Share

Bab 107

Auteur: Wei Yun
last update Date de publication: 2026-03-08 17:17:52

Malam merayap di Kediaman Long. Di sudut yang cukup tenang, Paviliun Lotus berdiri dengan anggun, memantulkan cahaya lampion sutra yang baru dipasang di sepanjang selasarnya. Paviliun ini nampak rapi dan mewah; perabotan kayu cendana yang mengilap serta tirai-tirai brokat halus telah disiapkan sedemikian rupa untuk menyambut penghuni barunya. Murong Lian tidak datang dengan tangan kosong; ia memboyong dua pelayan pribadi setia dari kediaman Murong yang kini sibuk menata barang-barang mewah mili
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (3)
goodnovel comment avatar
ELVIRA thoenger01
Adipati hrs waspada jgn masuk jebakan lian dan teman masa kecil nya
goodnovel comment avatar
ELVIRA thoenger01
Liya yg tegas larang lian keluar dari paviliun nya, dan bunuh Lian kalau keluar dari paviliun
goodnovel comment avatar
ELVIRA thoenger01
Adipati hrs nya selidiki kebusukan , jebakan lian, jgn terima lian jadi selir, cepat usir lian selama nya
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 171

    Aula utama markas Gunung Yu terasa mencekam. Udara dingin pegunungan menyelinap di antara celah dinding kayu, membawa aroma kayu cendana yang bercampur dengan bau besi dari senjata-senjata yang diasah. Di tengah ruangan, Long Xuan berdiri menatap peta wilayah Beiyuan yang terbentang di atas meja batu, sementara Fan Yi dan beberapa perwira bandit lainnya menyimak dengan saksama.​"Jadi, Murong Guan benar-benar akan merekrut prajurit baru dalam skala besar?" tanya Long Xuan, suaranya berat dan bergema di langit-langit aula.​"Benar, Ketua," jawab salah satu mata-mata yang baru saja kembali. "Kekalahan telak pasukannya di perbatasan tempo hari membuatnya paranoid. Ia butuh tenaga baru untuk memperkuat benteng Beiyuan."​Long Xuan menyeringai tipis, sebuah ekspresi yang menandakan strategi sedang tersusun di kepalanya. "Ini adalah celah yang kita tunggu. Kita akan menghancurkan mereka dari dalam. Jika kita menyerang dari luar, tembok Beiyuan terlalu kokoh, tapi jika rayap sudah ada di dal

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 170

    Matahari sudah merangkak tinggi, cahayanya menembus celah-celah kisi jendela paviliun dan jatuh tepat di atas wajah Liya. Ia mengerjapkan mata, berusaha mengumpulkan kesadaran yang terasa tertinggal di alam mimpi. Ketika ia mencoba menggerakkan bahunya untuk meregangkan tubuh, rasa ngilu yang luar biasa menjalar dari pinggang hingga ke seluruh persendiannya. Tubuhnya terasa seolah baru saja dipaksa menempuh perjalanan ribuan mil tanpa henti. ​"Oh, Xuan ... kau benar-benar binatang buas," gumam Liya dengan suara parau. ​Ia menyingkap selimut sutranya sedikit dan mendesah pasrah. Di bawah cahaya pagi yang terang, tanda-tanda merah keunguan berserakan di leher, bahu, hingga dadanya, jejak-jejak absolut dari kegilaan suaminya yang seolah ingin membalas dendam atas tiga tahun pernikahan yang hambar hanya dalam satu malam. ​Tok, tok, tok. ​"Nyonya, ini Xiao Cui. Hamba diminta membangunkan Nyonya karena matahari sudah tinggi. Hamba juga sudah menyiapkan air hangat untuk Nyonya berendam,

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 169

    Cahaya lilin di sudut ruangan berkedip lemah, seolah malu menyaksikan dua tubuh yang kini saling membelit di atas dipan kayu yang berderit keras. Udara di dalam kamar terasa semakin tipis, dipenuhi oleh aroma balsem herbal yang bercampur dengan hawa maskulin Long Xuan yang membakar.​Tangan Xuan yang kasar namun penuh perasaan merayap perlahan dari pinggang menuju punggung polos Liya. Ia menarik tubuh istrinya hingga tak ada lagi celah di antara mereka. Liya bisa merasakan detak jantung Xuan yang berdebar kencang, seirama dengan degup jantungnya sendiri yang seakan ingin melompat keluar.​Xuan menjauhkan wajahnya sejenak, menatap Liya dengan tatapan yang sangat intens. "Apakah kau yakin, Shishi? Aku tidak ingin memaksamu jika kau belum siap. Kau nanti akan menanggung penyakit Darah Iblis juga."​Liya menggeleng, jemarinya menyusup ke sela-sela rambut hitam Xuan yang lembap, menarik pria itu kembali mendekat. "Jangan berhenti ... aku ingin menjadi milikmu seutuhnya malam ini. Aku tidak

