LOGINJackson D’Angelo, the most feared Mafia Boss in the state, he is ruthless and a man you do not wish to get on your wrong side. He is devoted to his Mafia Family and take pride in the things he sets out to do. He might seem to be your typical playboy, but the one thing he craves will be the thing that catches him by surprise. In enters Kayley, a girl that finds herself on the wrong side of town. Her path crosses with Jackson one night while she is at his nightclub. He finds her dancing on his bar counter. The moment he helps her step off, he claims her as his. She is wild and free and brings out the soft side of Jackson. But there shall be betrayal and deceit placed in the way that will threaten to keep them apart. Can they overcome these obstacles? Shall Kayley ultimately become Jackson’s Mafia Queen? Will she tame him or will he tame her instead?
View MoreLie Yuechan merasakan sakit kepala yang luar biasa saat kesadarannya berangsur pulih. Lalu keningnya berkerut dalam ketika merasakan ruang di sekelilingnya begitu sempit dan pengap. Ia membelalak lebar begitu tersadar dengan keadaannya.
Bukankah… ini peti mati?!
Dengan segenap tenaga, ia mendorong papan di atasnya sampai terbuka dengan kencang. Begitu terbuka, ia mendapati di hadapannya berdiri dua wanita berpakaian duka. Wajah mereka yang semula dipenuhi kesedihan seketika berubah pucat pasi.
"Ti... tidak mungkin...."
Wanita yang lebih tua mundur selangkah. Tubuhnya tampak bergetar hebat.
"Dia... dia masih hidup?"
Gadis di sampingnya menggigit bibir hingga memucat. Tatapannya dipenuhi ketidakpercayaan, seolah baru saja melihat hantu bangkit dari alam kematian.
"Mustahil! Bukankah dia sudah...." Ucapannya terhenti di tenggorokan.
Tak jauh dari mereka, beberapa pria berbaju hitam yang membawa pedang ikut membeku di tempat. Tak seorang pun berani bersuara.
Lin Yuechan mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Kain-kain putih berkibar diterpa angin. Asap dupa masih mengepul, sementara peti mati yang baru saja ia buka tergeletak di tengah halaman.
Dadanya berdegup kencang. Jangan bilang… ia bangkit dari kematian?!
Pada saat itu, rasa sakit yang luar biasa menyerang kepalanya, ingatan yang sempat hilang kembali, mengalir memenuhi benaknya.
Ia mengingat semuanya. Beberapa hari lalu, ibu dan adik tirinya yang jahat meracuninya hingga Lin Yuechan kehilangan nyawanya. Keduanya memanfaatkan keadaan kediaman yang sepi karena ayahnya sedang bertugas di luar wilayah.
Nyonya Lin—ibu tirinya—menggertakkan gigi. Ia tidak peduli apakah yang berdiri di hadapannya manusia ataupun arwah. Satu hal yang ia tahu, Lin Yuechan tidak boleh tetap hidup.
"Apa yang kalian tunggu?" bentaknya kepada para pengawal.
"Tangkap dia! Jangan biarkan dia melangkah keluar dari tempat ini!"
Belasan pengawal saling berpandangan. Meski hati mereka dipenuhi rasa takut, mereka tetap mencabut pedang dan perlahan mengepung Lin Yuechan dari segala arah.
Lin Yuechan mengembuskan napas pelan. Tubuhnya memang telah hidup kembali, tetapi racun yang dahulu merenggut nyawanya masih menyisakan kelemahan.
Ia mengalihkan pandangan ke arah jalan pegunungan di belakang halaman pemakaman. Tidak ada pilihan lain selain melarikan diri. Sebelum kepungan para pengawal benar-benar menutup, Lin Yuechan tiba-tiba berbalik dan berlari secepat yang mampu dilakukan tubuhnya.
"Kejar dia!"
Teriakan para pengawal menggema. Belasan orang itu langsung mengejar tanpa memberi kesempatan sedikit pun. Sementara itu, Lin Yuechan terus berlari tanpa menoleh ke belakang.
