Home / Romansa / My Hot Bodyguard / BUKAN SAATNYA MELEPAS RINDU

Share

BUKAN SAATNYA MELEPAS RINDU

Author: Lysta
last update publish date: 2026-07-18 12:30:43

Lelaki itu terlihat kesal karena Clara berbicara angkuh. Sedangkan gadis yang benar-benar diincarnya hanya menjerit dan berusaha melepaskan diri.

Lelaki yang merupakan suruhan seseorang, hendak menampar pipinya agar Clara berhenti berteriak sambil menyebut nama pengacara kondang yang merupakan suaminya.

Kibasan tangan itu hendak mendarat ke pipi Clara. Wanita itu memejamkan matanya dengan bibir meringis menyambut rasa sakit. Tapi, dia membuka matanya dengan perlahan dan melihat ke arah tangan lelaki itu.

Clara membulatkan matanya saat melihat wajah pria yang selama ini dirindukannya. Tapi, saat ini bukan waktu yang tepat untuk melepas rindu.

Bastian menggenggam tangan pria itu, raut wajahnya terlihat tenang berbeda dengan lelaki pengganggunya.

"Jangan ikut campur urusanku, brengsek!" umpatnya sambil menarik tangannya. Lelaki itu bahkan menghadiahkan pukulan ke arah wajah Bastian.

Lelaki itu salah jika menganggap Bastian hanya sekedar ikut campur tanpa memiliki kemampuan membela diri. Bastian dengan cepat menghindar, tanpa menunggu jeda pukulan keras menghantam bagian bawah dagunya.

Lelaki itu terkejut sempat memekik dengan tubuh terhuyung ke belakang

"brugh!"

Dalam satu pukulan saja lelaki tersebut jatuh pingsan.

Clara berdiri tegak menatap Bastian, dia tidak percaya bisa melihat Bastian lagi. Clara tidak mengetahuinya sudah bebas.

Bastian menatap ke arah gadis satunya lagi yang masih meronta-ronta bahkan menatapnya meminta bantuannya, mengabaikan Clara yang hendak mendekatinya.

"Tolong aku!" teriaknya dengan bibir bergetar. "Lepaskan!" teriaknya lagi sambil berusaha melepaskan diri dari lelaki yang memeluknya dari belakang.

Lelaki satunya yang memegang tongkat besi digunakan memecahkan kaca jendela. Berjalan cepat ke arah Bastian dengan tatapan garangnya.

"Basti--an?" panggil Clara saat Bastian melintasinya.

Bastian mengabaikannya dan Clara hanya bisa menatapnya. Clara menatap punggungnya, 5 tahun lalu sering menjadi sandaran pipinya yang tirus saat Clara memeluknya dari belakang.

Lelaki itu meliukkan tongkat besi ke arah Bastian, dengan cekatan Bastian menghindarinya. Tapi, tangannya secepat kilat memegang tongkat besi tersebut membuat lelaki itu membulatkan matanya.

Bastian tidak menyia-nyiakan waktu, dia menarik kuat tongkat tersebut. Lelaki itu ikut tertarik. Tendangan kuat dari kaki Bastian tepat ke perutnya.

Lelaki itu terhuyung ke belakang dengan tangan melepaskan tongkat besinya. Bastian memutar-mutar tongkat besi seperti baling-baling, menunjukan kekuatan otot tangannya. Lawannya tahu benar, tongkat besi itu cukup berat.

Bastian mendekati lelaki itu tanpa berhenti memutar tongkat besinya membuat nyalinya menciut. Begitu juga lelaki satunya lagi yang menyandera gadis cantik. Mereka mundur dengan wajah panik.

Bastian berdiri tepat di depan mereka dengan ujung tongkat besi mendarat di atas jalan beraspal.

"Aku akan memberi kalian satu penawaran," ucap Bastian bernegosiasi sambil menatap kedua lelaki itu bergiliran. "Aku akan membiarkan kalian pergi. Jika melepaskannya (sambil menatap gadis dalam sandraan lelaki satunya lagi). Tapi, jika kalian bersikeras. Aku akan..." ucap Bastian sambil mengangkat tongkat besi itu. Kemudian menghentakkannya.

"K-kau akan menyesal karena sudah ikut campur urusan kami!" bentak lelaki yang sempat mendapatkan tendangan di perutnya.

"Ah, jadi kalian memilih?" ucap Bastian dengan kedua rahang mengeras sambil melangkah ke depan dengan tongkat besi terangkat.

