Home / Romansa / Miss Gagal Move On / 1001 Cara Melupakan Mantan

Share

1001 Cara Melupakan Mantan

Author: Novita024
last update Petsa ng paglalathala: 2021-05-20 23:08:27

Mantan itu ibaratnya sampah plastik. susah didaur ulang. Apalagi, dihilangkan dari pikiran.

Deskripsi Mantan

"Sampah." Jelas Diana enteng.

"Kedengarannya cocok, aku suka." Lia menulisnya di kertas tersebut, setelah itu, kembali menyimak cara selanjutnya.

"Kedua, hapus semua kontak sosmed atau apapun yang berhubungan dengan sampah(mantan), termasuk foto dan video saat kalian bersama dulu." Diana meraih ponsel Lia yang tergeletak di atas meja.

Ia mulai mengotak Atik benda tersebut. Sementara Lia ia hanya bisa mendengus pasrah, seluruh hal tentang Arka, maksudnya 'sampah' akan dihapus dari ponselnya.

Diana melirik ke arah Lia dengan tatapan tak percaya. Lia yang mendapat tatapan intimidasi dari Diana, hanya bisa meneguk salivanya berat.

"Lia, bagaimana kamu bisa melupakan Arka," Diana menghentikan ucapannya sesaat. "Maksudku 'si sampah', kamu bahkan mengunakan foto sebagai wallpaper."

"Karena dia tampan." Jujur Lia, entah kenapa setiap kali melihat foto Arka ia merasa sangat senang.

Belum sampai disitu, Diana juga membuka gelari, disana penuh foto Lia dan Arka yang sedang tersenyum bersama. Bukan hanya itu seluruh sosial media Arka di ikuti oleh Lia.

Diana meminjat kedua pelipisnya frustasi, sampai kuncing tumbuh tanduk pun. Lia tidak akan bisa melupakan Arka jika seperti keadaannya.

Sementara Lia, gadis itu hanya tersenyum polos, memamerkan deretan giginya yang putih lengkap dengan tatapan imut tanpa dosa.

"Jangan dihapus semua, tinggalkan satu saja," pinta Lia dengan nada memohon, ia tidak rela seluruh kenangan tentang Arka dihapus begitu saja.

Diana menghembuskan napas berat. "Kamu mau melupakannya atau tidak?"

Lia kembali menggangguk, ia kemudian menunduk sedih. Diana menepuk pelan pundak Lia.

"Ingat tujuan utamamu Lia." Semangat Diana.

Lia mendongakkan kepala, "kamu benar Diana, aku harus berhasil melupakan Arka, eh maksudnya 'sampah' yang sudah membuatku gagal move on."

"Nah, gitu dong," seru Diana senang.

Keduanya saling berpelukan, Lia memang ingin melupakan Arka tetapi, jauh dilubuk hatinya paling dalam, ia masih ingin Arka kembali, Lia masih terlalu mencintainya. Entahlah, semoga keputusan yang ia ambil ini adalah benar

Diana melepas pelukan mereka, keduanya menoleh ke arah pintu yang terbuka. 

"Mama," pekik Diana senang, ia langsung memeluk ibunya.

Sementara, Lia hanya tersenyum miris, ia juga ingin punya ibu yang begitu menyayanginya. Namun, sayang jangankan kasih sayang, bertemu kedua orang tuanya saja ia tidak pernah. Pasti mereka malu memiliki anak seperti dirinya.

"Lia kok kamu diam aja, gak mau meluk tante," ucap Sinta ramah.

Diana segera menarik Lia, ketiganya saling berpelukan untuk melepaskan rindu.

"Papa mana Ma?" tanya Diana yang tidak menemukan kehadiran papanya.

"Papa masih belum selesai dengan urusan bisnisnya disana, mungkin minggu depan baru pulang," jelas Sinta pada anak semata wayangnya dengan nada lembut.

Diana tampak memanyunkan bibirnya, ia merasa sedikit kesal. Kedua orang tuanya selalu saja melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, meninggalkan dirinya sendirian di rumah bersama seorang pembantu rumah tangga bernama Ratih, wanita paruh baya yang selalu setia bersamanya dan tidak lupa sahabat terbaiknya Lia.

"Tante, Lia mau izin pulang dulu ya, udah malam soalnya." 

"Lho, kenapa gak nginap di sini aja dulu," cegah Sinta. Biar bagaimanapun ia sudah mengganggap Lia seperti Diana, anaknya sendiri.

"Iya Lia, kita bisa tidur bareng lagi," imbuh Diana.

