Share

Bab 11 Introgasi

Penulis: Nabelle frost
last update Tanggal publikasi: 2026-10-11 12:37:30

Lampu sorot taman belakang masih memancarkan cahaya putih yang benderang, menghentikan seluruh pergerakan di area tersebut.

Kenzo Alexandre melangkah maju dengan gerakan lambat yang disengaja. Sepasang mata elang pria itu tidak sedetik pun beralih dari amplop cokelat tebal yang didekap erat oleh Aline di balik gaun malamnya.

"Leo, bawa pengkhianat ini ke ruang bawah tanah dan pastikan dia tidak akan pernah bisa melihat matahari esok pagi sebelum membuka mulutnya," perintah Kenzo dingin.

"Bai
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjinakkan CEO Kejam   Bab 32 Ayah Aline dan Kenzo

    Cengkeraman tangan kekar Kenzo Alexandre pada pergelangan tangan Aline terasa begitu dingin dan menekan di dalam ruang dokumen rumah sakit yang sunyi.Kedua mata Kenzo menatap tajam, menuntut kepatuhan dari wanita yang baru saja tertangkap basah di depan brankas besi itu.Aline Valerius menarik napas pendek secara teratur, mengunci rapat debaran jantungnya agar topeng wajah datarnya tidak runtuh di depan sang suami.Logikanya langsung berputar cepat untuk memanfaatkan situasi pengepungan ini demi membuka kotak masa lalu yang tersimpan di hadapan mereka."Lepaskan tanganmu, Kenzo. Aku tidak akan bisa membuka pintu besi ini jika kau terus mengunci pergerakanku," ucap Aline dengan nada tenang.Kenzo memicingkan matanya yang tajam, menimbang kebenaran dari ucapan istrinya sebelum akhirnya melonggarkan cengkeraman tangannya secara perlahan.Namun, pria itu tidak melangkah mundur satu jengkal pun, tubuh tegapnya

  • Menjinakkan CEO Kejam   Bab 31 Menyusup Di Rumah Sakit

    Aline Valerius segera memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku blazer hitamnya dengan gerakan yang sangat tenang. Wajah datarnya tidak memperlihatkan sedikit pun keterkejutan setelah melihat jasad Dokter Tian yang hilang dari sel. Tulisan darah mengenai brankas baja nomor kosong sembilan di rumah sakit pusat itu kini menjadi teka-teki baru yang harus ia pecahkan. Kenzo Alexandre yang berdiri di hadapannya menyipitkan mata, mencium adanya rahasia baru yang sedang disembunyikan oleh istrinya. "Siapa lagi yang mengirimkan pesan kepadamu, Aline?" tanya Kenzo dingin. Aline menegakkan tubuh rampingnya, membalas tatapan menyelidik sang CEO dengan seulas senyuman tipis yang alami. "Hanya notifikasi dari firma hukum yang menyatakan bahwa Bram Valerius telah resmi dipindahkan ke sel isolasi kejaksaan," jawab Aline berbohong. Kenzo tidak menjawab, ia melangkah mendekat lalu merapikan kerah blazer Aline dengan gerakan tangan kekar yang terasa begitu posesif. "Pulanglah ke mansion bersam

  • Menjinakkan CEO Kejam   Bab 30 Kehancuran Sofia

    Keheningan mengunci seluruh isi ruangan rapat pleno lantai teratas Alexandre Tower. Aura kekuasaan dan kemenangan yang sebelumnya dipancarkan oleh Sofia Alexandre kini lenyap tanpa sisa. Sepasang mata wanita paruh baya itu masih menatap ke arah layar proyektor besar di dinding ruangan. Dokumen akta kelahiran rahasia dan bukti aliran dana pencucian uang miliknya terpampang nyata di depan seluruh jajaran komisaris senior. Kasak-kusuk tegang dan bisik-bisik ketakutan dari para pemegang saham membuat suasana ruangan terasa semakin menyesakkan. Kenzo Alexandre mengetuk pena emasnya sekali lagi di atas meja, menciptakan ketukan yang terdengar begitu mengintimidasi. "Waktumu tidak banyak, Sofia," desis Kenzo dengan suara baritonnya."Satu anggukan kepala dariku kepada Leo, maka seluruh berkas korupsi anak kesayanganmu akan langsung sampai ke meja kejaksaan agung," lanjut Kenzo kejam. Sofia mengepalkan kedua tangannya yang gemetar di atas pangkuan gaun beldu sutra merah marun miliknya.

