"Sasha, kamu bilang begitu tadi cuma karena emosi, 'kan?"Abian menyusul, suaranya terdengar cemas.Natasha mengangkat matanya yang agak lelah. "Abian, ayo kita jalan-jalan ke kampus besok."Abian terhenti sejenak, lalu berlutut dan menggenggam tangan Natasha. "Oke, aku nurut kamu. Asal kamu nggak pergi meninggalkanku."Keesokan harinya, setelah berkemas dan masuk mobil, Abian menggendong Chika sementara Natasha menyaksikan pemandangan yang berlalu dari jendela."Sasha, kamu ingat waktu kita mulai pacaran? Aku ingat, aku mengejarmu setahun penuh. Tepat sebelum ulang tahunku, akhirnya kamu menerimaku.""Waktu itu, kita jalan-jalan di taman belakang kampus.""Chika, ikut Mama dan Ayah lihat tempat di mana cinta kami dimulai."Natasha agak terkejut dengan kata-katanya.Karena ada hal-hal yang dia sendiri lupa, tapi Abian mengingatnya dengan jelas. Dia menoleh, pria itu sedang bermain dengan putri mereka.Dia telah membayangkan pemandangan ini berkali-kali sebelumnya. Kenapa Abian harus me
Read more