Home / Young Adult / NAUGHTY BABY ON MY BED / 8. May I Kiss Your Lips?

Share

8. May I Kiss Your Lips?

last update publish date: 2026-04-28 15:35:34

"Akhirnya...." Alexa merentangkan kedua tangannya sambil memutar-mutar badannya. "Disneyland...," ucapnya dengan nada girang.

Kenzo tersenyum melihat tingkah Alexa yang menurutnya sangat menggemaskan di luar sifatnya yang diktator dan semena-mena. Gadis itu selalu bersikap ceria, menyukai apa saja dan tampak bahagia dengan hal-hal kecil yang kadang menurut Kenzo sama sekali tidak menarik.

"Ah, tujuan pertama kita...." Alexa membuka lipatan kertas di tangannya, itu adalah denah Disneyland. "Kita memiliki akses VIP bukan?"

"Jangan khawatir," jawab Kenzo. Mereka tidak perlu mengantre tiga puluh hingga tujuh puluh lima menit hanya untuk memasuki satu wahana.

"Apa waktu kita cukup jika kita ke Disney Sea juga?" tanya Alexa sambil matanya tampak serius mengamati tulisan yang ada di kertas. Bibir gadis itu tampak bergerak-gerak.

"Bukankah kau pernah ke Disneyland di Paris?"

"Tentu saja."

"Kalau begitu pilih wahana yang belum pernah kau masuki di sana, apa kau mengingatnya?"

Alexa mengangguk, ia merogoh tasnya untuk mengambil sebuah stabilo lalu melingkari beberapa wahana yang menurutnya belum pernah ia kunjungi.

"Nah, bagus. Ayo!" seru Kenzo sambil merangkul pundak Alexa.

Alexa tidak menolak, ia mengikuti langkah kaki Kenzo. Tetapi, di depan toko aksesoris gadis itu berhenti lalu mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah pria yang merangkul pundaknya. "Kita harus membeli bandu Micky dan Minnie mouse," ujarnya.

Kenzo menuruti apa yang diinginkan Alexa, ketika hendak membayar menggunakan kartu Bank miliknya, Kenzo menahannya.

"Benarkah kartu Bank ini tidak berlaku di sini? Apa seprimitif itu di Jepang?" Alexa menggerutu karena sejak ia bersama Kenzo, pria itu mengatakan jika kartu bank miliknya tidak berlaku dan Kenzo selalu berbicara bahasa Jepang bersama kasir yang melayani mereka sehingga Alexa merasa menjadi orang paling bodoh di dunia.

"Simpan saja, itu tidak berlaku di sini," ucap Kenzo di sertai seringai geli, bagaimana mungkin ia membiarkan Alexa mengeluarkan uang sementara statusnya di mata keluarga Johanson adalah kekasih Alexa.

"Aku akan memanggil Daddy untuk membayar hutangku padamu," ujar Alexa sambil menarik ponselnya yang berada di dalam saku celana jeans-nya.

Kenzo tersenyum, pria itu dengan lembut menarik ponsel di telapak tangan Alexa. "Jangan lakukan, nanti saat aku berada di London, kau bisa membayar dengan mentraktirku makan permen kapas."

Alexa mengerjapkan matanya, bibirnya sedikit terbuka membuat gairah Kenzo kembali tergugah.

"Hanya itu?" tanya Alexa.

Kenzo ingin sekali meraih dagu gadis itu lalu mengecap bibir yang berwarna merah, mengisapnya lalu menggigitnya dengan pelan.

Sialan!

"Iya, hanya itu," jawabnya sambil meletakkan telapak tangannya di atas kepala Alexa. "Ayo kita bersenang-senang."

Jika diingat kembali oleh Kenzo, mungkin terakhir kali ia pergi ke Disneyland adalah saat ia duduk di bangku sekolah menengah atas bersama teman-temannya. Bahkan mungkin terakhir kali ia pergi ke tempat itu bersama Keiko adalah saat ia berumur tujuh tahun, tidak terlalu jelas di ingatannya, tetapi ia melihat foto bersama kakak perempuannya di Disneyland di dalam album keluarga. Kakaknya tidak tertarik hal-hal yang berbau keramaian dan di padati orang karena kakaknya adalah pengidap sindrom buta arah. Jadi, tidak ada salahnya sekarang jika Kenzo menyebut mengunjungi Disneyland dengan sebutan bersenang-senang.