  • Menjinakkan CEO Kejam   Bab 29 Anak Rahasia

    Fajar baru saja menyapa dari balik perbukitan ketika tiga mobil jip hitam milik Alexandre Group membelah jalanan kota. Aline Valerius duduk dengan anggun di dalam kabin mobil Rolls-Royce utama yang kedap suara di samping Kenzo. Setelan blazer hitam formal yang ia kenakan pagi ini memberikan kesan dingin, senada dengan kemeja putih Kenzo yang berwibawa. Ponsel di balik saku blazer Aline masih menyimpan dokumen digital mengenai anak kandung rahasia Sofia Alexandre yang ia terima semalam. Informasi mengenai ketua dewan otoritas maritim itu kini menjadi kartu as terkuat yang ia dekap erat menuju arena pertempuran. Kenzo Alexandre menatap lurus ke arah jalan raya, sepasang matanya berkilat penuh amarah yang tertahan akibat pembunuhan Dokter Tian. "Leo, pastikan seluruh tim hukum utama sudah memegang kendali ruang rapat pleno," perintah Kenzo dingin. "Baik, Tuan. Semua berkas dan pengamanan internal sudah dialihkan di bawah otoritas pasukan kita," jawab Leo melalui interkom. Sepuluh

  • Menjinakkan CEO Kejam   Bab 28 Kematian Di Ruang Isolasi

    Getaran pesan suara dari Leo di dalam saku blazer Aline seolah membuat dada nya langsung berdegup kencang.Informasi mengenai kematian mendadak Dokter Tian di dalam sel isolasi bawah tanah terdengar seperti hantaman palu yang mematikan. Aline segera memasukkan kembali ponselnya, lalu menoleh cepat ke arah Kenzo yang masih berdiri menatap pintu gerbang utama. "Kenzo, ada sesuatu yang terjadi di bawah tanah," ucap Aline dengan suara berbisik pelan namun tegang.Kenzo Alexandre membalikkan tubuh tegapnya secara lambat, sepasang matanya langsung memicing tajam mencium gelagat bahaya baru. Tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut, Kenzo langsung menyambar pergelangan tangan Aline dan menarik wanita itu berlari cepat menuju koridor bawah tanah. Mereka menuruni anak tangga dengan langkah kaki yang terburu-buru, berlari di lorong yang lembap dan dingin. Begitu mencapai depan pintu besi utama ruang isolasi, bau menyengat dari zat kimia beracun langsung menusuk indra penciuman mereka. Leo b

  • Menjinakkan CEO Kejam   Bab 27 Tamu Agung

    Suara deru mesin mobil mewah yang berhenti di pelataran depan mansion memecah kesunyian malam di perbukitan elite. Kenzo Alexandre tidak melepaskan cengkeraman tangannya dari pergelangan tangan Aline saat mereka melangkah menuju lobi utama. Aura kegelapan dari sang CEO menguar begitu gelap, menekan hawa dingin yang masuk ke dalam istana mereka.Aline mempertahankan wajah datarnya yang dingin, mengunci rapat seluruh siasat baru tersusun di dalam kepalanya. “Sofia Alexandre datang di waktu yang sangat tepat saat tangannya baru saja terikat karena pengakuan Dokter Tian saat di bawah tanah.” Pintu ganda kayu jati yang megah dibuka lebar dari luar oleh dua orang pengawal pribadi berseragam hitam legam. Seorang wanita paruh baya dengan gaun beledu sutra berwarna ungu tua melangkah masuk dengan keanggunan yang tampak begitu menawan. Wanita itu adalah Sofia Alexandre, ibu tiri Kenzo yang dikenal publik sebagai sosok filantropis yang lembut. Namun di mata Aline, setiap langkah kaki Sof

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status