Ia mengepalkan tangannya dengan erat.
"Aku sudah selamat dari kematian. Aku tidak akan membiarkan siapa pun merenggut nyawaku untuk kedua kalinya."
Ujung jubah dukanya berkibar liar saat ia berlari menuruni jalan setapak yang dipenuhi semak dan pepohonan. Napasnya mulai memburu, sementara dadanya terasa seperti terbakar.
Namun ia tidak berani berhenti berlari. Hingga begitu ia keluar dari hutan bambu, ia melihat ada sebuah desa kecil di kejauhan.
Tanpa berpikir panjang, Lin Yuechan segera mempercepat langkahnya menuju desa dan memasuki sebuah kerumunan warga sambil menundukkan kepala. Jantungnya berdegup kencang saat orang-orang yang mengejarnya ikut masuk ke dalam kerumunan.
"Kapten! Kami menemukan gadis itu masuk ke sebuah toko!"
"Benarkah? Ayo cepat kejar!"
Tanpa curiga sedikitpun, mereka berlari meninggalkan Lin Yuechan di kerumunan itu. Barulah begitu yakin mereka benar-benar pergi, ia mengehebuskan napas panjang.
"Nyaris saja..."
Beberapa penduduk di kerumunan itu hanya melirik sekilas ke arahnya. Penampilannya yang berantakan memang menarik perhatian, tetapi tak seorang pun memperdulikannya.
Ia terus berjalan melewati kerumunan itu, melewati rumah-rumah sederhana hingga tiba di ujung desa. Ia melihat di sana ada kereta, dan beberapa pelayan dan belasan pengawal berseragam berdiri di sampingnya. Dari cara mereka berjaga, Lin Yuechan tahu bahwa pemilik kereta bukanlah orang biasa.
Tak jauh dari sana, seorang wanita tua anggun berusia sekitar enam puluh tahun duduk di sebuah kursi kayu. Di sampingnya, seorang pelayan wanita terus membujuk dengan wajah cemas.
"Nyonya Tua, angin di luar cukup dingin. Sebaiknya kita kembali ke kediaman."
Wanita tua itu menggeleng pelan.
"Tidak. Ahli nujum berkata, hari ini aku akan bertemu dengan calon cucu menantuku."
Pelayan itu tak lagi membantah, ia hanya menghela napas pelan. Saat itulah suara langkah kaki yang tergesa-gesa memecah ketenangan.
Lin yuechan terkejut saat menyadari Lin Yuerou muncul bersama beberapa pengawal. Wajahnya dipenuhi amarah, sementara napasnya memburu akibat terus mengejar.
"Ke mana perempuan itu lari?" gerutunya. Tatapannya menyapu seluruh desa dan tanpa sengaja menabrak bahu wanita tua yang sedang berdiri itu hingga tubuhnya oleng.
Untung sang pelayan sigap menopangnya.
"Astaga! Berani-beraninya kau!" bentak pelayan itu.
Lin Yuerou bahkan tidak menoleh.
"Menyingkirlah, Nenek Tua!" Setelah berkata demikian, ia kembali berlari bersama para pengawalnya.
Wajah pelayan itu memerah menahan marah."Kurang ajar! Beraninya dia bersikap lancang kepada Nyonya Tua!"
Namun sebelum kemarahannya sempat dilampiaskan, tubuh wanita tua itu tiba-tiba menegang. Tangannya mencengkeram dada. Wajahnya berubah pucat dalam sekejap.
"N-Nyonya..."
Beberapa detik kemudian, tubuhnya limbung dan jatuh tak sadarkan diri.
"NYONYA TUA!"
Jeritan panik sang pelayan membuat seluruh pengawal bergegas mengerumuni mereka.
Melihat kejadian itu, Lin Yuechan yang sejak tadi bersembunyi di balik dinding rumah terdekat mengernyit pelan. Tatapannya tertuju pada wanita tua yang terbaring tak bergerak.
Wanita itu tidak akan mampu bertahan lama jika dibiarkan.
