Home / Romansa / Merebut Kembali Cinta Lama / Bab 6 | Ancaman Baru

Share

Bab 6 | Ancaman Baru

Author: Fatzar kim
last update publish date: 2026-02-04 10:51:25

Sudah beberapa kali Adis ingin memejamkan matanya malam ini, namun pikirannya benar-benar kacau. Hidup di Markas seperti ini bukanlah hal yang diinginkan.

“Mau nggak mau aku harus keluar dari sini,” gumam Adis lirih.

Ia kemudian turun dari ranjangnya untuk mendekati Melinda, di setiap langkahnya dia sudah menyusun bait kata untuk diucapkan.

“Dokter…” panggil Adis lirih.

Melinda menaikkan sebelah alisnya. “Iya Dis? Ada apa?”

Adis meremas kecil jarinya. “Kalau aku kabur saat ini bisa nggak?” tanya Adis lirih.

Untuk sepersekian detik, Melinda tidak langsung menjawab. Ia justru seperti menimbang kata apa yang akan diucapkan nanti.

“Jangan,” balas Melinda singkat.

Melinda kemudian memeluk Adis dari samping mencoba menenangkan.

“Kalau kamu ada kontrak, selesaikan lalu pergi. Jangan kabur, di dunia medis sikap pengecut seperti itu sangat di haramkan,” ucap Melinda.

Adis menghembuskan napas lalu mengangguk pelan. “Baiklah, mungkin aku harus menyelesaikan kontrakku dulu.”

Melinda mengamati dari raut wajah Adis ada yang tidak beres. “Memangnya kamu kenapa Dis?”

Firasat Melinda ada yang tidak beres, waktu pertama bertemu Adis di mata Melinda adalah perawat yang ceria dan murah senyum.

Namun akhir-akhir ini seperti ada yang ditutupi Adis darinya.

“Hahaha aku nggak nyaman kerja disini Dok,” balasan itu muncul begitu saja dari bibir Adis.

Melinda yang merasa iba akhirnya memeluk wanita di sampingnya itu mencoba menenangkan.

“Sudah jalani saja dulu, toh cuma satu tahun kan?” tanya Melinda memastikan.

Hanya satu tahun.

Adis terngiang apa yang di ucapkan Melinda. “Iya Dok, hanya satu tahun,” balasnya lirih. Ia kemudian menundukkan wajahnya lelah.

Satu tahun yang harus Adis hadapi, bertemu dengan Raka, berada dalam incaran Rendra dan setiap hari harus makan hati melihat Laras bermesraan dengan Rakabumi.

“Kalau kamu mau nenangin pikiran, jalan-jalan bukan ide yang buruk tuh, atau mau aku anterin?” tawar Melinda.

Adis melirik jendela, diluar sudah gelap sudah pasti bahaya yang mengintai akan semakin banyak. Terutama Rendra yang jelas-jelas menargetkan dirinya.

“Emang boleh?” tanya Adis penasaran.

Melinda menarik tangan Adis. “Aku juga butuh hiburan kali Dis, ya kali nggak mau nemenin kamu keluar.”

***

Adis dan Melinda kini sudah berada di luar asrama, mereka saat ini berjalan-jalan melintasi ruangan para Prajurit.

Di seberang jalan ada Rakabumi juga Adipati sedang berlatih menembakkan peluru.

“Mereka emang suka latihan malam hari Dok?” Adis menunjuk ke arah mereka berdua.

Melinda mengangguk kecil. “Iya, mereka selalu berlatih di malam hari.”

Adis menatap kagum ke arah Rakabumi, lelaki itu selalu sama dari dulu… Selalu berusaha keras melakukan apapun.

Raka dengan rambut berantakan dan juga keringat yang menetes di keningnya. Cukup menarik untuk Adis lewatkan saat ini.

Senyum Adia mengembang menatap Raka, namun senyum itu runtuh saat melihat Laras ada di sebelah Raka, menemaninya dan memberikan semangat.

Melinda yang menyadari itu kemudian menepuk pundak Adis. “Kamu suka Komandan Rakabumi?” tanyanya memastikan.

Adis sedikit terkejut atas tepukan Melinda yang mengenai pundaknya. “Nggak kok, ngapain suka… kita saja baru kenal beberapa hari lalu. Lagian Komandan udah ada tunangan loh Dok? Apa nggak tabu kita bicara seperti ini?”

