Share

Tak Berdasar

Penulis: Dek ita
last update Tanggal publikasi: 2026-04-18 12:40:36

Darren yang keluar mengejar sang mama itu buru-buru menghampiri. Ia pegang tangan wanita itu sebelum langkah kakinya sampai di lantai bawah.

Spontan Delia menoleh ke belakang. Sebagai seorang ibu, ia mengetahui sekarang sang anak tengah berada di emosi yang paling tinggi dari yang pernah ia lihat sebelumnya.

“Kenapa Mama masuk ke kamarku seenaknya?!” pekik Darren.

Ia ingat betul, bahwa pintu sudah dikunci. Tak sekalipun Darren pernah memberikan kunci cadangan pada orang lain. Jadi, saat melihat sang mama berhasil masuk, Darren marah besar.

Mata Delia berair parah. Bukan sebuah kesenangan atau rasa malu yang ia lihat saat membuka pintu kamar sang anak. Melainkan sakit hati tak terkira.

“Kamu memaksa wanita itu, kan? Kamu memaksanya membuka baju di depanmu?!” tuduh Delia.

Darren tersentak. “Apa? Tidak! Kami begitu karena sama-sama mau!” tegas Darren.

Delia menepis tangan Darren. Sudah banyak simpang siur mengenai sikap Darren yang sudah Delia dengar. Meski ia sempat bergurau membawa pakaian dinas untuk menantunya, ia tetap merasa sakit hati.

“Mama tahu dia bukan wanita yang seharusnya menikah denganmu! Hanya karena kamu menikahinya, jangan kamu berpikir untuk merebut kesuciannya!”

Suara serak sakit itu adalah sebuah rasa kecewa yang selama ini dipendam Delia. Darren kaget. Tetapi, ia tahu bahwa mamanya begini pasti karena ada banyak berita buruk yang menyebar tanpa alasan.

“Kenapa tidak? Dia istriku sekarang. Mau aku tiduri dia, atau aku cambuk sekalian itu bukan urusanmu-”

“Darren! Teganya kamu!” bentak sang mama setelah mendengar omong sembarangan Darren.

Senyum miring Darren menunjukkan bahwa dia sudah muak juga. Tundingan tak berdasar yang terlontar tanpa mendengar dari sisinya selalu menjadi sebuah serangan yang tak pernah ia duga.

“Jangan sakiti dia, Darren….” pinta Delia.

Ekpresi wajah memelas Delia tak membuat Darren merasa tersentuh. Ia berdengus kesal sambil membuang muka. Kali ini, emosinya semakin membesar.

“Pergi dari sini!” tegas Darren.

Mata Delia membelalak melihat respon Darren. Tanpa menunggu jawaban, Darren menarik sang mama keluar dari dalam rumahnya. Ia rebut kunci cadangan dibawa, dan langsung membanting dengan keras pintu di depannya.

Durhaka? Jelas.

Ia menghela napas berat dan panjang setelah melakukannya. Ia dongakkan kepala melihat kamarnya yang berada di lantai dua.

Tak ada tanda-tanda Fiona keluar dari dalam kamar. Ia diam sejenak, lalu mulai melangkah menuju kamarnya kembali.

‘Wanita itu takkan marah meski aku memintanya seperti binangan tiap saat,’ yakin Darren.

Sementara Fiona masih melamun di atas ranjang sambil melilit tubuhnya dengan selimut yang tebal. Keberadaan Darren yang kuat membuat Fiona langsung tahu dia sudah datang.

Tubuh pria yang kekar dan bidang itu muncul dengan gagahnya. Rona merah wajah Fiona tak bisa disembunyikan. Ia daritadi hanya duduk diam menutup tubuh, tak beranjang mengenakan bajunya.

“Ah, Darren. Maaf… bisa keluar sebentar? Aku mau mengenakan bajuku dulu,” pintu Fiona dengan lembut.

“Baju? Siapa yang meberimu izin?” Suara tegas Darren yang dingin membuat Fiona menciut.