Lin Yuechan menarik napas pelan. Nalurinya mengatakan agar segera pergi. Semakin lama ia berada di desa ini, semakin besar kemungkinan para pengawal Kediaman Lin menemukannya.
Namun, tatapannya kembali jatuh pada wanita tua yang terbaring di tanah dengan wajah yang pucat parah.
Lin Yuechan menghela napas pelan. Dengan keadaan seperti itu, wanita tua itu tidak akan mampu bertahan. Tanpa berpikir lebih lama, ia melangkah keluar dari tempat persembunyiannya.
"Biarkan aku melihatnya."
Suara tenangnya membuat semua orang menoleh. Tatapan para pengawal langsung dipenuhi kewaspadaan.
"Siapa kau?" tanya salah seorang dari mereka dengan nada dingin.
Lin Yuechan tidak menjawab. Ia berjalan mendekati wanita tua itu. Pelayan yang sejak tadi memeluk tubuh sang nyonya buru-buru menghalangi jalannya.
"Berhenti! Jangan mendekat!"
"Aku bisa menolongnya," ucap Lin Yuechan dengan tenang.
Pelayan itu menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Jubah dukanya masih berlumuran debu, rambutnya pun acak-acakan. Bagaimana mungkin perempuan seperti ini bisa menyelamatkan Nyonya Tua?
Tatapan Lin Yuechan beralih kepada wanita tua yang wajahnya semakin pucat.
"Napasnya hampir berhenti. Jika kalian terus menghalangiku, beliau benar-benar akan kehilangan nyawanya."
Pelayan itu menggertakkan gigi. Kalimat itu membuat pelayan tersebut terdiam. Ia menoleh kepada wanita tua yang kini sama sekali tidak bergerak.
Di saat itulah, seorang pria paruh baya yang tampaknya merupakan kepala pengawal maju selangkah. Tatapannya tajam mengamati Lin Yuechan.
"Kalau kau benar-benar memiliki cara untuk menyelamatkan Nyonya Tua, lakukan."
Lalu perlahan, ia menggenggam gagang pedang di pinggangnya.
"Tetapi jika kau berniat mencelakainya… aku sendiri yang akan memenggal kepalamu."
I always used to say that I am not a normal person. That I never used to do things the normal way. That I lived by my own rules and I never met people the normal way. My life was a crazy rollercoaster ride. I had a crazy normal life.Until I met him.Jackson D'Angelo.
He has moved back into our room and there is nothing that I am happier about. It feels good to have him back in my bed but I feel like a bus and his heavy ass is making it worse.Kayley ~”Jackson!”Kayley ~”Wake the hell up.”
This morning when I wake, I find a very fast asleep Jackson ~ next to me with The Cat In A Hat laying open on his chest, if I did not love him so much, I would kick his ass out of my bed. I take the book away and cover him up with the blankets. I get out of bed and make my way downstairs.Matthew ~”Morning Kay. We made you and Jackson coffee.”
So Jackson has called off the wedding and also ended our relationship.I am left here alone with my damn hormones and shitty morning sickness.And now the asshole is banging on the door.Jackson ~”Kayley are you okay?”Kayley ~”What does it sound like Jackson?”Jackson ~”Just open the fucking door.”Kayley ~”Just go away.”Jackson ~”Kayley open the door.”Kayley ~”Go away.”Jackson ~”I will kick this door down.”Kayley ~”Then how do I come to the bathroom?”Jackson ~”Open the damn door then.”
Jackson D'Angelo.
This guy is everywhere; it is bad enough he is stuck in my head, now he shows up at my work too. Not that I am complaining, but I am not quite ready for him to see me naked just yet.
This hot as fuck sweet piece of ass has just helped me off the bar counter. That smile had me all but drowning in my own wet mess. For a moment there, I had my thighs clenching as his rough hand touched my palm. I d
Dear Reader Thank you for reading the first chapter of the book called, My Crazy Normal. My Crazy Normal was originally written as an Interactive Story Game. I am in the process of adapting it into a novel form. The original version contains a great deal of dialogu






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews