Beranda / Romansa / My Hot Bodyguard / KENAPA MEMBANTU KU SETELAH HANCUR

Share

KENAPA MEMBANTU KU SETELAH HANCUR

Penulis: Lysta
last update Tanggal publikasi: 2026-07-18 13:07:12

Satu minggu berlalu,

Bastian disibukkan dengan pekerjaannya. Benar yang dikatakan Kris, setelah Bastian bekerja di bengkelnya. Banyak gadis-gadis cantik juga wanita dewasa dari kalangan elite mengantri servis mobilnya.

Kris kadang kewalahan saat mereka berebutan ingin mobilnya diservis Bastian. Bahkan, sudah memesan terlebih dahulu agar Bastian yang menyervis mobilnya.

Kris jongkok di depan mobil yang sedang diperbaiki Bastian. Creeper yang digunakan Bastian menggelinding ke luar. Bastian sudah selesai. Kemudian menaruh alat-alat mekanik yang sudah digunakannya ke dalam wadah kotak besar.

"Apa kau melihatnya?" tanya Kris sambil melirik gadis-gadis cantik yang sedang menatap Bastian. "Sekali-kali beri mereka senyuman!"

"Mereka akan lari jika mengetahuiku mantan narapidana," balas Bastian.

"Jangan mengungkit-ungkit masa lalumu, Bastian! kau harus menatap ke depan. Kau masih layak mendapatkan kehidupan yang lebih baik," bantah Kris dengan bibir cemberut. "Apa aku perlu membantumu mendapatkan salah satu gadis di sana?" balas Kris.

Bastian menatap ke arah gadis-gadis cantik yang terlihat tantrum karena Bastian alasan mereka ada di bengkel itu. Reaksi mereka ada yang tersipu malu, senyum-senyum bahkan seperti cacing kepanasan.

"Cantik-cantik bukan?" goda Kris dengan kedua alis terangkat.

"Sebelum menawarkan salah satu dari mereka. Lebih baik, kau dulu yang memilih salah satunya! bukannya umurmu sudah pantas menikah?" sanggah Bastian sambil melanjutkan menaruh alat-alat yang belum di masukkan.

"Astaga, kau seperti menampar pipiku saja dengan mengatakan itu," sanggah Kris. "Aku bukannya tidak mau menikah. Tapi, takut pasanganku tidak cocok dengan adik dan ibuku. Mereka berdua harta berhargaku, aku tidak bisa egois," terangnya.

"Bastian," panggil Justin membuat Kris dan Bastian menatap ke arahnya. "Ada yang ingin menemuimu. Dia menunggu di ruang Pak Kris," ucapnya.

"Siapa?" tanya Kris penasaran.

"Dia hanya mengatakan Bastian pasti mengenalnya," jawabnya.

"Lelaki atau perempuan?"

"Perempuan," jawabnya.

"Apa kau sudah melakukan kesalahan lagi pada salah satu pelangganku?" tanya Kris curiga.

"Tidak," jawabnya.

Bastian pun berdiri, kemudian bersama Kris menuju ruangannya.

"Shelomita?" panggil Kris dan Bastian bersamaan.

Kris dulunya bekerja sebagai anak buah Bastian. Dia mengenal Shelomita yang menikah dengan rekannya, Tomi.

Shelomita menatap Bastian dengan kedua mata memerah. Di tangannya menggenggam sebuah amplop besar berwarna coklat.

"Aku akan mengambil minuman untuk kalian," pamit Kris sambil melangkah ke luar ruangan. Dia sengaja meninggalkan mereka.

"Maafkan aku karena baru menemuimu," ucapnya sambil menatap Bastian penuh rasa bersalah.

"Aku memakluminya, kau tidak mungkin menemuiku karena suamimu berada di kubu lawanku," balas Bastian sambil duduk.

Shelomita pun ikut duduk menghadap Bastian. Shelomita salah satu tim divisi lain, anak buah rekan Bastian.

"Bagaimana kabar Tomi? aku dengar dia sakit," tanya Bastian sambil menatapnya dalam.

Shelomita malah terisak, bukan karena penyesalan saja yang membiarkan suaminya malah bersekutu dengan pihak penggugat bahkan memberikan kesaksian palsu.

Bastian menghembuskan napasnya. Kemudian menatap Shelomita yang mengusap air matanya. "Apa yang terjadi dengannya?"