Mulutnya hendak menjawab, tetapi tak sedikitpun suara yang keluar. Darren berjalan mendekat, menarik paksa selimut yang tengah menutupi tubuh Fiona. Pemandangan yang masih sama.

Dari atas sampai bawah, Darren memandangi Fiona dengan tatapan buas. Ia seperti sedang mencari titik mana lagi yang ingin dia incar.

“Kamu tak boleh melakukan apapun, selama berada di dalam sini,” perintah Darren.

“Ya?” Fiona menaikkan kedua alisnya spontan.

Darren naik ke atas kasur dengan lututnya, ia pandangi dengan seksama tubuh wanita yang masih polos di atas ranjang. Sebelah tangannya mulai menarik pinggangnya.

“Berikan tubuhmu malam ini padaku. Aku ingin melampiaskan amarahku sekarang!” tegas Darren.

Tanpa mendengar jawaban langsung, Darren menyergap bibir Fiona dengan ganasnya. Ia buat sang wanita kesulitan bernapas sambil berkali-kali mencoba mendorong tubuhnya yang kekar.

Fiona merasa bahwa Darren bermain dengan cara yang berbeda. Bahkan kali ini Darren membabi buta mencoba untuk memegang tubuhnya.

“Da- Darren….” lenguh desah Fiona di sela-sela ciuman panas mereka berdua.

Darren terus mencoba membungkam mulut Fiona. Ia tak peduli seberapa keras Fiona mencoba untuk bicara. Yang terpenting adalah menyalurkan nafsunya.

Merasa puas menyambar bibir tebal Fiona, Darren melepaskannya, membuat Fiona langsung berbaring dengan napasnya yang terburu-buru. Makin merona wajah Fiona, semakin tertarik Darren mencoba.

Pria bidang itu kini tengah melepaskan pakaian yang tadi dikenakannya kembali. Fiona tak mencoba menghindar, tak juga mencoba menghindari.

‘Hidupku sudah berantakan sejauh ini. Biar sekalian saja.’

Setelah melepaskan bajunya, Darren menimpa tubuh Fiona. Dibuatnya milik mereka saling bergesekan, memunculkan gejolak menyiksa dalam diri satu sama lain.

Wajah mereka kian berada di posisi paling dekat. Bahkan napas panas mereka bertukar satu sama lain.

“Malam ini, aku akan mencoba hidangan lezat seperti kata orang-orang.”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Feel Hard

    Darren tak memulainya dengan kasar, dia bermain perlahan, sembari sesekali memberi kecupan kecil pada sang istri.Fiona juga tak bisa membohongi diri, bahwa dia merindukan tiap sentuhan dari sang suami yang membuatnya semakin lama semakin membara.“Kenapa tidak lanjutkan buat kukisnya?” tanya Darren, berbisik di telinga Fiona.Fiona yang masih melenguh karena tiap titik sensitifnya yang dipermainkan, berusaha menjawab pertanyaan Darren.“Ba- Bagaimana…. bisa…. Kamu…. membuatku…. enak…” lenguhnya yang merasakan tiap sentuhan Darren.Darren menyeringai puas mendengar ucapan Fiona. Ia justru memainkan jemarinya semakin lihat pada klit Fiona sembari beberapa kali memilin putingnya.“Jadi, lebih enak makananmu, atau aku?” tanya Darren.Saat Fiona lebih sibuk mendesah merasakan permainan Darren, Darren memberhentikan gerakannya terlebih dahulu. Dengan gerakan yang cepat, Darren menggerakkan jemarinya di klit Fiona, membuat wanita di depannya menjepit begitu kuat.“Sa- Sayang….. Arhhhhhh….”

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Everything Goes... Well?

