Share

Bab 37

Author: Wei Yun
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-01 12:08:12

Langkah kaki Liya yang terburu-buru di sepanjang selasar kayu terhenti seketika saat sebuah bayangan besar menyambar lengannya. Liya tak perlu menebak si pemilik bayangan besar itu. Kekuatan itu begitu dominan, menarik tubuhnya berputar hingga ia nyaris kehilangan keseimbangan. Sebelum Liya sempat melayangkan protes, ia mendapati dirinya diseret paksa melewati gerbang tinggi Paviliun Phoenix, wilayah pribadi Long Xuan yang sangat tertutup.

​Long Xuan menutup pintu kayu jati itu hingga menimbulk
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 168

    Malam merayap semakin larut di markas Gunung Yu. Aroma tanah basah dan sisa asap yang menempel di pakaian para prajurit perlahan memudar, digantikan oleh suara jangkrik yang sahut-menyahut. Seluruh Pasukan Bandit Gunung Yu telah kembali ke markas. Di dalam kamar Ketua, udara terasa begitu kaku, seolah-olah ketegangan siang tadi belum sepenuhnya menguap. ​Liya berdiri mematung di dekat meja kayu, tangannya gemetar saat menuangkan teh hangat ke dalam cangkir porselen. Di belakangnya, ia bisa mendengar derap langkah Long Xuan yang berat. Pria itu baru saja selesai membersihkan diri di sungai, rambutnya yang hitam panjang masih tampak lembap, menjuntai di bahunya yang lebar. ​"Minumlah," ujar Liya pendek tanpa menoleh. Suaranya dingin, sedingin embun malam di puncak gunung. ​Long Xuan menerima cangkir itu, menyesapnya perlahan sambil matanya terus mengunci punggung istrinya. "Terima kasih, Shishi." ​Liya tidak menyahut. Ia melangkah ke lemari kayu, mengambil setelan jubah tidur yang b

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 167

    Langit Desa Qing Lu yang biasanya biru jernih kini tertutup jelaga kelabu yang menyesakkan dada. Aroma kayu terbakar dan jerit histeris penduduk desa memecah keheningan siang. Long Xuan, dengan wajah yang tercoreng abu dan pakaian yang sudah basah kuyup, berdiri di tengah kekacauan, memerintah pasukannya dengan suara yang menggelegar namun tetap tenang. ​"Wan Yi, bawa beberapa orang! Bantu padamkan api di sebelah sana sebelum merembet ke lumbung!" teriak Xuan sambil menunjuk sebuah rumah di ujung jalan yang sudah dilalap si jago merah. ​"Siap, Ketua!" Wan Yi menyahut lantang, segera memimpin sekelompok pria berbaju gelap menuju rumah tersebut. Penduduk desa bahu-membahu dengan para bandit Gunung Yu, mengalirkan air dari sumur-sumur terdekat menggunakan ember kayu. ​Telinga Xuan yang tajam tiba-tiba menangkap suara lirih di tengah deru api. Sebuah teriakan melengking dari dalam rumah yang atap ilalangnya sudah hampir runtuh sepenuhnya. ​"Ketua, sangat berbahaya jika kita masuk se

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 166

    Liya terus mundur hingga punggungnya membentur batang bambu yang dingin dan licin. Parang di tangannya terlepas, jatuh ke atas tumpukan daun kering dengan suara dentang yang hambar. Ia menatap Long Xuan—pria yang semalam membanting cangkir di depannya—kini berdiri hanya beberapa jengkal darinya dengan pedang yang masih meneteskan darah babi hutan.​"Kenapa kau mundur?" tanya Long Xuan, suaranya kini tidak lagi menggelegar, namun justru terdengar berat.​Liya memalingkan wajah, matanya memanas. "Bukankah kau bilang tidak ingin berbicara denganku? Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan agar tidak perlu memintamu melakukan apa pun."​Long Xuan menghela napas kasar. Ia menyarungkan pedangnya dengan sentakan keras, lalu menatap tajam pada lima prajurit yang berdiri kikuk beberapa meter dari mereka. "Kalian berlima, potong bambu-bambu ini sesuai tanda yang dibuat Nyonya. Bawa semuanya ke dekat saluran air sungai sebelum matahari tepat di atas kepala!"​"Siap, Ketua!" Para prajurit itu