Adis tersenyum hambar, ‘tunangan’ kalimat yang tidak akan ia sebut lagi, karena itu semakin membuat hatinya terluka.

“Hahahaha aku bercanda aja loh tadi, abis kamu serius banget liatin dua sejoli itu bermesraan,” ucap Melinda.

Adis menghembuskan napas pelan, persetanan dengan apa yang telah diucapkan Melinda, ia lebih baik berjalan lebih dulu.

Berjalan untuk menjauhi pemandangan yang tidak ingin ia lihat saat ini.

“Perawat Adis, saya ke kamar mandi dulu ya?” ucap Melinda disebelah Adis sambil terengah-engah.

Adis mengangguk kecil. “Iya Dok,”

Langkah kaki Melinda kemudian menjauhi Adis.

Sekarang hanya Adis dengan kesendiriannya lagi.

“Wah ini ternyata yang dari tadi lihatin tunangan orang.”

Deg.

Adis dengan segera mengangkat wajahnya, ia mengernyitkan kening tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Laras.

Iya, Laras yang tiba-tiba berdiri di hadapannya. Wajah Laras sudah memerah menahan amarah.

“Rakabumi itu cuma punya saya!” teriaknya dengan lantang.

“Kamu kan juga sudah dengar tadi siang kalau saya ini tunangan Rakabumi Pramana, harusnya kamu bisa jaga mata dong.” Laras sudah mendekat bersiap untuk menarik Adis.

Namun semua itu gagal dilakukan, Raka berjalan mendekat ke arah Adis dan juga Laras.

“Hentikan Ras!” teriak Raka dari belakang.

Ia kini memegang tangan Laras.

Adis menatap tangan Raka, perasaan aneh itu kembali muncul, ia tidak suka Raka menyentuh Laras. Dadanya kini berdegup lebih kencang.

Harusnya Adis tidak melihat ini, ia benci pemandangan di depannya, Adis akui ia cemburu, dan perasaan itu belum hilang hingga saat ini.

Adis menatap Raka dengan mata yang sedikit berair. “Komandan tolong dikasih tau tunangannya untuk bertanya terlebih dahulu, sebelum bertindak,” ucapnya.

Ia kemudian menarik napas lebih dalam. “Sangat tidak sopan asal berbicara tanpa melihat apa yang sedang terjadi,”

“Ew, jalang mana mau ngaku, kalau ngaku penjara pasti sudah penuh,” ucap Laras dengan santainya.

Raka mendengar ucapan Laras langsung menoleh ke arahnya. “Jaga ucapan kamu Laras!” ucap Raka dengan nada yang meninggi.

“Apa? Yang aku ucapkan kan memang fakta!” Teriak Laras tidak terima.

Ia kemudian melangkah mendekati Rakabumi. “Aku mau aduin kamu ke mami, udah belain cewek lain daripada tunangannya sendiri!”

Laras kemudian menghentakan kakinya dan pergi meninggalkan Raka yang masih diam di tempat.

Raka hanya melihat kepergian Laras tanpa ada niatan ingin mengejar sama sekali.

Kini tatapan Raka berpindah dengan wanita di depannya.

Tangannya mengusap air mata yang menetes di pipi Adis.

“Kenapa keluar sendiri? Melinda kemana?” tanya Raka memastikan

“Ke kamar mandi,” balas Adis tanpa mau menatap Raka.

“Jangan keluar di malam hari sendirian, disini sangat bahaya untukmu,” ucap Rakabumi.

Adis mengangguk kecil.

“Iya Mas,”

“Dan saya minta maaf atas ucapan Laras ke kamu ya, dia masih belum dewasa pemikirannya,” ucap Raka. Ia kemudian meletakan kedua tangannya di saku celana.

Adis kembali mengangguk mengiyakan apa yang telah diucapkan oleh Raka.

“Dan saya minta maaf belum ngasih tau kalau kamu mantan istri saya ke dia,” lanjutnya.

Adis tersenyum getir.

“Sepertinya itu tidak perlu dibahas dengannya Mas, biarlah semua menjadi rahasia.”