    Fiona yang berangsur membaik, jelas membuat Darren merasa lega. Fiona sudah bisa melakukan pekerjaan rumah, bahkan beberapa kali mulai mencari kegiatan untuk mengisi waktu luangnya.Darren lebih mengatur waktu untuk bisa bersama Fiona, bahkan sikap Darren jauh lebih baik dari selama ini.“Belakangan, semua terasa baik-baik saja. Tapi, kenapa aku merasa ada yang mengganjal?” celetuk Fiona, sambil melihat ke arah Darren yang sedang menggunakan laptopnya di atas meja makan.Darren sempat melirik ke arah Fiona, lalu tersenyum lebar, kemudian hanya menggeleng kecil kepalanya.“Itu berarti semua baik-baik saja, Sayang,” ucap Darren, manis.Terdengar sangat meyakinkan. Fiona awalnya abai dengan melanjutkan adonan cookies yang yang ia buat. Namun, tetap saja, ada perasaan mengganjal yang terus menghantui dengan berbagai pertanyaan di dalam kepala.Darren yang sekarang sangat peka, ia tahu Fiona memikirkan apa yang dikatakan oleh dirinya. Ia dekati Fiona, dan dipeluk dari belakang sambil membe

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Biar jadi Urusanku

    Selama beberapa hari belakangan, Fiona dan Darren tetap tinggal di rumah orang tua Darren. Fiona masih sering melamun tiba-tiba, bahkan beberapa kali sempat tiba-tiba menangis tanpa sebab.Tak bisa dipungkiri, bahwa Fiona merasa ingatan yang selama ini ia sudah biasakan kini menyakitinya kembali. Apapun pergerakan Fiona, selalu ada bekas ingatan yang terus menghantui.Ia masih bisa menerima bahwa fakta mengatakan ia adalah anak angkat. Tetapi, ia tidak bisa menerima, bahwa semua kesalahan yang selama ini terjadi selalu ditumpahkan kepadanya hanya untuk membuat Helen Kelihatan sempurna.“Sayang, jangan melamun lagi,” panggil Darren.Fiona seketika tersentak setelah mendengar Darren memanggilnya. Ia menoleh, dan melihat sang suami menatapnya dengan begitu sedih.“Maaf. Aku berusaha mengendalikan pikiranku,” Fiona sontak menjawab.Darren menarik bahu Fiona agar lebih dekat dengannya, kemudian membuat Fiona bersandar pada bahunya. ia juga memberikan tepukan kecil, menandakan agar Fiona ti

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Keributan yang Tak Pernah Usai

    Fiona merasa geram mendengar ucapan Roy. Tak habis-habisnya perkara Darren yang sudah dinikahkan dengannya. Sambil menggigit ujung bibirnya, Fiona jadi semakin tahu, bahwa tak ada yang benar-benar menyayanginya selama di rumah.“Bukankah ayah sudah tak menganggapku anak ayah lagi? Ah, lebih tepatnya, ayah memang bukan ayahku, kan?”Roy tersentak setelah mendengar ucapan Fiona. Dia sempat membeku, tatapannya gemetar. Bukan penuh penyesalah. Melainkan, karena ia merasa tak seharusnya ini terbongkar.“Aku sudah tahu kenapa kalian selalu pilih kasih padaku. Selalu menuduhku yang bukan tindakanku. Atau bahkan mengecapku buruk selalu. Itu karena aku adalah sasaran paling pas untuk disalahkan, karena tak ada hubungan darah kalian padaku!” tegas Fiona.Fiona menahan diri. Dadanya sesak dan juga merasa bahwa tubuhnya bisa jatuh kapan saja. Tetapi, ia mencoba menghadapi. Sudah lebih dari 20 tahun dia hidup menjadi anak yang penurut. Sekarang, sudah sepantasnya ia menjadi anak yang membela diri.