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 165

    Sinar matahari pagi menyusup melalui celah jendela kayu, menyentuh wajah Liya yang sembap. Ia mengerjapkan mata, mendapati sisi tempat tidur di sampingnya masih rapi dan dingin. Long Xuan benar-benar tidak kembali semalaman. Dari kejauhan, sayup-sayup terdengar suara denting logam yang beradu dan teriakan komando yang tegas.​Liya menghela napas panjang. Ia tahu suaminya sedang menumpahkan seluruh kemarahannya pada latihan pedang di lapangan. "Setidaknya dia masih punya energi untuk berlatih," bisiknya pada diri sendiri, mencoba menghibur hati yang lara.​Sebagai seorang istri yang terbiasa hidup mandiri dan praktis, Liya tak ingin berlarut dalam kesedihan. Ia sadar telah memicu prahara, namun ia juga tahu bahwa kebutuhan pangan di markas Gunung Yu tidak bisa menunggu kemarahan Xuan mereda. Dengan persediaan yang makin menipis, Liya telah merancang sistem hidroponik sederhana untuk membuat kebun sayur-mayur.​"Aku butuh saluran air untuk mengairi tanamannya. Bambu adalah kuncinya,"

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 164

    Cahaya lilin di sudut kamar pengobatan menari-nari ditiup angin yang menyelinap dari celah jendela. Suasana begitu hening, hanya interupsi napas Fan Yi yang berat dan tersengal yang sesekali memecah kesunyian. Xiao Cui masih duduk di sana, bahunya turun karena kelelahan, namun tangannya tak berhenti bergerak. ​Dengan gerakan yang sangat hati-hati, ia memeras kain putih ke dalam baskom kayu. Air di dalamnya kini tak lagi jernih; warnanya telah berubah menjadi merah pekat, sewarna dengan darah yang mencemari kesucian air tersebut. Ia menyeka sisa-sisa darah dan kotoran yang mengering di pundak serta dada Fan Yi, tubuh kaku yang biasanya selalu berdiri tegap melindunginya, kini terbaring tak berdaya. ​"Cepat sembuh, Tuan Kaku," bisik Xiao Cui, suaranya lembut dan nyaris hilang ditelan malam. ​Ia berhenti sejenak, memandangi wajah Fan Yi yang pucat pasi dalam tidurnya. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya jatuh, menetes tepat di atas telapak tangan Fan Yi yang kasar. ​"Kalau k

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 163

    Wusss! Jleb!​Desingan tajam membelah keheningan malam yang pekat. Hutan di perbatasan Gunung Yu yang tadinya sunyi mendadak bertransformasi menjadi neraka kecil yang mencekam.​"Awas anak panah! Menunduk semua!" teriak Fan Yi menggelegar, suaranya nyaris tenggelam oleh deru derap kaki kuda pasukan Murong Guan yang semakin merangsek mendekat.​Jleb!​Fan Yi tersentak hebat. Tubuhnya terlempar ke depan, hampir saja ia terjungkal dari kursi kusir yang berguncang keras. Sebatang anak panah menancap telak di punggung kirinya. Rasa panas yang membakar menjalar seketika, namun jemarinya justru semakin erat mencengkeram tali kekang, menolak untuk menyerah pada rasa sakit.​"Fan Yi! Kau terkena?!" teriak Liya dari dalam kereta, suaranya sarat akan vibrasi kepanikan yang tak terbendung.​"Jangan keluar, Nyonya! Tetap menunduk!" balas Fan Yi dengan gigi bergeletuk menahan perih. Ia memacu kuda lebih gila lagi, mengabaikan denyut menyiksa di punggungnya. "Sedikit lagi ... sedikit lagi kita menca

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 57

    Malam telah mencapai puncaknya di Kediaman Long. Di dalam ruang kerja Paviliun Phoenix, Long Xuan duduk tegak di atas kursi jati yang dipahat rumit. Cahaya lilin yang kian meredup membiaskan bayangan tajam pada garis rahangnya yang kokoh dan berwibawa.​Pintu berderit pelan, menampakkan siluet Lu C

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 60

    Di tengah remang cahaya lilin yang kian meredup, Lu Chen berdiri mematung dengan kepala menunduk dalam. Suaranya terdengar datar namun tajam saat menyampaikan laporan yang dibawanya.​"Tuan Adipati," Lu Chen memulai, suaranya merendah. "Hamba menerima informasi dari seorang informan yang sangat te

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 51

    Malam di Paviliun Anggrek terasa seperti keabadian yang membeku. Liya berulang kali membalikkan tubuh di atas ranjang sutranya, namun kelopak matanya seolah enggan merapat. Bayangan horor di Paviliun Phoenix, tubuh Long Xuan yang terbelenggu rantai, sulur-sulur hitam yang menjalar bagai kutukan, da

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 50

    Larangan keras yang diteriakkan Long Xuan di selasar tadi bukannya membuat Liya surut, justru menjadi api yang menyulut rasa penasaran di dalam dadanya. Ada sesuatu yang tidak beres. Seorang panglima yang sanggup menahan tebasan pedang tanpa mengedipkan mata, tidak mungkin mengerang separah itu han

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status