分享

Sakit

作者: Miss Wang
last update publish date: 2026-06-09 13:26:58

Kami perlu pemeriksaan lebih lanjut," ujar dokter itu.

“Sekarang?” tanya Raymond dengan bibir bergetar.

“Sekarang.”

“Kenapa?”

“Karena saya tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terhadap ibu maupun bayinya.”

Ruangan langsung sunyi.

Bahkan Noah yang tidak memahami sepenuhnya pembicaraan orang dewasa itu ikut terdiam.

Sementara Bu Eli menggenggam kedua tangannya erat.

“Apakah berbahaya?” tanyanya pelan.

Dokter tidak langsung menjawab.

Dan keheningan itu sudah menjadi jawaban yan
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Sakit

    Kami perlu pemeriksaan lebih lanjut," ujar dokter itu. “Sekarang?” tanya Raymond dengan bibir bergetar. “Sekarang.” “Kenapa?” “Karena saya tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terhadap ibu maupun bayinya.” Ruangan langsung sunyi. Bahkan Noah yang tidak memahami sepenuhnya pembicaraan orang dewasa itu ikut terdiam. Sementara Bu Eli menggenggam kedua tangannya erat. “Apakah berbahaya?” tanyanya pelan. Dokter tidak langsung menjawab. Dan keheningan itu sudah menjadi jawaban yang cukup. --- Kurang dari lima belas menit kemudian... Iring-iringan mobil hitam keluar dari gerbang mansion dengan kecepatan tinggi. Hujan tipis mulai turun membasahi jalanan kota. Lampu kendaraan membelah lalu lintas sore yang padat. Di kursi belakang mobil utama, Raymond duduk sambil memangku kepala Clara. Tangannya menggenggam jemari wanita itu erat. Seolah takut jika ia melepaskannya walau sedetik. “Clara...” Tidak ada jawaban. “Bangunlah.” Tetap tidak ada respons. Untuk pertama

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Komplikasi?

    “CLARA!” Suara Raymond menggema keras di seluruh mansion, memantul di dinding marmer dan lorong-lorong luas yang biasanya tenang. Dalam hitungan detik, pria itu sudah berlutut di lantai dapur. Pecahan kaca berserakan di sekeliling tubuh Clara. Segelas jus yang tadi dipegang wanita itu pecah menjadi serpihan-serpihan kecil di atas lantai marmer putih. Cairan berwarna oranye menyebar membentuk noda tidak beraturan di dekat kakinya. Namun Raymond bahkan tidak melihat semua itu. Dunianya hanya tertuju pada satu hal. Clara. “Clara, bangun, Clara.” Tangannya yang biasanya mantap saat memegang senjata atau menandatangani kontrak bernilai miliaran rupiah kini bergetar saat menyentuh pipi istrinya. Kulit Clara terasa dingin. Terlalu dingin. Wajah wanita itu pucat. Kelopak matanya tertutup rapat. Tubuhnya terkulai tanpa respons. Untuk sesaat, jantung Raymond terasa berhenti berdetak. “Clara... buka matamu.” Nada suaranya berubah serak. Penuh ketakutan. Ketakutan yang bahkan t

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   ABC

    Teriakan Noah sampai terdengar ke seluruh rumah. Dan beberapa langkah di belakang Noah, Clara selalu berdiri di beranda. Tersenyum. Menunggu. Hal sederhana. Namun bagi Raymond, itu adalah hal yang tidak pernah ia miliki selama puluhan tahun hidupnya. Rumah. Keluarga. Seseorang yang menunggu kepulangannya. Dan ternyata perasaan itu jauh lebih berharga daripada kemenangan bisnis sebesar apa pun. *** Waktu berlalu tanpa terasa. Musim berganti. Hari demi hari berjalan tenang. Dan kehamilan Clara perlahan memasuki bulan kelima. Perutnya mulai membulat dengan jelas. Noah menjadi orang yang paling bersemangat. Setiap hari, anak itu punya ritual khusus. Menempelkan telinganya ke perut Clara. Lalu berbicara dengan adiknya. “Adik.” Hening. “Kalau dengar, tendang dua kali.” Tidak ada respons. Noah mengangguk serius. “Berarti adik malu.” Clara selalu tertawa setiap kali melihatnya. Sementara Raymond diam-diam merekam momen itu dengan ponselnya. Untuk pertama kalinya da

