LOGINBulan belum sempurna menampakkan wujudnya, tetapi gairah Alpha Harlan mulai naik. Dia sudah tidak sanggup lagi untuk menahan gairahnya yang sudah lama tidak tersalur. Kesibukan dalam mengejar kembali cinta sang mantan ternyata telah menguras gairahnya hingga saat melihat paha mulus Rhena hasratnya terbakar. Rhena yang merasakan adanya hasrat pasangan hanya mengulum senyum, dia tidak ingin melanjutkan aksinya lagi. Kali ini dia harus mendapatkan kepastian akan posisinya di pack alpha tersebut. "Bagaimana Alpha?"Alpha Harlan Stuward masih diam, pandangannya tidak lepas pada pangkal paha Rhena yang mulai memancing hasratnya. Saat ini Rhena memakai gaun terusan hanya menutupi alat kelaminnya. Sekali tarik gaun itu maka semua aset tubuhnya bisa dinikmati oleh sang alpha. Harlan semakin tidak bisa fokus pada pekerjaannya. Meskipun beberapa file belum selesai dia periksa, akhirnya Alpha itu menyerah dengan hasratnya. Dia berdiri dari kursi kerjanya dan melangkah mengikis jaraknya dengan
Setelah berhasil melarikan diri, Alpha Harlan membawa tubuh Rhena ke packhouse miliknya. Kehadiran Rhena membawa angin segar bagi pack tersebut. Namun, tidak bagi Rhena. Wanita muda itu masih merasakan ketidaknyamanannya dengan setiap penghuni pack. Sudah tiga hari Rhena berada di pack spectra. Selama itu dia belum berani muncul di permukaan seluruh anggota pack. Rhena hanya berdiri di sisi jendela menghadap pada halaman packhouse. Di saja semua kegiatan pack terlihat dengan jelas termasuk bagaimana cara alpha memberi arahan pada anggotanya dalam keseharian. Rhena tidak mengerti mengapa saat ini perlakuan alpha berubah dari sebelumnya, apakah dia sudah bisa melupakan sosok Sisilia yang selama ini menghantui hubungan keduanya. Rhena memindai seluruh kondisi pack tersebut hingga kedua matanya berhenti di perkebunan anggur di sisi yang cukup jauh dari tempatnya berdiri. Deretan pohon anggur begitu teduh dengan buah yang bergelantungan mendekati matang. "Rupanya bisnis anggur sudah m
Cakar alpha female berhasil membuat luka baru pada tubuh Alpha Harlan Stuward. Luka ini cukup dalam hingga membuat tubuh sang alpha stigma pack itu terhuyung. "Harlan!" Rhena berteriak lantang, tubuhnya yang lemah merangkak mendekat pada tubuh pasangannya. Sementara melihat ada kesempatan tipis, Luna Cery bergerak cepat. Tangannya meraih sebuah pisau belati yang terselip di antara sepatu boot dan kain celana miliknya. 'Aku akan membunuhmu, Sisilia. Dasar jalang sialan!' umpat Luna Cery dalam hati. Wanita itu memberi kode pada putrinya untuk bersiap melarikan diri. Namun, Rhena masih tetap menggelengkan kepala. "Sebaiknya kita menyingkir dulu, The. Kita susun lagi kekuatan guna merebut kembali pack milik ayahmu ini!" bisik Alpha Harlan. "Aku tidak mau, Alpha. Aku masih inginkan berjuang bersama mereka."Alpha female terus bergerak membantai seluruh anggota pack tanpa memedulikan keberadaan Luna Cery. Dengan ganas dan gerak cepat, alpha female terus melayangkan cakarnya. Hanya se
Sementara di sudut yang lain, Aloha Baron bergerak luar biasa melawan Raja Lycan yang sedang mengamuk melihat pasangannya teraniaya oleh kawanan serigala Stigma. Pria bertubuh kekar dan berotot itu terus menyerang tanpa ampun pada Alpha Baron. Bahkan sang alpha begitu kesulitan menghindar dari setiap hempasan cakar maut Raja Lycan. Tubuh Alpha Baron terlihat banyak luka, tetapi dia masih mampu berdiri tegak dalam mode manusia serigala. Sesekali kepalanya tengadah untuk mendapatkan kekuatan dewi bulan. Hal itu tidak membawa dampak pada Raja Lycan. Dia masih saja mampu bergerak melawan semua serangan yang dilancarkan oleh Alpha Baron. "Apapun yang kau usahakan, kupastikan nyawamu melayang, Alpha Baron!" "Coba saja jika kau mampu, Lycan Tua!" Alpha Baron justru memberi tantangan yang membuat seringaian sinis muncul di wajah Raja Lycan Edward Slovasky. Pria itu mengasah kuku cakarnya dengan menggesekkan satu sama lainnya. Suara derit saat bertemunya kedua cakar menimbulkan kengeria