"Bukannya aku menolak, besok aku harus berangkat ke kantor lebih awal, sepertinya ada hal penting Tante," terang Lia.

Sinta dan Diana akhirnya membiarkan Lia pamit pulang.

"Hati-hati ya, kamu pulang diantar sama supir tante, jangan mencoba menolak atau tante tidak akan membiarkanmu pulang," pinta Sinta sambil tersenyum.

"Siap Tante," ujar Lia meniru gaya hormat prajurit. Kemudian ketiganya saling tertawa.

🍀🍀🍀         

Lia membuka pintu apartemen, ia melangkah masuk mendekati sebuah sofa lalu, merebahkan tubuhnya agar lebih rileks.

Otaknya masih sibuk memikirkan perkataan Diana tadi. Benarkah ia siap melupakan Arka, hatinya mungkin akan memberontak tetapi, tekadnya sudah bulat ia tidak boleh terikat lagi dengan masa lalu.

"Aku akan pergi tidur dan memikirkan hal tersebut besok saja." Ucapnya pelan, ia bangkit berjalan ke kamar untuk tidur.

🍀🍀🍀

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Miss Gagal Move On   Masih Berharap

    Ku pikir dengan melihatmu bahagia maka, aku akan bahagia. Ternyata itu tidaklah cukup! Selama senyum itu belum tertuju untukku. Aku tak akan pernah bahagia.*Diana****Diana keluar dari ruangan kantor ibunya, ia lagi-lagi di kritik tentang impiannya yang tidak mungkin.Menjadi penulis, apa salahnya kalau Diana memimpikannya. Ia ingin menjadi seorang penulis yang sukses dan di sukai banyak orang. Ya, Diana tau, hal tersebut sangat bertentangan dengan kedua pekerjaan orang tuanya. Ibunya berbisnis di bidang fashion dan ayahnya seorang CEO perusahaan. Namun, apa masalah jika Diana mengambil jalur yang berbeda? Apakah itu sebuah kesalahan? Apakah seorang anak tidak pantas memilih mimpi mereka?.Sederet pertanyaan terus muncul di benak Diana, ia benar-benar merasa sangat tertekan.Suara dering ponsel membuat acara melamunnya terganggu. Diana langsung tersenyum sumringah, ketika melihat nama Rian tertera di layar ponselnya."Ya, ada apa?" tanya Diana bersemangat kembali. Wajahnya kembali

  • Miss Gagal Move On   Bis Bukan Gayaku

    Aku tidak akan pernah membiarkan dirimu pergi, entah itu dari pandangan atau hatiku.***"Kamu saja yang tidur di kasur." Arka berusaha membujuk Lia untuk tidur di kasur tetapi, Lia malah bersikukuh ingin tidur di lantai. Lia segera menggeleng, ia langsung tidur di lantai yang sudah beralaskan kasur tipis. "Orang sakit lebih baik tidur di kasur. Kalau kamu gak setuju, aku pulang ni." Acaman Lia seketika membuat Arka diam menurut, ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, sementara di dalam hati ia merasa tidak enak membiarkan Lia tidur di bawah. Arka memang ingin Lia merawat dirinya tapi, bukan seperti ini konsep yang dia inginkan."Pejamkan matamu dan segera tidur!" Perintah Lia, setelah memastikan Arka menutup matanya, ia juga menarik selimut miliknya. Lalu tertidur lelap.Setelah beberapa menit, Arka kembali bangun, ia tidak benar-benar tidur. Dirinya kini memperhatikan Lia yang sedang tertidur pulas. Ia melambaikan tangannya di depan wajah Lia, memastikan perempuan terseb

  • Miss Gagal Move On   Masa Lalu

    Saat kamu pergi, tidak ada lagi kata 'baik-baik saja' di dalam hidupku.***FlashbackSore itu Lia tersenyum senang manatap layar ponselnya dengan tatapan berbinar, ia tampak sesekali melompat kegirangan."Aku akan segera menemui." ujar Lia penuh semangat. Senyum di wajahnya tampak begitu indah. Seindah langit senja kala itu.Lia sudah berjanji untuk bertemu Arka di sebuah jembatan dekat kampus, tak berapa lama, orang yang ia tunggu akhirnya datang. Lia langsung menyambut Arka dengan senyum terbaiknya."Hai sayang," sapa Lia, ia langsung mengandeng tangan Arka. Arka hanya diam, ia menatap dalam manik mata Lia. "Ada apa?" tanyanya ketus. Kemudian menepis tangan Lia begitu saja.Lia yang menyadari perubahan raut wajah Arka, merasa aneh sekal