"Tomi sudah meninggal setahun yang lalu," jawabnya. "Setelah kau dijatuhkan hukuman. Tomi banyak murung dan melamun. Dia bahkan sering pulang dalam kondisi mabuk. Pada akhirnya, Tomi dinyatakan kanker lambung," terangnya.

"Aku turut berduka," balas Bastian sambil menundukkan kepalanya.

"Setelah Tomi meninggal, aku kembali bersama putriku ke Paris dan menetap di sana," terangnya. "Aku mendapatkan kabar kau sudah bebas dan aku memiliki sesuatu yang harus ku berikan padamu dari Tomi."

Shelomita menaruh berkas amplop besar yang dipegangnya di meja. Bastian tidak langsung menerimanya.

"Aku harap kau memaafkan Tomi! dia melakukannya demi melindungiku dan putri kami," pintanya. "Saat itu Tomi dalam tekanan seseorang. Tapi, aku tidak mengetahui siapa pelakunya. Tomi menutup mulutnya sampai akhir khayatnya."

Bastian menghembuskan napasnya. Banyak kenangan manis bersama Tomi. Bahkan, terakhir kali sebelum menjalankan misi. Tomi dengan gembira memberitahunya Shelomita hamil.

"Bastian, setelah berkas ini sampai di tanganmu. Aku tidak tahu, apa aku bisa sampai di Paris bertemu putriku. Hanya satu pesanku, jika terjadi sesuatu. Tolong lindungi putri kami!"

"Aku tidak janji bisa melakukannya," tolak Bastian.

Shelomita menunduk sedih.

"Seharusnya kau menyimpannya sampai akhir hidupmu! kenapa kau malah memikirkan orang lain ketimbang putrimu?" protes Bastian.

"Aku melakukannya untuk memperbaiki kesalahan Tomi. Hanya ini yang bisa aku lakukan," jawabnya kemudian berdiri. "Aku harap kau bisa membersihkan namamu."

Shelomita melangkah ke arah pintu.

"Shelomita!" panggil Bastian menghentikan langkahnya. "Berusahalah tetap hidup!" pintanya tanpa menatapnya.

Shelomita pun melanjutkan langkahnya meninggalkan ruangan itu. Bastian tahu, lawannya orang yang memiliki power kuat.

Satu klan mafia itu sangat rapi menyembunyikan sarangnya. Bastian bahkan terperangkap seperti tikus terjepit dengan kekuasaannya Bastian tidak mendapatkan satupun pengacara yang mau mendampinginya selama persidangan.

Beberapa menit kemudian,

Kris datang dengan nampan berisi minuman.

"Ke mana Shelomita?" tanya Kris.

"Dia sudah pergi," jawab Bastian sambil menatap amplop coklat yang belum disentuhnya.

Kris duduk sambil menghela napas. "Dia tidak pernah menatapku," keluhnya sambil menunduk sedih.

Shelomita gadis yang disukai Kris. Tapi, Shelomita menyukai Tomi. Kris pun memilih mundur demi kebahagiaannya.

Bastian menatapnya, "Tomi sudah meninggal."

"Jangan bercanda!" jawab Kris.

"Kau bisa menanyakan kebenaranya pada Shelomita!" balas Bastian. "Mungkin kali ini saatnya kau mengejarnya. Jangan-jangan dia yang membuatmu tidak menikah?"

"Tidak! aku sudah move on," sanggah Kris sambil memalingkan wajahnya yang memerah.

"Kau masih mengharapkannya. Segera temui dia sebelum benar-benar kehilangannya!" ucap Bastian. Kris pun berdiri, "Mau ke mana?" tanya Bastian sambil menatapnya dalam.

"Kau barusan menyuruhku menemuinya. Kali ini aku tidak boleh gagal," jawabnya sambil meninggalkan Bastian yang meraih amplop pemberian Shelomita.

Bastian mengeluarkan beberapa lembar yang terdapat di dalamnya.

Ada secarik kertas yang ditulis Tomi.

[Bastian, jika berkas ini sudah di tanganmu. Aku mungkin sudah tidak ada di dunia ini. Ada beberapa bukti penting yang bisa kau selidiki mengenai pimpinan mafia klan Black Zero. Aku sempat menyelidiki salah satu orang penting yang berhubungan dengan klan Black Zero. Kau pasti terkejut. Tapi, aku yakin dia kunci utama menemukannya. Bastian, maafkan aku karena sudah membantu mereka menghancurkanmu. Aku terpaksa. Mereka mengancamku akan menghabisi Shelomita yang saat itu sedang hamil. Sekali lagi, maafkan aku-Tomi]

Bastian melihat sebuah foto yang sangat dikenalnya, Daniel Mozeto suami Clara.