Alexa menggigit bibirnya sambil menatap gerobak penjual pop corn di depannya. Mereka telah berada di area Disney Sea.

Jangan gigit bibirmu, biarkan aku yang melakukannya. Ingin sekali Kenzo menyuarakan isi kepalanya, tetapi itu jelas mustahil.

"Kau ingin?"

Alexa menatap Kenzo dengan tatapan memelas seolah ia adalah anak kecil yang menginginkan sebuah lolipop.

Astaga!

Kenzo merasakan jiwanya frustrasi. Ia ingin memekan tubuh Alexa ke tembok, menggigit bibirnya lalu membuat gadis manja itu mengerang di bawahnya.

Sialan! Apa yang terjadi?

Ia melangkah mendekati penjual pop corn untuk membeli satu bucket pop corn, bukcket pop corn itu memiliki tali dan terdapat miniatur Teddy bear, Kenzo memilih itu karena menurutnya jelas semua anak kecil menyukai Teddy bear. Benar saja, ketika ia memberikan benda itu kepada Alexa, pendar di matanya tampak berkilat-kilat seolah air laut terkena pantulan cahaya. Darah Kenzo seolah berdesir, sesuatu menggelitik di pikirannya juga jantungnya. Bersamaan.

"Terima kasih," ucap Alexa seraya menyeringai senang. "Sepertinya hutangku semakin banyak."

"Kau bisa membayarnya," ucap Kenzo. Biarkan aku mencumbu bibirmu.

"Sepertinya aku harus membelikan pabrik permen kapas untukmu nanti," ucap Alexa dengan nada sungguh-sungguh membuat Kenzo tertawa lepas.

Pabrik permen kapas. Mungkin Kenzo akan memikirkan bisnis itu, sepertinya tidak buruk. "Aku akan menunggu pabrik permen kapas dengan label Alexa Johanson berdiri di seluruh dunia."

"Kenapa tidak Yamada Kenzo saja?" tanya Alexa.

"Alexa Johanson saja," ucap Kenzo sembari dengan lembut menarik hidung Alexa.

Alexa tidak melawan, ia justru menyeringai kemudian menyeret pergelangan tangan Kenzo untuk mendatangi setiap wahana yang telah ia lingkari di Disney Sea. Keduanya bersenang-senang hingga senja mulai merayapi kota Tokyo, selanjutnya adalah Alexa membeli semua aksesoris yang ia inginkan di toko Disneyland dan kembali membuat Kenzo terlihat seperti asistennya dengan kedua tangannya yang terisi kantong belanja hasil perburuan Alexa, tetapi kali ini Kenzo sama sekali tidak menggerutu. Dengan senang hati ia melakukan apa pun titah Alexa seolah gadis itu adalah tuannya. Pria itu bahkan baru menyadari jika di kepala mereka berdua masih mengenakan bandu Minnie dan Mickey mouse hingga mereka berada di dalam mobil.

***

"Ken, apa kau mendengarkan aku?" tanya Luna dari speaker ponsel Kenzo.

"Ya, aku mendengar," jawab Kenzo sambil matanya menatap Alexa yang sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang miliknya sambil memainkan ponselnya dengan posisi miring, Kenzo tahu jika Alexa sedang memainkan sebuah game dan game itu adalah ciptaannya.

Gadis itu mengenakan piyama yang terbuat dari bahan sutera halus, dadanya tampak tegak menantang, meski masih terbungkus kain. Kenzo berani bertaruh jika gadis itu tidak mengenakan bra. Diam-diam Kenzo menelan air liurnya berkali-kali.

"Ken, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Alexa lagi.

Sedang menjelajahi keindahan alam.