"Ba-baiklah, kali ini kau menang. Tapi, ingat! aku akan membuat perhitungan denganmu lain waktu," ucapnya diakhiri ancaman. Lelaki itu dengan tatapan waspada melirik temannya memberinya isyarat.

Pria yang memeluk gadis itu mendorongnya ke arah Bastian. Gadis itu menjerit karena kaget, dia tidak siap. Hingga kedua tangannya mendarat tepat di dada berototnya.

Bastian pun dibuat kaget, dia juga tidak sempat menghindar.

Napas keduanya saling menyapu wajah. Untuk sepersekian detik, netra mereka saling beradu pandang.

"Astaga, dadanya tak hanya lebar. Tapi, berotot. Bisa dibayangkan bagaimana bentuknya saat tidak mengenakan baju. Aku bisa menebak otot-otot perutnya yang sixpack. Tunggu! kau sedang memikirkan apa Bianca?"

Bianca mengedipkan beberapa kali kelopak matanya, ketika Bastian menatap tangannya malah asik meraba-raba dada-nya.

Bianca malah nyengir bukannya menjauhkan kedua tangan jahilnya.

Kedua lelaki pengganggu berlari cepat ke mobilnya. Mobil mereka pun melaju dengan cepat.

"brak!"

Sesuatu terjadi membuyarkan perhatian Bastian yang sedang menatap gadis mesum di depannya.

"Hehehe" Bianca menjauhkan kedua kedua tangannya dari dada Bastian sambil mundur dan terkekeh.

"Shiit!" umpat Bastian sambil berlari cepat ke arah mobil Ferarri yang dibawanya. "Sial! hais!" umpatnya lagi sambil menyugar kasar rambutnya.

Bumper sisi kanan mobil Ferrari-nya penyok karena tertabrak mobil yang digunakan kedua lelaki tadi.

Bastian memeriksa tingkat penyoknya. "Hais!" umpatnya lagi.

Bastian sudah bisa menebak besarnya biaya perbaikan mobil mewah itu. Dia tidak memiliki uang untuk membayar perbaikannya. Bastian tidak mungkin meminta Kris membantunya membayar biayanya. Dia sudah membebani Kris dengan menumpang di rumahnya. 

"Tunggu! sepertinya mobil ini milikku?" ucap Bianca sambil berlari ke mobil ferari. Bastian menatapnya. "Ya Tuhan, mobil kesayanganku rusak," keluhnya sambil mengusap bumpernya yang penyok. 

"Siapa namamu?" tanya Bastian. Dia tidak langsung mempercayainya begitu saja. 

Bianca menghadap Bastian dengan memasang wajah kesal. "Kau sudah membuat mobilku rusak."

Bastian dengan cepat mengambil kertas yang diberikan karyawan Kris tercantum nama pemilik dan alamat mobil. 

"Siapa namamu?"

"Bianca Mozeto," jawabnya dengan wajah terangkat. 

"Alamat?" 

"Kawasan mansion Sagar, X1," jawabnya. "Apa perlu aku mengatakan nomor ponselku? 065xxx."

"Ternyata gadis ini pemiliknya," ucap batinnya sambil menatapnya. 

Bianca Mozeto, gadis berusia 23 tahun. Dia putri dari seorang pengusaha kaya bernama Gabriel Mozeto. Tepatnya, putri pimpinan klan mafia yang menutupi kedoknya sebagai pengusaha. 

Bianca memiliki saudara bernama Daniel Mozeto yang berprofesi sebagai pengacara ternama. Daniel, lelaki yang menikah dengan Clara mantan kekasih Bastian.

"Aku ingin kau memberiku penjelasan mengenai kerusakan ini?" ucapnya sambil menunjuk bumper mobilnya yang penyok. 

"Bukannya mobilmu jadi seperti itu karena perbuatan ketiga pria tadi?" sanggah Bastian.

"Mobilku lain ceritanya, kau tidak menjaganya dengan baik. Seharusnya kau berhati-hati..." bantah Bianca.

"Maksudmu? ah, seharusnya tadi aku membiarkan mereka menculikmu?" potong Bastian. "Tidak tahu terima kasih," cibirnya. 

"K-kau?" balas Bianca dengan nada songong.

"Cukup Bianca!" ucap Clara sambil berdiri di sampingnya. 

Clara tak melepaskan pandangannya pada Bastian yang berusaha keras tidak menatap balik padanya. 