"Daniel?" gumamnya sambil mengingat-ingat ucapan Clara.

"Meskipun aku menikah dengannya. Tapi, hatiku masih tersimpan namamu," ucap Clara.

"Setelah menikah dengan Daniel, Clara lebih banyak diam tidak seceria dulu," ucap Kris.

Bastian menatap dalam foto Daniel. "Jangan bilang kau menikahi Clara dengan tujuan tertentu?" gumamnya.

Sebuah pesan masuk ke ponselnya.

[Gabriel Mozeto sedang mencari bodyguard untuk putrinya. Aku dengar kau sempat menolongnya. Aku yakin Gabriel Mozeto akan menerimamu menjadi bodyguard putrinya karena mengakui kemampuanmu sebelumnya menyelamatkannya. Mungkin ini kesempatanmu mendekati Daniel-Shelomita]

Bastian tertawa lepas. "Kenapa mereka membantuku setelah aku hancur?"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • My Hot Bodyguard   SEJAK KAPAN

    “bugh bugh brak!” Bastian menendang keras pintu yang terkunci, tidak butuh lama pintupun terbuka lebar. Kegaduhan akibat tendangan Bastian semakin menambah kecemasan semua orang di area pemotretan itu. Mereka melihat Kimberly yang berprofesi sama dengan Bianca memeluk Bianca di belakangnya. Terlihat ujung pisau berjarak beberapa sentimeter ke kulit leher mulus Bianca. Wajah Bianca memucat, “Ayo, kita bicara baik-baik Kimberly!” bujuk Bianca dengan tangan bergetar. Kimberly tertawa lepas, “Percuma saja. Sudah tidak ada gunanya. Gara-gara pemutusan kontrak sepihak, aku kehilangan penghasilanku. Ibuku meninggal karena aku telat membayar biaya pengobatannya,” tolaknya sambil menarik tangannya membuat beberapa kru wanita menjerit. Mereka takut ujung pisau itu menggores leher Bianca, fatalnya menusuk. “Kenapa kamu menyalahkanku? seharusnya kamu tuntut Mr. Johan sebagai pimpinan agensi,” tepis Bianca. “Jangan pura-pura tidak tahu, Bianca!” bentaknya membuat gadis itu tersen

  • My Hot Bodyguard   JANGAN BERULAH

    Bastian berdiri tak jauh dari ruang kelas di mana Bianca sedang mengikuti salah satu mata kuliahnya. Bastian menyandarkan punggungnya di pohon besar sambil menghisap batang nikotin yang dijepit kedua jemarinya. Tatapan tajamnya tak lepas mengarah ke ruang kelas. Bastian melirik ke arah dua lelaki mengenakan seragam tak asing, bahkan Bastian mengenal keduanya. Mereka ajudan ayahnya. Bastian mengalihkan tatapannya ke arah pintu kelas, tepatnya mengabaikannya seolah tidak mengenal mereka meskipun tahu tujuan keduanya hendak menghampirinya. “Selamat siang tuan muda,” sapa keduanya dengan rasa hormat. Tapi, Bastian mengabaikannya. “Tuan…” ucap salah satunya lagi. Bastian menatapnya, kolonel Erik yang memanggilnya dengan sebutan dulu sebelum namanya dipecat sebagai penerus Leonardo. “Kau memanggilku?” tanya Bastian dengan memiringkan kepalanya sambil menunjuk dirinya. Kolonel Erik dan Hamdan menatapnya ragu, meskipun mereka tahu dengan benar. Adanya konflik diantara atasannya dengan

  • My Hot Bodyguard   KEKANAK-KANAKAN

    Setelah Clara keluar dari kamarnya, Bastian duduk terdiam dengan punggung merapat di pintu. Meskipun sudah merelakannya, tepatnya mengusir semua rasa cintanya pada Clara. Bastian tetap manusia biasa, di lubuk hatinya yang paling dalam masih tersisa secerca rasa yang tidak bisa dihapus begitu saja, sekalipun menyakitinya. Apalagi Clara tak berhenti mengusik-nya. Bastian mendengar ketukan pintu, Bastian berdiri tegak dengan ekspresi tegas. Kemudian membukanya. Dua lelaki berpakaian serba hitam berdiri di balik pintu. Bastian yang baru sehari di kediaman Gabriel belum mengenalnya. mereka tak jauh darinya sebagai pegawai Gabriel. “Tuan Gabriel meminta kami mengantarmu menemuinya,” ucap salah satunya. Bastian tahu Gabriel pasti memanggilnya. Dia menyadari kesalahannya, kesalahan yang berhubungan dengan Bianca. Dia tidak mengelak, Bastian memiliki bukti sebagai pembelaan jika Gabriel menyalahkannya. Bastian pun mengikuti mereka. Salah satu lelaki yang berjalan di belakangnya memukul