Raka menaikan sebelah alisnya penasaran. “Kenapa nggak boleh? Bukankah itu lebih baik jika dia tau?”

Adis tertawa pelan. “Kalau dia tau, yang ada aku semakin dalam bahaya Mas.”

Hening tidak ada balasan dari Rakabumi, Ia kemudian membuang muka seakan tidak ingin mendengar apa yang diucapkan Adis.

Ya, 'dalam bahaya' bisa-bisa Adis mati di markas ini karena kecemburuan Laras.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Merebut Kembali Cinta Lama    Bab 30 | Hari Pernikahan #1

    Hari yang tidak pernah Adis bayangkan, kali ini benar dimatanya, Rakabumi akan melangsungkan pernikahannya dengan Laras.Mereka sudah berdiri di atas altar pernikahan dan mengucapkan janji suci pernikahan. “Dis, kamu nggak papa?“ lagi lagi Melinda menanyakan hal yang sama kali ini. Adis menggeleng pelan. “Santai aja, aku nggak papa kok, nggak perlu khawatir.“Pesta itu begitu meriah. Lampu-lampu kristal berkilauan, musik mengalun lembut, dan para tamu mengenakan pakaian terbaik mereka. Sangat berbeda dengan pernikahan Adis dulu bersama Rakabumi—yang dilakukan secara diam-diam, tanpa pesta, tanpa saksi yang berarti.Malam ini Adis terlihat sangat cantik dengan gaun putih yang membalut tubuhnya dan sepatu heels yang membuat langkahnya tampak anggun.Sayangnya, hatinya benar-benar rapuh.Adis merasa dirinya tak lebih dari boneka Rakabumi yang sengaja dihidupkan di dunia ini. Jika ada satu kesempatan untuk mengulang waktu, ia tidak ingin pernah mengenal pria itu.'Aku benci Rakabumi.'K

  • Merebut Kembali Cinta Lama    Bab 29 | Undangan Pernikahan

    Perasaan baru kemarin adis di terbangkan ke lagit, oleh Rakabumi Pramana sekarang ia harus menerima fakta bahwa minggu depan adalah hari pernikahan Rakabumi Pramana. “Dis, are you okay?"tanya Melinda di sampingnya kali ini. Adis menggeleng kecil ia tidak tau harus bersikap apalagi setelah ini, yang ia ingat ini adalah salah satu strategi Raka untuk merebut kembali dirinya. “Permainan ini sangatlah tidak lucu,” gumam Adis. Jahat, manipulatif dan licik. Adis membenci Raka, sangat membencinya. Undangan itu sangan jelas di depan matannya. Meskipun ia tahu bahwa ini adalah hari bahagia, tapi tidak dengan peraaannya.langkah kakinya bergetarr tatkala ia mendengar bahwa semua harus hadir kali ini, Adis juga wanita namun sepertinya ia tidak mendapatkan peran itu di sini.“Kamu nggk papa?“ tanya Adipati.Wah, gila… hanya orang berhati malaikat yang bakalan bilang kalau Adis saat ini nggak papa.Inibukanlah pertanyaan dari Melinda unduk keua kalinya, melainkan ini adaalah pertanyaandari a

  • Merebut Kembali Cinta Lama    Bab 28 | Sssht Melinda Diam

    Melinda merasakan ada yang berbeda dari diri adis, ia pun akhirnya memberanikan diri bertanya pada temannya tersebut. “Dis,memangnya kamu sebenarnya sama komandan ada hubungan apa sih, kalau boleh tau?“ tanya Melinda. Adis mematung sesaat.kalimat itu begitu menusuk untuk adis saat ini. Adis kemudian menjawab dengan satu tarikan napasnya. Mau tidak mau ia harus menjawab, karena Melinda sudah pasti akan menanyainya setiap saat. “Saya manatan komandan Rakabumi Pramana, memangnya ada apa?“Melinda hampir saja memuntahkan seluruh isi perutnya kali ini. Entah ini sebuah berita atau sebuah kejutan dadakan yang jelas ia belum bisa menerima. “Nggak kok Dis, cumakaget aja, berarti selamaini yang di gosipkan kalau komandan itu pernah menikah itu benar adanya,aku pikir dia belok.“ Melinda sedikit tertawa setelahnya.Rakabumi belok? Lucu sekali. bisa-bisanya Melinda berpikir seperti itu. Kalau Komandan mendengarnya sudah pasti ia akan terkena skors karena sudah membawa berita yang tidak ben