"Tapi, Ferrari cantikku mobil kesayanganku," keluhnya sambil mengusap bumpernya. 

"Aku yang akan membiayai perbaikannya," balas Clara. 

"Tidak perlu!" tolak Bastian dengan dingin tanpa menatap Clara. Bastian malah menatap sebal Bianca. "Aku akan mengirim mobilmu setelah diperbaiki," ucapnya lagi. Kemudian masuk ke dalam mobil Ferrari. 

"Aaaa!" Jerit Bianca saat Bastian membunyikan klaksonnya beberapa kali dengan kencang karena Bianca menghalangi laju mobilnya. "K-kau?" ucap Bianca sambil menunjuk Bastian yang memasang wajah dinginnya. 

Bianca pun menjauhi mobilnya begitu juga Clara. Dia tidak sedikitpun memalingkan wajahnya. 

Mobil pun melaju kencang meninggalkan keduanya. Clara menatap mobil Bianca yang perlahan lenyap dari pandangannya. 

"Aku tahu kau membenciku, tapi syukurlah. Akhirnya kamu sudah bebas," ucap batinnya. 

"Kenapa kakak bersedia membayar biaya perbaikannya? apa kakak mengenalnya?" tanya Bianca.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • My Hot Bodyguard   JANGAN MENGGODAKU

    Bianca mondar mandir di depan pintu kamarnya. Hari ini Bastian mulai menjadi bodyguard-nya, tapi Bianca tidak menyukainya. Bukan tidak menyukainya, pertemuan pertamanya yang tidak baik membuat Bianca tidak nyaman. Bianca mengakui kesalahannya yang tidak tahu terimakasih. Setelah Bastian menolongnya dari ketiga lelaki yang mengganggunya. Bianca malah memintanya memperbaiki bumper mobilnya yang penyok. Padahal dia tahu, penghasilan seorang pegawai bengkel tidak akan mampu membayar biaya perbaikannya. Harga dirinya yang tinggi membuat Bianca sampai saat ini tidak mengakui kesalahannya di depan Bastian. Jangankan mengaku, minta maafpun tidak malah menambah kesalahannya dengan bersikap sinis. "Aaargh! kenapa jadi begini? daddy memberiku bodyguard agar aku merasa nyaman. Tapi, malah sebaliknya," gerutunya sambil menghentakkan kakinya. "Apa yang harus aku lakukan saat bertemu dengannya?" ucapnya tanpa berhenti mondar mandir dengan menengadahkan kepalanya ke langit-langit kamarnya. "

  • My Hot Bodyguard   SEBELUM DIBURU AKU YANG MEMBURU

    Bastian berdiri tegak menghadap Gabriel dan Bianca. Di sampingnya berdiri Thomas, sekretaris Gabriel. Bianca terlihat panik dan histeris. Tapi, Bastian terlihat tenang dengan tatapannya yang tegas. "Tidak! aku tidak mau dia menjadi bodyguardku," tolak Bianca sambil menggelengkan kepalanya."Apa dia yang terpilih menjadi bodyguardku?" tanya Bianca dengan wajah panik. "Benar Nona," jawab Thomas. "Apa tim interview melakukan tugasnya dengan benar? kenapa dia bisa lolos?" sanggah Bianca sambil menyipitkan kedua matanya menatap Bastian curiga. "K-kau pasti mengenal mereka. Jujur saja!" tuduh Bianca. "Maaf Nona, hasil penilaian tim interview sesuai dengan kriteria persyaratan yang diinginkan Pak Gabriel," jawab Thomas. "Tidak ada yang mengenal Bastian baik itu tim interview ataupun karyawan di perusahan ini." "Aku tidak bertanya padamu!" sanggah Bianca sambil mendengus kesal. "Sayang, daddy sudah melihat nilai semua hasil interview. Nilainya paling tinggi," ucap Gabriel mene

  • My Hot Bodyguard   ASTAGA DIA BODYGUARDKU

    Bastian berdiri di depan perusahan GRACIAS CORPORATION, perusahan tambang emas terbesar di negara ini yang dipimpin Gabriel Mozeto. Pagi ini dia akan melamar sebagai bodyguard putri kesayangan sang pimpinan. Berkat bantuan Shelomita, Bastian dengan mudah mendapatkan dokumen data diri yang sudah dimanipulasi. Tidak mungkin Bastian akan menyertakan riwayat yang sebenarnya. Apalagi sebagai mantan narapidana. Shelomita tidak diragukan dalam masalah itu. Bastian menerima bantuannya karena dia tidak mungkin mendapatkan dengan mudah semua dokumen penting untuk syarat-syarat melamar pekerjaan. Bastian mengenakan jas lengkap hitamnya. Wajahnya yang tampan, tubuhnya yang bidang, tegak dan kekar. Serta kharismatik yang tajam dan dingin. Mampu mencuri perhatian semua gadis yang berada di lantai itu. Bastian menghampiri petugas resepsionis yang berdiri tegak menatapnya dengan mulut terbuka. Gadis itu salah satu dari beberapa gadis yang terkesima oleh pesonanya. Bastian hanya menatapn