Sementara jauh di belakang hutan Jungkla, Alpha Harlan Stuward masih berlari menuju ke Stigma pack. Dia seakan tidak sabar untuk menghentikan serangan mantan wanitanya itu. Teriakan Beta Piter sama sekali tidak dia pedulikan. Tubuh yang penuh luka saat perkelahian terakhirnya dengan Raja Lycan tampan mulai mengering meskipun sesekali ada rembesan darah di beberapa bekas cakaran. "Hai, Alpha. Berhentilah untuk mengisi tenaga lebih dulu! Anda belum terisi makanan apapun selama beberapa hari ini." Beta Piter berkata dengan lantang, tetapi sang alpha terus saja berlari hingga langkahnya terhenti tepat saat sebilah pedang melayang hendak menebas kepala Rhena. Sling! Ada kelegaan yang terpancar di raut wajah sang alpha saat lemparan batunya berhasil menghentikan sabetan pedang itu. Hal ini menimbulkan senyum manis tercetak di bibir Rhena. Serigala wanita itu pun melompat menerjang serigala Alpha Stuward membuatnya mengeram pelan. 'Terima kasih, Sayang!' kata Rhena melalui mind link ked
Apa yang dilakukan oleh Alpha Baron belum sampai selesai angin kencang datang menghempaskan beberapa meja dan hidangannya. Semua mata seketika tertuju pada gerbang pintu utama yang terbuka secara tiba-tiba. Dari jarak Alpha Baron berdiri terlihat sepasang manusia serigala perak berdiri berdampingan. Keduanya masih saling berpelukan dengan bibir terpaut dalam. Sebuah pemandangan yang meresahkan jiwa serigala yang lain. Apalagi saat itu sinar bulan begitu sempurna menambah gairah para serigala membuncah. Lolongan demi lolongan kenikmatan disertai rasa iri mulai terdengar saling bersahutan. Persenggamaan dua serigala perak memancing gairah serigala lainnya. Suasana yang awalnya fokus menjadibterpecah oleh erangan dan desahan napas yang juga diikuti gerakan erotis sepasang serigala perak tersebut. Melihat adegan demi adegan, Luna Cery menelan air liur yang akan keluar dari moncong serigalanya. Iya, akibat sinar bulan Luna Cery perlahan mulai berubah menjadi serigala hitam. "Lanjutkan
"Sisilia Sniders, aku kawinkan kamu dengan Edward Slivasky. Maka dengan ini aku nobatkan kamu sebagai Luna Kastil Hitam Barat!" Tetua Kastil Hitam berbicara dengan lantang bersamaan pisau menyayat ujung jari telunjuk Sisilia. Darah segar langsung menetes bercampur dengan darah milik Edward. Saat i
Melihat keintiman kedua serigala berdarah lycan itu membuat Alpha Joy menggeram. Lengan kanannya menyentak lembut hingga sebilah pedang keluar dari tapak tangannya. Pedang tipis dengan sinar biru laut menyala dengan ujung yang lancip dan tajam. Tanpa menunggu lagi, Alpha Joy langsung menggerakkan
Tubuh Sisilia bersinar keemasan. Tubuhnya menyatu dengan serigala kesayangan. Sinar mata yang biasanya kosong kini mulai mengeluarkan sinar. "Berhati-hatilah, Alpha Sisilia. Kami masih butuh Anda!" Ester berkata sambil menepuk punggung kokoh serigala perak tersebut. Sang serigala melolong panjang
Sisilia melayangkan telapak tangannya pada pipi Edward. Bunyi yang keras saat kedua kulit saling bertemu membuat pria itu ternganga tidak percaya dengan sikap wanita buta itu. "Kau berani bertingkah, Buta?""Bukankah sejak awal Tuan tahu bahwa saya Buta. Mengapa masih saja mengejar?"Edward segera







