แชร์

Bab 40 | Kencan Semalam

ผู้เขียน: MAMAZAN
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-25 23:59:47

Bab 40

“Iya, jadilah kekasihku.”

Lila nge-freeze.

Melihat reaksi Lila, Nathaniel segera meraih tangan wanita manis itu yang berada di atas meja, menggenggamnya. "Hanya kekasih pura-pura, Lila. Aku merasa aman jika itu bersamamu."

Lila menelan ludah. Ia teringat akan Oliver. Tuan mudanya itu bisa meledak jika tahu dirinya "bermain peran" dengan pria lain. Namun di sisi lain, rasa utang budi pada Nathaniel terasa begitu berat.

"Tapi Dok... saya..."

"Hanya malam ini, Lila." Potong Nathaniel dengan
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
MAMAZAN
benerrrr bangetttt... mari kita getok pala si Lila kakk
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
miris bgt dgn cara brpikir Lila yg nganggap Nathaniel yg berjasa dlm kselamatan ibunya . pdhl itukan emg udh tugas dokter utk mngusahakan kselamatan pasiennya sebisa mngkin . pdhl yg brjasa sbnrnya itu Oliver, krn dgn uang Oliver akhrnya ibunya bsa di operasi .
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 90 | Jatuh Semakin Dalam

    Bab 90“Ibumu... sudah tiba,” bisik Oliver rendah, mengembalikan kesadaran Lila pada kenyataan di tengah sisa-sisa napas mereka yang masih terengah-engah.Lila panik seketika. Tubuhnya yang masih lemas berusaha bergerak, tapi Oliver dengan mudah mengangkat tubuh mungil itu ke dalam gendongannya. Oliver kemudian sedikit berjongkok, mengambil dalaman dan celana Lila yang tergeletak berantakan di lantai.Tanpa membuang waktu, Oliver membawa Lila melangkah masuk ke dalam kamar mandi yang berada tak jauh dari ruang perawatan tersebut. Ia menurunkan Lila perlahan di atas tepi wastafel. Sambil menatap Lila yang masih berusaha mengatur napasnya yang memburu, Oliver menggunakan dalaman segitiga milik Lila yang ada di tangannya untuk menyapu dan membersihkan sisa-sisa cairan pekat di batang kejantanannya. Setelah selesai, pria itu mengulurkan kain tipis itu kembali ke arah Lila dengan raut wajah tanpa dosa.“Pakailah kembali,” perintah Oliver santai.Lila membelalakkan matanya sempurna, menatap

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 89 | (21+) Ini Belum Selesai

    Bab 89“A-aku keluar!” Lila menjerit, tubuhnya menegang hebat sewaktu pelepasan pertama itu menghantam seluruh kesadarannya.Namun, bukannya melambat atau memberi jeda untuk menenangkan napas wanita itu, Oliver justru makin beringas. Dengan posisi Lila yang masih terangkat menggantung dalam dekapan kekarnya, Oliver mempercepat gerakan pinggulnya, menghujam titik terdalam liang vagina Lila dengan ritme yang makin cepat dan bertenaga. Pria itu terus memompa tanpa ampun hingga tubuh cantik di kungkungannya itu kembali diserbu gelombang orgasme bertubi-tubi.“O-Oliver… A-aku tidak tahan… Oh faster… Yahh… Oh my! Stop! Stop! More!” jerit Lila pasrah di sela-sela rintihannya yang terputus-putus.Reaksi tubuh Lila menggila. Kesadarannya seolah melayang di udara, tak lagi mampu menahan serbuan kenikmatan luar biasa yang menghantam tanpa henti di bawah sana. Sensasi nikmat itu begitu intens hingga terasa menyiksa, namun di saat yang sama, bagian terdalam dari hatinya memohon agar Oliver tidak pe

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 88 | (21+) Desakan Waktu

    Bab 88Sisa-sisa akal sehat Lila perlahan mencair, tergantikan oleh kabut gairah yang kian menebal. Ruang perawatan khusus yang tadinya senyap kini sepenuhnya dipenuhi oleh napas memburu dan ritme detak jantung yang saling berpacu liar.Tanpa membiarkan Lila mengambil jeda untuk mengatur napas, Oliver bergerak memangkas sisa celah di antara mereka. Dengan gerakan yang tegas namun tetap terukur, tangan besar Oliver meraih salah satu kaki jenjang Lila, lalu mengangkatnya.Posisinya kini memberikan akses penuh tanpa halangan. Oliver menatap lurus ke dalam manik mata Lila yang sayu, menahan napasnya sejenak, lalu memberikan satu dorongan mantap.Blesss!“Ahhh… Ssshhhh!” Lila mendesis panjang, punggungnya melengkung ke belakang mencari sandaran.Oliver dengan sigap menahan punggung Lila, merengkuhnya erat.Sensasi panas dan padat seketika menjalar hebat saat ia merasakan kejantanan Oliver yang luar biasa tebal perlahan mengisi liang kewanitaannya hingga ke titik terdalam. Peregangan yang te