  • My Hot Bodyguard   KENAPA MEMBANTU KU SETELAH HANCUR

    Satu minggu berlalu, Bastian disibukkan dengan pekerjaannya. Benar yang dikatakan Kris, setelah Bastian bekerja di bengkelnya. Banyak gadis-gadis cantik juga wanita dewasa dari kalangan elite mengantri servis mobilnya. Kris kadang kewalahan saat mereka berebutan ingin mobilnya diservis Bastian. Bahkan, sudah memesan terlebih dahulu agar Bastian yang menyervis mobilnya. Kris jongkok di depan mobil yang sedang diperbaiki Bastian. Creeper yang digunakan Bastian menggelinding ke luar. Bastian sudah selesai. Kemudian menaruh alat-alat mekanik yang sudah digunakannya ke dalam wadah kotak besar. "Apa kau melihatnya?" tanya Kris sambil melirik gadis-gadis cantik yang sedang menatap Bastian. "Sekali-kali beri mereka senyuman!" "Mereka akan lari jika mengetahuiku mantan narapidana," balas Bastian. "Jangan mengungkit-ungkit masa lalumu, Bastian! kau harus menatap ke depan. Kau masih layak mendapatkan kehidupan yang lebih baik," bantah Kris dengan bibir cemberut. "Apa aku perlu me

  • My Hot Bodyguard   AKU SUDAH MENAKUTINYA

    Ferrari merah yang seharusnya sudah di tangan pemiliknya terparkir di depan Bastian dan Kris. Penyok di bumper-nya sudah diperbaiki. "Maafkan aku karena sudah membuatmu mengalami kerugian," ucap Bastian sambil menggaruk alis kanannya yang tidak gatal. Bastian merasa tidak enak hati. Tapi, dia tidak memiliki uang sebesar biaya servisnya. "Sudahlah, anggap saja resiko dari pekerjaan!" balas Kris. "Aku akan menggantinya setelah mendapatkan pekerjaan layak," balas Bastian. "Hais, apa kau ingin aku usir dari sini? aku tidak suka kau segan padaku," bantah Kris sambil menatapnya tajam. Bastian tersenyum yang dipaksakan. "Lagian mobilnya rusak karena menolong pemiliknya. Seharusnya gadis manja itu berterima kasih. Bukannya..." bantah Kris tapi ucapannya terhenti saat melihat mobil SUV hitam melaju ke arah mereka. Bastian merasa familiar dengan mobil itu. Mobil pun berhenti tepat di depan mereka. Seorang wanita cantik turun. Wanita itu mengenakan kacamata hitam menatap ke ar

  • My Hot Bodyguard   BUKAN SAATNYA MELEPAS RINDU

    Lelaki itu terlihat kesal karena Clara berbicara angkuh. Sedangkan gadis yang benar-benar diincarnya hanya menjerit dan berusaha melepaskan diri. Lelaki yang merupakan suruhan seseorang, hendak menampar pipinya agar Clara berhenti berteriak sambil menyebut nama pengacara kondang yang merupakan suaminya. Kibasan tangan itu hendak mendarat ke pipi Clara. Wanita itu memejamkan matanya dengan bibir meringis menyambut rasa sakit. Tapi, dia membuka matanya dengan perlahan dan melihat ke arah tangan lelaki itu. Clara membulatkan matanya saat melihat wajah pria yang selama ini dirindukannya. Tapi, saat ini bukan waktu yang tepat untuk melepas rindu. Bastian menggenggam tangan pria itu, raut wajahnya terlihat tenang berbeda dengan lelaki pengganggunya. "Jangan ikut campur urusanku, brengsek!" umpatnya sambil menarik tangannya. Lelaki itu bahkan menghadiahkan pukulan ke arah wajah Bastian. Lelaki itu salah jika menganggap Bastian hanya sekedar ikut campur tanpa memiliki kemampuan membela

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status