Share

Disekap

Pov Delia

Aku berusaha tenang, tak ingin menunjukkan ketakutanku di hadapan pria ini. Tak ingin lemah, dan kembali dijajah olehnya. Dia hanya tersenyum mengejek, seolah menyatakan bahwa ia sekarang menang.

"Jawab aku, siapa pria yang bersamamu tadi?!"

Aku diam, namun justru kediamanku malah membuatnya tak tenang. Lagi, ia melontarkan pertanyaan yang sama. Amarah mulai nampak menghiasi wajahnya yang tegas.

"Ayo jawab!" Tangannya meraih wajahku, lalu mendekatkan kearahnya.

Deg. Lagi-lagi jantung ini berdebar dengan kencangnya. Bibirku kelu, rasa takut, panik dan kesal menyatu di dalam sana.

"Kamu masih mau diam, Sayang? Baiklah, aku akan membuat bibirmu tetap diam."

Cup, bibir itu mendarat sedikit di bibirku. Aku buru-buru menjauh, dan merasa panas di wajahku.

"Dasar breng-"

"Mau lagi?" Ia kembali menyeringai.

Deff membawaku ke apartemennya di kota ini. Digandengnya tubuh mantan istrinya ini. Tak bisa aku berkutik karenanya.

"Lepas."

"Diam, kalau kau ingin selamat." Ia berkata lembut n
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status