  • Merebut Kembali Cinta Lama    Bab 27 | Adis mencurigakan

    Melinda menahan napasnya yang terengah-engah. Ia memegang dadanya dengan sebelah tangan.“Aduh Dis, Dis… kamu ini kalau ngajak sengsara bilang-bilang dong!“ Melinda tidak terima dengan rekan setimnya itu yang membawanya harus berlari menghindari Rakabumi.“Dok… Kita sembunyi di balik pohon itu aja yuk!“ ujar Adis.Ini gila tapi cukup menarik untuk Melinda.“Bolehhh,” ucap Melinda.Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk bersembunyi di balik semak-semak yang tadi sudah di maksud oleh Adis.***“Dis, lagian, kamu kenapa sih pakai ngikutin Komandan segala?“ tanya Melinda.Adis diam, ia tidak menjawab kali ini.Ia kemudian menggaruk pipinya yang tidak gatal.“Emang ada yang salah?“ tanya Adis tanpa ragu kali ini. Ia menatap Melinda seperti tidak terjadi apa-apa.Melinda menepuk jidatnya. “Yang ada kamu disangka penguntit tau,” jelasnya.“Atau jangan-jangan kamu ini sebenarnya fans dari Komandan Rakabumi yang lagi menyamar ya?“ ucap Melinda.Ucapan Melinda membuat Adis hampir ingin memunta

  • Merebut Kembali Cinta Lama    Bab 26 | Hampir Ketahuan

    Meskipun sudah terjadi beberapa hari lalu, namun kalimat itu masih terngiang di kepalanya. Raka tidak pernah menyukai Laras, dia sangat menyukai Adis. Dan itu mutlak tidak bisa di bantah.Adis pikir Adipati akan membual soal ini.“Wih, sendirian aja?“ tanya Adipati.Adis mengangguk. “Berdua juga tidak mungkin kan, Mayor?“ Adis terkekeh pelan.Adipati kini sudah berada di samping Adis, menatap langit malam dalam diamnya.“Kenapa belum tidur?“ tanya Adipati.Adis membapas santai. “Karena belum bisa tidur, kata-kata Rakabumi masih terngiang.“Adis mencebikkan bibirnya, memasang raut masam.Lelaki di sampingnya kini sudah tertawa lebih dulu. “Emang Raka bilang apa?“Dengan berat hati Adis menarik napas dalam. “Dia cuma suka sama aku,” begitu balasnya.Adipati hampir saja tersedak ludahnya sendiri karena mendengar ucapan Adis.“Kan saya sudah bilang waktu itu, kamu sih nggak percaya,” balas Adipati.“Tapi pernikahan mereka sebentar lagi.“Adis meremas jarinya setelah kalimat itu keluar dar

  • Merebut Kembali Cinta Lama    Bab 25 | Pintar Dan Menarik

    Adis akhirnya menyelesaikan masalah yang telah diperbuat oleh Melinda.“Bapak, Ibu… mohon maaf… untuk masalah yang terjadi akan saya selesaikan setelah ini, dan sebagai gantinya kalian bisa ambil makanan gratis sepuasnya.”Adis berdiri di hadapan para warga, meskipun ia tahu yang diambil memiliki risiko besar.“Boleh nih,” sahut warga yang berdiri paling depan.“Nah, untuk semuanya dimohon antre di tempat yang sudah disediakan.”Adis berbicara dengan pembawaan santai dan tidak tergesa-gesa. Ia percaya masalah ini akan terselesaikan dengan kepala dingin.“Siap, Bu Perawat!”Adis memberikan aba-aba untuk para prajurit agar segera menyiapkan dapur umum.Sedangkan ia dan Melinda sibuk memberikan penanganan pertama.Warga mulai bergerak teratur menuju dapur umum. Suasana yang tadi sempat memanas perlahan mencair oleh aroma nasi hangat dan lauk sederhana yang dibagikan para prajurit.“Akhirnya semua dapat terkendali lagi,” bisik Melinda.Adis mengangguk kecil. “Iya, Dok, akhirnya ya…”Raka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status