuang. Bahwa harapan yang nyaris padam beberapa jam lalu masih menyala, meski hanya sebesar nyala lilin di tengah badai. Ruang ICU dipenuhi aroma antiseptik yang khas. Cahaya lampu putih menyinari setiap sudut ruangan tanpa menyisakan sedikit pun bayangan. Berbagai alat medis mengelilingi ranjang tempat Clara terbaring. Selang infus terpasang di punggung tangannya, kabel monitor menempel di dadanya, sementara monitor di samping ranjang terus menampilkan angka-angka yang sejak tadi menjadi pusat perhatian para dokter. Di sisi ranjang... Raymond berdiri tanpa bergeming. Sejak diizinkan masuk beberapa menit yang lalu, ia sama sekali tidak berpindah tempat. Pria yang biasanya selalu berdiri tegap dengan wibawa yang membuat siapa pun s

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Keajaiban

    Kemudian... Mereka berdua menggeleng pelan. "Tidak, Sayang." Suara ibunya begitu lembut. "Belum." Clara membeku. "Belum...?" Ayahnya mengangguk. "Masih ada orang-orang yang menunggumu pulang." "Kau belum menyelesaikan perjalananmu." Ibunya tersenyum semakin hangat. "Suamimu..." "...sedang menangis." Air mata Clara kembali mengalir. "Raymond..." Ia hampir bisa membayangkan wajah pria itu. Pria yang selama ini selalu berusaha tampak kuat di depan semua orang. Pria yang tidak pernah menunjukkan kelemahannya. Pria yang diam-diam mencintainya dengan seluruh jiwa. Ibunya mengangguk pelan. "Dia sangat mencintaimu." Ayahnya melanjutkan dengan suara tenang. "Dan ada seorang anak kecil..." "...yang sejak tadi memanggil mamanya." "Noah..." bisik Clara. Wajah putra sulungnya langsung terbayang jelas. Tangisan bocah itu. Pelukannya. Tawanya. Senyumnya. Kemudian sang ibu mengarahkan pandangannya ke perut Clara. "Masih ada satu kehidupan kecil..." "...yang bahkan bel

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Sakit

    Kami perlu pemeriksaan lebih lanjut," ujar dokter itu. “Sekarang?” tanya Raymond dengan bibir bergetar. “Sekarang.” “Kenapa?” “Karena saya tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terhadap ibu maupun bayinya.” Ruangan langsung sunyi. Bahkan Noah yang tidak memahami sepenuhnya pembicaraa

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Komplikasi?

    “CLARA!” Suara Raymond menggema keras di seluruh mansion, memantul di dinding marmer dan lorong-lorong luas yang biasanya tenang. Dalam hitungan detik, pria itu sudah berlutut di lantai dapur. Pecahan kaca berserakan di sekeliling tubuh Clara. Segelas jus yang tadi dipegang wanita itu pecah men

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Siaga

    Tatapan Raymond langsung terpaku pada ujung jari Clara. Hanya ada setitik darah di sana. Merah kecil, nyaris tak terlihat jika seseorang tidak benar-benar memperhatikannya. Namun bagi Raymond, pemandangan itu terasa seperti alarm darurat yang tiba-tiba berbunyi di seluruh mansion. Suasana ruang

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Malu

    Tatapan Clara tidak lepas dari buah-buah hijau kecil yang baru saja diletakkan Raymond di atas meja ruang keluarga. Namun sebenarnya, yang membuat matanya perlahan berkaca-kaca bukanlah mangga itu. Melainkan pria yang berdiri tepat di depannya. Raymond Antonio. Pria yang namanya cukup membuat b

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status