LOGINMata Rio langsung terbelalak hebat. "Jadi ... jadi kamu yang digilainya, dan istrimu adalah orang yang dibuatnya keguguran?" terka Rio. Dia masih belum bisa menetralisir keterkejutan. "Ya begitulah kira-kira. Dan kamu masih saja menyukainya?" Rio terkekeh hambar. "Nasib benar-benar buruk. Aku tahu
Bumi cuma bisa nyengir saja. "Jangan tertawa, Bum! Ini tidak lucu!" dengkus Sakha. - - Enam bulan kemudian. Ballrorm sebuah hotel dihias sedemikian rupa megahnya. Lampu, bunga, serta balon menjadi ornamen pendukung pesta pernikahan dua bersaudara itu. Dua bersaudara? Ya, mereka adalah Aryan d
Rey yang keheranan merebut lembar itu, dan responnya juga sama—membulatkan mata seakan-akan tidak percaya. "Bum, kamu serius?" tanya Rey. Melihat Sakha yang ada di sebelahnya mematung tak bergerak memantik rasa penasarannya menjadi semakin besar. Di dekatinya Bumi, lantas duduk di sisi ranjang. "B
"Mi ...." "Padahal Mimi sudah semedi di spa demi nama ini. Gangga Semesta Jadiyaksa." Bumi dan Rey saling tatap. Mereka tak menyangka nama yang disiapkan begitu indah dan jauh dari nama aktor Hollywood. "Itu artinya apa, Mi?" tanya Bumi. Penasaran dia dan sejujurnya agar tertarik. Nama itu terden
Mata Rey pun kembali terarah ke box bayi yang ada disebelahnya. "Aku bingung. Terlalu banyak nama bagus yang aku pikirkan. Dan satu pun tidak ada yang membuatku yakin. Tolong beri waktu aku untuk memikirkannya," balas Rey. Bumi pun mengiakan dengan anggukan kepala. Sekarang mata Rey kembali ke Bumi
Kebahagiaan yang didapatkan sekarang tidak bisa Bumi jabarkan. Rasanya sangat luar biasa. Setelah melalui masa kontraksi hampir sepuluh jam akhirnya sang bayi lahir dengan selamat dan sehat dengan berat 3,5 kilogram dengan proses persalinan normal. Kebahagiaannya semakin berlipat ketika mengetahui a
Nuna yang semakin penasaran memutuskan mengintip dari jendela ruang kepala sekolah yang berbentuk persegi empat. Nuna bahkan sengaja mencari kursi demi melancarkan aksi mengintipnya itu. Benar adanya, kecurigaan Nuna ternyata terbukti. Di dalam ruang itu Rey terus membongkar apa saja. Dimulai daru
"Rey, Mimi boleh masuk?" tanya Prita setelah mengetuk pintu kamar putranya. Rey yang awalnya berbaring lelah di atas ranjang akhirnya membukakan pintu untuk ibunya itu. "Kenapa, Mi?" tanyanya dengan malas. "Apa kamu nggak bisa sopan sedikit sama Bumi? Dia itu istri kamu," jelas Prita. "Mi, plea
"Heh gadis barbar. Apa kamu masih tidak mau minta maaf," ucap Rey. Dia sengaja menghampiri Nuna yang sedang mendalami peran sebagai kang bersih toilet siang itu. "Kalau kamu mau aku bisa kok minta bapak kepala sekolah menghentikan hukuman kamu ini. Tapi dengan catatan kamu harus minta maaf. Bagaim
Bel pun berbunyi menandakan jam mata pelajaran yang Sari pegang sudah selesai. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Rey. Dia berdiri dan mengangkat tangan setelah Sari keluar dari kelas. "Kawan-kawan, mohon perhatiannya sebentar." Ucapan Rey membuat semua murid terdiam dan menatapnya dengan panda







