Se connecterAris hidup di tengah keluarga yang lebih sering menjadi musuh daripada tempat berlindung. Ibunya memandangnya sebagai pembawa sial, sementara Alena, adik kesayangannya, selalu mencari cara untuk meruntuhkan kepercayaan diri Aris. Di sekolah, hidup Aris tak jauh berbeda—fitnah dan pengkhianatan menjadi makanan sehari-harinya. Namun, harapan muncul dalam bentuk perlombaan menulis. Aris melihat kesempatan ini sebagai jalan untuk membuktikan bahwa dirinya mampu dan layak dihargai. Tapi di saat yang sama, Alena—yang haus perhatian—memutuskan ikut serta. Dengan segala tipu muslihat, Alena mencuri naskah Aris, berharap memenangkan lomba dan menarik hati Raka, sahabat Aris yang setia mendampinginya. Diterpa kesedihan dan pengkhianatan, Aris hampir menyerah. Namun, dukungan dari teman setianya, Sasa, yang diam-diam menyukai Aris, serta Andre, mantan pacar Sasa yang bekerja sama dengan Alena, membuat Aris kembali berdiri. Dengan pena di tangannya dan semangat yang menyala, Aris bertekad menulis akhir cerita yang hanya dia yang mampu mengendalikannya. Namun, mampukah Aris menyingkap kebenaran di balik tipu daya Alena dan Andre serta membuktikan dirinya di tengah dunia yang terus merendahkannya?
Voir plusPagi berikutnya, markas Victor kembali bergeliat. Setelah menerima informasi penting dari Clara, setiap anggota tim terlihat sibuk dengan tugas mereka. Ada yang mempersiapkan peralatan, ada pula yang memperkuat sistem keamanan seperti yang dirancang oleh Aris.Victor berdiri di ruang rapat bersama Andre, Aris, dan Clara, menatap peta besar yang memenuhi layar. Peta itu menampilkan lokasi-lokasi strategis yang dikendalikan oleh Raven Syndicate.“Prioritas kita sekarang adalah mengamati pergerakan mereka,” kata Victor sambil menunjuk salah satu titik merah di peta. “Basis utama mereka ada di sini, tapi mereka punya tiga lokasi cadangan yang digunakan untuk menyimpan persenjataan dan dokumen penting.”Andre mengangguk. “Kalau kita bisa menyerang lokasi cadangan itu, mereka akan kehilangan banyak sumber daya.”“Tapi itu berisiko,” Clara menimpali. “Raven Syndicate bukan organisasi kecil. Mereka punya penjaga bersenjata di setiap lokasi.”Aris yang berdiri di belakang Clara angkat bicara,
Pagi itu, markas Victor tampak sibuk seperti biasa. Meskipun bekas-bekas pertempuran masih terlihat di beberapa sudut bangunan, para anggota tim tidak membiarkan semangat mereka surut. Mereka saling membantu memperbaiki kerusakan, mengatur ulang peralatan, dan memastikan markas kembali berfungsi optimal.Aris bergabung dengan kelompok yang sedang memperbaiki area penyimpanan. Ia memegang alat berat di tangannya, membantu mengangkat puing-puing yang menumpuk. Keringat mengalir di wajahnya, tetapi senyum tak pernah lepas dari bibirnya."Aris, kau pasti bisa jadi tukang bangunan setelah ini," canda Andre yang lewat sambil membawa papan kayu.Aris tertawa kecil. "Kalau begini terus, aku mungkin bisa buka jasa renovasi rumah setelah semua ini selesai."Tawa kecil di antara mereka membuat suasana kerja terasa lebih ringan, meskipun tugas yang mereka hadapi cukup berat.---Rapat Strategi BaruSetelah beberapa jam bekerja, Victor memanggil seluruh tim inti untuk berkumpul di ruang rapat utam
Setelah mendapatkan informasi lengkap dari Jovan, Victor memutuskan untuk bertindak cepat. Dengan peta markas utama Raven Syndicate yang Jovan berikan, mereka mulai menyusun strategi untuk menyerang balik."Kita tidak bisa membiarkan mereka menyerang kita lagi," ujar Victor tegas. "Ini saatnya kita mengambil alih kendali."Aris mengangguk setuju. "Tapi kita harus berhati-hati. Raven Syndicate tidak akan membiarkan kita masuk tanpa perlawanan."Victor membagi tim menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama akan menangani keamanan dan menyerang langsung, kelompok kedua bertugas menciptakan pengalihan, sementara kelompok terakhir, yang dipimpin Aris, akan fokus menyusup ke dalam markas untuk menghancurkan sistem komunikasi mereka."Kita harus membuat mereka lumpuh sebelum mereka sadar apa yang terjadi," tambah Andre, yang berada di kelompok pertama.Aris mengepalkan tangannya. "Aku siap memimpin timku."---Persiapan Sebelum PerangMalam itu, suasana di markas Victor sangat tegang. Semua ang
Tim Victor kembali ke markas utama menjelang fajar. Udara pagi terasa dingin, namun tidak ada yang lebih menyejukkan daripada rasa lega setelah pertempuran panjang. Meskipun begitu, suasana di antara mereka tetap tegang. Mereka tahu bahwa kemenangan ini hanya sementara.Aris melangkah keluar dari kendaraan, wajahnya menunjukkan kelelahan yang mendalam. Lina mendekatinya, membawa segelas kopi hangat yang ia buat di ruang sementara."Kau butuh ini," katanya lembut sambil menyerahkan kopi tersebut."Terima kasih," jawab Aris, meminum seteguk kopi. "Bagaimana keadaan tim lainnya?"Lina menghela napas panjang. "Beberapa masih dalam perawatan. Tapi kita kehilangan tiga orang."Aris terdiam. Setiap kehilangan adalah beban berat, terutama saat dia melihat mereka sebagai bagian dari keluarganya.---Victor Merancang Strategi BaruSementara itu, Victor langsung memimpin rapat darurat di ruang utama. Darius, pemimpin Raven Syndicate, telah ditahan di ruang bawah tanah untuk diinterogasi."Ini be
Malam itu, Aris termenung di depan jendela kamar rumah Bu Siti yang kini sudah gelap. Ponsel yang ditemukan di halaman menjadi petunjuk baru, tetapi juga ancaman yang tak main-main. Pesan singkat yang muncul di layar tadi terus terngiang di benaknya: “Selamat bermain, Aris. Waktumu hampir habis.”D
Malam itu, Aris tidak bisa memejamkan mata. Ancaman yang ia terima lewat pesan singkat terus membayanginya, ditambah dengan tatapan aneh dari Alena saat sarapan tadi. Ia merasa diawasi, seperti ada sepasang mata yang terus memantau setiap gerakannya.Aris memutuskan untuk keluar dari kamar dan meme
Malam telah larut ketika Aris duduk sendirian di taman kota. Udara dingin menusuk tulang, tetapi rasa ingin tahunya mengalahkan segalanya. Pesan misterius yang ia terima terus terngiang-ngiang di kepalanya. Siapa pun yang ingin menemuinya malam ini pasti memiliki informasi penting. Aris memeriksa
Aris tidak bisa tidur semalaman. Kata-kata Alena dan suara pria misterius itu terus terngiang di telinganya. Ia merasa semakin yakin bahwa dirinya bukan hanya menghadapi konflik biasa, melainkan permainan yang dirancang untuk menghancurkannya secara mental dan emosional.Saat pagi datang, Aris memu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentairesPlus