Share

Mustahil untuk Kembali Bersatu
Mustahil untuk Kembali Bersatu
Author: Atonim

Bab 1

Author: Atonim
Suara yang sangat dikenalnya itu membuat Natasha membeku, tangannya gemetar menyentuh pegangan pintu.

Beraninya Abian?

Dia baru saja melahirkan!

"Cewek ini lumayan, 'kan? Aku kabarin ya, masih ada lagi yang lebih cantik. Nanti malam kuatur!" Suara seorang laki-laki lain menyela.

Mata Natasha membelalak. Dia kenal suara itu-teman baik Abian.

Mereka ikut terlibat dalam perbuatan tidak bermoral seperti itu?

"Nggak, aku harus jaga Sasha malam ini."

"Ayolah, dia baru melahirkan. Kamu sudah punya pengasuh sebanyak itu buat mengurusnya. Kamu juga sudah setiap hari sama dia. Itu saja sudah cukup, kamu juga butuh santai."

"Nanti malam banyak cewek baru, yang belum pernah disentuh."

"Kamu terlalu setia sama istrimu, nggak pernah mau keluar. Kalau bukan karena dia melahirkan, entah kapan kamu akhirnya bisa santai main di luar."

Mata Natasha merah dan berkaca-kaca. Mulutnya terkatup rapat dan tubuhnya gemetar. Dia menatap anak dalam gendongannya, yang mengedipkan mata padanya, tampak sangat polos.

Sesaat kemudian, suara Abian yang agak serak terdengar di dari dalam.

"Aku tunggu Sasha tidur dulu baru keluar. Habis dia pulang dari rumah sakit nanti, jangan panggil aku lagi. Kamu tahu sendiri perjuanganku mendapatkannya. Cuma dia satu-satunya yang aku cintai."

"Ya, ya, si paling cinta."

Natasha dengan hati gamang membawa anaknya kembali ke kamar. Dia duduk di tempat tidur, pikirannya kacau.

Suara gumaman putrinya akhirnya menyadarkannya kembali.

Lalu, air mata mengalir deras seperti banjir bandang.

Perjuangan Abian agar bisa bersamanya memang tidak mudah.

Pada tahun ketika Abian mengejarnya, dia dan ibunya baru saja melarikan diri dari ayahnya yang kasar. Tapi kekerasan ayahnya tidak ada habisnya, dan ibunya yang bodoh terus-menerus percaya janji-janji kosongnya.

Dia tahu Abian berasal dari keluarga kaya, dikelilingi oleh wanita-wanita cantik.

Dia menolak Abian karena takut pada cinta dan pernikahan.

Tapi, Abian tidak menyerah. Dia pria yang sangat pengertian dan tidak pernah mengganggunya, hanya membantunya secara diam-diam.

Hal ini berlangsung sekitar satu tahun.

Tepat ketika Natasha mengira Abian akan menyerah, ibunya yang bodoh membocorkan alamatnya pada ayahnya. Ayahnya yang pecandu alkohol datang dalam kondisi mabuk gila sambil menghunuskan sebilah pisau.

Ibunya pun mulai menyadari bahwa situasi telah menjadi tidak terkendali. Dia memohon kepada ayahnya agar melepaskannya.

Tapi, bagaimana mungkin seorang pria kasar mau mendengarkan?

Ayahnya justru menyerang semakin brutal.

Natasha memaksa dirinya tetap tenang dan menelepon polisi, membuat ayahnya semakin marah. Pada saat itu, Abian muncul, berkelahi dengan ayahnya, dan tertusuk pisau.

Untungnya, polisi datang dan membawa ayahnya pergi. Setelah menahan air mata begitu lama, Natasha akhirnya menangis. Abian mengusap lembut pipinya dengan tangan yang tidak terluka dan tersenyum menghibur.

"Kamu takut aku nggak bisa melindungimu, 'kan? Lihat, aku bisa."

Pada saat itu, Natasha sesenggukan memeluk pemuda yang berlumuran darah itu, berpikir inilah pria yang ditakdirkan untuknya seumur hidup.

Tapi, kenyataan tetap menamparnya.

Natasha menghapus air mata, menatap putrinya yang masih bayi tertawa-tawa bermain dengan jarinya. Sangat menggemaskan. Dia membungkuk dan mencium kening si kecil.