"Tidak ada," jawab Kenzo dengan nada yang ia buat setenang mungkin, menyingkirkan semua yang berserakan di otaknya dan semua itu adalah tubuh Alexa.

"Kau tidak berkonsentrasi, Ken. Aku meminta kau mengirimkan formula aplikasi terbaruku, kau belum mengirimkannya sejak kemarin," ucap Luna dengan nada kesal.

Kenzo membeku, ia melupakan semuanya. Pekerjaannya dan juga Luna. "Aku akan menyelesaikannya, besok sebelum jam delapan pagi, kujamin aplikasi itu bisa kau gunakan." 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   18. Jealous?

    Alexa mengentakkan kakinya beberapa kali di lantai, ia merasa sangat kesal kepada Kenzo karena di matanya, pria itu banyak sekali memiliki dosa kepadanya. Ya, dosa. Pertama, tadi malam Kenzo membiarkannya tidur sendiri. Apa pria itu tidak tahu jika Alexa harus meminta bantuan Grace untuk menemaninya mengobrol melalui panggilan video hingga ia tertidur, padahal Alexa telah berjanji kepada orang tuanya untuk tidak merepotkan siapapun. Tetapi, Kenzo tetaplah pengecualian. Pria itu boleh direpotkan. Ia ingin sekali Kenzo datang ke kamarnya. Kedua, Kenzo menghilang seharian dan baru kembali saat makan malam tiba, Alexa yakin jika Kenzo menemui Luna, kekasihnya.Alexa membenci itu, sangat membencinya. Rasanya ia ingin sekali menyingkirkan Luna sejauh mungkin dari Kenzo. Gadis itu adalah pengganggu liburannya yang menyenangkan bersama Kenzo, liburan yang semula berjalan sesuai keinginannya, tetapi kemunculan Luna membuat segalanya menjadi tidak menarik lagi di mata Alexa. Gadis itu naik ke

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   17. I Hate You

    "Ken, aku telah memikirkannya," ucap Luna yang duduk di samping Kenzo. Mereka berada di sebuah bangku taman tak jauh dari di area apartemen yang di tempati Luna.Kenzo menatap dua orang yang sedang menikmati sore itu di taman sambil sang pria mendorong stroller bayi sementara si wanita tampak sibuk dengan ponselnya mengambil foto suami dan anaknya. Wanita itu tampak begitu ceria, begitu juga sang pria. Ia tidak keberatan meski si wanita memerintahkannya berpose berulang kali untuk mendapatkan foto terbaik bersama anaknya yang masih bayi.Kenzo meninggalkan bandara karena ayahnya dan Alexa tidak ada di daftar penumpang pesawat yang ia cek dan ketika memeriksa GPS ponsel ayahnya dan Alexa, ternyata kedua orang itu berada di tempat tinggal kakak tirinya. Kenzo benar-benar telah dibodohi oleh ibunya sendiri, hingga merasa sangat geram. Ia tidak langsung kembali ke tempat tinggal orang tuanya tetapi, ia memilih pergi ke perusahaan. Yang ia perlukan saat itu hanya ingin sendiri agar bisa be

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   16. Another Dictator

    Pagi di Tokyo, karena akhir pekan Kenzo tidak pergi ke perusahaan. Ia melatih fisiknya lebih lama dari biasanya sambil menenangkan perasaan kalut yang menderanya. Tadi malam Alexa tidak mengganggunya, dalam artian gadis itu benar-benar mencoba tidur sendirian di kamarnya. Seharusnya ia merasa tenang karena tidak harus meninabobokan bayi besar, faktanya ia justru tidak bisa tenang. Berulang kali ia mengecek Alexa di kamarnya dan gadis manja itu terlihat baik-baik saja meski ia menendang selimut hingga terjatuh dari tempat tidur. "Mom, Alexa telah bangun?" tanya Kenzo sambil menarik kursi dia ruang makan seusai membersihkan tubuhnya setelah berolah raga. "Kenapa?" Kenzo meraih tempat roti, membukanya lalu mengambil dua lembar roti gandum lalu meletakan di atas piring. "Aku mengetuk kamarnya, tidak ada jawaban," katanya sambil meraih tempat selai. Livia yang sedang menyusun bunga segar di dalam vas menghentikan gerakannya, wanita itu menarik kursi tepat di seberang putra bungsunya ya