  • My Hot Bodyguard   GAIRAH YANG TERPENDAM

    “Sentuh aku, tiduri aku! buat aku hamil!” Ucapan itu membuat Bastian tergerak, Bastian menggenggam tangan Clara yang berlabuh erat di depan perutnya. Kemudian memutar hingga menghadapnya. Manik matanya yang terlihat redup. Tapi, mampu membuat jantungnya berdebar kencang. Bohong, jika Bastian sudah menghapus rasa cintanya. Sampai kapanpun nama Clara, gadis satu-satunya yang masih terukir dalam lubuk hatinya. Bastian mengapit kedua pipi tirus nan halus dengan telapak tangannya. “Apa kau serius?” Clara mengangguk pelan, wajahnya merona karena malu. Sudah begitu lama situasi seintena ini tidak mereka lakukan. “Ulangi lagi permintaanmu tadi!” ucap Bastian sambil mengangkat dagunya. Jangan tanya bagaimana tatapan Bastian. Tak hanya secerca, tapi banyak. Tatapan yang dulu sering Clara lihat, penuh godaan yang membuat Clara tak sanggup menolak. Ya, menolak Bastian mencumbunya. Clara menggigit bibir bawahnya dengan rona wajah yang masih memerah. “Jangan menggodaku! seger

  • My Hot Bodyguard   SENTUH AKU

    Bastian menutup pintu. Kemudian berdiri tegak menghadap gadis yang selalu mengusiknya. Bukan tanpa alasan Bastian menganggapnya begitu. Sejak pertemuan pertama Bianca tak berhenti berulah dan terakhir kalinya dia meracuni dirinya sendiri dengan meminum jus stowberi hanya ingin membuat Bastian di pecat.Bianca tidak pernah sekalipun merasa bersalah. Jangan berharap Bianca meminta maaf. Bianca malah menambah kesalahannya dengan ulah-ulahnya yang kekanak-kanakan. Tapi, yang terakhir bagi Bastian cukup berani. Jika saja Bastian telat membawanya ke rumah sakit. Dipastikan Bianca akan tewas.Bianca salah jika Bastian tidak mengetahui rencananya. Di atas ketidaktahuannya pekerjaan Bastian sebelumnya. Bianca berdiri angkuh masih memangku kedua tangannya di depan perutnya. Bianca mengangkat dagunya sambil menatap Bastian seperti majikan sedang menginterogasi bawahannya. “Kau kemana saja? bisa-bisanya menghilang kek hantu. Padahal sudah melakukan kelalaian dalam bertugas.”Bianca melihat jela

  • My Hot Bodyguard   DIA MENUNGGUKU

    Bastian menghampiri Shelomitha yang tertidur lemah di ranjang. Bastian menatap bahu kanannya terbalut perban. Bastian bertanya dengan nada berat, “Bagaimana keadaanmu?” Shelomita tersenyum tipis, senyum yang dipaksakan. “Kau melupakan profesiku dulu sebagai salah satu anggota…” “Berhenti ikut campur!” Potong Bastian dengan nada dingin membuat Shelomita mengatupkan mulutnya. Shelomitha memahami ucapan Bastian. Beberapa lelaki yang menyerangnya bukan berarti tidak memiliki alasan. Shelomita meretas komputer perusahaan Daniel. Tapi, ketahuan. “Segera kembali ke Paris, hiduplah dengan tenang di sana!” “Aku tidak bisa melakukannya, Tomi tidak akan meninggal dengan tenang, aku sudah berjanji padanya untuk membantumu sampai…” sanggahnya. Bastian memotong ucapannya sambil menatap tajam. “Apa kau tidak memikirkan putrimu. Gadis itu membutuhkanmu setelah kehilangan ayahnya. Tomi jauh tidak tenang jika kau mengabaikannya.” “Claudia gadis kecil yang sangat pengertian,” tepisnya. “Jan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status