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 168

    Malam merayap semakin larut di markas Gunung Yu. Aroma tanah basah dan sisa asap yang menempel di pakaian para prajurit perlahan memudar, digantikan oleh suara jangkrik yang sahut-menyahut. Seluruh Pasukan Bandit Gunung Yu telah kembali ke markas. Di dalam kamar Ketua, udara terasa begitu kaku, seolah-olah ketegangan siang tadi belum sepenuhnya menguap. ​Liya berdiri mematung di dekat meja kayu, tangannya gemetar saat menuangkan teh hangat ke dalam cangkir porselen. Di belakangnya, ia bisa mendengar derap langkah Long Xuan yang berat. Pria itu baru saja selesai membersihkan diri di sungai, rambutnya yang hitam panjang masih tampak lembap, menjuntai di bahunya yang lebar. ​"Minumlah," ujar Liya pendek tanpa menoleh. Suaranya dingin, sedingin embun malam di puncak gunung. ​Long Xuan menerima cangkir itu, menyesapnya perlahan sambil matanya terus mengunci punggung istrinya. "Terima kasih, Shishi." ​Liya tidak menyahut. Ia melangkah ke lemari kayu, mengambil setelan jubah tidur yang b

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 167

    Langit Desa Qing Lu yang biasanya biru jernih kini tertutup jelaga kelabu yang menyesakkan dada. Aroma kayu terbakar dan jerit histeris penduduk desa memecah keheningan siang. Long Xuan, dengan wajah yang tercoreng abu dan pakaian yang sudah basah kuyup, berdiri di tengah kekacauan, memerintah pasukannya dengan suara yang menggelegar namun tetap tenang. ​"Wan Yi, bawa beberapa orang! Bantu padamkan api di sebelah sana sebelum merembet ke lumbung!" teriak Xuan sambil menunjuk sebuah rumah di ujung jalan yang sudah dilalap si jago merah. ​"Siap, Ketua!" Wan Yi menyahut lantang, segera memimpin sekelompok pria berbaju gelap menuju rumah tersebut. Penduduk desa bahu-membahu dengan para bandit Gunung Yu, mengalirkan air dari sumur-sumur terdekat menggunakan ember kayu. ​Telinga Xuan yang tajam tiba-tiba menangkap suara lirih di tengah deru api. Sebuah teriakan melengking dari dalam rumah yang atap ilalangnya sudah hampir runtuh sepenuhnya. ​"Ketua, sangat berbahaya jika kita masuk se

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 166

    Liya terus mundur hingga punggungnya membentur batang bambu yang dingin dan licin. Parang di tangannya terlepas, jatuh ke atas tumpukan daun kering dengan suara dentang yang hambar. Ia menatap Long Xuan—pria yang semalam membanting cangkir di depannya—kini berdiri hanya beberapa jengkal darinya dengan pedang yang masih meneteskan darah babi hutan.​"Kenapa kau mundur?" tanya Long Xuan, suaranya kini tidak lagi menggelegar, namun justru terdengar berat.​Liya memalingkan wajah, matanya memanas. "Bukankah kau bilang tidak ingin berbicara denganku? Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan agar tidak perlu memintamu melakukan apa pun."​Long Xuan menghela napas kasar. Ia menyarungkan pedangnya dengan sentakan keras, lalu menatap tajam pada lima prajurit yang berdiri kikuk beberapa meter dari mereka. "Kalian berlima, potong bambu-bambu ini sesuai tanda yang dibuat Nyonya. Bawa semuanya ke dekat saluran air sungai sebelum matahari tepat di atas kepala!"​"Siap, Ketua!" Para prajurit itu

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 51

    Malam di Paviliun Anggrek terasa seperti keabadian yang membeku. Liya berulang kali membalikkan tubuh di atas ranjang sutranya, namun kelopak matanya seolah enggan merapat. Bayangan horor di Paviliun Phoenix, tubuh Long Xuan yang terbelenggu rantai, sulur-sulur hitam yang menjalar bagai kutukan, da

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-24
  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 50

    Larangan keras yang diteriakkan Long Xuan di selasar tadi bukannya membuat Liya surut, justru menjadi api yang menyulut rasa penasaran di dalam dadanya. Ada sesuatu yang tidak beres. Seorang panglima yang sanggup menahan tebasan pedang tanpa mengedipkan mata, tidak mungkin mengerang separah itu han

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-24
  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 53

    Malam telah jatuh menyelimuti ibu kota. Liya melangkah keluar secara diam-diam, dari gerbang samping kediaman Long dengan pakaian yang lebih sederhana, kerudung tipis menutupi sebagian wajahnya. Ia sengaja tidak menggunakan kereta kuda berlogo keluarga Adipati; ia tidak ingin kepulangannya nanti me

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-24
  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 44

    Kabut tipis menyelimuti kaki Gunung Lingyun saat fajar menyingsing, namun keriuhan di perkemahan Akademi Shin Yue sudah membuncah sejak pagi buta. Bagi para bangsawan dan pangeran yang hadir, ajang ini bukan sekadar kegiatan sekolah, melainkan panggung untuk memamerkan kemegahan serta status sosial

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-23
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status