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Siaga

    Tatapan Raymond langsung terpaku pada ujung jari Clara. Hanya ada setitik darah di sana. Merah kecil, nyaris tak terlihat jika seseorang tidak benar-benar memperhatikannya. Namun bagi Raymond, pemandangan itu terasa seperti alarm darurat yang tiba-tiba berbunyi di seluruh mansion. Suasana ruang keluarga yang beberapa detik lalu dipenuhi tawa mendadak berubah. Rahang pria itu mengeras. Tatapannya berpindah dari jari Clara ke pisau kecil di atas meja, lalu kembali lagi ke jari istrinya. “Clara.” Nada suaranya rendah. Terlalu rendah. Dan Clara langsung mengenali nada itu. Nada yang biasanya muncul ketika Raymond menghadapi situasi berbahaya. Padahal saat ini yang terjadi hanyalah goresan kecil akibat pisau buah. Clara mengangkat tangannya sedikit. “Ray, ini cuma luka kecil—” “Tidak.” Raymond sudah melangkah cepat menghampirinya. “Darahnya bahkan tidak sampai—” “Tidak.” “Raymond.” “Tidak.” Clara menghela napas panjang. Bu Eli yang berdiri di samping meja langsung men

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Malu

    Tatapan Clara tidak lepas dari buah-buah hijau kecil yang baru saja diletakkan Raymond di atas meja ruang keluarga. Namun sebenarnya, yang membuat matanya perlahan berkaca-kaca bukanlah mangga itu. Melainkan pria yang berdiri tepat di depannya. Raymond Antonio. Pria yang namanya cukup membuat banyak orang menundukkan kepala. Pria yang biasanya selalu tampil sempurna dengan setelan mahal, rambut rapi, dan aura dingin yang sulit didekati. Kini berdiri di tengah ruang keluarga dengan kondisi yang benar-benar menyedihkan. Rambut hitamnya berantakan ke segala arah. Kemeja putih mahal yang pagi tadi disetrika sempurna sekarang penuh kusut dan bercak tanah. Bagian lengannya tergulung tidak beraturan. Ada goresan tipis di punggung tangannya. Dan yang paling parah... Sepotong rumput liar masih tersangkut santai di bahu jasnya. Clara menggigit bibir kuat-kuat agar tidak tertawa. Sayangnya gagal. Sudut bibirnya sudah terangkat lebih dulu. "Ray..." Raymond yang sedang berusaha me

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Binatang Kebun

    Kini giliran Raymond yang berteriak. Ken langsung tertawa sampai hampir kehilangan pegangan. Raymond menatapnya tajam membuat Ken seketika terdiam walau bahunya masih bergetar samar. Sepuluh menit berikutnya mereka akhirnya berhasil memetik beberapa mangga muda. Hijau. Keras. Asam. Persis seperti yang diinginkan Clara. Kemenangan terasa sudah di depan mata. Sampai tiba-tiba... Seekor ular kecil melintas di cabang bawah. Hening. Raymond membeku. Ken membeku. Bahkan ular itu seolah ikut membeku. Tiga makhluk hidup saling menatap dalam keheningan yang sangat canggung. Satu detik. Dua detik. Tiga detik. Lalu secara bersamaan— "AAAAAA!" Raymond dan Ken melompat turun dari pohon. Tanpa martabat. Tanpa harga diri. Tanpa sisa aura mafia yang biasanya membuat orang ketakutan. Namun bencana sesungguhnya baru dimulai. Saat Raymond sedang membersihkan pakaiannya dari daun-daun kering, ia merasakan sesuatu bergerak perlahan di bahunya. Lembut. Berbulu. Dan sangat mencu

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Tuan Mafia Salah Tingkah

    Tiba-tiba, pintu di belakang mereka terbuka—Raymond keluar dari dalam ruangan dengan langkah yang tenang. Tidak ada tanda panik. Tidak ada emosi berlebihan. Namun justru itulah yang membuat suasana semakin mencekam.Tatapannya dingin seperti biasa… tapi hari ini, ada sesuatu yang lebih tajam di sa

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Apakah ini Raymond?

    Clara menatap mereka bergantian dengan bingung. Alisnya berkerut, jantungnya masih berdetak tidak teratur sejak Raymond turun dari mobil.“Kalian… saling kenal?” tanyanya pelan.Thomas menoleh sekilas ke arah Clara, lalu kembali menatap Raymond dengan sorot mata yang tidak kalah tajam.“Ya,” jawab

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Tamu Penting

    Di belakangnya, Ken berdiri tegak. “Baik, Tuan,” jawabnya tanpa ragu.Raymond meneguk sisa wine di gelasnya dalam satu tarikan panjang. Cairan itu terasa pahit di tenggorokannya, namun ia tetap menelannya tanpa ekspresi.Gelas itu kemudian ia letakkan di atas meja kaca dengan sedikit lebih keras. S

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dilema

    Malam terasa lebih dingin ketika Clara keluar dari hotel.Langkahnya cepat, hampir seperti seseorang yang sedang melarikan diri dari sesuatu yang tak terlihat. Sepatu datarnya mengetuk trotoar dengan ritme tergesa, sementara lampu-lampu jalan memantulkan bayangannya yang tampak rapuh di atas aspal

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status