"Anakku sayang, Mama mau membawamu pergi dari sini."

Dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon pengacaranya. "Pak Bram, tolong buatkan perjanjian cerai."

Kemudian, dia membalas email dari perusahaan luar negeri yang pernah menawarkan posisi padanya.

Natasha telah menerima tawaran dari beberapa perusahaan multinasional besar sejak lama, tapi Abian tidak ingin dia pergi, jadi dia tetap tinggal.

Dia tahu perceraian butuh waktu satu bulan. Dia memesan tiket pesawat untuk bulan depan. Satu bulan sudah cukup baginya untuk menyelesaikan urusan di sini.

Karena pemuda yang dia terima cintanya sudah tidak ada lagi, dia pun tidak akan mencintainya lagi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Mustahil untuk Kembali Bersatu   Bab 25

    Natasha membalas senyumnya, matanya pun berkerut.Dibandingkan dengan orang yang bertele-tele, dia lebih suka ketegasan seperti ini."Ya sudah, kalau begitu, mari kita jadi rekan kerja yang baik.""Tapi, aku memang mengagumimu. Kalau ada kesempatan, tolong berikan aku kesempatan itu."Dion berbicara dengan sangat terus terang.Natasha membalas candaan itu. "Kalau ada kesempatan."Setelah makan bersama, Dion mengantar Natasha pulang.Beberapa waktu berikutnya, Natasha belum bisa pergi ke laboratorium.Memang merepotkan, karena dia juga harus mengurus anak. Tidak mungkin dia meninggalkan Chika sendirian di rumah.Dion menyarankan padanya agar mencari pengasuh, dan Natasha juga mempertimbangkannya.Tapi setelah bertemu beberapa calon, tidak ada yang memenuhi standarnya.Belum ada penyelesaian.Kebetulan, Abian tiba-tiba datang.Natasha awalnya sedikit khawatir, tapi Abian menepati janji dan jarang mengganggunya.Abian datang ke sini untuk membahas kerja sama. Kebetulan, dia bisa sekalian

  • Mustahil untuk Kembali Bersatu   Bab 24

    Kali ini, Abian benar-benar tidak melakukan tipuan apa-apa.Setelah menyelesaikan proses perceraian, Natasha bebas pergi.Memegang akta cerai, dia bersiap untuk memanggil taksi."Ayo kuantar. Walaupun kita sudah bercerai, kita sudah bersama sekian lama. Nggak mungkin langsung tiba-tiba jadi orang asing, 'kan?""Aku tahu kamu mau pergi besok. Di sana ... jaga dirimu baik-baik. Jangan lupa makan waktu sibuk kerja."Abian menasihatinya dengan lembut.Natasha mendengarkan dengan penuh perhatian. Perasaan campur aduk perlahan menyebar di hatinya.Dia benar-benar mencintai Abian. Cinta mereka nyata.Tapi, kesalahan ini benar-benar tidak bisa dia maafkan."Kalau kamu nggak bisa ngurus Chika di sana, beri tahu aku. Aku pasti akan datang menjaganya.""Sasha, ini bukan berarti aku melepaskanmu. Dan bukan berarti aku nggak mencintaimu. Aku cuma nggak mau kamu membenciku."Natasha bersandar pada jendela mobil, menatap kendaraan yang berlalu-lalang. Lampu jalan menerangi wajahnya yang dihiasi setet

  • Mustahil untuk Kembali Bersatu   Bab 23

    "Giska, kalau kamu wanita lain, mungkin aku nggak akan membencimu."Natasha menatapnya dengan tenang, masih tanpa sedikit pun rasa simpati."Tapi karena itu kamu, aku pernah membantumu, dan kamu bilang aku memberimu harapan untuk terus berjuang.""Kamu memanfaatkan kebaikanku untuk menyakitiku. Aku menerima permintaan maafmu, tapi aku nggak akan memaafkanmu."Giska bersandar di kepala tempat tidur, memaksakan senyuman pahit. "Aku tahu kamu nggak akan memaafkanku.""Aku cuma ... ya sudahlah, tolong terima ini."Dia mengambil kartu dari bawah bantalnya dan memberikannya kepada Natasha."Utangku padamu dulu. Sudah kutambah bunga juga. Jangan ditolak. Ini bukan uang dari Abian. Ini uang yang aku dapatkan sendiri.""Kamu dulu menolongku, tapi aku malah nggak tahu terima kasih. Aku memang nggak pantas mendapatkan kebaikanmu. Mungkin dengan mengembalikan semuanya padamu, beban di hatiku bisa berkurang."Natasha menerima kartu itu. "Kamu tahu aku akan datang?"Giska menggeleng pelan. "Aku cuma