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   15. Akward

    Sepanjang pagi Alexa terus bungkam membuat Kenzo merasa sedikit kebingungan karena gadis itu tiba-tiba kehilangan keceriaannya, apa lagi setelah sarapan Alexa tiba-tiba berubah pikiran dan meminta kembali ke Tokyo. Parahnya lagi gadis itu juga merengek ingin kembali ke London hari itu juga. Berulang kali Kenzo menggoda Alexa agar suasana kaku di antara mereka melunak, tetapi semua usaha Kenzo belum membuahkan hasil. Seperti saat ini contohnya, Alexa terus menatap ke arah luar kereta dengan bibir terkatup rapat. Kenzo menduga gadis itu merasa malu karena tadi malam mereka berciuman penuh gairah dan pastinya Kenzo nyaris lepas kendali jika ia tidak memikirkan risikonya. Alexa adalah seorang perawan dan ia adalah putri seorang konglomerat yang tidak bisa diusik. Setelah Alexa tertidur Kenzo harus menyelesaikan gairahnya sendiri di kamar mandi sambil membayangkan bagaimana hangatnya lidah Alexa dan bagaimana kenyalnya dada Alexa yang sempat ia remas perlahan. Sedangkan Alexa, ia merasa

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   14. Alexa's First Kiss

    Kenzo keluar dari kamar mandi, ia hanya mengenakan handuk yang melingkar rendah di pinggang, menampakkan dadanya yang bidang. Ia tidak mendapati Alexa berada di atas tempat tidur seperti biasa, biasanya gadis itu bermain game sambil duduk bersila di sana. Kenzo menyapukan pandangannya ke sekeliling ruangan dan mendapati Alexa tampak duduk dengan posisi setengah meringkuk di soda. Pria itu bergegas menghampirinya dan sedikit terkejut karena gadis itu tampaknya tertidur. Kenzo menekuk kakinya, matanya mengamati wajah Alexa yang tampak begitu rapuh setiap kali gadis itu tertidur. Bukan hanya kali ini ia mengagumi wajah Alexa, mengagumi indahnya alis gadis itu, mengagumi bulu matanya yang tebal seindah kupu-kupu dan yang utama adalah mengagumi bibirnya yang tampak ranum. Perlahan Kenzo mengangkat tubuh Alexa untuk memindahkannya ke atas tempat tidur. Sayangnya hawa dingin dari kulit Kenzo seusai mandi rupanya membangunkan Alexa, gadis itu membuka matanya. Jarak wajah mereka sangat dekat

  • NAUGHTY BABY ON MY BED   13. Heart Beating

    “Aaa....” Alexa mendekatkan sendok yang berisi es krim penuh ke mulut Kenzo. Pria itu tertegun, ia sedikit memundurkan tubuhnya untuk menatap es krim yang berada sangat dekat dari bibirnya lalu menatap Alexa dengan perasaan geli. “Tenang saja, aku membeli dua es krim. Jadi, sendoknya bukan bekas dari mulutku,” ucap Alexa seolah ia menebak isi pikiran Kenzo. Kenzo membuka mulutnya, melahap es krim yang disodorkan Alexa, rasa manis langsung menjalari rongga mulutnya. Manis dan lembut, mungkin seperti bibir Alexa. “Aku tidak keberatan jika itu bekasmu,” ucapnya menggoda Alexa. “Kata Mommy, coklat bisa memperbaiki suasana hati kita yang kacau,” ucap Alexa sambil kembali menyendok es krim lalu menyodorkan kepada Kenzo. Kenzo yang sedang menerima suapan es krim buru-buru menelan es krim di mulutnya tanpa menikmati terlebih dahulu. “Jadi, kau sedang menghiburku?” “Anggap saja aku sedang menebus kesalahanku, kau mungkin akan di putuskan oleh Luna gara-gara ulahku,” jawab Alexa sambil me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status