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 87 | (21+) Goodgirl

    Bab 87“Serve me then…”Sensasi dingin dari bisikan serak Oliver bergetar tepat di depan bibir Lila. Kata-kata itu bergaung bagai perintah mutlak yang tak memberi ruang untuk dirinya.Lila mendongak, menatap iris kelam Oliver yang kini menggelap dipenuhi binar gairah yang menuntut. Mengabaikan degup jantungnya yang berpacu liar dan kepanikan akan batas waktu tiga puluh menit, Lila mengulas senyum tipis—sebuah senyuman yang menjadi provokasi manis.Dengan berani, Lila berjinjit, memangkas sisa jarak di antara wajah mereka untuk memulai semuanya.Ia mencium bibir Oliver, memiringkan kepalanya sedikit lalu menyesap bibir tegas pria itu dengan lembut sebelum membuka mulutnya lebih dalam. Sentuhan awal yang berani itu seketika memicu desiran panas di dalam tubuh Oliver. Tanpa membuang waktu, tangan Lila sendiri bergerak turun, menyusup ke area pinggang pria itu dan mengusap gundukan terlarang milik Oliver yang berurat kasar dari luar celananya. Meski pria itu belum mengalami ereksi penuh,

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 86 | Percaya Padaku

    Bab 86"Ibumu aman. Sekarang, fokusmu hanya satu... percaya padaku."Ujaran Oliver bergaung rendah, menyusup hangat ke dalam sela-sela kecemasan yang sejak tadi mencengkeram dada Lila. Wanita itu terdiam, matanya menatap lekat-lekat pada raut wajah tegas pria berkuasa di hadapannya. Dorongan emosional yang meluap, rasa lega, syukur, sekaligus kepasrahan, membuat jemari Lila terangkat pelan, ragu-ragu untuk memeluk Oliver.Ck! decaknya dalam hati, merutuki gengsi tingginya yang mendadak terasa konyol di situasi seperti ini.Menepis seluruh keraguannya, Lila akhirnya memberanikan diri maju satu langkah dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang kokoh Oliver. Ia merapatkan tubuhnya, menyandarkan keningnya di dada bidang pria itu, menyerap aroma maskulin khas Oliver yang selalu berhasil menenangkannya secara ajaib."Terima kasih, Tuan," bisik Lila tulus, suaranya terdengar meredam di balik kemeja Oliver.Oliver menaikkan satu alisnya. Tubuhnya sempat membeku seketika saat menerima peluka

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 85 | Menjalankan Misi Pemindahan

    Bab 85Jarum jam di dinding koridor rumah sakit menunjukkan tepat pukul 02.00 dini hari. Suasana gedung medis itu sunyi mencekam, hanya diwarnai oleh dentum dengung pendingin ruangan dan ritme hening malam. Di meja penjagaan, dua perawat jaga tampak mulai terkantuk-kantuk, sementara seorang dokter piket bersandar di kursinya dengan mata terpejam rapat.Di sudut koridor yang remang, tiga orang pria bertubuh tegap melangkah dengan tenang namun sigap. Mereka mengenakan jas putih dokter dan masker medis yang menutupi sebagian besar wajah. Di balik penyamaran itu, mereka adalah tim eksekutor terlatih bentukan Oliver.Pria yang memimpin pergerakan itu menyentuh earpiece nirkabel di telinganya. "Tim Alpha sudah berada di depan ICU. Bagaimana dengan retasan CCTV?"Suara mengetik kibor berkecepatan tinggi terdengar dari seberang saluran komunikasi. Itu adalah tim peretas milik Austin Harold yang bekerja dari lokasi rahasia."Tunggu hitungan ketiga," sahut peretas dengan nada dingin berwibawa.

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 59 | Dark Organitation

    Bab 59Ting!Pintu lift terbuka di lantai teratas yang jauh lebih tenang. Bastian dengan sigap melangkah keluar lebih dulu untuk membukakan pintu ruangan luas yang berlapis kayu mahoni gelap, mempersilakan bosnya masuk dengan sikap takzim."Tunggu di sini," titah Oliver singkat begitu mereka sampai

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 3 | Kucing Liar

    Bab 3Lila terdiam, isak tangisnya seketika menghilang. Ia berpikir keras. 300 juta. Jumlah itu berkelip di benaknya, mengalahkan rasa sakit dan kehinaannya."300 juta..." lirihnya.Ia memikirkan kembali uang yang harus ia kumpulkan demi pengobatan sang Ibu. Bahkan jika ia bekerja keras selama seta

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 2 | Dasar Pria Bejat

    Bab 2 "Tiga ratus juta. Dan layani aku malam ini, sekarang juga."Lila terkesiap. 300 juta. Jumlah yang luar biasa untuk membantu pengobatan sang Ibu. Rasa dingin menusuknya, melumpuhkan akalnya sejenak. Namun, sedetik kemudian, kemarahan dan harga diri membakar dirinya.Lila mengepalkan kedua tan

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 1 | Layani Aku!

    Bab 1Pukul tujuh malam, Kediaman Miller terasa sunyi dan menekan. Meski shiftnya sebagai pelayan baru sudah berakhir, Lila Laven masih harus bekerja. Ia butuh uang secepat mungkin.Gadis berusia 26 tahun dengan kulit putih bersih dan rambut hitam pekat yang sedikit bergelombang tergerai di punggu

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status