  • Mustahil untuk Kembali Bersatu   Bab 22

    Natasha menutup telepon.Dia tidak ingin bermain-main dengan Abian lagi. Waktunya terlalu berharga untuk itu.Setelah ditipu berulang kali, siapa pun akan merasa tidak tahan.Natasha merasa dirinya sudah sangat sabar.Jadwal pesawat tercepat baru besok pagi.Natasha tidak ingin bertemu Abian, apalagi terlibat dengannya lagi, jadi dia memesan kamar hotel.Dia membawa barang-barangnya langsung ke hotel.Keluarga Yanuar memiliki banyak properti. Dia butuh waktu cukup lama untuk mencari satu hotel yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka.Proses check-in berjalan lancar. Satu-satunya kekurangan adalah Chika mengalami demam ringan.Perjalanan bolak-balik yang terus-menerus jelas telah menguras tenaga kecilnya.Natasha merasa sangat bersalah dan membawa anaknya ke rumah sakit terlebih dahulu.Chika masih muda, dan Natasha menyadarinya tepat waktu, jadi yang perlu dia lakukan hanyalah minum obat dan air yang cukup.Natasha duduk menggendong Chika di kursi koridor. Sesosok wanita t

  • Mustahil untuk Kembali Bersatu   Bab 21

    Abian keluar langsung dari kantor untuk menemui Natasha.Natasha baru saja selesai makan.Saat membuka pintu dan bergegas masuk, Abian mengambil tangan Natasha dan memeriksanya dengan saksama."Mama nggak menyentuhmu, 'kan?"Natasha menarik tangannya dan berbalik menuju sofa. "Nggak.""Sasha, aku minta maaf. Aku sudah bicara dengannya. Dia nggak akan mengganggumu lagi.""Abian, kamu pasti tahu kenapa dia datang mencariku. Kalau kamu benar-benar peduli padaku, cepat selesaikan perceraiannya."Dalam sekejap.Apartemen menjadi sunyi.Abian menatap Natasha dengan mata merah. Dia sudah tidak asing lagi dengan sikap dinginnya.Tapi sudah lebih dari sebulan. Natasha tidak menunjukkan sedikit pun perasaan padanya.Seolah-olah segala sesuatu yang pernah ada di antara mereka di masa lalu benar-benar lenyap tanpa jejak."Cukup sudah. Bukannya semuanya sudah jelas? Apa lagi yang masih perlu dijelaskan?""Kamu sendiri yang bilang, kita bisa meresmikan proses cerai setelah aku pulang. Aku tahu sekar

  • Mustahil untuk Kembali Bersatu   Bab 20

    Natasha sudah mengerti.Dia bersandar ke dinding, merasa ingin tertawa.Meskipun dia tidak melakukan apa-apa, semua orang tetap menyalahkannya.Pernikahan ini memang sangat tragis."Makanya, kamu hubungi saja Abian.""Anakku nggak mau menemuiku lagi! Semua ini karena kamu! Kamu harusnya merasa bersalah!"Ratna awalnya bermaksud meminta maaf, tapi dia merasa tidak senang melihat Natasha tinggal di apartemen putranya dengan nyaman.Suaranya semakin tajam."Pahami baik- baik. Yang membekukan kartu dan uangmu itu Abian, bukan aku."Natasha menatap wajahnya, tatapannya berubah semakin dingin. "Jangan salahkan semuanya padaku. Aku nggak pernah melakukan kesalahan apa pun kepada Keluarga Yanuar.""Sedangkan anakmu, jelas-jelas selingkuh. Kenapa nggak kamu pikir pakai logika?"Mendengar itu, Ratna merasa sedikit bersalah.Tapi dia tidak boleh kehilangan wibawanya. Dia adalah nyonya Keluarga Yanuar."Laki-laki mana yang nggak suka bersenang-senang? Pernikahan itu tentang kompromi satu sama lain

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status