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Bukan Kenikmatan

    Helen yang tubuhnya sudah gemetar karena dipakai tadi, kini merasa takut. Pasalnya, setiap kali Marvel marah dan melampiaskan sesuatu, Helen selalu merasa bahwa semuanya berubah menjadi neraka yang menyakitkan.Pria itu berputar, melihat Helen dengan tatapan yang tajam. Degup jantung Helen semakin tidak karuan. ia merasakan ada sebuah serangan dari balik tubuhnya yang menolak pendekatan dari Marvel.“Sa- Sayang… itu tak seperti kelihatannya,” Helen berusaha membela diri. Namun, Marvel sudah tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Helen. Ia mendekati Helen, dan memasangkan sebuah benda kecil pada area kewanitaan Helen. Sebuah getaran hebat menyambar tubuh Helen, membuat Helen tak mampu menahannya.“Ahhhh!!!”Denyutan yang belum usai pada tubuhnya itu terlanjutkan kembali. Helen merasa sekujur tubuhnya menggelinjang karena tak kuat dengan rasa itu.“Kamu suka rasanya, kan? Sekarang, nikmati ini seperti kamu menikmati pria lain!” tegas Marvel.“Ti- Tidak.. Sayang…. maaf…. aku minta ma

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Nikmat tak Terkira

    Tanpa membiarkan Helen bisa sedikit bernapas lega, Gery sudah kembali mengikuti permainan. Ia dengan begitu ganasnya, menyesap pucu dada Helen dengan kasar. Bahkan, ia memilin kasar kedua ujungnya.“Ahhhh….. Sa… Sakit…..”Helen tak bisa berhenti mendesah karena pompaan dari Marvel yang justru semakin kuat. Gery bangun dari dada Helen.Marvel dengan cepat menarik Helen, membuat mereka berdua saling berhadapan dengan Helen berada di atasnya. Ia buat Helen menindih tubuhnya.Napas Helen benar-benar tersengal. Ia bahkan merasakan bagian bawahnya kini masih berkedut meski Marvel sudah berhenti bergerak. Tatapan Marvel puas melihat Helen tak berdaya.Selama ini, Marvel susah membuat Helen berada di bawah perintahnya. Tetapi, sekarang, ia dapatkan apa yang dia inginkan dengan mudahnya.‘Kalau begini terus, aku bisa melakukan apapun padanya!’ seru Marvel yang bersorak riang.“Bagaimana, sayang? Apa kamu suka dengan hari ini?” tanya Marvel, dengan penuh suara manis.“A…. Aku….” helen masih ber

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Percobaan Pertama...

    Fiona menatap sayu mata Darren yang memandanginya. Ada sebuah semangat yang menggebu, dan emosi yang berpadu menjadi satu. Perlahan, pria itu mendekatkan wajahnya, dan kini mendaratkan bibir di wajah Fiona.“Eunghhh,” Fiona merasakan gejolak dari dalam tubuhnya saat Darren menyentuh wajahnya.Endus

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Emosi Memanas

    Kedua tangan Fiona langsung gemetar setelah mendengar ucapan Helen. Sementara itu, Helen malah tertawa kecil melihat respon Fiona. ‘Jadi, dia sengaja kabur?’“Tapi tenang saja, Fiona. Dia tak tersentuh sama sekali. Jadi, kamu mungkin orang pertama yang akan disentuhnya. Itupun kalau dia mau!” Tawa

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Sandiwara

    Fiona meredamkan diri di dalam kamarnya. Rasanya isi pikirannya dibuat kacau oleh hadiah dari sang mertua.‘Apa mereka pikir, Darren mau melakukan hal itu padaku? Mustahil! Dia melirikku saja tak sudi!’ batin Fiona.Ia ratapi kotak hadiah yang diletakkan di atas kasur. Masih terbayang bagaimana pak

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Hadiah Mertua

    “Sampai mana pendidikanmu?” tanya Darren, dengan nadanya yang dingin menusuk. “Ya?” spontan Fiona menoleh.Tak diulang dua kali, namun, tatapan pria yang sedang mengemudi membuat Fiona undur diri untuk bertanya kedua kalinya.“Kuliah. Aku tamat kok,” balas Fiona.Satu kali lirikan, dan sekali hembu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status