  • Miss Gagal Move On   Aku baik-baik saja

    Jika cinta datang hanya untuk menyakiti, tak bisakah ia pergi tanpa mengiris hati.***Diana duduk sendirian di bangku taman, ia melimpah segala rasa sedih yang di tahannya di dalam hati. Ia menangis hingga terisak pilu, tidak perduli, orang-orang yang melewati dengan tatapan bingung.Suara ponsel mengalihkan perhatian Diana, ia menghapus segera air matanya dan mengatur suaranya agar tidak terdengar serak."Iya halo," sahut Diana dengan nada riang yang dibuat-buat."Maaf Mbak, naskah novel yang anda ajukan satu bulan lalu, tidak bisa kami terima karena tidak sesuai dengan keinginan penerbit," terang suara seberang.Diana berusaha tegar, ia tidak berusaha untuk berdebat tentang naskahnya dan mengakhiri percakapan tersebut seadanya. "Tidak masalah, saya mengerti."Setelah mematikan ponselnya, Diana kini kem

  • Miss Gagal Move On   Apa itu rasa sakit?

    Untuk membuat orang yang kucintai bahagia, aku tidak harus ikut bahagia bukan? ~Diana~ Diana segera ke rumah sakit begitu mengetahui bahwa Lia dan Arka di serang preman. Diana langsung berlari memeluk Lia yang ketakutan di ruang tunggu. "Lia tenanglah, Arka akan baik-baik saja." "Diana aku takut, aku takut kejadian itu terulang lagi," tutur Lia sambil terus terisak, tubuhnya masih bergetar ketakutan. "Aku ini pembawa sial Diana, aku ini pembunuh!" Diana melepas pelukan mereka kasar. "Cukup Lia! Berhenti menyalahkan dirimu sendiri, kejadian itu bukan karena ulahmu, semua hanya takdir dan kamu tidak bisa menghindar." Diana memegang erat kedua tangan Lia. Ia mencoba untuk terus meyakinkan Lia bahwa apa yang terjadi memang telah di takdir kan tuhan. "Mulai hari in

  • Miss Gagal Move On   Perlakuan yang Berbeda

    Rasa khawatir di matamu, membuktikan bahwa, kamu masih begitu mencintaiku.Bisakah aku menyimpulkan begitu?~Arka~Di sisi lain, Diana kini tengah sibuk mengambil kotak P3K yang berada di lemari atas.Seseorang datang dari belakang dan mengambil kotak P3K yang sejak tadi berusaha di raih Diana.Diana sedikit terkejut, ia berbalik melihat orang yang sudah mengambil benda tersebut."Rian, kok kamu ada di sini?" tanya Diana heran, padahal sebelumnya ia yakin Rian tadi duduk di ruang tamu."Ya mau bagaimana lagi, masak aku di tinggal sendirian." tutur Rian seadanya.Sebenarnya, Diana tidak bermaksud meninggalkan Rian sendirian di ruang tamu. Namun, luka di tangannya tiba-tiba berdenyut nyeri yang membuat Diana memutuskan untuk mengobati lukanya terlebih dahulu.

  • Miss Gagal Move On   Sekertaris atau Pembantu

    Semenjak Lia resmi menjadi pembantu, ralat maksudnya sekertaris sekaligus pembantu lebih tepatnya. Kehidupan Lia berubah 360°, tidak di kantor ataupun di apartemen, Arka selalu saja memerintah dirinya. Lihatlah keadaannya sekarang, sangat berantakan, rambutnya bahkan tampak sedikit acak

  • Miss Gagal Move On   Bertemu Kembali

    Cinta tidak hanya membutakan mata dan hati. Namun juga, kewarasanmu.* * *Lia kembali membenamkan wajahnya ke dalam bantal, sesekali ia merengek lalu,

  • Miss Gagal Move On   Keberuntungan atau Kesialan

    Terhitung hampir satu minggu semenjak Lia melakukan semua yang tertera di SOP yang diberikan Diana, mulai dari olahraga teratur sampai menyibukkan diri dengan berkerja yang berujung masuk IGD beberapa waktu yang lalu, untunglah segala usaha yang ia lakukan kini membawakan hasil, ya mesk

  • Miss Gagal Move On   SOP (Standar Operasional Prosedur) Melupakan Mantan

    *Susah itu. Ketika kamu masih ingat mantan tetapi, mantan bodoh amat kamu hidup atau gak ~jlep*Setelah mencuci piring Lia berniat merebahkan tubuhnya di atas kasur namun, belum sempat bokongnya menyentuh permukaan kasu

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status